Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Oh?


__ADS_3

Kaltor: "Kau ingat ini?"


Astrella: "Ya, aku masih mengingat kalung itu"


Kaltor: "Kalung apa coba? bisa jelaskan?"


Astrella: "Kalung yang waktu itu kau berikan padaku. Kalung sebagai janji persahabatan. Tapi, aku buang ke tempat sampah. Kupikir itu adalah barang yang tak berguna. Aku tak menyukai nya lagi"


Kaltor: "Apa karna kau tak suka saja, makanya kau buang?"


Astrella: "Tidak, aku.. aku juga tak ingin bersahabat denganmu lagi"


Kaltor: "Lalu? kau membenciku?"


Astrella: "Ya, sangat sangat benci"


Kaltor: "Apa kau ingat.. janji mu dulu?"


Astrella langsung terkejut. Sebenarnya, kata-kata itu dia ucapkan waktu ia masih sangat polos dan lugu


Astrella: "Sayangnya aku tak mau mengingat kejadian di masa lalu itu"


\=\=\=\=\=\=\=


FLASHBACK ON


Pertama kali mereka bertemu saat mereka masih kecil. Saat itu, Astrella tercebur di kolam. Astrella terus meminta bantuan


Kaltor yang sedang berjalan-jalan, mendengar suara minta tolong. Jadi, Kaltor mendekat ke arah Astrella dan menolong nya


Saat itu, Astrella yang masih kecil hanya dipenuhi oleh kepolosan nya. Lantas, Astrella tersenyum kepada Kaltor dan mengucapkan terima kasih. Astrella memeluk Kaltor


Kaltor membalas pelukan Astrella itu. Hari terus berjalan. Hampir setiap hari Astrella main bersama Kaltor


Bahkan bisa dibilang mereka seperti sahabat yang sangat dekat. Astrella bahkan mengucapkan kalimat yang membuat Kaltor terkejut


Astrella: "Kaltor, aku punya janji ^^"


Kaltor: "Janji apa?"


Astrella: "Aku akan menikah dengan mu saat aku besar nanti! ^^"


Kaltor: "Kamu tahu apa tentang janji? kamu masih polos"


Astrella: "Ih! aku jujur"


Kaltor: "Huh? iya iya, aku turuti saja permintaan mu. Maka, tumbuhlah menjadi gadis cantik nantinya"


Astrella: "Iya iya!! ^^"


Kaltor: "Oke, sekarang.. aku kasih kamu ini"


Astrella: "Apa itu?"


Kaltor: "Ini kalung untuk mu, tanda persahabatan kita"


Astrella: "Ok"


\=\=\=\=\=\=\=


Tapi itu hanyalah masa kecil yang bisa dibilang tak ada apa-apa nya. Seiring berjalannya waktu, Kaltor tak pernah terlihat lagi selama 6 bulan


Itu yang membuat Astrella terus menunggu setiap hari


Tapi, Kaltor tak kunjung datang. Jadi, Astrella kesal lalu menarik kalung itu dari lehernya


Seketika Astrella membuang kalung itu ke tempat sampah. Astrella langsung pergi dan berniat tak akan pernah kembali ke tempat itu lagi


Kemudian, tak lama setelah Astrella pergi.. Kaltor kembali datang ke tempat itu dan mencari-cari Astrella. Tapi, tak ada keberadaan Astrella di sana


Kaltor melihat ada yang bersinar di tempat sampah itu. Ternyata itu adalah kalung berlian yang waktu itu ia berikan kepada Astrella


Setelah kejadian itu, Astrella dan Kaltor tak pernah bertemu lagi. Pertemuan yang sangat singkat


Waktu itu, umur Astrella belum menginjak 5 tahun


Lagi pula, Kaltor terlambat datang. Astrella pergi dan Kaltor kembali.. ya, waktunya hampir selisih


FLASHBACK OFF


Kaltor: "Kau.. sudah menikah, bukan?"


Astrella: "Iya, aku memang sudah menikah"

__ADS_1


Kaltor: "Apa.. kau tak pernah mencintai ku?"


Astrella: "Tidak pernah, dulu kita hanya sebatas sahabat. Tak lebih. Dan kini, aku sudah mencintai orang lain"


Kaltor: ".... Karlezo ya?"


Astrella: "Iya, aku tak bisa menutupi perasaanku lagi. Aku mengakui kalau aku mencinta dia"


Kaltor: "Kau tulus mencintai dia?"


Astrella: "Tentu saja. Bukan karena dia kaya dan bukan karena dia terkenal"


Kaltor: "Baiklah.. terimakasih untuk jawaban mu"


Kaltor berjalan ke arah Astrella lalu melepaskan ikatan talinya. Astrella hanya sedikit terkejut melihat tindakan Kaltor


Lalu Astrella berdiri dan berjalan mendekati pintu keluar. Tapi, ada yang membuatnya bingung, jadi ia berhenti sejenak


Astrella: "Kau.. apa kau membiarkan aku pergi?"


Kaltor: "Ya, tentu saja. Aku tak mau menahan mu lagi. Maaf atas kelancangan ku. Aku baru sadar.. mencintai orang yang tidak mencintai ku.. hanya membuatku lelah


Untuk apa aku mengejar orang yang tak pernah menganggap ku? jadi, semoga kau bahagia. Aku tak akan menuntut apa pun lagi darimu"


Sejujurnya, Astrella sedikit merasa kasian mendengar perkataan Kaltor. Tapi, Astrella tak mencintai nya


Untuk apa memberikan harapan palsu yang akhirnya akan menyakitkan? jadi, lepaskan saja semuanya itu


Astrella pun bergegas pergi keluar dan melihat ada Fani disana. Fani segera menghampiri Astrella dan membawanya masuk ke mobil


Fani pun mengendarai mobilnya, menjauh dari tempat itu


Astrella: "Fani?"


