Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Aku tahu


__ADS_3

Setelah masalah panjang di malam hari, akhirnya hari berganti. Cahaya matahari tak terlihat di hari baru ini


Tapi, tampak embun di kaca jendela. Terdengar juga suara hujan ringan di luar sana. Hari menjadi sendu


Astrella membuka matanya perlahan-lahan, dan berusaha untuk melihat keadaan dengan jelas


Seketika ia merasa janggal, baru disadari bahwa ia tak tidur di bantal. Tapi, kepalanya berada di pundak Karlezo


Karlezo hanya merasa tenang, dan sedang memegang handphone milik Astrella. Ternyata, Karlezo sudah bangun dari tadi. Astrella menarik kepalanya kembali dari pundak Karlezo


Karlezo: "Udah bangun sayang? diluar hujan tuh, ga mau lanjut tidur aja? ntar baru aku bangunin"


Astrella: "Hm.. ngga. Aku ga mau tidur lagi. Aku mau mandi dulu"


Karlezo: "Mandi? cuacanya dingin gini, masa kamu mau mandi sih? ntar sakit gimana? nanti aja lah mandinya"


Astrella: "Kan bisa diatur air panas. Jadi ga papa lah"


Karlezo: "Ntar aja ya baru mandi, kamu tuh baru bangun. Ntar tubuh ku kaget langsung kena air"


Astrella: "Huffft.. iya iya, malas aku nentang kamu terus. Toh aku cuma bisa nurut"


Karlezo: "Nurut sama suami sendiri ya ga papa lah. Wajar aja itu"


Astrella: "Iya, terserah"


Karlezo: "Oh. Kamu lupa sesuatu. Aku juga baru ingat"


Astrella: "Apaan?"


Cup


Karlezo mengecup bibir Astrella. Jujur saja, itu bukan kebiasaan. Tapi, Astrella merasa sedikit bingung saja


Astrella: "Hah? k-kamu.."


*Heran*


Karlezo: "Hm? itu kecupan selamat pagi, oke? memang sih ga biasanya gitu.Tapi, yah gak papa lah"


Astrella: "Harus setiap hari? nggak kan?"


*Ragu*


Karlezo: "Harus. Sebelum tidur dan setelah bangun pagi"


Astrella: "O-oke"


Tiba-tiba, ada sebuah pesan masuk di handphone Astrella. Karlezo melihatnya sekilas


Tak ada nama sama sekali. Astrella menganalisa nomornya sejenak dan langsung terkejut. Kalau tidak salah, itu adalah nomor Louis Karlet

__ADS_1


Untuk apa lagi orang itu mengirim pesan? Jujur saja, sebenarnya Astrella tak mau melihat pesan itu


Tapi, Karlezo membuka pesan itu dan membacanya dengan teliti. Tak ada maksud jahat yang tersirat


Tetap saja, Astrella masih harus waspada. Karena, Louis sudah melakukan banyak cara licik pada dirinya


Isi pesan:


**Astrella,


Aku kembali lagi kali ini, TAPI bukan untuk melakukan hal jahat padamu. Ada hal penting yang ingin kubahas. Aku tahu kau ada di Singapura. Temui aku di, XXXXXX XX sekarang


Louis Karlet**


Karlezo: "Belakang ini.. kamu ada kirim pesan sama dia? kenapa tiba-tiba dia nyari kamu?"


Astrella: "Nggak kok, aku udah ga pernah chat atau kirim pesan sama dia. Ga tahu aja, kenapa tiba-tiba dia nyari aku"


Karlezo: "Yaudah.. ntar kita pergi temui dia aja. Habis ini, kamu langsung siap-siap aja, oke?"


Astrella: "Hah? ga mau, untuk apa ketemu sama dia? ntar kalau dia macam-macam gimana?"


Karlezo: "Pikiran kamu tuh, ada aja aneh-anehnya. Kita kan belum tahu. Waspada sih ga salah, tapi kita ga boleh sampai curigaan"


Astrella: "Lha? curigaan gimana? kan ada buktinya. Waktu itu dia terus ngusik kita"


Karlezo: "Iya, aku paham kok sama pemikiran kamu. Tapi di pesan itu, ga ada maksud jahat. Barangkali ada hal yang penting"


Astrella: "Tetap aku ga mau. Aku.. aku cuman takut aja. Kalau kamu mau pergi, ya kamu sendirian aja. Aku-"


