Cinta Adinda

Cinta Adinda
Limapuluh


__ADS_3

Mengunjungi Papa


Mobil Rendy sampai dihalaman rumah orangtuanya. Di taman dibelakang rumah Rendy melihat keluarganya sedang berkumpul di gazebo. Rendy sangat senang melihat Papanya terlihat semakin sehat.


"Opa... lihat itu uncle" Teriak Bela yang senang melihat kedatangan Rendy dan istrinya.


Bela berlari kearah mereka dan memeluk Dinda.


"Gitu ya sekarang, sejak ada tante Dinda uncle di cuekin. Biasanya uncle yang dipeluk" Rendy pura-pura merajuk didepan ponakan cantiknya itu.


"Bela kangen tante Dinda" ucap Bela tak perduli.


"Tante juga kangen sama Bela" Dinda mencium pipi gembul Bela.


"Tante bawa sesuatu untuk Bela?" tanya bela menagih buah tangan.


"Ada sayang, Bela pasti suka"


Mereka berjalan ke arah gazebo dimana semua keluarga berkumpul.


"Assalamu'alaikum Pa" ucap Rendy dan Dinda kemudian mereka bersalaman dan saling berpelukan.


Semua menjawab salam Rendy dan Dinda.


"Apakabar pengantin baru, gimana honeymoonnya? Tanya Mbak Renata.


"Alhamdulillah baik Mbak. Ini kami bawa oleh-oleh untuk semuanya" Dinda menyerahkan bingkisan yang dia bawa.


Rendy membantu Dinda membawa beberapa bingkisan dan memberikannya pada Aksa.


Aksa sangat senang sekali menerima layang-layang yang mereka beri.


"Terimakasih uncle" Jawabnya kemudian memeluk Rendy.


"Sama-sama sayang. Kamu mau memainkannya langsung? uncle udah membeli benang agar kamu bisa menggunakannya" Tanya Rendy.


"Hore... aku maj uncle" teriak Aksa.


Rendy memasang benang dan mengikatkannya pada sudut layang-layang. Karena udara sore itu sedikit berangin jadi sangat membantu sekali untuk bermain layang-layang. Sebentar saja layang-layang Aksa sudah naik ke langit. Setelah layang-layang terbang dengan stabil baru Rendy memberikan benangnya kepada Aksa. Agar dia bisa memegang kendali layangannya.


Semua sangat senang menerima oleh-oleh yang mereka bawa.

__ADS_1


"Kalian menginap disini?" Tanya Papa.


"Nggak Pa, besok kami kan kerja kami tidak ada bawa persiapan" jawab Rendy.


"Kapan kalian akan menginap disini sayang" Mama Rendy membelai punggung Dinda.


"Lain kali kami akan menginap disini Ma" Dinda tersenyum pada mertuanya.


"Mas dengar kamu menjalin kerjasama dengan Bima Corp?" Tanya Ronald.


"Iya Mas" Jawab Rendy.


"Itu keluarga Bima kan? Keluarga teman kamu yang dulu itu?" Pak Baskara terlihat sedikit marah.


"Kenapa kamu bekerjasama dengan Dia?" Ronald yang melihat perubahan diwajah Papanya mencoba menenangkan. Dia takut Papanya sakit karena emosi.


"Rendy sudah cek Pa sebelum menjalin kerjasama dengan perusahaan itu. Selama ini Perusahaan itu masih aman dan cara kerjanya juga bagus" Rendy pun menyadari keresahan Papanya sehingga dia berusaha menenangkan.


"Hati-hati Ren, Mas hanya takut kamu dimanfaatkan oleh teman kamu itu seperti dulu" ucap Ronald.


"Iya Mas, aku akan lebih berhati-hati" jawab Rendy.


"Paa... Rendy sekarang kan sudah berubah tidak seperti dulu lagi dan dia juga sudah berpengalaman dan sukses membangun perusahaannya lagian juga sekarang Rendy sudah menikah pasti dia akan lebih berhati-hati dalam melangkah. Pasti dia tidak mau membuat keluarganya menderita" Mama yang masih melihat wajah resah suaminya membantu membela Rendy.


"Papa tidak ingin kamu menghancurkan masa depan dan keluarga kamu" Papa menasehati Rendy.


"Iya Pa" Rendy mengangguk mengerti apa maksud dari kata-kata Papanya. Pasti Papanya takut dia berteman dengan Frengky teman kuliahnya dulu yang telah mengenalkan Rendy pada dunia malam.


