
Belanja Bulanan
Rendy pulang dengan hati berbunga-bunga. Sepanjang jalan dia selalu tersenyum dan membuat istrinya keheranan. Padahal sebenarnya dari tadi Dinda serba salah pada Rendy mengingat kejadian tadi siang saat Ivan datang kekantor. Tapi ternyata ketakutannya tidak beralasan. Rendy tidak ada mengungkit kedatangan Ivan ke kantor tadi siang. Malah Rendy terlihat sedang bahagia saat ini.
Karena mood suaminya sedang baik hari ini Dinda ingin mengajak suaminya pergi berbelanja. Persediaan makanan dirumah sudah menipis.
"Mas kita singgah ke supermarket ya. Aku ingin berbelanja, persediaan makanan dirumag sudah hampir habis" ucap Dinda.
Rendy memasukkan mobilnya ke area parkir sebuah supermarket besar. Sebelum turun dia sempat beepesan kepada istrinya.
"Jangan terlalu banyak membeli bahan makanan, besok pagi kita akan terbang ke Bali. Ada kerjaan yang harus aku urus disana dan kamu ikut mendampingi aku" ujar Rendy
"Kamu beli kebutuhan yang perlu kita bawa untuk keperluan kita selama disana selama satu minggu" perintahnya.
"Kog mendadak Mas, kamu baru beritahu aku sekarang" Dinda terkejut mendengar kata kata Rendy.
"Angga yang sudah mengatur semuanya, dan kerjaan ini juga mendadak makanya kamu baru mengetahuinya sekarang" Jawab Rendy.
Mereka pun jalan bersama masuk kedalam supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan rumah untuk sebulan dan keperluan yang mereka butuhkan untuk dibawa ke Bali selama seminggu.
Karena mereka akan bepergian selama seminggu Dinda hanya membeli beberapa bahan makanan.
Rendy dengan sabar menemani Dinda mengelilingi supermarket ini. Mereka memilih keperluan rumah mereka bersama-sama. Inilah kata Papa itu, interaksi interaksi kecil yang akan menciptakan cinta. Sederhana saja, dengan menemani istri berbelanja sebenarnya sudah sangat romantis dan Rendy suka itu.
Mereka akan saling bertanya apa yang mereka suka dan tak suka mulai dari hal-hal kecil, shampo dan sabun favourite, memilih sikat gigi yang lucu lucu walau yang ini agak terdengar lebay tapi mereka menikmati kebersamaannya.
__ADS_1
Mereka mulai mengenal pasangannya dari warna favourit, masakan favourite, ukuran baju, pakaian dalam bahkan nomor sepatu.
Mereka membeli baju kaos dan sendal jepit couple. untuk dipakai di Bali. Kekanak kanakan kan? tapi mereka suka. Mereka bisa tersenyum dan tertawa bahagia.
Tanpa mereka sadari cinta diantara mereka telah tumbuh dan mereka tidak tau kalau mereka saling mencintai karena belum ada yang mengungkapkan cintanya. Mereka hanya mengikuti kemana arah angin membawa cinta mereka berlabuh.
Tidak terasa sangkin asiknya berbelanja waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Mereka menyelesaikan acara berbelanjanya karena perut mereka minta diisi. Cacing di perut mereka sudah demon kelaparan.
Merasa tak sempat lagi dan sudah kemalaman untuk masak dirumah akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan makan diluar.
Rendy menghentikan mobilnya di sebuah Restourant yang searah dengan arah apartemen mereka.
Rendy dan Dinda makan dengan lahapnya. Malam ini mereka benar-benar bahagia. Walau belum tau isi hati pasangannya tapi mereka tidak memperdulikannya yang penting saat ini mereka berusaha menikmati setiap momment dalam pernikahan mereka.
Setelah merasa kenyang mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen.
Dinda menyiapkan baju ganti suaminya dan menyuruh suaminya untuk mandi lebih dulu sedangkan Dinda masih menyimpan barang barang yang tadi mereka beli dilemari dapur. Menyusunnya dengan rapi dan teratur. Setelah itu Dinda menyusul suaminya ke kamar.
Dikamar Rendy sudah selesai mandi dan sudah memakai celana pendek dan kaos oblong. Melihat Dinda yang baru masuk dan belum membuka jilbabnya Rendy menyuruhnya untuk segerw mandi.
