Cinta Adinda

Cinta Adinda
Empatpuluh Dua


__ADS_3

Oleh-oleh


Tidak terasa sudah 6 hari mereka berada di Bali. Ini adalah hari terakhir, besok rencananya mereka akan pulang ke Jakarta penerbangan jam 7 pagi.


Hari ini jadwalnya mereka akan membeli oleh oleh untuk keluarga dan para sahabat. Rendy membawa Dinda ketempat otlet yang menjual souvenir terkenal dan terbesar di Bali. Mereka membaur bersama para wisatawan manca negara yg juga sedang melihat lihat dan membeli barang-barang yang mereka inginkan.


Disana banyak sekali dijual oleh oleh khas Bali.


Dibagian pakaian ada kain, baju yang terbuat dari kaos dan batik, mukena, kain sarung, celana panjang, celana pendek, beraneka ragam tas yg terbuat dari kain ataupun anyaman semua bercorak Bali dan bertuliskan tentang Bali.


Dibagian makanan ada manisan, kacang, keripik, buah buahan yang khas terkenal dari Bali.


Dinda melihat catatannya agar tidak lupa.


Dia akan membeli oleh-oleh lucu untuk Aksa dan Bela.


Untuk Aksa ada mainan berupa alat musik dan layang layang yang terbuat dari kayu.


Untuk Bela baju bertuliskan Bali yang lucu dan cantik juga perhiasan manis untuknya.


Untuk Mama dan Mama Mertua Dinda memilih tas yang terbuat dari anyaman Rotan sangat unik.


Untuk kakak iparnya Mbak Renata dan Mbak Lila Dinda memilih kain pantai dan batik khas Bali.


Untuk sahabatnya Febri, Dinda membeli Mukena.


Oleh oleh untuk para lelaki, Dinda bertanya pada Rendy apa yang cocok mereka beli.

__ADS_1


Untuk Mas Nanda, Mas Ronald dan Angga mereka membeli baju kaos yang bertuliskan nama sebuah cafe terkenal di Bali. Ini merupakan ciri khas Bali. Untuk Papa Mertua mereka memilih lukisan dan sendal Bali yang unik.


Sedangkan untuk para sahabatnya keluarga Mas Rico dan Mas Danu mereka membeli beraneka macam makanan, kacang Bali yang terkenal, keripik Bali, manisan dan beberapa makanan khas Bali.


Mereka memasukkan semua barang barang yang telah dipilih dalam keranjang, membawanya ke kasir kemudian membayarnya.


Setelah semua lengkap Dinda dan Rendy kembali ke kamar hotel. Hari ini rencananya mereka akan bersantai seharian di kamar.


Rendy melaksanakan shalat Jumat di Mesjid yang terletak tidak jauh dari hotel. Sambil menunggu Rendy Shalat Jumat, Dinda menyusun semua pakaian dan oleh-oleh yang tadi mereka beli dan memasukkannya kedalam koper.


Dinda takut mereka tidak punya waktu lagi karena besok mereka akan pulang dengan penerbangan pagi.


Rendy sudah pulang dari mesjid dan memesan makan siang untuk diantar ke kamar, setelah makanan datang Rendy meletakkan hidangan itu dipinggir kolam renang. Sambil menunggu Dinda melakukan pekerjaannya Rendy lebih dulu bermain dan berenang di kolam renang. Sesuai rencana mereka tadi mereka akan berenang di kolam renang kamar. Rendy sengaja membelikan baju renang yang sexy untuk istrinya agar dia bisa menikmati keindahan setiap lekuk tubuh istrinya.


Didalam kolam renang privat Rendy ingin merasakan bercumbu rayu dan sensasi bercinta yang baru.


Setelah selesai mengepack barang Dinda melaksanakan shalat dzuhur dan kemudian Dinda mengganti pakaiannya dan memakai baju renang sexy yang tadi dipilihkan Rendy untuknya. Setelah itu Dinda berjalan kearah kolam renang dan menyusul Rendy masuk ke dalam kolam renang.


