
Tipu Muslihat
Rendy mulai merasa resah sejak dari siang hp istrinya tidak aktif. Dia sudah berulang kali mencoba menelpon tetapi tidak tersambung.
Perasaannya tidak enak, tadi dia tinggalkan istrinya dikantor dengan keadaan baik tapi sekarang sudah tidak bisa dihubungi. Rendy mulai panik.
"Ga kita balik ke kantor, dari tadi aku tidak bisa menghubungi Dinda, hp nya tidak aktif terus?" ucap Rendy resah.
"Habis batre kali Bos" Angga mencoba menenangkan Bosnya.
"Dia kan di kantor, kalau habis batre bisa langsung di carger"
Sesampainya dikantor dia semakin heran karena Dinda tidak ada dimejanya, dicari diruang kerja Rendy dan kamar pribadinya juga tidak ada.
"Panggil Febri cepat'" Perintah Rendy.
Angga segera menghubungi Febri.
"Halo Feb" ucap Angga.
"Ya Pak" jawab Febri diseberang.
"Kamu segera naik keruangan Bos, cepat!" perintah Angga.
"Baik Pak" ucap Febri. Pasti Pak Bos ingin menanyakan keberadaan istrinya. Sekalian ajalah aku cerita apa yang terjadi. Karena sudah dua kali aku merasakan hal yang aneh, jangan sampai tiga kali, bisa jadi lebih berbahaya.
Febri naik ke lantai 13 tempat ruangan CEO berada.
Tok..tok..tok...
"Permisi Pak" sapa Febri.
"Masuk Feb" teriak yang di dalam.
"Maaf Pak, ada perlu apa ya Pak memanggil saya kesini?" tanya Febri.
"Kamu duduk dulu" Angga menyuruh Febri duduk agar bisa bicara dengan tenang.
__ADS_1
"Kamu tau keberadaan Dinda dan mengapa hp nya tidak aktif sampai sekarang?" tanya Rendy tanpa basa basi lagi.
"Mm... Maaf Pak bukannya saya mau mencampuri urusan rumah tangga Bapak tapi karena Dinda adalah sahabat saya, saya rasa ada yang perlu diluruskan disini" Febri memberanikan diri bercerita.
"Silahkan kamu cerita" Rendy memberi Febri kesempatan untuk bercerita.
"Tadi siang kami makan di cafe depan. Tiba-tiba Dinda menerima pesan yang isinya ada beberapa foto Bapak dengaaaaaan seseorang wanita sedang tanpa busana" Febri dengan terbata bata bercerita, dia sedikit merasa takut.
Rendy terkejut mendengar cerita Febri.
"Bangs**, mereka sudah mulai menyerang Ga" ucap Rendy.
Febri tidak mengerti apa yang Bos nya itu bicarakan.
Angga teringat sesuatu kemudian mengambil hp nya dan membuka galery di hp nya. Dia mencari foto yang dia ambil kemarin dan menunjukkannya kepada Febri.
"Foto wanita ini?" tanya Angga.
"Iya, tapi fotonya tidak seperti itu. Fotonya terlihat mesra" ucap Febri bingung.
Rendy juga penasaran dengan yang ditunjukkan Angga pada Febri. Rendy meraih hp Angga dan melihat isinya.
"Saya sudah menduga hal ini akan terjadi Bos, makanya saya mengambil beberapa foto sebagai bukti jika diperlukan. Karena kalau ingin melihat rekamana cctv sangat sulit mengingat kejadian itu di Perusahaan Bima Corp" Angga menjelaskan.
"Terimakasih Ga, kamu memang bisa diandalkan" ucap Rendy.
Febri menatap mereka bergantian, meminta penjelasan.
"Pada saat itu saya dijebak Feb, saya diberi obat tidur sampai tidak sadarkan diri. Untung Angga datang menyelamatkan saya. Wanita itu adalah sekretaris Bima Corp yanh saat ini sedang bermasalah dengan perusahaan kita. Dan wanita itu mantan pacara saya. Dia ingin menghancurkan rumah tangga saya sekaligus perusahaan saya" Rendy menjelaskan pada Febri.
"Sebenarnya saya sudah menerka nerkanya Pak. Ada sesuatu yang aneh pada wanita itu. Saya tidak percaya seratus persen pada foto itu. Tapi tidak dengan Dinda, dia sangat terpukul melihat foto itu. Dia terus menangis keluar cafe dan menyeberang jalan dan hampir saja tertabrak mobil yang lewat. Untung saya masih sempat menariknya Pak. Akhirnya Dinda selamat" Febri menarik nafas lega.