Fani: "Kamu tuh, jadi orang jangan gegabah. Cari tahu dulu kepastiannya. Serius aku khawatir banget"


Astrella: "Maaf, aku cuman panik aja tadi. Jadi aku langsung pergi"


Fani: "Lain kali jangan ulangi lagi"


Astrella: "Iya iya"


\=\=\=\=\=\=


Liam: "Udah selesai urusan nya?"


Astrella: "Udah. Ga rumit juga masalah nya"


Liam: "Dari sejam yang lalu kamu pergi dan baru balik sekarang. Kamu ngapain aja?"


Astrella: "Err.. maaf, aku cuma bicara sama orang itu"


Fani: "Emang nya tadi orang itu bilang kalau aku ada ditangan nya ya?"


Astrella: "Iya, makanya aku langsung panik"


Fani: "Serius apa? masa aku diculik? aku bisa jaga diri sendiri. Jadi, ga perlu khawatir lah"


Astrella: "Iya iya, aku tahu"


Fani: "Hm.. baguslah. Sekarang, kamu udah makan belum?"


Astrella: "Belum, ntar aja lah"


Fani: "Ga peduli kesehatan ya? ntar, kamu tunggu sini aja dulu. Sekarang aku belikan kamu makanan dulu"


Astrella: "Eh? ngga usah, nanti aja lah"


Fani: "Ngga, ntar kalau kamu sakit gimana? jadi, kamu diam disini. Tunggu aja dulu"


Astrella: "Ta-"


Fani: "Ga ada tapi-tapian"


Fani pun keluar dari ruangan dan pergi mencari makanan di dekat rumah sakit


Astrella: "Sini, biar aku aja yang gendong Averano nya"


Liam: "Oh yaudah"


Liam menyerahkan Averano kepada Astrella. Astrella pun menggendong Averano


Liam: "Oh ya, barusan aku dapat panggilan. Aku disuruh ke Perusahaan sekarang"

__ADS_1


Astrella: "Oh yaudah, ga papa kamu pergi aja ke Perusahaan,"


Liam: "Yaudah aku pergi dulu"


Astrella: "Ya"


\=\=\=\=\=\=


Liam pun segera pergi dari ruangan itu. Ia segera datang ke Perusahaan. Mungkin saja ada tugas penting untuk nya


Tak lama juga, Fani datang dengan membawa kan sebungkus makanan. Fani meletakkan nya di atas meja


Fani: "Makan dulu tuh, ntar keburu dingin"


Astrella: "Iya iya, thanks ya"


Fani: "Yap, sini aku gendong Averano dulu.. biar kamu ga susah makannya"


Astrella: "Hm"


Setelah Fani menggendong Averano, Astrella pun makan. Ya, jujur saja makanan nya membuat Astrella rindu pada masakan Karlezo


Biasanya Astrella selalu makan bersama Karlezo. Karlezo yang memasak menu hidangan nya


Rasanya pun sangat enak. Tak bisa diragukan lagi. Tapi saat ini, Astrella hanya bisa makan makanan di luar. Jam makannya pun selalu berubah


\=\=\=\=\=\=\=


Harap di baca


•Hai hai para readers ^^!


Gini, sebenarnya.. author mau bahas beberapa hal yang mau author bahas aja sih


•Ga usah bertele-tele lagi, langsung aja


•Sebenarnya, author udah pikirkan jalan cerita "Cinta Dari CEO Muda". Author mau bikin Karlezo itu sadar di waktu (Maaf author ga bisa spoiler lagi)


•Nah! maka dari itu, author itu perlambat cerita nya. Author buat konflik lagi. Tapi kayaknya cerita nya terlalu aneh ya? sulit dipahami ya? mungkin kedepannya author ga akan kasih konflik lagi. Biar lurus aja tuh cerita, bahagia terus tuh


•Sejujurnya, author tuh mau kasih muncul tokoh Windy. Kenapa? karena di Eps sebelumnya, Astrella udah ketemu sama Windy di rumah sakit. Dan lagi biar Karlezo itu sadar nya nanti gitu lho. Jadi author berencana kasih konflik


Tapi kayaknya banyak yang bingung nanti, jadi author mau hapus konflik nya di otak author atau sama dengan ga jadi


•Terakhir, author mau tanya beberapa pertanyaan dong..


**Yang mau jawab, tinggal jawab


Yang ga mau jawab, ya ga usah sih




Bosen ga sih sama cerita ini? kalau bosen author percepat aja tamatnya




Konflik nya bikin bingung yah? kalau iya author ga akan kasih masalah lagi. Jadi, Eps selanjutnya akan bahagia terus




Cerita nya aneh/ engga nyambung ya? mungkin bisa author hapus terus ganti cerita lain




Ya, sebenarnya, umur author itu masih muda. Sangat-sangat muda. Tentu aja pikiran author masih kurang luas. Lagi pula, author cuma iseng-iseng aja buat cerita


Author sadar dan udah tahu kalau dari awal cerita novel ini memang aneh (bagi author) ga tahu kalau kalian


disini author tak menunjuk atau menyalahkan atau menyindir siapa pun.


Maaf kalau kata-katanya membuat tersinggung.


Author cuma nyesek aja sih, tapi kalau mau komentar ya komentar aja lah


Author mah memang ga tahu diri kalau ngomong sama orang :v

__ADS_1


(Ga usah dimasukan ke hati**)


__ADS_2