Cinta Adinda

Cinta Adinda
Tujuhpuluh Satu


__ADS_3

Tak Ada Yang Tak Bisa Diselesaikan


Makanan telah selesai dihidangkan. Rendy mengambilkan makanan untuk istrinya.


"Lho kog kamu Mas..."


"Sssst... hari ini Mas yang akan memanjakan kamu" ucal Rendy.


Rendy mengupas setiap cangkang kepiting dan memberikan isinya kepada istrinya. Menyuapi istrinya penuh dengan kasih sayang. Mereka makan siang sepiring berdua.


Kata orang dalam berumah tangga setiap baru selesai berantem pasti jadi tambah mesra. Emang benar sih tapi Rendy benar-benar kapok. Dia tidak mau lagi berpisah dengan istrinya, cukup sekali saja, nggak kuat!


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju apartemen. Rendy benar-benar menebus rasa bersalahnya pada istrinya dan membayar rasa rindu atas kehilangan dan kesepiannya tadi malam.


Malam ini mereka sama sama saling melepaskan rindu.


******


Sudah beberapa hari ini Dinda selalu dijaga Febri kemana mana kalau Rendy tidak ada disampingnya.


Febri ngakunya dia sudah diangkat menjadi Asisten Bu Bos biar levelnya naik sama seperti Angga.


( itu mah maksa )


Bahkan kalau Rendy masih harus lembur, Febri yang menemani Dinda pulang setelah itu malamnya baru Febri diantar Angga pulang. Hampir setiap hari seperti itu. Membuat Febri dan Angga semakin dekat.


Seperti malam ini Angga merasa Febri tidak seperti biasanya. Lebih pendiam sama seperti beberapa waktu yang lalu sebelum Angga melihat Febri dengan sesorang pria disebuah restourant. Apakah penyebabnya karena pria itu?


Hari ini Rendy dan Angga lebih cepat pulang dari pada biasanya. Jam 6 mereka sudah sampai apartemen Rendy.


Setelah selesai shalat dan membereskan beberapa berkas, Angga dan Febri pamit pulang satu jam kemudian.


Hari Jumat biasanya lebih padat karena hari ini adalah hari terakhir kerja sebelum weekend tiba. Kasian Febri kelaparan karena kemalaman sampai rumah. Angga mengajak Febri untuk singgah makan malam dulu.


Angga memarkirkan mobilnya didepan sebuah cafe.


"Kita makan dulu yok Feb, kalau jalan terus nanti kamu makannya kemalaman dirumah. Tuh lihat jalanan masih padat" ucap Angga.


Mereka berdua turun dan mencari meja disudut ruangan.


Cafe ini suasananya sangat romantis membuat Febri jadi terbawa suasana.


Tiba-tiba saja dia teringat ucapan Papanya tadi pagi


flashback on


"Bulan depan Om Mirza dan keluarganya akan datang ke Jakarta Feb. Papa harap sebelum mereka datang kamu sudah bisa memberikan jawaban kamu atas perjodohan ini" ucap Papanya.


Febri menatap wajah Papanya dengan tatapan menolak sambil tetap menyelesaikan sarapan paginya.


"Papa serius Feb, jangan buat Papa menjadi orangtua yang suka memaksa anaknya. Apapun yang kamu putuskan Papa akan terima. Tapi, kamu harus serius memutuskannya" ujarnya.

__ADS_1


Flashback off


Febri menimbang-nimbang, apa dia harus memutuskannya malam ini ya.


Febri meremas remas tangannya karena gelisah tampak dia sangat berfikir keras.


"Kamu mau pesan apa Feb?" tanya Angga.


"M... Nasi goreng aja Pak, minumnya strowberry float" jawab febri.


Angga memesan nasi goreng spesial dua porsi, strowberry float dan coffe latte. Pelayan kemudian mencatat menu yang mereka pesan.


Selang beberapa menit, makanan yang mereka pesan datang.


Mereka mulai menyantap hidangan makan malam tersebut.


Rendy dari tadi memperhatikan Febri sangat resah dan terlihat tidak fokus.


"Kamu kenapa Feb, sakit?" tanya Angga.


"Ah nggak Pak" jawabnya


"Sepertinya kamu tidak nafsu makan?"


"S..saya sudah kenyang tadi sore nemani Dinda ngemil"


"Ooo" jawab Angga.


