Cinta Adinda

Cinta Adinda
Tigapuluh Satu


__ADS_3

H +1Pernikahan


Saat Dinda terbangun dia mendapati tangan pria yang memeluk tubuhnya dari belakang. Awalnya dia merasa terkejut mengapa dia tidur besama seoranf pria, tapi setelah itu dia tersadar bahwa sekarang dia sudah menikah. Pelan-pelan Dinda mengangkat tangan itu menjauh dari tubuhnya setelah dia mandi Dinda membangunkan suaminya untuk shalat subuh.


Rendy mulai sadar kemudian dia melihat sosok wanita cantik memakai mukena putih. Apakah aku bermimpi sedang bertemu dengan bidadari? Dinda menggoyang goyang tubuh Rendy.


"Mas bangun sudah jam setengah 6 nanti terlambat shalat subuh" Ujar Dinda.


Karena belum ada pakaian yang bisa dia pakai akhirnya Dinda kedapur dengan menggunakan mukena. Ini pun dia buka dari bingkisan mahar pernikahannya. Dinda tidak bisa membayangkan dia memasak didapur dengan pakaian sexy seperti itu.


Dinda membuka isi kulkas dan sangat bersyukur isi kulkas penuh dengan bahan makanan sepertinya Febri yang punya kerja ini. Dia tau kalau Dinda suka dan pinter memasak. Tidak mungkin Mas Rendy yang melakukannya karena Mas Rendy pernah bilang dirumahnya dia tidak pernah memasak pasti tidak ada bahan makanan yang dia beli.


Setelah mandi Rendy membuka hp nya dan melihat pesan dari Angga.


Angga


Maaf yang sebesar besarnya Bos, setelah pulang dari pesta Bos kepalaku sangat pusing dan ternyata hpku mati karena habis batre. Aku lupa bilang kunci walk in closet ada di laci kotak P3K. Kemarin Febri terluka jadi aku mengambil perban dan kuncinya tertinggal disitu baru pagi ini aku ingat. Maaf Bos pasti Bos sangat repot tadi malam 😢


Haaah alasan, awas kamu Angga.


Rendy melangkah mencari kotak P3K dan mengambil kunci setelah itu dia buka ruang pakaian kemudian mengambil dan memakai bajunya setelah itu dia shalat subuh.


Selesai shalat Rendy keluar kamar menghampiri Dinda didapur.


Harum sekali dapur ini. Dia melihat Dinda memasak dengan memakai mukena tapi aneh dan herannya Rendy Dinda terlihat sexy. Pasti karena dia membayangkan tubuh Dinda tadi malam ni. Mana mungkin wanita pakai mukena terlihat sexy, anehkan???


"Din aku sudah menemukan kunci walkin closet, kamu sudah bisa mengambil pakaian kamu" ucap Rendy.


"Sebentar Mas nanggung sedikit lagi masak kog, Mas mau minum kopi sudah aku bikin ni" Dinda menghidangkan secangkir kopi, Rendy menarik kursi dan menyeruput kopi buatan Dinda.


Sruuup nikmat... Ini kah yang dirasakan Rico dan danu setelah menikah. Pemandangan pagi seperti ini sambil menikmati kopi, indahnya.


Dinda memasak nasi goreng, setelah selesai Dinda mematikan kompor dan Dinda masuk keruang pakaian mengambil baju kerja yang akan dia dan Rendy pakai.


Dinda sedikit berteriak dari pintu kamar.


"Mas baju kamu udah aku sediain ganti baju gih biar kita makan" Dinda memangil Rendy untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Rendy mengambil baju yang disediakan Dinda dan memakainya, Dinda yang saat itu sedang berdandan dan memakai jilbab melihat dari cermin Rendy sedang membuka bakunya. Dinda menutup matanya dan menahan nafas.


"Kenapa kamu seperti itu?" Tanya Rendy.


Karena Dinda sudah yakin Rendy pasti selesai memakai baju kemudian Dinda membuka matanya dan melanjutkan berdandan.


Rendy mengambil dasinya kemudian memberikannya pada Dinda.


"Pasangkan dasiku biar kamu dapat pahala" ucapnya cuek dan datar.


Mas... Mas... bilang aja minta dipasangkan jangan bawa bawa pahala mas, jerit hati Dinda.


Dinda mengambil dasi dan memasangkannya keleher Rendy. Setelah itu mereka bersama sama kedapur untuk sarapan pagi.


Gimana Mas, enak?" tanya Dinda.


"Lumayan" Jawab Rendy.


Ternyata Dinda pinter masak, nasi gorengnya enak banget. Sudah cantik, sexi, pinter masak lagi. Itu penilaianku setelah sehari menjadi suaminya.


