
Ancaman
Sudah 3 hari berlalu dari kejadian di proyek antara Ivan dan Dinda, sejak saat itu Dinda jarang datang menemani Rendy kelapangan. Dinda selalu membuat alasan agar dia tidak ikut kesana. Rendy tau kalau Dinda menghindari Ivan. Terkadang Rendy merasa itu memang jalan terbaik agar hubungan Perusahaan mereka tetap baik. Dinda mungkin menjaga perasaan suaminya agar tidak merasa cemburu dan marah seperti itu. Tapi terkadang juga Rendy merasa mengapa harus menghindar bukannya harus diselesaikan. Kalau terus seperti ini Ivan akan terus mencari kesempatan jika bertemu Dinda.
Rendy mencari cara untuk menghentikan perasaan Ivan. Dia harus memberi peringatan kepada Ivan agar tidak mengganggu rumah tangganya yang baru seumur jagung. Tapi Rendy belum menemukan cara itu.
Siang itu dikantor Rendy
"Din, maafkan aku atas kejadian kemarin." Ivan tiba-tiba datang ke kantor Rendy dan langsung nyamperin Dinda.
Dinda sangat terkejut melihat Ivan nekat datang ke kantor. Dia tidak mau ada keributan lagi antara di dan Ivan. Apalagi sampai Mas Rendy melihat. Dia takut Rendy akan emosi seperti kemarin.
"Ngapain kamu ke sini? kan sudah aku jelaskan jangan ganggu hidupku lagi. Kita sudah sama-sama menikah. Aku bahagia menikah dengan Mas Rendy dan aku mencintainya?" kali ini Dinda yakin dengan perasaannya. Ntah sejak kapan cinta itu datang tapi saat perdebatan mereka kemarin di dalam mobil Dinda bisa memastikan perasaannya pada Rendy. Dia benar-benar sudah mencintai suaminya itu dan benar-benar yakin tidak salah mengambil langkah untuk menerima lamaran Rendy. Dia akan menjalani dan mempertahankan pernikahannya.
"Din aku hanya ingin meminta maaf" ucap Ivan sedih.
"Beberapa hari ini aku menunggumu di proyek untuk meminta maaf tapi kau tidak pernah datang lagi makanya aku memberanikan diri kemari" Ivan sudah sadar bahwa dia sudah terlambat. Dia benar-benar menyesal telah kehilangan Dinda dan dia telah melihat dengan jelas dimata Dinda sudah tidak ada lagi cinta. Cintanya telah hilang.
Rendy yang mendengar suara gaduh diluar melihat keluar dari kaca transparan di dalam ruangannya. Dia melihat Dinda sedang marah dengan pria yang ada dihadapannya yang tak lain adalah Ivan. Kali ini Rendy tidak cemburu karena dia tidak melihat perselingkuhan disana melainkan penolakan. Istrinya itu sedang meyakinkan mantannya bahwa untuk tidak menggangu hidupnya lagi dan mengusirnya.
Karena melihat pria itu tidak juga pergi Rendy memanggil Dinda dari interkom.
"Ada apa itu ribut-ribut diluar Dinda" Tanyanya dengan suara lantang.
"Aa..ada Pak Ivan Mas disini" jawab Dinda.
"Suruh dia masuk, saya ingin berbicara dengannya" ucap Rendy kembali. Mungkin inilah cara dia mengakhiri tingkah laku Ivan yang menurutnya sudah kelewatan.
Ivan masuk keruangan Rendy.
__ADS_1
"Selamat Siang Pak Rendy" ucap Ivan berpura-pura seperti tidak ada masalah dengan Dinda. Ivan tidak ingin Rendy murka mengetahui pembicaraannya dengan Dinda yang mengakibatkan rusaknya hubungan kerjasama perusahaan mereka
"Silahkan Pak Ivan duduk" Rendy mempersilahkan Ivan duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya.
Mereka duduk saling berhadapan. Rendy memasang wajah mengintimidasi membuat Ivan merasakan aura tidak baik diruangan ini.
"Pak Ivan, saya sudah mendengar dari istri saya tentang hubungan kalian dulu. Tapi itu hanya masa lalu"
Ivan terkejut mendengarnya dan menatap lurus ke mata Rendy.
"Saya tidak mau Pak Ivan mengganggu istri dan rumah tangga saya. Hubungan kalian sudah berakhir kan?" Tanya Rendy dan hanya dijawab Ivan dengan anggukan.