"Kalau begitu kita langsung pulang ya sudah hampir larut malam" Angga membayar tagihan pesanan mereka.


Sepertinya memang inilah keputusanku.


Angga mengehentikan mobilnya tepat didepan pagar rumah Febri. Sebelum turun Febri memberanikan untuk mengatakan sesuatu.


"Mm... Pak Angga, maaf kalau saya ingin mengatakan sesuatu" ucapnya.


"Kamu mau bicara apa?" tanya Angga.


"Mm... maaf kalau mungkin saya ngomongnya sedikit pribadi" Duh bagaimana caranya ya... ucap Febri dalam hati.


Angga menunggu febri bersuara.


"Mm... saya punya perasaan kepada Bapak. Bbu..bukan maksud saya pengen pacaran. Mm... mungkin Bapak bisa mempertimbangkan saya sebagai calon istri Bapak, Terimakasih" Febri keluar dari mobil Angga kemudian berlari masuk kedalam rumahnya.


Angga masih terpana dan terkejut mendengar dan melihat apa yang baru saja terjadi. Jantungnya berdebar kencang.


Apa dia tidak salah dengar, gadis itu punya perasaan padanya. Maksudnya apa? dia menyukaiku, Febri suka padaku?? tanya Angga dalam hati.


Tapi dia tidak mau pacaran?? Aku bisa mempertimbangkan dia sebagai calon istrinya. Maksudnya dia melamar aku atau aku disuruh melamar dia?? Akh.... pusing.


Angga mengacak acak rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


Angga melanjutkan laju mobilnya, sambil tak hentinya berfikir apa maksud kata-kata Febri.


Febri menyukaiku, tapi gak mau pacaran. Aku bisa mempertimbangkan dia sebagai calon istriku.


Febri suka padaku, tapi dia tidak mau pacaran. Dia minta dipertimbangkan sebagai calon istriku.


Febri menyukaiku dan dia melamarku..


Febri menyukaiku dia meminta aku untuk melamarnya....


Duh sulit sekali mengartikan kata-katanya.


Mengapa kata-kata itu terus berputar-putar dalam fikiranku....


*****


Dirumah Febri


Jantung Febri masih sangat kencang berdetak. Oh Tuhan setan mana yang sudah berbisik padaku.


Mengapa aku bisa berkata seperti itu.


Apa jawaban Pak Angga?


Duh bagaimana nanti aku harus menghadapinya?


Bagaimana sikapku jika bertemu padanya?


Mamaaaaaa.... toloooooong.....


Febri tak henti-hentinya memukul kepalanya.


Bodoh... bodoh... kamu sungguh bodoh Feeeeb...


Febri merutuki dirinya sendiri dan memukul bibirnya.


Nih bibir udah disekolahin kog tetap saja gak berakhlak.


Sadar diri donk, mana mungkin Pak Angga mau punya istri seperti dirinya.


Aduuuuuh perutku kog mules ya...


Febri segera ke kamar mandi bersih bersih dan mandi setelah itu ganti baju dan shalat isya.


Tadi dia sudah berikhtiar, sekarang tinggal berdoa. Semoga Tuhan mengabulkan doanya.


Febri memulai shalatnya dengan khusyuk, menangis dalam doa. Meminta Tuhan memberikan jodoh yang terbaik untuknya.


Tiba-tiba timbul rasa pasrah pada dirinya, bukan mungkin rasa ikhlas.


"Ya Allah aku sudah berusaha, KAU lah pemilik hati ini yang bisa membolak balikkannya dengan waktu yang singkat. Jika memang dia jodohku tunjukilah jalan dan lancarkan lah tapi jika bukan dia balikkan lah hatiku. Buatlah hatiku berbalik kepada pria yang kelak memang menjadi jodohku. Aku mohon ya Allah. Maafkan mungkin aku khilaf tak bisa menjaga hati ini hanya untuk suamiku kelak. Tapi dengan izinMU ya Allah biarkanlah hati ini memang hanya untuknya untuk suamiku"

__ADS_1


Aamiin....


(kalau difikir fikir doa Febri ini sedikit memaksa kali ya. Diperjelas semoga dia kelak menjadi suamiku kalau bukan dia, ya jadikan saja dia tetap menjadi suamiku. Author juga pusing) 🤔🤔🤔


__ADS_2