Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Windy Arles


__ADS_3

Hari ini, Astrella masuk kuliah pukul 08.00. Karlezo yang mengantar Astrella seperti biasanya. Astrella disambut oleh Vio di gerbang universitas


"Hey!" ucap Vio


"Oh? hai" balas Astrella


"Seru ga?" tanya Vio tiba-tiba


"Hah? seru apaan?" tanya Astrella balik


"Halah sok-sok ga tau ya? kamu habis honeymoon kan?" ucap Vio


"Hah? kamu tau dari mana?" tanya Astrella


"Tuh kan, pantes kamu tuh ga masuk beberapa hari" ucap Vio


"Terus kamu tau dari mana aku honeymoon?" tanya Astrella


"Yah.. aku juga pergi ke Jepang kok. Waktu itu aku ga sengaja lihat kamu berdua sama Karlezo" ucap Vio


"Kamu emangnya ada perlu apa ke Jepang?" tanya Astrella


"Ketemu sama orang tua" ucap Vio


"Oh.. orang tua kamu ada di Jepang.." ucap Astrella


"Yah.. gitu lah, btw kamu udah ditunggu masuk sama Kak Selena di ruang seni" ucap Vio


"Oh.. oke, aku pergi dulu ya" ucap Astrella


Astrella masuk ke universitas dan dia masuk ke kelasnya. Astrella pun menemui Selena dalam ruangan itu


"Kak Selena!" panggil Astrella


"Astrella? sini sebentar" ucap Selena


"Ya kak?" ucap Astrella


"Kamu kan izin beberapa hari, ada tugas buat kamu" ucap Selena


"Tugas melukis ya?" tanya Astrella


"Yap.. ntar kamu ambil kanvas sama peralatan lainnya loker seperti biasanya" ucap Selena


"Tugas nya harus selesai hari ini?" tanya Astrella


"Ga juga, kali ini anak kelas seni harus melukis 3 lukisan berbeda. Kalau ga selesai bisa dilanjutkan di rumah terus dikumpulkan besok" ucap Selena


"Oh, yaudah kak aku pergi cari dulu" ucap Astrella


"Iya, selamat berkarya" ucap Selena


Astrella pun pergi mengambil peralatan dan ia mengambil tempat duduk lalu mulai melukis perlahan


*Detik terus berjalan*


*Menit terus berjalan*


*Jam mulai berjalan*


Kini, jam sudah menunjukkan pukul 11.00. Lukisan Astrella baru selesai satu. satunya masih setengah perjalanan dan satunya masih kosong


Karena jam pulang sudah tiba, Astrella pun memutuskan untuk mengerjakan tugas nya di rumah. Astrella pun membawa lukisan nya

__ADS_1


Astrella pun keluar dari ruangannya dan Astrella bertemu dengan Fani


"Astrella!" panggil Fani


"Ya?" jawab Astrella


"Katanya kamu mau belajar main biola, jadi mau nya kapan?" tanya Fani


"Hm.. belum tahu, Fan. Tugas masih belum selesai" ucap Astrella


*Fani melihat ke arah Astrella*


"Okelah, karna tugas kamu banyak gitu.. nanti aja. Kamu kasih tahu aja kapan mau belajar nya"


"Oke, aku buru-buru.. aku pulang dulu ya" ucap Astrella


"Ya.. hati-hati" ucap Fani


Astrella pun pulang ke rumahnya dan naik ke atas menuju kamar. Astrella membuka pintu dan terkejut


"Loh? Karlezo? kamu ga pergi ke perusahaan?" tanya Astrella


"Hm? ga, soalnya ada papa disana, papa bilang aku ga perlu pergi ke perusahaan" ucap Karlezo


"Oh.. gitu" ucap Astrella


Karlezo melihat barang yang dipegang Astrella dan bertanya


"Itu.. tugas kamu yah?"