Selesai sarapan dan bergerak lebih pagimenuju kantor karena ini hari Senin biasanya jalanan padat mereka tidak mau terjebak macet.


Sampailah dilobi kantor. Semua karyawan yang ada disitu menatap kearah mereka. Kabar pernikahan Bos dan sekretaris di Perusahaan itu sudah menyebar keseluruh gedung ini. Tidak ada yang menyangka Bos mereka diam diam menjalin hubungan dengan sekretarisnya karena selama ini mereka tidak pernah melihat suatu hal yang menunjukkan mereka mempunyai hubungan khusus.


Bos dan sekretarisnya itu memang sering keluar bersama tapi mereka bertingkah layaknya atasan dan bawahan, tidak pernah mesra mesraan dikantor.


Semua karyawan yang bertatap muka dengan Rendy dan Dinda mengucapkan salam selamat pagi dan selamat atas pernikahan mereka.


Rendy adalah Bos yang dingin tapi bukan kejam. Dikantor dia sangat baik memperlakukan seluruh karyawannya sehingga para karyawan sangat menghormatinya.


Rendy dan Dinda berjalan beriringan menuju lantai teratas ruangan mereka.


Setelah sampai dilantai 13 Dinda meletakkan tasnya di meja kerja, menghidupkan komputer setelah itu dia masuk keruang kerja suaminya.


"Mas mau aku buatkan kopi lagi?" Tanya Dinda


"Nggak, tadi kan sudah minum kopi di apartemen" Jawabnya.

__ADS_1


Tok...Tok...


"Selamat Pagi Bos, Bu Bos" Sapa Angga yang tersenyum melihat pasutri yang baru saja menikah itu.


Rendy yang tiba tiba teringat ulah Angga kemarin di apartemennya kembali merasa kesal. Gara gara perbuatan Angga dia jadi sangat sulit tidur tadi malam.


"Dinda tolong kamu siapkan berkas kerjasama dengan PT. ABC, hari ini peletakan batu pertama pembangunan hotel. Kita bertiga harus segera kesana" Rendy memberi perintah pada Dinda. Dinda keluar dari ruangan Bos yang sudah menjadi suaminya itu meninggalkan suaminya dan Angga sang asisten.


"Apa maksud kamu kemarin di apartemen saya?" Tanya Rendy pada Angga.


Angga yang sangat yakin akan hal ini sudah mempersiapkan dirinya.


"Maaf Bos kalau aku lancang, aku hanya ingin membantu dalam pernikahan kalian. Kalian berdua adalah orang terdekatku di perusahaan ini. Aku tau pernikahan Bos dan Dinda belum ada tumbuh benih benih cinta. Ku harap dengan sedikit sentuhan kami diapartemen kalian akan menambah kedekatan kalian berdua tadi malam" Angga berkata serius dan jujur.


Rendy dan Angga memang sudah sangat dekat, sudah seperti keluarga bahkan Rendy sudah menganggap Angga sebagai adiknya. Angga sudah sangat tau sifat Rendy luar dalam. Hanya dari luar saja Rendy terlihat sangar tapi kalau sudah dekat Rendy tidak akan sampai hati makanya Angga berani melakukan hal hal seperti tadi malam.


"Kamu harus bertanggung jawab telah membuat aku sulit tidur tadi malam" Ungkap Rendy.


"Lho ada yang salah Bos, aku kira Bos akan tidur nyenyak tadi malam setelah mmm..." Angga tersenyum.


"Dia sedang libur, kamu jangan berfikir macam macam Angga!!" Rendy sebenarnya malu tapi dia sembunyikan dengan nada marah kepada Angga


"Ups... gagal donk usaha kami" Rendy menutup mulutnya pasrah dan terlihat lesu.


"Ayo kita berangkat kelokasi pembangunan. Aku ingin cepat sampai sana" Rendy berjalan keluar diikuti Angga dari belakang.


"Kamu sudah siap Din? ayo kita jalan" ajak Rendy.


"Iya Mas" Dinda mengambil tasnya kemudian jalan mengikuti Angga dan Rendy.


Mereka turun ke lobi menunggu mobil datang.


"Ga kamu bawa mobil sendiri saja. Mungkin kita sampai sore disana jadi nanti siang biar supir yang antar Dinda kembali kekantor" Perintah Rendy.


"Baik Bos" jawab Rendy.


Mobil Rendy tiba di depan gedung dikendarai supir, Rendy dan Dinda duduk dibelakang sedangkan Angga membawa mobil sendiri dan mengikuti mobil mereka dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2