Karlezo: "Ssssttt.. udah ngocehnya sayang? bandel banget kamu sekarang. Intinya kalau ada apa-apa, kamu ga usah takut. Kan ada aku"


*Berusaha meyakinkan Astrella, dengan tatapan lembut*


Astrella: "I-iya iya, aku pergi juga. Terserah kamu lah"


Karlezo: "Nah.. gitu kan lebih baik. Kita harus cari tahu dulu"


Selang beberapa menit, Karlezo dan Astrella bersiap-siap untuk segera pergi. Mereka menitip Averano, kepada pembantu di villa itu


Mereka pergi dengan perut kosong, tak sedikit pun mereka makan makanan di atas meja. Ya, terkesan sangat buru-buru


Astrella dan Karlezo segera naik ke mobil, dan langsung jalan ke tempat yang dituju. Selama perjalanan, Astrella hanya melirik ke kiri dan kanan


Tak sepatah kata pun terdengar dari mulut Astrella. Ia terus mengernyitkan alisnya. Perasaan nya kesal, tak tahu mengapa ia harus berurusan lagi dengan Louis


*Dalam benak Astrella*


"Kalau udah sampai sana.. apa yang akan terjadi? Apa.. apa masalah akan datang lagi? kalau ya bagaimana? aku harus lebih waspada"


Karlezo tak bisa berhenti melirik Astrella. Pandangan nya tak bisa hanya fokus menyetir, hal itu membuat Karlezo mendadak berhenti di tengah jalan

__ADS_1


Spontan Astrella langsung merasa kaget. Ia berusaha untuk tenang. Tapi, ia tak berhenti mengernyitkan alisnya


Perlahan tangan Karlezo menyentuh puncak kepala Astrella. Astrella melirik ke arah Karlezo, tatapan matanya seperti sedang putus asa


Karlezo: "Kamu kenapa sih sayang? masih gak yakin kah? jujur ya, kamu yang gini tuh bisa ngalihkan perhatian aku"


Astrella: "Maaf, tapi.."


Karlezo: "Hm? tapi apa?"


Astrella: "Nggak papa. Kamu lanjut aja nyetir nya. Aku.. aku ga kan pikir macam-macam lagi. Maaf ya"


Karlezo menggeleng kan kepalanya perlahan, kemudian ia turun dari mobil dan keluar. Astrella mendadak bingung


Tanpa berkata apa pun, Astrella hanya duduk tenang dan diam. Ia menyandarkan kepalanya di kaca mobil


Ia menutup matanya sejenak, agar perasaan nya bisa lebih tenang. Ia berusaha membuat pikiran buruknya hilang


Sekitar 10 menit kemudian, Karlezo kembali. Ia duduk dalam posisinya dan mulai menatap Astrella


Seketika Astrella langsung membalas pandangan Karlezo. Karlezo menyodorkan sesuatu yang ia pegang


Karlezo: "Nih, minum ini aja Kamu ngapain di mobil? tidur ya?"


Astrella: "Hah? enggak kok"


Karlezo: "Yaudah, ambil ini. Daripada kamu kayak ga jelas terus"


*Menyodorkan segelas kopi"


Astrella menerima nya dan mulai meminumnya. Setelah itu, Karlezo bisa lebih tenang saat menyetir


Mereka pergi ke tempat yang diarahkan oleh Louis, dan tibalah mereka di tempat tersebut. Tepat itu tak lain adalah cafe


Mereka membuka pintu masuk dan mulai melangkah kan kakinya. Mereka mencoba mencari keberadaan Louis


Tiba-tiba, datang seseorang menghampiri Karlezo dan Astrella


"Maaf, tuan Louis nya ada di lantai 2. Di ruangan VIP"


Karlezo: "Baik"


Astrella: "Terimakasih"


Mereka segera mengikuti petunjuk orang tadi. Dan tibalah mereka di lantai dua, tepatnya di depan pintu ruangan VIP


Mereka masuk, dan Louis langsung melihat ke arah mereka. Sangat mengejutkan, di ruangan itu tak ada orang lain. Hanya ada Louis


Louis: "Kalian boleh duduk di mana saja, itu menjadi kebebasan kalian"


Tanpa ragu, Karlezo dan Astrella masuk, lalu duduk di tempat yang berhadapan langsung dengan Louis

__ADS_1


Louis mengeluarkan sekotak hadiah kecil. Tentu saja itu membuat Karlezo dan Astrella terdiam sejenak


Astrella: "I-Ini..."


__ADS_2