
(Astrella)
"A-Ayah?! Apa kau sakit? aku akan memanggil dokter secepatnya.. dan bagian mana yang sakit ayah?"
(Ayah)
"Tidak Astrella! Aku sedang serius! Dengarkan baik-baik. Kau harus menikah dengan Putra dari keluarga Karlet. Aku tahu kau pasti tidak mau, tapi ini harus!"
(Astrella)
"Tidak! Ayah yang harus mendengarkan aku! Aku tidak mau dan tidak akan pernah mau! Umurnya berbeda jauh denganku. Aku masih terlalu muda."
*Ibu turun dari lantai 2*
(Ibu)
"Nak.. dengarkanlah ayahmu. Ini demi perusahaan dan demi keluarga kita."
(Astrella)
"T-tapi bu.."
(Ibu)
"Tidak ada tapi-tapian ya, nak.."
(Astrella)
"Kenapa harus aku? Masih ada kakak, kenapa dia gak nikah sama Putra keluarga Karlet?"
*Windy datang menghampiri Astrella*
*Windy\= kakak Astrella
(Windy)
"Adikku tersayang.. aku sedang menjalankan bisnis di perusahaan ayah, dan kalau tidak ada aku perusahaan pasti hancur"
*Windy berbisik kepada Astrella*
"huh?, kau tidak bisa melarikan diri lagi. Dasar pengecut"
*Astrella kesal lalu Astrella menampar Windy*
PLAKK!
(Astrella)
"jaga ucapanmu Windy! kau sengaja mencari simpati ayah kan!?"
*Ayah menjadi marah lalu menampar Astrella*
PLAKK!
(Ayah)
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan Astrella?! sekarang kau harus minta maaf pada kakakmu!"
*Astrella berteriak*
"Lebih baik aku pergi. Aku tidak akan minta maaf"
*Ayah mengambil rotan lalu memukul Astrella*
PLAK! PLAK! PLAK!
(Ayah)
"Anak macam apa kau?! berani sekali membantah!"
(Astrella)
"Aku akan mengingat kejadian ini!"
*berbicara sambil menangis*
*Astrella pun berdiri dan pergi dari rumah*
(Ayah)
"Kau! Anak tak tahu diuntung! Mati saja kau"
*Astrella lari sejauh mungkin dari rumah*
(Astrella)
aku harus berjalan ke mana? ini sudah malam lagi.."
*Astrella berjalan tanpa arah*
*Setengah jam kemudian*
(Astrella)
"hiks.. hiks.. aku lapar"
*Terus berjalan*
(Astrella)
"Apa aku harus menunggu hingga pagi?
bisa-bisa aku mati kelaparan.. tidak adakah yang bisa menolongku"
*Marah dan berteriak*
"AKU! ASTRELLA! AKAN MEMBALAS DENDAM KEPADA KELUARGA ARLES!"
Arles\= keluarga Astrella.
(Astrella)
__ADS_1
"Apa aku begitu sial? kenapa hidupku bigini?
Bagaimana agar aku bisa kuliah? Aku pergi dari rumah tanpa membawa apa pun.. uang juga tidak ada.."
"Aku harus mencari pekerjaan.. tapi ini sudah malam, semua toko sudah tutup.. dimana aku harus tidur?"
*Astrella pergi ke tepi sungai dan duduk di bawah pohon*
"Apa besok aku akan mati? tidak tahu apa yang akan terjadi besok.. biarkan saja terjadi"
"Aku berharap aku bisa menikmati hidup yang enak seperti biasanya.."
*Kondisi tubuh sangat lemah*
*Astrella pun tertidur*
*Keesokan harinya matahari sudah muncul dan langit sangat terang*
*Astrella pun membuka matanya*
"Aku harus mencari pekerjaan.. t-tapi tubuhku terlalu lemah"
"Tidak apa-apa! aku pasti bisa"
*berjalan pergi ke toko-toko untuk melamar pekerjaan dengan kondisi tubuh yang lemah dan terluka*
(Astrella)
*tok tok tok.. permisi..*
(pemilik toko)
"ada yang bisa saya bantu?"
(Astrella)
"Apakah disini butuh pekerja?"
(pemilik toko)
"mohon maaf ya.. tapi di sini belum butuh"
(Astrella)
"o-oh.. maaf ya menganggu"
(pemilik toko)
"iya gpp kok, sekali lagi maaf ya"
*Astrella terus berjalan dan mencari pekerjaan, tetapi tidak ada peluang*
(Astrella)
"tidak terasa hari sudah senja.. kenapa begitu sulit untuk mencari pekerjaan?"
__ADS_1
*Astrella pun berjalan dan tiba-tiba terjatuh pingsan*