"Kamu mandi dulu sudah larut malam nanti kamu masuk angin" ucapnya.
Melihat Dinda yang masih membereskan beberapa barang yang mereka beli tadi Rendy menegur Dinda kembali.
"Besok aja beres beres baranganya. Besok kita berangkat jam 11 siang. Masih sempat untuk menyusun barang yang mau dibawa besok. Mandi sana nanti kamu sakit" perintahnya lagi.
__ADS_1
" Iya Mas" Dinda menghentikan aktifitasnya. Dia mengambil handuk dan baju tidur untuk dipakainya kemudian masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri.
Sambil menunggu Dinda mandi Rendy membuka handphonenya memeriksa beberapa email dan mengirimkan beberapa tugas untuk dikerjakan Angga saat dia pergi ke Bali besok.
Dinda keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju tidur. Dia terlihat lebih segar sekarang. Karena letih sudah bekerja seharian dan juga tadi capek berbelanja Dinda segera merebahkan badannya di tempat tidur. Mencoba melemaskan otot otot badannya untuk beristirahat.
Rendy yang sudah selesai dengan pekerjaannya segera meletakkan handphonenya di nakas samping tempat tidur membuka kaos oblongnya yang merupakan kebiasaannya kalau tidur bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek ikut berbaring disamping istrinya. Dinda baru mengetahui kebiasaan itu sejak malam pertama mereka tidur bersama sebagai sepasang suami istri dan mulai terbiasa dengan itu. Rendy menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang juga sudah menutupi tubuh istrinya.
Mereka berbaring saling berhadapan dengan pembatas guling di tengah tengah. Tidak ada yang berani melewati pembatas diantara mereka. Hanya saling tatap menikmati keindahan yang ada dihadapan mereka kemudian tidur dengan tenang.
Tanpa mereka sadari saat tidur salah satu dari mereka melewati pembatas tersebut. Mereka tidur saling berpelukan dan saling menghangatkan. Malam imi tidur mereka sangat nyenyam dan bermimpi indah.
Tak terasa pagi sudah datang, Dinda terbangun tepat jam 5 subuh. Dia merasa area perutnya terasa berat, saat dia raba ternyata tangan Rendy yang sedang memeluknya erat, Dinda mencium wangi maskulin dari tubuh suaminya. Wangi yang mulai dia sukai sejak menikah dengan pria yang ada dihadapnnya ini.
Dinda segera membuka matanya. Ternyata mereka tidur saling berpelukan. Pantas saja dia merasa hangat dan nyaman tidur tadi malam rupanya dia tidur dalam pelukan suami yang mulai dia cintai itu.
Perlahan Dinda mengangkat tangan kekar suaminya itu dari pinggangnya dan menggeser tubuhnya menjauh dari suaminya itu. Pelan-pelan turun dari tempat tidur belum ingin membangunkan suaminya.
Rendy merasakan pergerakan ditempat tidurnya membuatnya tersadar dan terbangun. Melihat istrinya sudah meninggalkan tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dinda hanya menggosok gigi dan mencuci wajahnya saja. Dia ingin segera menyusun pakaian dan barang-barang yang akan dia bawa ke Bali kemudian memasak, sarapan, baru setelah itu dia mandi dan berasiap-siap ke bandara unruk terbang ke Bali. Itu rencana Dinda pagi ini.
Saat keluar dari kamar mandi dia melihat Rendy sudah bangun dan memakai kaos oblongnya dudul bersandar di dinding tempat tidur.
"Sudah bangun Mas? Shalat dulu nanti keburu habis waktunya. Dinda berjalan kelemari kemudian menyiapkan kain sarung dan sajadah untuk dipakai suaminya shalat.
__ADS_1
Rendy bangun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi, menggosok gigi dan mencuci muka kemudian mengambil wudhu. Rendy keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah, mengambil sarung dan mulai shalat.
Dinda mulai menyiapkan baju-baju yang akan di bawa ke Bali kemudian menyusunnya ke dalam koper mereka masing-masing. Tiba-tiba Dinda ingat sesuatu dan mendapat ide. Dia tersenyum, nanti disana dia akan memberi kejutan pada suaminya.