"Sudah dua kali kamu menyelamatkan istri saya Feb, terimakasih" ucap Rendy tulus.
"Tidak apa Pak, Dinda itu sahabat saya sudah selayaknya saya seperti itu. Tapi ada yang aneh Pak dengan wanita itu. Saya baru sekarang berani bercerita karena mengerti apa penyebabnya dan tujuan wanita itu" Febri tampak bersemangat.
"Cerita apa Feb, cepat jangan dipotong potong kayak kue aja" Angga sangat penasaran.
__ADS_1
"Ih Pak Angga ini lucu amat cari perumpamaan kog harus kue Pak. Kan kita sedang tidak ulang tahun harus pakai potong kue" Febri lucu mendengar kata-kata Angga.
"Kalian saat serius begini masih aja sempat bercanda. Cepat cerita Feb" Ancam Rendy.
Febri tersentak karena kaget dengar suara Rendy yang tinggi.
"Saya ingat waktu Dinda terpeleset di restourant wanita itu ada juga di restourant itu tepat didekat lokasi Dinda jatuh. Sebelumnya saya sempat melihat wanita itu mencurahkan air ke lantai" Febri menceritakan kejadian di restourant.
Rendy memukul meja karena menahan emosi.
"Dan yang terakhir pada saat Dinda hampir tertabrak mobil. Saya melihat wanita itu yang ada didalam mobil Pak, sepertinya dia sengaja ingin mencelakakan Dinda"
"BANGS**!!!" Rendy memukul meja berulang-ulang karena sudah tersulut emosi.
Angga kembali menunjukkan foto yang ada di hp nya.
"Kamu yakin dia orangnya Feb? Coba kamu lihat dan perhatikan sekali lagi?" tanya Angga
"Saya yakin, saat di Restourant saya melihatnya dengan sangat jelas tapi karena Dinda sudah sangat kesakitan dan disitu sudah banyak orang jadi saya tidak melihatnya lagi, sampai Dinda menunjukkan foto wanita itu pada saya, saya jadi ingat lagi wajahnya. Dan soal penabrak itu, dari dalam cafe saya sudah melihat mobil wanita itu berhenti di pinggir jalan, begitu Dinda mau menyeberang dia langsung melajukan mobilnya" Febri bercerita panjang lebar tentang semua kejadian yang sudah dari tadi siang bergelut di fikirannya.
Sebenarnya sejak dari siang tadi dia sudah bertanya tanya apa hubungan wanita itu pada Dinda sampai dia mau berulangkali mencelakakan Dinda.
"Kamu dengar Ga, coba kamu cari rekaman CCTV dari Restourant dimana Dinda terpeleset dan juga rekaman di depan Cafe. Agar kita punya bukti untuk menggeret dia ke penjara. Aku sudah muak dengan tipu dayanya" Rendy sudah sangat marah.
"Dan foto yang kamu simpan di hp kamu, tolong kirim ke saya. Saya ingin menunjukkannya pada Dinda bahwa semua ini adalah tipu muslihat wanita jala** itu!" ucap Angga tegas.
"Baik Pak" jawab Angga.
"Sekarang kasi tau saya dimana Dinda Feb?" Rendy melai melembut mengingat nama istrinya.
"Dia terus menangis Pak dan sangat shock hampir ditabrak mobil. Dia ingin menyendiri dan menenangkan diri. Dinda tidak mau saya temani. Dia pulang kerumah Mamanya menggunakan taxi Pak, setelah makan siang tadi" jawab Febri.
Rendy merasa lega Dinda pulang kerumah orangtuanya, tapi bagaimanapun dia harus memastikan apakah istrinya sampai dengan selamat. Dia takut terjadi lagi hal seperti yang dia dengar barusan.
Frengky dan Lisa tau kelemahan Rendy, yaitu Dinda. Jika Dinda terluka pasti dia akan sangat hancur.
Kali ini mereka sudah sangat keterlaluan. Sudah menyerang hidup istri dan anaknya yang ada dalam kandungan Dinda Rendy harus menyelamatkan keluarganya.
__ADS_1
Rendy segera meninggalkan kantor menuju rumah martuanya.