Cinta Adinda

Cinta Adinda
Duapuluh Sembilan


__ADS_3

Akad Nikah


Dinda sudah bangun pagi pagi sekali. Setelah mandi Dinda shalat subuh setelah itu bersiap siap.


Jam setengah 6 pagi Makeup artis sudah datang. Memakan waktu satu jam Dinda sudah di dandani dengan sangat cantik.


Jam 7 seluruh keluarga sudah berkumpul dirumah Dinda dan mulai bergerak menuju rumah Rendy. Sesuai jadwal, acara akad nikah akan dilakukan jam 8 pagi. Setelah itu akan diadakan syukuran sampai siang. Hanya sampai siang agar Papa Rendy tidak terlalu lelah.


Diundangan juga sudah dibuat jadwal acaranya agar para tamu tidak keliru.


Rombongan keluarga Dinda sudah sampai dipelataran rumah Rendy. Dinda langsung disembunyikan agar Rendy tidak bisa melihat. Mereka akan bertemu setelah ijab kabul selesai.


Nanda yang merupakan kakak kandung Dinda yang nanti akan menjadi menikahkan Dinda menggantikan Alm. Papa mereka.


Jam 8 semua sudah berkumpul. Tuan kadi juga sudah datang membawa surat nikah dan memulai prosesi akad nikah.


Sampailah pada acara ijab kabul. Dinda yang menunggu di dalam kamar hanya bisa mendengar suara dengan bantuan pengeras suara. Diluar Nanda dan Rendy sudah berjabat tangan untuk melangsungkan Ijab Kabul.


Nanda


Rendy Pratama Baskara


Rendy


Ya


Nanda


Saya nikahkan engkau dengan adik kandung saya Adinda Putri Aulia Binti Aulia Rahman dengan mahar cincin emas berlian dan seperangkat alat shalat dibayar tunai.


Rendy


Saya terima nikahnya Adinda Putri Aulia Binti Aulia Rahman dengan mahar tersebut dibayar tunai


Tuan Kadi


Sah?


Saksi


Sah.....

__ADS_1


Alhamdulillah. Semua mengucap doa.


Dinda yang ditemani Febri dikamar saling berpelukan mendengar ijab kabul baru selesai diucapkan. Dinda meneteskan airmata bahagia. Yah dia bahagia karena saat ini dia sudah resmi menjadi istri seorang Rendy Pratama Baskara.


Walau belum ada cinta tapi Dinda bahagia karena kata Mama ketika wanita menikah sudah harusnya dia bahagia karena didepannya akan banyak sekali pahala yang didapatkannya dari ridho seorang suami. Bagi wanita menikah itu ladang ibadah.


Andin masuk kedalam kamar hendak menjemput Dinda keluar.


"Selamat ya Dinda sayang, sekarang kamu sudah menikah, kamu sudah menjadi seorang istri. Semoga rumah tangga kalian SAMAWA" Andin memeluk sepupunya itu dengan erat.


Dinda yang didampingi oleh Andin dan Febri berjalan menuju tempat akad nikah dilakukan. Dinda tertunduk malu dan tidaj berani menatap kedepan.


Rendy yang melihat Dinda datang dari dalam rumah merasa terpesona akan kecantikan Dinda hari ini. Rasa kesal karena tidak bertemu Dinda dua hari ini hilang terbang dengan sendirinya.


Dinda yang dibalut dengan gaun putih dipoles dengan makeup diwajahnya terlihat sangat cantik dan sangat berbeda dengan biasanya. Benar kata Mama aku jadi pangling melihatnya.


Rendy yang dari tadi tidak bisa memalingkan pandangannya dari Dinda segera dicubit Rico agar dia tersadar bahwa di tempat ini bukan hanya ada mereka berdua yang lain hanya nyamuk nyamuk yang beterbangan.


Rendy pun tersadar dari keterpesonaanya. Rendy memasangkan cincin kawin kejari manis Dinda sebelah kanan kemudian dibalas dengan Dinda yang memasang cincin kejari manis Rendy.


Setelah itu Dinda mencium takzim tangan Rendy pertama kali sebagai seorang istri.


Barakallah....


Akad nikah sudah selesai dilanjutkan dengan syukuran pernikahan mereka. Seluruh keluarga sudah berkumpul dihalaman rumah untuk pesta kebun.


"Selamat ya semoga kalian berdua bahagia dan segera mendapat momongan. Ingat pesan Papa Ren jangan kamu buat Dinda menangis ya?"


Papa Rendy terlihat sehat dan sangat senang melihat putra bungsunya menikah.


Semua anggota keluarga memberi selamat dan mendoakan rumah tangga Rendy dan Dinda.


