
"tapi bu, kalau gak salah.!!
"anak nya bu wiwin itu sangatlah bandel loh. ( ucap bu tantri. )
"oh yahh bu, kenapa bu wiwin gak ikut suaminya tinggal di jakarta saja.?? apa mungkin bu wiwin dan suaminya sudah berpisah yah.!! ( tanya bu karin penasaran. )
"kalau setau saya enggak kok bu, bu wiwin itu dulu perna cerita ke saya kalau dia gak suka tinggal di jakarta yang serba macet dan polusi dimana mana. ( jawab bu tantri. )
setelah mengetahu semua informasi itu, bu karin berencana untuk menikahkan adinda dengan anak nya bu wiwin, tentu saja alasanya karena hanya ingin menyingkirkan adinda, bahkan nantinya sudah tidak usah menyekolahkan adinda lagi, dan juga bu wiwin kan gak kaya, bahkan anak bu wiwin sangatlah nakal, dengan begitu adinda bisa hidup lebih menderita lagi.
ya, tentu saja alasan itu semua tidak mungkin dikatakan kepada suaminya.
saat pak sukma sedang pulang, bu karin kembali ingin menikahkan adinda lagi
" ya sudah kalau bapak gak mau menikahkan dinda ibu minta cerai saja sama bpak.!! ( ucap bu karin ngambek dan mencoba menghasut suaminya agar suaminya mau mrnikahkan dinda. )
__ADS_1
" tapi bu kan kasihan sama sih dinda bu, dinda itu kan masih ingin bersekolah bu.!! ( ucap pak sukma kembali mencoba menghentikan niat istrinya untuk menikahkan dinda. )
" jadi bpak lebih memilih adinda ya,!! dibandingkan ibu pak.?? ( tanya bu karin dengan nada suara yang mulai meninggi. )
" ya sudah bpak mengalah kaliini, terserah ibu saja bapak menurut saja dengan ibu kalau itu keputusan yang terbaik buat dinda, ya sudah kita nikahkan saja dinda. ( ucap pak sukma pasrah. )
bu karin sangatlah bahagia karena misinya kali ini berhasil dengan sempurna.
kini adinda sangat lah sedih, dinda menangis terus menerus sepajang hari, dinda bahkan juga tak tau akan dinikahkan dengan siapa.
hari diman lamaran itu pun tiba, adinda tampak tampil dengan sangat cantik dan angun, dengan balutan gaun putih yang di hiasi mutiara mutiara cantik.
dan calon suaminya pun tampil dengan balutan jas hitam dan di padukan dengan celana hitam denis tampak gagah dan tampan.
ya namanya denis, denis seumuran dengan adinda, bahkan mereka satu sekolah dan satu kelas.
__ADS_1
baik adinda maupun denis mereka berdua sama sama terkejut, dan bahkan tidak tau terhadap calon pasanganya tersebut.
karna mereka berdua hanya mengikuti keinginan orang tuanya.
walau pun mereka berada di satu kelas yang sama, dinda dan denis sangatlah jarang bertegur sapa apa lagi bila sampai membayangkan bahwa mereka akan berakhir di pernikahan.
" begini pak, ini anak anak kan masih bersekolah jadi mereka gak usah sampai keluar dari sekolah, biar saja mereka melanjutkan sekolah mereka sampai selesai. ( ucap pak darman, suami dari bu wiwin. )
" loh gak bisa kayak gitu dong pak, nanti siapa yang bakalan biayain sekolah adinda nantinya.?? ( tanya bu karin ketus. )
" ibu gak perlu khuatir semua biaya hidup adinda, saya yang bakalan bertanggung jawab atas semua itu. ( jawab pak darman. )
" nanti biar adinda tinggal bersama kami, kalian tidak perlu menghuatirkan itu semua. ( ucap bu wiwin kembali meyakinkan bu karin dan suaminya. )
" wah ide bagus itu, kalau begitu kami setuju.!! ( ucap bu karin dengan girangnya. )
__ADS_1
jangan lupa like dan komenya, biar tambah semangat lanjut nya say.!!