"Ya gitu lah, aku mau kerjain dulu di bawah" ucap Astrella


"Kenapa ga disini aja?" tanya Karlezo


"Suruh pembantu beresin aja, gampang kan" ucap Karlezo


"Kamu tuh, taunya nyuruh-nyuruh" ucap Astrella


"Yaudah.." ucap Karlezo


Astrella pun turun ke bawah dan mulai melukis. Astrella melihat sekitar ruangan dan tiba-tiba pandangan nya menuju ke mahkota yang Karlezo berikan saat ia ulang tahun


Astrella berdiri dan berjalan lalu mengambil mahkota itu. Astrella pun kembali ke tempatnya dan duduk lalu mulai melukis lagi


"Seperti nya ini bagus. Tapi, tunggu 1 lukisan ini selesai baru melukis mahkota di kanvas ke 3" ucap Astrella


Astrella pun terus melukis sampai lukisan ke 2 nya jadi. Jam menunjukkan pukul 13.00. Kini Astrella pun mulai melukis di kanvas ke 3


"Oke.. lukisan terakhir tinggal lukis mahkota. Sebentar, lukisan pertama sama yang kedua dipinggirkan dulu" ucap Astrella


Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu dengan sangat keras dari luar. Astrella heran siapa yang ada di luar


Astrella bangun lalu berjalan menuju pintu dan membuka nya. Seketika..


PLAKK


Orang itu menampar pipi Astrella. Astrella menatap orang itu. Orang itu adalah Windy Arles


"Ini masih belum seberapa, Perusahaan Arles sudah bangkrut dan ini masih tidak ada apa-apanya" ucap Windy


"Apa lagi maumu?!" tanya Astrella marah


"Apa yang kumau? jangan pura-pura bodoh" ucap Windy

__ADS_1


Tanpa disuruh masuk, Windy langsung menerobos ke dalam dan melihat mahkota yang mengkilap di lantai


Windy mengambilnya dan Astrella berusaha merebutnya dari tangan Windy


"Kembalikan!" ucap Astrella tegas


"Sepertinya hidupmu terlalu nyaman.. kutebak ini pasti dari Karlezo bukan? sepertinya mahal" ucap Windy tajam


"Aku bilang kembalikan!" ucap Astrella dingin


Pandangan Windy tertuju pada 2 lukisan Astrella yang sudah jadi dan 1 yang masih kosong


"Windy Arles! jangan buat keributan!" ucap Astrella


Windy langsung menunduk cepat mengambil cat hitam dan membukanya lalu menumpahkan nya di lukisan Astrella


Mata Astrella langsung melihat nya tajam dan sangat terkejut. Amarah Astrella tak tertahankan


"Kau! keluar! taruh mahkota itu dan pergi!" ucap Astrella


"Oh? sepertinya itu belum cukup" ucap Windy


Windy langsung membanting mahkota Astrella. Mahkota dengan puncak Ruby di atasnya, seketika hancur berkeping-keping


Serpihan nya tampak sangat tajam. Mahkota itu kini telah hancur, tak dapat digunakan lagi


Astrella langsung mendorong Windy dan menatapnya dengan tajam serta matanya kini berkaca-kaca


"Nangis?.. lemah" ucap Windy


Astrella langsung tertunduk di bawah lantai menatapi serpihan mahkota itu


Karlezo pun turun ke bawah karna mendengar suara yang sangat ribut. Mata Karlezo langsung menatap Astrella yang tertunduk di sana, mendapati lukisan Astrella yang rusak dan mahkota yang hancur


Karlezo menghampiri Astrella dan menatap tajam Windy dan..


PLAKK


Karlezo menampar wajah Windy hingga Windy jatuh. Windy langsung merasa gemetaran


"KELUAR!" ucap Karlezo dingin yang menatap tajam Windy


Secepat mungkin Windy berdiri lalu keluar. Windy langsung menutup pintu nya


Karlezo menatap Astrella yang sedang memegang serpihan mahkota hingga tangan nya berdarah


Air mata Astrella mengalir membasahi wajahnya. Hadiah ulang tahun penting nya sudah hancur


Karlezo pun menunduk dan menaham tangan Astrella. Telapak tangan Astrella terus berdarah


"Jangan dipegang lagi" ucap Karlezo lembut


Astrella langsung menabrak kan wajah nya pada tubuh Karlezo. Astrella menangis dalam pelukan Karlezo


"Karlezo.. hiks.. hiks" ucap Astrella terisak


Tangan Karlezo menatap lukisan yang rusak dan mahkota yang hancur itu secara bergantian


"Sttt.. nanti aku belikan lagi, ga usah nangis" ucap Karlezo


"Ga.. ga mau.." ucap Astrella disela-sela tangisan


Karlezo memegang puncak kepala Astrella dan mengelus nya

__ADS_1


"Sudah.. lukisan nya nanti aku buatkan, mahkota nya nanti aku ganti" ucap Karlezo


__ADS_2