Cinta Adinda

Cinta Adinda
Tigapuluh Sembilan


__ADS_3

Pengakuan


Setelah obrolan mereka siang itu dibalkon hotel. Rendy dan Dinda memutuskan untuk istirahat dan tidur, mungkin karena mereka lelah baru saja melakukan perjalanan jauh, mereka terbangun jam6 sore. Rendy buru-buru melaksanakan shalat ashar karena waktunya sudah hampir habis.


Dinda mengeluarkan pakaian suaminya dari dalam koper. Karena tadi Rendy bilang ini acara formal Dinda mengeluarkan jas, kemeja, celana dan dasi yang telah dia bawa untuk berjaga jaga kalau hal ini terjadi dan ternyata benar dugaannya.


Untuk dirinya sendiri, Dinda mengeluarkan gaun berwarna senada dengan pakaian suaminya, dia tidak ingin membuat suaminya malu karena penampilannya.


Setelah shalat ashar Rendy masuk ke kamar mandi. Setelah itu karena sudah masuk waktu maghrib Rendy melanjutkan shalat maghrib kemudian Rendy memakai pakaian yang telah disediakan Dinda diatas tempat tidur. Rendy menghubungi pihak hotel untuk menyiapkan semua kejutan yang akan dia buat untuk Dinda.


Sementara itu Dinda yang sedang mandi dengan jantung yang berdebar kencang memikirkan kejutan untuk suaminya malam ini.


Tanpa mereka sadari malam ini mereka sama-sama akan membuat kejutan pada pasangannya masing-masing.


Setelah selesai mandi Dinda berpakaian didalam kamar mandi karena dia masih malu jika harus ganti pakaian didepan suaminya, kemudian Dinda keluar dan duduk didepan cermin untuk berdandan. Hari ini dia harus tampil cantik untuk menarik perhatian suaminya.


Jam 7 malam Dinda dan Rendy sudah selesai berdandan dan mereka keluar dari kamar menuju lantai bawah hotel.


Rendy membawa Dinda masuk keruangan yang gelap.


"Mas kenapa gelap?" tanya Dinda.


Dinda memegang tangan Rendy karena takut tersandung dan terjatuh.


"Sudah... kita jalan saja. Mungkin lampunya mati" jawab Rendy.


Sampailah mereka di tengah ruangan. Rendy mempersilahkan Dinda duduk. Kemudian Rendy menggenggam tangan Dinda dan lampu menyala.


Dinda menutup mulutnya takjub pada kejutan yang diberikan Rendy.


Rendy mengajaknya untuk makan malam Romantis. Diruangan itu hanya ada mereka berdua bersama 2 orang pelayan yang siap melayani mereka selama makan malam berlangsung.


Rendy juga menyiapkan piano disudut ruangan dan seorang pianis yang memainkan lagu romantis.


Dinda menangis karena terharu. Dia tidak menyangka Rendy bisa seromantis ini.

__ADS_1


"Kita sama-sama tau pernikahan kita terjadi karena sebuah alasan, tetapi semakin aku mengenalmu aku semakin tertarik padamu. Aku tidak tau kapan ini dimulai tapi perlahan setiap perhatianmu, senyummu, tawamu membuat aku nyaman dan ingin selalu berada disisimu. Jika kau tak disisiku aku kehilangan, jika kau menangis aku sakit dan jika kau tertawa aku bahagia. Aku marah jika ada pria lain yang mengganggumu. Disitu aku sadar kalau aku sedang cemburu karena aku mencintaimu. Kamu tau bahwa kamu bukanlah yang pertama tapi aku mohon jadilah yang terakhir bagiku" Rendy mencium tangan istrinya.


Dinda memeluk Rendy erat. Dia sangat bahagia mendengar pengakuan Rendy, ternyata perasaannya berbalas.


"Aku mau Mas, aku juga mencintaimu" jawab Dinda.


Rendy melepaskan pelukannya dan dia mencium kening istrinya. Dia juga sangat bahagia mendengar jawaban istrinya.


"Aku punya kejutan satu lagi untukmu" Rendy mengeluarkan kotak perhiasan kecil dan menyerahkannya pada Dinda.


Betapa terkejutnya Dinda ketika membuka kotak itu. Didalamnya ada seuntai kalung mungil yang berbentuk hati dengan beberapa berlian sebagai hiasannya. Kalung yang kemarin dia lihat pada saat mereka di toko perhiasan.


"Lho... kog bisa?" Tatap Dinda penasaran


Rendy mengerti makna tatapan Dinda.


"Aku melihat kamu terus menatap kearah kalung ini saat kita ada ditoko perhiasan" Jawab Rendy.


