Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Lila Arenda #1


__ADS_3

Sesudah mengisi kertas putih dengan menggunakan tinta hitam diatasnya, Astrella masuk ke kamar mandi, dan ia mulai mengguyur tubuhnya dengan air dingin


Karlezo memandang kertas itu dan ia berpikir sejenak


"Kalau kuliah sambil ngurus anak.. pastinya repot lah, kalau Astrella sampai sakit gimana? kalau terjadi sesuatu sama dia gimana?


Kesehatan nya itu prioritas penting buat aku. Ga mungkin aku langsung ambil keputusan gitu..


Tapi, kuliah kan kesenangan buat dia. Dia memang suka seni. Ga mungkin aku larang dia..


Kalau cari baby sitter lagi? ga mungkin. Astrella ga mau lepasin Averano gitu aja. Yah.. mau gimana lagi? kalau cari guru privat datang ke sini gimana? dia mau ga?


.


.


.


Astaga! bodoh banget! tambah kecapean lah dia! perkerjaan nya tambah banyak lagi! ntar tanya dia aja lah"


Karlezo pun meletakkan kertas itu kembali di meja. Karlezo berjalan menuju ke arah lemari dan mengambil pakaian untuk Astrella


\=\=\=


Tak lama, sekitar 15 menit, Astrella keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih basah. Tubuhnya dibalut oleh handuk putih


Karlezo: "Udah segar? tuh baju kamu ada di ranjang, tinggal pake aja"


Astrella: "Iya, makasih ya"


Karlezo: "Ga perlu sungkan juga kali, udah jadi suami istri juga"


Astrella: "Iya iya, kamu hadap sana dulu. Aku mau pakai baju"


Karlezo: "Masih malu apa lagi? ga ada yang perlu ditutup-tutupin"


Astrella: "Kamu?! hadap sana aja lah"


Karlezo: "Iya iya, bandel banget sih"


Astrella segera memakai bajunya dengan cepat. Setelah itu, ia mencoba mengeringkan rambutnya yang basah itu


Karlezo: "Kamu sini dulu"


*panggilnya*


Astrella: "Aku?"


Karlezo: "Memangnya siapa lagi?"


Astrella berjalan ke arah Karlezo. Karlezo berdiri dari kursi yang ia duduki. Astrella masih tak mengerti maksudnya


Karlezo: "Kamu duduk tuh, aku keringkan rambut kamu dulu"


Astrella: "Hah? buat apaan? aku bisa sendiri"


Karlezo: "Jadi gadis yang nurut sedikit. Aku bilang duduk ya kamu duduk dulu lah"


Astrella: "I-iya"


Kemudian Astrella duduk di kursi. Karlezo mencoba mengeringkan rambut Astrella dari belakang


Karlezo masih tak yakin membicarakan hal yang sudah ia pikir tadi. Tapi sebagai pasangan, ia harus terbuka"

__ADS_1


Karlezo: "Kamu masih mau lanjut kuliah ga sih?"


Astrella: "Hm? kok tiba-tiba nanya gitu? kamu kan udah lihat aku isi kertas yang tadi"


Karlezo: "Kamu jawab aja dulu, ga usah peduli sama kertas tadi"


Astrella: "Kalau jujur sih.. nggak. Aku ga mau kuliah lagi"


Karlezo: "Serius? jawab yang benar lah"


Astrella: "Iya lah, kalau kamu jadi aku pasti jawaban nya juga ngga"


Karlezo: "Kenapa?"


Astrella: "Ya karena.. aku udah punya bayi. Mana mungkin aku lebih ngutamakan kuliah dari pada bayi aku. Jadi. setelah dipikir-pikir, keputusan tadi itu ga ada salahnya"


Karlezo: "Oke.. jawaban yang cukup menarik juga"


Awalnya Karlezo ingin menawarkan berbagai cara, agar Astrella bisa kuliah lagi. Tapi, mendengar perkataan Astrella.. Karlezo jadi berubah pikiran


Karlezo tak ingin membicarakan hal itu lagi. Ya, ia pikir yang sudah berlalu biarlah berlalu. Jadi, Karlezo tak mau mengungkit nya lagi


Astrella: "Masih basah ya rambut aku?"


Karlezo: "Ga juga, ntar lagi kering kok"


Astrella: "Oh.. oke"


Tiba-tiba saja perasaan Astrella menjadi tak enak. Entah apa yang terjadi, tapi Astrella merasa sepertinya ada yang tidak beres


Astrella: "Karlezo, Averano udah tidur kan?"


Karlezo: "Iya, tadi kan aku yang tidurin setelah main sama dia. Kenapa tiba-tiba nanya gitu?"


Astrella: "Kayak nya ada yang ngga beres gitu. Ada yang ngejanggal"


BRAKK!! PRANGG!!


