
*Menit terus berjalan*
*Tiap jam terus berlalu*
*Hari demi hari di lewati*
Hari yang cukup panjang dan waktu yang sangat lama. Tak terasa usia kandungan Astrella sudah 4 Minggu
Astrella menjadi sangat sensitif dan mudah menangis saat permintaan nya tak dituruti oleh Karlezo
Tingkah nya semakin manja dari sebelumnya, moodnya juga terus berganti-ganti
Karlezo hanya bisa bersabar dan memasang wajah yang selalu tersenyum di depan Astrella
Di sisi lainnya, Karlezo juga sangat senang. Meskipun Astrella manja tapi Astrella selalu perhatian kepada Karlezo
Hidup mereka dijalani seperti biasa. Astrella pergi kuliah, Karlezo pergi ke perusahaan nya, tapi aja saja masalah
Masalah itu disebabkan oleh Windy. Windy belum mengetahui bahwa Astrella sudah hamil
Saat Astrella ada di universitas nya, Windy melihatnya dari luar
"Itu.. Astrella? hidupnya semakin hari semakin enak.. cara apa yang harus aku lakukan?" ucap Windy dalam hatinya yang sangat kesal
Di pagi hari tepatnya pukul 08.00, Windy pergi ke rumah sakit dan menggunakan cara yang sangat licik
Windy mencari temannya, seorang dokter terpercaya di sana. Windy mencari ruangan dokter itu lalu masuk
"Rani" panggil Windy
Rani langsung melihat ke arah Windy
"Hm?" ucap Rani singkat
"Bantuin aku ntar" ucap Windy
"Bantuin apa?" tanya Rani
"Buatkan surat kehamilan palsu, bisakan?" ucap Windy
"Memangnya kamu hamil? kamu kan belum nikah" ucap Rani
"Gak, aku ga hamil, kamu buatkan aja lah" ucap Windy
"Iya iya" ucap Rani
"Jangan lama-lama, aku butuh cepat" ucap Windy
\=\=\=
(Di universitas Astrella)
Astrella sedang makan bersama Fani di kantin universitas itu. Vio datang dan duduk di sebelah Fani
"Err.. berasa jadi nyamuk" ucap Astrella
"Nyamuk nyamuk apa? kamu kan udah nikah, kok jadi nyamuk?" ucap Vio
"Iya tuh" ucap Fani
"Jadi kapan kalian nikah?" tanya Astrella
"Nanti" ucap Fani
"Tuh dengar sendiri kan? dia nya yang ga mau cepat-cepat" ucap Vio
"Ngapain juga cepat-cepat?!" ucap Fani
__ADS_1
"Nanti-nanti ketuaan lho" ucap Astrella
"Halah, sombong nih udah nikah duluan, udah mau jadi mama juga" ucap Fani
"Err.. itu karna.." ucap Astrella
"Karna?" ucap Fani
"Eh? ga ada" ucap Astrella
"Emang gimana kamu bisa kenal Karlezo?" ucap Vio
"Panjang sih ceritanya" ucap Astrella
"Yang jelas beruntung kan?" ucap Fani
"Cih, lebih beruntung dapat aku kali" ucap Vio
"Nah, tunangan kamu cemburu tuh Fan" ucap Astrella
"Errr.. iya iya lebih beruntung dapat kamu" ucap Fani
"Nah gitu dong" ucap Vio mengelus puncak kepala Fani
\=\=\=
Siang pun tiba, jam menunjukkan pukul 11.00. Waktunya untuk pulang dari universitas. Fani dan Vio sudah pulang berdua duluan
Astrella pun keluar universitas dan menunggu mobil Karlezo. Tiba-tiba Windy datang dengan membawa selembar amplop berisi selembar kertas
Windy menghampiri Astrella. Astrella melihatnya sekilas dan langsung memalingkan wajahnya
Windy mendekat dan langsung memberikan amplop itu di tangan Astrella
"Huh.. ini anak Karlezo" ucap Windy
"Anak Karlezo? apa hubungannya sama kertas ini?.. nanti aja dibacanya, sekarang pulang dulu" ucap Astrella dalam hati
Tak lama, Karlezo datang dengan mengendarai mobil BMW miliknya. Astrella pun naik