"Ini hadiah pernikahan dariku" Rendy mengeluarkan kalung itu dan memasangkannya dileher Dinda.


Mereka makan malam dengan sangat romantis diiringi alunan piano dengan hati yang berbunga-bunga.


Makan malam selesai jam 10 malam mereka kembali kekamar. Dinda segera menyiapkan baju ganti untuk dipakai suaminya setelah itu Dinda mengambil baju tidurnya dan berganti pakaian dikamar mandi.


Didalam kamar mandi Dinda membersihkan diri, memakai baju tidur dan memakai sedikit wewangian. Ini saatnya dia membalas kejutan suaminya. Setelah itu Dinda mengambil wudhu dan memakai mukena. Malam ini Dia sudah bersih dan sudah bisa shalat.


Dinda keluar dari kamar mandi dengan hati berdebar.


Rendy melihat istrinya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan mukena.


"Kamu sudah bisa shalat?" tanyanya.


"Sudah Mas. Kita belum shalat Isya kan? Yuk shalat Isya berjamaah" Ajak Dinda.


Rendy masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil wudhu setelah itu mereka shalat Isya bersama sama.

__ADS_1


Shalat Isya yang sangat khidmad dan khusyuk karena malam ini malam pertama mereka shalat berjamaah. Ada rasa haru dihati masing-masing. Indahnya pernikahan ini.


Setelah selesai shalat mereka berdoa bersama meminta kepada Tuhan agar selalu melindungi rumah tangga mereka dan segera diberi momongan.


Dinda menyium telapak tangan suaminya setelah selesai berdoa.


Rendy duduk di dinding tempat tidur sambil memeriksa email di hpnya. Dinda mulai resah untuk memulai kejutan yang ingin dia berikan. Dinda duduk ditepi tempat tidur dengan masih tetap memakai mukenanya seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Rendy heran melihat sikap istrinya itu.


"Kamu mau tidur dengan tetap memakai mukena itu?" tanya Rendy sambil terus melihat kelayar handphonenya.


"Mmm... nggak mas" jawab Dinda gugup.


Kemudian Dinda membuka mukenanya dan melipatnya.


Rendy melihat pergerakan istrinya itu dan seketika terkejut melihat sesuatu yang dari tadi disembunyikan istrinya dari balik mukenanya. Ternyata Dinda memakai lingerie yang kemarin diberi oleh Febri untuk malam pertama pernikahan mereka.


Rendy tak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh istrinya. Dia menelan salivanya dan merasakan sesuatu yang bereaksi dibawah sana. Malam ini istrinya sangat sexy sekali. Tubuh Dinda yang aduhai dibungkus dengan pakaian transparan dan pas ditubuh didalamnya jelas terlihat kulit mulus Dinda dan gunung kembar yang dibungkus dengan pakaian dalam yang pas ukurannya yang membuat Rendy ingin sekali menyentuhnya.


"Izinkan aku menjalankan tugasku sebagai seorang istri Mas. Malam ini aku ingin menjadi milikmu" ucap Dinda sambil tertunduk malu.


Rendy yang sudah tak bisa menahan hasratnya lagi segera menyentuh wajah Dinda, membelai rambutnya lembut kemudian mencium kening istrinya lalu turun ke mata, hidung, pipi dan terakhir mendaratkan bibirnya kebibir Dinda, mengecap lembut dan meraskan manisnya bibir Dinda. Ciuman perlahan semakin dalam, menuntut, semakin panas dan lama membuat Dinda sulit bernafas.


Ciuman Rendy beralih kebawah dan semakin kebawah menikmati gunung kembar milik Dinda. mengecup, menyentuh dan meremasnya.


Dinda semakin bergejolak dan menutup matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya.


Rendy menyentuh dan mencium setiap inci tubuh Dinda. Setelah memberikan rangsangan dan kenikmatan pada istrinya, dia merasa istrinya sudah sangat siap untuk menerimanya, Rendy kemudian menyatukan tubuh mereka. Penyatuan yang sangat indah dan panas. Sampai keduanya merasakan sesuatu yang akan meledak dan mereka mengeluarkannya secara bersamaan.


Malam ini Dinda menyerahkan hati dan mahkota wanitanya yang sangat berharga untuk suaminya.


Rendy memeluk istrinya dalam dekapannya setelah itu mencium kening istrinya.


"Terimakasih sayang" ucap Rendy.


Perlahan karena lelah mereka tidur dengan saling mendekap dan menghangatkan seakan tidak ingin berpisah.

__ADS_1


Mereka tidur dengan nyenyak dan mimpi indah, mimpi terbang kelangit ketujuh.


__ADS_2