"Sayang... Kamu kan dikantor jadi sekretaris Rendy. Tolong kalian saling mengingatkan dan menguatkan ya. Apapun masalah yang kalian hadapi selesaikan dengan kerjasama, musyawarah dan fikirkan dengan kepala dingin" Mama Rendy mencoba memberi semangat kepada Dinda yang akan selalu berada di disamping Rendy


"InsyaAllah Ma" jawab Dinda.


Rendy sangat mengerti keresahan keluarganya. Itu semua karena mereka sayang padanya dan tidak ingin dia hancur seperti masa remajanya dulu. Untung saja dulu Rendy tidak sampai memakai barang haram. Dan dia bersyukur masih mempunyai sahabat yang peduli padanya. Rico dan Danu yang selalu membantu dan mengingatkannya dari dulu sampai saat ini.


Sore itu berlalu dengan hangatnya sebuah keluarga. Inilah arti keluarga yang sebenarnya. Keluarga yang selalu mendukung, menguatkan, memberi semangat, dan memberi nasehat.


Seiring sejalan dengan berlalunya waktu, semua permasalahan yang dilalui merupakan proses pendewasaan diri. Yang penting kita tidak terlena, tau kapan waktu untuk berhenti dan ada tujuan untuk pulang kembali.


Bagi Rendy masa muda sudah dia lewati dengan pemberontakan, sekuat tenaga dia melawan, membuat dia salah jalan dan sempat telena akan hal itu. Pada saat dia putus dengan Lisa, suatu keadaan yang membuat dia sadar dia harus berhenti atas semua itu dan saat dia bertemu Dinda, Dia sadar Dindalah tujuan dia untuk pulang setelah lelah bermain selama ini.


Dinda adalah rumah masa depannya. Tempat yang memberikan kehangatan, tempat melepaskan penat dan tempat dia menyalurkan kasih sayang. Saat dia lelah diluar sana dia akan pulang kembali ke rumah.

__ADS_1


****


"Mama masak apa?" tanya Dinda.


"Mama mau masak asam manis ikan gurame san cah kangkung" jawab Mama. Keluarga Rendy memang keluarga yang kaya tetapi kalau soal makanan Mamanya lebih suka memasak sendiri untuk keluarga walau mereka memiliki beberapa orang asisten rumah tangga. Biasanya Mama dibantu Renata memasak di dapur.


Renata saat ini sedang menyiapkan dan memotong puding untuk makanan penutup. Sedangkan Dinda sedang membantu mertuanya.


"Sini Ma biar Dinda aja yang masak" Dinda menawarkan diri pada Mertuanya.


"Nanti kamu lelah sayang" jawab mertuanya.


"Gak apa-apa Ma, sekali sekali Dinda yang masak Ma. Biar Mama bisa ngerasain masakan Dinda" Dinda tersenyum menatap mertuanya.


"Ya udah, mama bantu yang lain ya" ucap mertuanya.


Dinda meracik semua bumbu dan memotong sayur dan ikan kemudian memasaknya menjadi makanan yang lezat. Harum makanan sampai keruang keluarga.


Para lelaki dan anak-anak sudah berkumpul diruang makan karena tidak tahan mencium wangi masakan yang menggugah selera.


"Wangi sekali Ma masakannya" Tanya Baskara pada istrinya.


"Iya Pa, malam ini Dinda yang masak. Katanya dia pengen masak untuk kita"


"Papa udah gak sabar pengen nyicipin masakannya, pasti enak" ujar Baskara.


Makanan sudah masak dan sudah dihidangkan di meja makan. Papa dan Mama Rendy melihat Dinda melayani Rendy di meja makan, dari mulai mengambilkan nasi dan lauk pauknya.


Sedangkan keluarga kecil Ronald juga tak jauh beda, mereka sibuk menyiapkan hidangan untuk anak-anak mereka.


Baskara dan istrinya sangat senang melihat kemesraan anak-anaknya itu.


"Enak ya Pa masakan Dinda" Puji Mama mertuanya.


"Iya, kamu pinter masak rupanya" Papa mertuanya juga ikut memuji.


Rendy senang sekali mendengat keluarganya memuji masakam istrinya.


"Iya Pa, masakan Dinda selalu enak-enak. Apalagi nasi gorengnya Pa, Te Oo Pe" Rendy membanggakan keahlian istrinya.


"Kapan-kapan Papa mau juga nyobainnya" ujar Baskara

__ADS_1


"Lain waktu Dinda masakin ya Pa" jawab Dinda.


Mereka menyantap makan malam bersama dengan penuh kenikmatan. Semua bahagia....


__ADS_2