"Gimana? seru ga kuliah nya hari ini?" tanya Karlezo sambil mengelus kepala Astrella
"Iya!" ucap Astrella tersenyum lebar
"Seru apanya?" tanya Karlezo
"Bisa ngobrol sama Vio sama Fani juga" ucap Astrella
"Hey.. please, di depan aku harus ada cowok lain kah?" ucap Karlezo cemburu
Astrella langsung marah. Tapi, wajahnya tampak sangat imut oleh Karlezo
Karlezo tidak ingin ada perdebatan. Karlezo pun langsung mengubah situasi. Ia berusaha menahan sabar dan mencoba tersenyum
"Bercanda.. kok, masa langsung marah?" ucap Karlezo
"Kamu sih.. Vio kan udah tunangan sama Fani" ucap Astrella
"Udah ada tunangan toh? aku baru tahu" ucap Karlezo
"Makanya jangan cemburuan gitu, aku ga suka" ucap Astrella
"Iya istri ku sayang, maaf" ucap Karlezo dengan sabar
Sesampainya di rumah Astrella langsung duduk di sofa. Karlezo pun duduk disebelah nya
"Capek ya?" ucap Karlezo
__ADS_1
"Stttt.. diam dulu, jangan berisik" ucap Astrella
Karlezo mulai terbiasa dengan sikap Astrella. Karlezo memang perhatian, tapi kadang Astrella cuek kepada Karlezo
Astrella langsung memeluk Karlezo. Karlezo sedikit bingung, tapi ia membalas pelukan Astrella
"Kamu ngantuk yah?" tanya Karlezo lembut
"Iya" ucap Astrella
Karlezo menggendong Astrella ke atas dan membaringkan nya di ranjang. Karlezo menarik selimutnya ke atas
"Tidur yang nyenyak" ucap Karlezo lalu mencium kening Astrella
Astrella pun tertidur. Karlezo pun pergi lalu duduk di kursi. Ia mengurus perkerjaan nya
\=\=\=
Hari berganti menjadi sore. Astrella pun terbangun dan tidak melihat Karlezo di kamar. Astrella pun bangun lalu mencari Karlezo
Astrella berjalan ke dapur dan melihat Karlezo sedang memasak. Karlezo melirik ke arah Astrella dan tersenyum
"Tunggu di sana, sebentar lagi makan" ucap Karlezo
"Makan.. mie goreng?" tanya Astrella
"Ya engga lah, ga baik buat bayinya nanti" ucap Karlezo
"Khawatir sama bayinya aja ya?" ucap Astrella
Karlezo langsung peka mendengar ucapan Astrella
"Ngga gitu, ga baik buat kamu nya juga" ucap Karlezo
"Oh.." ucap Astrella singkat
"Sebentar lagi, tunggu ya" ucap Karlezo
Sekitar 10 menit kemudian, makanannya jadi. Astrella makan dengan lahap. Karlezo tersenyum melihat tingkah Astrella
Setelah makan, Astrella duduk di sofa sekitar 30 menit. Astrella baru mengingat bahwa ada 1 amplop yang diberikan Windy kepadanya tadi
"Amplop nya dimana ya?" tanya Astrella dalam hatinya
Setelah mencari, akhirnya ia menemukan. Astrella pun naik ke kamar nya dan duduk. Karlezo menyusul Astrella
"Astrella, aku mandi dulu ya" ucap Karlezo
"Iya" ucap Astrella sambil memperhatikan amplop itu dari depan
"Itu.. amplop dari siapa?" tanya Karlezo
Astrella tidak mau mengakui bahwa amplop itu dari Windy. Karena jika Karlezo tahu amplop itu dari Windy, pasti ada masalah lagi nantinya
"Eh? ini tadi.. eee.. oh! dari universitas, ya dari universitas" ucap Astrella
Karlezo sedikit heran melihat tingkah laku Astrella. Tapi, Karlezo berusaha untuk tidak mencurigai Astrella
"Oh yaudah" ucap Karlezo dan langsung pergi ke kamar mandi
Astrella pun membuka amplop itu lalu membacanya dengan teliti. Astrella langsung membulat kan matanya
.
.
.
__ADS_1
Apa yang dilihatnya?