Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Sampai jumpa?


__ADS_3

Astrella: "Apa lagi ini? apa kau mencoba cara licik lain? langsung ke intinya saja"


Louis: "Mengapa? aku hanya mengeluarkan ini, dan kau langsung dipenuhi pikiran jahat. Kau kan belum tahu apa pun"


Astrella: "Cukup! yang kutahu kau sangat licik! sikap dan sifatmu nggak bisa ditoleransi"


Louis: "Terserah, yang jelas aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Aku sudah cukup berusaha"


Astrella: "Langsung saja ngomong! ga usah diperlambat!"


Melihat Astrella yang tampak kesal dengan Louis, Karlezo pun mengelus puncak kepala Astrella. Ia mengisyaratkan agar Astrella tenang dulu


Karlezo hanya tak mau ada keributan di situ.


Tanpa berlama-lama, Karlezo langsung memulai pembicaraan


Karlezo: "Sekarang, apa tujuanmu yang sebenarnya?"


Louis: "Buka saja kotak itu dulu. Nantinya, kalian juga akan tahu"


Karlezo melirik ke arah Astrella, tapi tampak nya Astrella tak mau melakukan apa yang dikatakan Louis


Karlezo hanya menghela nafasnya perlahan. Ia mulai mengulurkan tangannya. Tapi, tiba-tiba tangan Astrella menghalangi nya


Spontan, Karlezo langsung menaikan alisnya. Ia menatap Astrella sejenak, dan melihat bahwa Astrella menggelengkan kepalanya


Karlezo: "Udah ya sayang? jangan halangi dulu. Kita kan cuman cari tahu. Apa salahnya?"


Astrella: "Tapi.. aku masih ragu. Apa mungkin dia tiba-tiba seperti ini?"


Karlezo menunjukkan senyum lembut di wajahnya, untuk menyakinkan Astrella. Dengan terpaksa, Astrella menarik tangannya kembali


Perlahan Karlezo mengambil kotak itu, dan membukanya. Terlihat sebuah kalung di dalamnya


Di kalung itu.. terdapat huruf A, dan juga ada ukiran nama "Averano Azera Lio". Lantas, untuk apa itu?


Astrella: "Kenapa.. ada ukiran nama Averano? apa ini untuknya?"


*Heran*


Louis: "Menurut mu?"


Karlezo: "Jelaskan saja, apa niatmu yang sebenarnya. Setelah itu selesai bukan?"


Louis: "Baik.. itu memang untuk bayi kalian. Itu tidak salah, aku tidak menyangkal hal itu. Kalung itu pemberian dariku.."


*Terbata*


Karlezo: "Hm, lanjutkan saja"


Louis: "Aku tidak akan menggangu kalian lagi. Aku akan pindah ke Amerika besok. Aku sudah menyerah. Lagi pula, kau Astrella.. kau sudah menikah dan aku sudah cukup berusaha. Sayangnya usaha itu sia-sia saja"


Astrella: "Apa? sejak kapan kau punya hati nurani seperti itu? Aku tidak pernah menyangka hal itu"


Louis: "Terserah apa yang kau mau katakan. Yang jelas, aku hanya memberikan kalung itu untuk bayi kalian"


Karlezo: "Baik, apa sudah selesai?


Apa masih ada hal lain lagi?"


Louis: "Ada, dan kau juga Karlezo..


Aku tak bisa menang darimu. Aku mengakui hal itu. Kau orang yang terlalu sulit untuk disaingi. Sekarang, kau sudah menang"


Karlezo: "Oh? Aku senang kau sudah menjadi lebih baik. Aku harap, kau tidak munafik hari ini. Pegang saja kata-kata ku"


Louis: "Ya, aku berjanji. Astrella, kau ingat perjodohan kita sebelum nya?"


Astrella: "Tentu saja ingat, karena hal itu aku pergi dari rumah"


Louis: "Jujur saja, aku tak menginginkan hal itu terjadi"


Astrella: "Apa? aku bercanda kan?

__ADS_1


Bukannya kau terus mengincar ku karena perjodohan itu?"


Louis: "Tidak, tidak, tidak.


Dari awal aku hanya bermain peran. Yang pernah aku katakan hanya kebohongan. Sebenarnya aku tak pernah mengincar mu"


Karlezo: "Lalu? kenapa kau terus melakukan hal jahat?"


Louis: "Maaf, itu urusan pribadi ku dengan orang lain. Aku tak berniat melakukan apa pun dengan kalian lagi"


Astrella: "Apa yang kau katakan hari ini jujur? apa kau tidak bohong?"