Rendy mulai mengeksplor setiap inci tubuh Dinda, mereka melakukannya didalam dan dipinggir kolam renang. Inilah tujuan Rendy memesan kamar dengan fasilitas kolam renang privat agar dia dan istrinya bisa bebas melakukannya.


Tak cukup hanya sekali setelah selesai satu ronde dilakukan diarea kolam renang, Rendy mengangkat tubuh Dinda, menggendongnya dengan penuh kasih sayang kemudian berjalan menuju tempat tidur untuk melanjutkan bercinta di ronde selanjutnya dan selanjutnya sampai keduanya lelah dan akhirnya KO.


Jam 5 sore keduanya terbangun dengan tubuh yang polos hanya ditutupi dengan selimut. Dinda membangunkan Rendy mengajaknya mandi setelah itu shalat ashar dan bersantai menunggu waktu maghrib tiba.


Malam harinya mereka enggan kemana mana. Setelah makan malam yang juga mereka pesan untuk diantar kekamar, mereka hanya bersantai dan berbaring diatas tempat tidur sambil menonton tv. Malam ini mereka akan beristirahat dan tidur lebih cepat karena takut kesiangan, besok mereka akan pulang kembali ke Jakarta.


****

__ADS_1


Sabtu Pagi Dinda sudah selesai bersiap, Rendy memeriksa seluruh sudut kamar memastikan tidak ada yang terlupa dan tertinggal setelah itu mereka bergerak meninggalkan hotel menuju bandara dan kembali ke apartemen.


Rendy membuka pintu apartemen membawa semua barang barang mereka. Dinda berganti baju rumahan dan mulai menyusun barang-barang mereka pada tempatnya. Semua oleh-oleh sudah dimasukkan dalam tempatnya, tinggal membagikan kepada pemiliknya. Semua pakaian kotor sudah dimasukkan ke mesin cuci. Untuk setrika selama menikah mereka menggunakan layanan loundry yang siap antar jemput. Urusan bersih bersih rumah sementara ini masih sanggup dilakukan Dinda sendiri.


Rendy juga sudah mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek, dia masuk keruang kerja. Memeriksa berkas yang diletakkan Angga di atas meja. Membaca satu persatu isinya kemudian membubuhinya dengan tanda tangan. Angga benar-benar patuh pada Rendy, saat mereka honeymoon tidak pernah sekalipun Angga mengganggu mereka. Sepertinya Angga akan mendapat bonus lebih bulan ini.


Dinda membuka isi kulkas memasak makanan yang simple dan cepat agar dia bisa segera beristirahat, karena masih merasa lelah setelah pulang dari perjalanan jauh. Dinda hanya menggoreng ayam dan memasak cah kangkung ditambah dengan tempe goreng tepung. Makan siang siap tersaji di meja makan.


Rendy mencium aroma masakan yang membuat perutnya lapar. Diikutinya asal aroma itu sampai ke dapur dan tersenyum melihat istrinya yang sedang memasak didapur.


Rendy memeluk istrinya dari belakang membuat Dinda terkejut karena tindakan Rendy yang tiba-tiba.


"Wangi banget sayang, aku laper"


"Sebentar ya sayang, sedikit lagi selesai setelah itu kita makan"


"Aku pengennya makan kamu" Rendy memajukan wajahnya di bahu Dinda menghirup wangi rambut istrinya dan mencium leher Dinda.


"Mas ini gak ada capek-capeknya ya" ucap Dinda.


"Kalau soal itu aku tidak akan pernah capek sayang tapi aku kasihan lihat kamu"


Rendy bergerak mengikuti langkah istrinya.


"Kalau kamu kelelahan aku takut kamu sakit. Bisa-bisa rencana aku gagal untuk segera membuat kamu hamil"


Dinda melepaskan pelukan suaminya, tubuhnya berbalik menghadap suaminya dan mencium bibir Rendy singkat.

__ADS_1


"Terimakasih atas perhatian kamu ya Mas, I Love You" ucap Dinda.


"Love You too my wife" balas Rendy.


__ADS_2