"Aku titip adikku ya Ren, tolong kamu bahagiakan. Mulai hari ini tanggungjawabku menjaganya berpindah ke kamu. Didiklah dia menjadi istri sholehah. Aku mohon jangan kamu sakiti dia atau aku akan menarik adikku kembali" Nanda memberi selamat dengan nada mengancam.


" Iya Mas" Rendy tersenyum, dia sangat tau kakak iparnya ini sangat menyayangi istrinya.


Tamu undangan juga satu persatu telah berdatangan. Danu beserta anak dan istrinya, teman kuliah, para rekan bisnis, kepala departemen dan kepala cabang di perusahaan Rendy. Semua sudah berkumpul memberikan selamat.


Dari kejauhan Ivan datang seorang diri menatap kearah pengantin wanita. Hatinya sangat perih menyaksikan Dinda yang sedang bahagia.


"Selamat ya Pak Rendy atas pernikahannya semoga samawa. Selamat ya Dinda" Ivan menjabat tangan kedua mempelai yang sedang berbahagia.

__ADS_1


Dinda merasa lega akhirnya Dia bisa terbebas dari Ivan, semoga Ivan bisa menerima kenyataan kalau dia sekarang sudah menikah dan semoga Ivan tidak menggangunya lagi.


Frengky teman kuliah Rendy juga datang. Dia tidak menyangka kalau Rendy akan menikah dengan sekretarisnya.


"Selamat ya Bro. Semoga langgeng sampai kakek nenek" Frengky berpelukan dengan Rendy kemudian dia bersalaman dengan Dinda. Dinda yang masih trauma dengan kejadian dulu tidak mau lama lama berjabat tangan dengan Frengky.


Para karyawan kantor juga memberikan selamat secara bergantian. Tak lupa juga Sinta yang datang sendiri. Tampat raut wajah sedih melihat pernikahan Rendy dan Dinda.


Terakhir Danu dan istrinya.


"Selamat ya Brow... Akhirnya menikah juga. Doaku semoga cepat dapat momongan biar anak kita seumuran bisa main bersama" Danu memeluk Rendy dengan erat. Rendy membalasnya dengan senyuman. Kemudian Danu berbisik ditelinga Rendy.


"Kejutan menanti kamu nanti malam, siapkan stamina bro"


Dinda melirik kearah Rendy tapi Rendy pura pura tidak melihatnya.


"Selamat Dinda, selamat bergabung di grup kami, semoga sabar menghadapi suami kamu ini ya Din. Kalau dia galak galak suruh tidur diluar hahaha" Canda Danu pada pasangan pengantin.


Istrinya Meli mencubit pinggang suaminya.


Acara berlangsung lancar sampai jam2 siang. Satu persatu tamu dan keluarga sudah pulang hanya tinggal keluarga dan sahabat terdekat.


"Kalian tidur disini kan sayang?" Tanya Mama Rendy.


"Nggak Ma, kami langsung pulang ke apartemen. Besok kami harus kerja" Jawab Rendy.


"Lho... lho... kalian gak cuti, gak bulan madu?" Papa Rendy terkejut.


"Minggu ini jadwal kantor sangat padat Pa, mungkin minggu depan baru bisa disusun kembali apakah kami bisa cuti atau tidak" ucap Rendy.


Sore harinya kelurga Dinda pamit pulang. Mama, Mas Nanda dan Mbak Lila pulang dengan diantar supir keluarga Rendy sampai rumah.


"Mama pulang ya sayang, kamu baik-baik ya urus rumah tangga kamu. Ingat pesan Mama tadi malam" Dinda mengangguk sedih tanpa bisa berkata. Dia memeluk Mamanya lama dan tak terasa airmatanya keluar.


"Sst... jangan nangis dek. Nanti Mama jadi tambah sedih" Bujuk kakaknya sambil membelai kepala adiknya.


Dengan berat hati Dinda melepas kepergian keluarganya. Dia sedih ditinggal sendiri di keluarga yang masih asing, suami yang masih belum mencintai dan dicintainya. Tapi ini adalah pilihannya sendiri, Dinda harus kuat.


Sebelum Maghrib Dinda mandi dikamar kemudian mengganti gaun nikahnya dengan gaun biasa. Setelah Dinda selesai Rendy masuk ke kamar. Sekarang gantian Rendy yang mandi. Dinda mempersiapkan baju ganti untuk suaminya itu.


Setelah selesai makan malam bersama dirumah Papanya. Rendy mengajak istrinya pulang. Mereka pamit kemudian bergerak menuju apartemen.

__ADS_1


Sejak mereka menikah mereka belum saling tegur sapa. Hanya diam dan sibuk dengan fikiran masing-masing. Suasananya terasa canggung. Dinda tidak berani menatap wajah Rendy begitu juga Rendy yang hanya fokus melihat jalan dan sampailah mereka di apartemen Rendy.


__ADS_2