"Saya sangat mencintai istri saya. Kami saling mencintai jadi tolong jangan jadi pengganggu diantara cinta kami berdua. Anda sudah menikah dan kita sama-sama mempunyai rumah tangga masing-masing. Saya rasa cukup sekali saya mengingatkan Pak Ivan akan hal ini. Saya tidak ingin berbuat kasar. Cukup Mas Nanda saja yang memberi pelajaran kepada Bapak, sya harap Bapak mengerti kata-kata saya. Jika Pak Ivan terus mengganggu istri saya, saya tidak segan-segan menghentikan kerjasama kita. Istri saya lebih berharga dari pada yang lainnya"
Terlihat ada penyesalan diwajah Ivan.
"Saya tidak ingin ribut dan masih menghargai Pak Ivan disini jadi saya harap Pak Ivan dapat bekerja secara profesional." Ucap Rendy tegas.
Benar kata Papanya, dia akan membuat Dinda jatuh cinta kepadanya, karena dia lebih dulu sudah mencintai Dinda istrinya.
"Maaf Pak Rendy, saya tidak akan mengganggu rumah tangga Bapak lagi. Maafkan atas kelancangan Bapak. Saya sangat menyesal telah membuat Bapak dan istri Bapak resah. Kedepannya saya akan bekerja denga profesional" Ivan benar-benar telah pasrah dan mengikhlaskan cintanya pergi.
"Saya undur diri dulu Pak. Terimakasih atas pengertian Bapak"
Ivan dan Rendy berjabat tangan. Rendy menggenggam erat tangan Ivan, memberi penekanan bahwa dia tidak main-main dengan kata katanya.
Setelah itu Ivan keluar dari ruangan Rendy sebelum pulang dia menyamperin Dinda.
"Din, sekali lagi saya minta maaf. Saya Permisi" Ivan pamit pulang dan meninggalkan perusahaan Baskara Copr dengan penuh kesedihan. Selamat tinggal cinta. Selamat jalan Dinda. Semoga kamu bahagia dengan pernikahanmu.
__ADS_1
Rendy merasa sudah saatnya dia akan memulai membuat Dinda mencintainya.
"Angga tolong handle kantor selama 1 minggu saya akan cuti bersama istri saya dan tolong pesankan 2 tiket ke Bali untuk kami berdua besok pagi" Rendy memberi perintah kepada Angga asistennya.
"Baik Bos" Angga terkejut mendapat telpon dari Bosnya. Sepertinya ada aura positif dari perintab Bosnya itu.
Angga mendoakan semoga rumah tangga Bosnya itu langgeng dan semoga rasa cinta sudah tumbuh diantara mereka.
****
Sore hari sebelum pulang.
Angga masuk keruangan Bosnya dengan membawa 2 tiket ke Bali untuk besok pagi sesuai dengan perintah Bosnya.
"Bos, ini yang Bos perintahkan tadi" Angga menyerahkan tiket itu kepada Rendy.
"Terimakasih" ucap Rendy kepada Angga kemudian mengambil tiket itu dan menyimpannya kedalam tas kerjanya.
"Mau honeymoon ya Bos" Goda Angga pada Bosnya.
"Mau tau aja kamu" Jawab Rendy
"Ya iyalah Bos. Masa ya iya donk" kekeh Angga.
"Kamu urus kantor ini dan jangan ganggu saya selama seminggu. Kalau ada yang penting cukup kamu kirim email kepada saya. Saya akan memeriksanya" perintah Rendy kepada Angga
"Siap Bos!! Semoga berhasil ya Bos nyoblosnya dan semoga cepat dapat momongan hahahaha" Angga tertawa sambil berlari meninggalkan Rendy diruangannya.
Sial** tuh anak senang sekali mengerjaiku. Rendy tersenyum mendengar kata kata Angga yang terakhir. Semoga seminggu ini Dia dapat membuat Dinda jatuh cinta kepadanya. Dia ingin membuat kejutan kejutan indah untuk Dinda. Dia akan mengungkapkan perasaannya kepada istrinya itu dan mereka akan menikmati indahnya cinta.
__ADS_1
Sudah habis jam kerja Rendy mematikan komputer, memakau jas dan membawa tas kerjanya kemudian dia melangkah keluar dan mengajak istri tercintanya pulang.