Louis: "Ya, aku pegang kata-kata ku. Aku jujur, tak berbohong. Sudahlah, cukup sampai di sini saja"


Karlezo: "Baiklah, terus terang saja.. aku hanya terkejut"


Astrella: "Oke, kalau begitu kami permisi"


*Berdiri*


Karlezo menyimpan kalung yang diberikan dari Louis, dan segera berdiri. Mereka pun berjalan keluar dari ruangan itu, dan bergegas untuk pulang


\=\=\=\=\=


Beberapa menit kemudian


Setelah melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan villa. Mereka turun dari mobil, dan mulai masuk


Tiba-tiba seorang pembantu berjalan ke arah Astrella, dan memberikan sebuah surat. Astrella merasa bingung dan mengambil nya perlahan


Astrella: "Ini dari siapa ya?"


Pembantu: "Maaf nona, tapi surat itu tadi sudah ada di depan villa. Disitu hanya tertulis bahwa surat untuk nona"


Astrella: "Baik, terimakasih"


Pembantu: "Sama-sama nona"


*Berjalan pergi ke dapur*


Karlezo menghampiri Averano, sementara Astrella menutup pintu dan membuka serta membaca surat tadi


Astrella membacanya perlahan, tapi entah kenapa surat itu terlihat seperti undangan pernikahan


Astrella tak berhenti membaca, ia terus melanjutkan kata demi kata, sampai selesai. Mendadak, hal itu membuat Astrella terkejut


Astrella: "Apa?!"


Karlezo yang tadinya sedang bermain dengan Averano, langsung melihat ke arah Astrella


Karlezo: "Hm? kenapa sayang?


kok kaget gitu?"


Astrella: "I-ini.. undangan nikah"


Karlezo: "Undangan nikah?


nikahnya siapa?"


Astrella: "Fani sama Vio"


Karlezo: "Oh.. dimana? masa kita harus balik ke Indonesia?"


Astrella: "Enggak sih, pernikahan nya di Singapura juga. Masih 2 hari lagi sih"


Karlezo: "Hm? kamu mau datang? kalau mau ga papa juga"


Astrella: "Ya kemungkinan besar"


Karlezo: "Yaudah, besok kita pergi cari baju. Terus kita siapkan hadiah juga"


Astrella: "Iya"

__ADS_1


Tak lama, handphone nya berbunyi. Ada telepon masuk dari Fani. Astrella pun mengangkat nya


Fani: "Hallo? Astrella?"


Astrella: "Iya?"


Fani: "K-kamu.. kamu.."


Astrella: "Aku? kenapa? kok gugup gitu?"


Fani: "Kamu udah terima undangan nikah ya?! kamu udah baca?!"


Astrella: "Iya, emangnya kenapa? kok panik gitu sih?"


Fani: "Astaga.. ini gara-gara Vio! Aku udah bilang jangan disebarin dulu, tapi dia.. dia sudah nyebarin"


Astrella: "Hah? kok bisa"


Fani: "Ga tahu.. barusan aku Vio bilang ke aku gitu. Awalnya, aku masih ragu. Kayaknya nikah itu bukan hal yang gampang. Tapi, Vio langsung aja"


Astrella: "Ya ga papa kali. Undangan nya udah dibuat masa ga disebar? Lagi pula, bukannya kalian saling mencintai ya?"


Fani: "Ya tapi ga buru-buru gini juga kali. Pokok nya semua karena ulah Vio"


Tiba-tiba terdengar suara Vio di handphone Astrella


Vio: "Ngapain kamu Fani?"


Fani: "Ah!"


*Terkejut*


Astrella: "Udah dulu ya, aku masih ada urusan. Bye Fani"


*Sengaja langsung menutup teleponnya*


Fani: "Astrella!!!"


BERALIH KE CERITA FANI


Vio: "Hm? kenapa kaget? aku udah dengar semua yang kamu bilang sama Astrella"


Fani: "Aku.. aku ga kaget"


Vio: "Emang masalah ya kalau aku langsung sebarin undangan nya?"


Fani: "Engga, cuman.."


Cup


Vio langsung mengecup bibir Fani. Spontan Fani langsung mendorong Vio


Fani: "Apa-apaan kamu Vio!


Jangan sembarang"


Vio: "Sembarangan? kita udah punya status sebagai tunangan. 2 hari lagi kita menikah, terus jadi suami istri"


Fani: "Cukup! ga usah di terusin lagi!"


Vio: "Pfft.. tahu ga sih?


Kamu tuh cewe tomboy, tapi kalah aja sama kata-kata manis.


Itu yang bikin aku suka sama kamu.


Gaya kamu lucu, seolah-olah kayak laki-laki. Padahal, kamu tuh sama seperti cewe yang biasanya, lebih imut lagi"


Wajah Fani langsung memerah. Sungguh, ia kalah dengan ucapan Vio


Vio: "Udahlah, ntar lagi kamu bisa jadi milik aku sepenuhnya"


Fani: "Oke oke!! terserah!!

__ADS_1


Ga usah dilanjutkan!!"


*Malu*


__ADS_2