Mereka berdua terkejut mendengar suara itu. Sepertinya ada yang salah. Suaranya sangat terdengar keras dari dalam kamar


Owwweekk Oweekk


Astrella: "A-Averano!!"


Astrella langsung keluar dari kamar dengan cepat. Karlezo mengikuti nya dari belakang. Mereka bergegas pergi ke kamar Averano


Astrella membuka pintunya dengan cepat dan.. terlihat seorang yang memakai baju berwarna hitam


Wajahnya tak kelihatan. Seperti nya sangat hebat dalam bertarung. Entah dia laki-laki atau perempuan


Orang itu sudah berada di tengah-tengah jendela. Antara masih di kamar atau mau melompat


Tapi, hal yang membuat Astrella khawatir adalah Averano tak ada disana. Tapi orang itu tak membawa Averano juga


Astrella: "Berhenti!"


Orang itu menoleh kebelakang dan hanya tersenyum licik. Orang itu pun melompat ke luar dari jendela


Karlezo: "Ayo ikuti dia"


Karlezo langsung menarik tangan Astrella dan membawa nya menuruni anak tangga. Dengan cepat mereka keluar dari rumah dan segera naik ke mobil


Orang yang misterius itu juga sedang naik mobil dan mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi

__ADS_1


Karlezo segera mengikuti nya dari belakang. Untung saja mobil itu masih terkejar. Karlezo menambah kecepatan nya


Kedua mobil itu tampak berkejar-kejaran. Mereka mengendarai mobil sambil menerobos jalan-jalan


Astrella tampak sangat gelisah. Ia tak bisa tenang. Matanya sudah memerah, tapi ia berusaha menahan air matanya


Karlezo menyadari hal itu. Karlezo memegang tangan Astrella agar Astrella merasa lebih tenang


Karlezo: "Ga perlu khawatir, aku berusaha ngejar mobil itu"


\=\=\=\=


Tunggu tunggu.. entah kenapa mobil itu mengarah ke bandara. Tapi, Karlezo terus mengikuti nya


Tak lama, mobil itu berhenti dan orang yang misterius itu keluar dari mobil. Orang itu masuk ke bandara


Karlezo menghentikan mobil nya dan ia masuk ke bandara bersama Astrella.


Astrella melihat orang itu dan mengejar nya lalu menarik jubah hitamnya, spontan Astrella bisa mengetahui siapa orang itu


Karlezo terkejut melihat orang yang sudah pernah ia beri peringatan. Astrella berjalan mendekati dia


Astrella: "Kau lagi! Lila! apa masalah mu!"


Astrella memegang leher Lila dan sedikit mencekiknya


Lila: "Ugh.. m-masalahku masih banyak. Kali ini kau akan tahu akibatnya"


Astrella: "Pasti kau yang membawa Averano pergi! Jawab!"


Karlezo: "Dimana kau sembunyikan dia?!"


Lila: "Aku tak akan menjawab nya"


Karlezo: "Kalau kau tak mau menjawab nya.. kau tak akan bisa menanggung konsekuensi nya, lebih baik kau mengalah"


Lila: "Mengalah? aku sudah lebih banyak mengalah"


Astrella: "Gila! kalau ada masalah jangan bawa-bawa anakku! kau pengecut! lemah!"


Lila: "Huh? karna aku tahu titik terlemah mu ada pada anakmu, maka dari itu aku menggunakan anakmu sebagai ancaman"


Karlezo: "Dimana kau menyembunyikan dia? kalau kau masih bersikeras, kau akan mati pada saat ini juga"


Lila: "Aku tak peduli, kalau aku mati.. berarti Averano juga mati!"


Astrella tak bisa menahan amarahnya. Ia mencekik leher Lila dengan sangat kuat


Lila membuka pesan masuk di handphone nya dan tersenyum licik. Tertera tulisan..


"Sudah kami jalankan bos, kami sudah pergi menjauh. Laporan selesai"


Lila: "Bagus, sekarang kalian tak akan pernah melihat bayi kalian lagi"


Astrella: "Dimana kau menyembunyikan dia"


Lila: "Kenapa kau terus bertanya? sangat lah bodoh"


Spontan Astrella dan Karlezo mengeluarkan pistol. Entah dari mana mereka sudah mempersiapkan senjata tajam


Pistol itu mengarah ke kepala Lila. Perasaan Lila tiba-tiba takut. Dua pistol dengan peluru yang amat banyak ada didepan nya


Karlezo: "Cepat beritahu dimana Averano, kalau tidak.. 10 peluru langsung menembakmu"

__ADS_1


Lila: "Oh? Averano ada di mobil satunya. Ia tak bersama denganku. Mobil itu telah sampai ke bandara lebih dahulu. Otomatis, mereka melakukan penerbangan ke Inggris duluan"


Astrella: "A-apa?! dia ada di penerbangan ke Inggris? Kau gila! Tak tahu malu! Pengecut!"


__ADS_2