
2 Minggu kemudian
Perasaan Astrella langsung kacau saat memegang perutnya yang amat sakit. Sakit yang lebih dari biasanya
Astrella: "Aaakkhhh! sakit banget.."
Astrella langsung berdiri dan berjalan dengan sangat lambat. Astrella berusaha mencari Karlezo
Astrella: "K-Karlezo.."
Belum ada respon. Sepertinya Karlezo tidak mendengar suara Astrella. Astrella tetap berjalan
Astrella: "Aakkhh!"
Karlezo yang mendengar suara itu langsung terkejut dan berjalan ke tempat asal suara Astrella
Karlezo: "A-astrella..?"
Karlezo langsung membulatkan matanya. Perasaan nya langsung panik, melihat ekspresi Astrella yang sangat kesakitan
Karlezo: "K-kita ke rumah sakit sekarang"
Karlezo langsung membawa Astrella ke rumah sakit. Ya, Astrella ditangani di ruang operasi
Karlezo menunggu di luar dengan perasaan yang sangat khawatir. Ia hanya mondar-mandir
Perasaan nya tercampur aduk. Tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Sementara hanya bisa menunggu
Ada rasa senang bahwa ia akan segera melihat putra kecil nya. Tapi, disisi lain ada perasaan yang sangat takut
Perlahan air matanya menetes. Matanya yang sudah berkaca-kaca, akhirnya tak kuat menahan tangisnya
Setengah jam kemudian
Karlezo: "Lama banget.. dia gimana keadaan nya?! kenapa dari tadi belum juga?"
Karlezo hanya duduk lalu mengusap kasar rambutnya. Dari tadi ia hanya menatap pintu ruang operasi dengan tatapan sedih
Tak seberapa lama, ada suara langkah kaki terdengar mengarah ke Karlezo. Semakin lama semakin terdengar
Fani: "Astrella gimana?"
Fani bertanya dengan panik. Saat Karlezo membawa Astrella ke rumah sakit, Fani sempat melihatnya
Tapi, Fani mengerjakan urusannya dulu baru pergi ke rumah sakit. Bukan hanya Fani tapi ada Vio juga
Vio: "Karlezo..?"
Karlezo tak menjawab nya. Ia hanya diam, tak mau menatap Vio maupun Fani. Sebagai laki-laki Vio harusnya tahu perasaan Karlezo
Vio: "Kamu jangan gini Karlezo. Astrella pasti baik-baik aja di dalam"
Karlezo: "Kamu tau apa? kamu ga tahu apa-apa! yang didalam itu istriku bukan istrimu"
Vio: "Iya, memang dia istri kamu.. tapi kamu tunggu aja"
Fani: "Iya, lagian Astrella orangnya kuat.. dia pasti oke oke aja"
__ADS_1
Beberapa Menit Kemudian..
KRREEETT
Tak lama, pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter berbaju hijau dan memakai masker keluar
Dengan cepat Karlezo berdiri dan berjalan menghampiri dokter itu. Perasaan nya masih saja kacau
Karlezo: "Dokter! gimana keadaan istri saya? dia baik-baik aja kan?"
Dokter: "Istri anda baik-baik saja, namun keadaan nya belum stabil.. dia butuh banyak istirahat. Jangan sampai dia kecapean atau apa pun, karena jahitan bekas operasi nya bisa saja robek. Jadi mohon untuk menjaga dia dengan baik. Untuk anak anda, dia sangat sehat. Anda bisa masuk ke dalam"
Karlezo: "Terimakasih dokter"
Karlezo langsung masuk dan pandangan nya tertuju pada Astrella yang masih terbaring dengan alat yang dipasang pada tubuh nya
Sebenarnya, Astrella masih membutuhkan istirahat. Tapi, matanya terbuka perlahan dan melihat Karlezo
Disisi lain, Astrella melihat Fani dan Vio. Karlezo memegang tangan Astrella lalu mencium kening Astrella
Fani: "Astrella?"
Astrella: "Ga pergi kuliah?"
Fani: "ER.. bolos, aku tadi ada urusan jadi ga pergi kuliah"
Vio: "Udah jadi mama tuh"
Astrella: "Iya, kapan kalian nikah?"
Vio: "Tuh, lihat aja sendiri, masa aku nikah sendiri?"
Astrella: "Ditunggu aja lah"
Fani: "Btw.. kamu oke oke aja kan?
Astrella: "Ya.. lumayan lah"
Fani: "Sorry ya aku ga bisa lama-lama, aku harus ke rumah orang tuanya Vio"
Astrella: "Ga papa kok, kamu datang aja.. udah oke"
Vio: "Ya udah, kami duluan ya"
Astrella: "Ya.. hati-hati"
Fani dan Vio pun pergi duluan. Sebenarnya itu hanya alasan mereka saja. Padahal mereka hanya bertujuan untuk membiarkan Karlezo berbicara dengan Astrella
Karlezo: "S-sakit ya..?"
Astrella: "Ya.. gitu lah. Ntar, kamu habis nangis yah?"
Karlezo: "Enggak kok"
Astrella: "Udah kelihatan dari mata kamu, ga usah bohong. Aku oke oke aja kok"
Karlezo: "Pulang nanti.. kamu ga usah kerja apa-apa. Udah ada banyak pembantu, oke?"
__ADS_1
Astrella: "Iya.."
Tak lama, terdengar suara langkah kaki dari dekat pintu. Seorang suster membawa bayi kecil kearah mereka
Karlezo: "Kenapa sus? bayinya baik-baik aja kan?"
Suster: "Tenang aja tuan, bayi nya sehat kok"
Suster meletakkan bayi kecil mereka di box bayi, di samping Astrella. Setelah itu, suster tersebut pergi ke luar
Karlezo terkejut melihat bayinya. Benar-benar mirip dengannya, dan bentuk matanya mirip dengan Astrella
Karlezo tersenyum dan perlahan menyentuh pipi gembul bayinya. Sangat menggemaskan. Astrella tersenyum melihat Karlezo
Astrella: "Gimana? lucu ga?"
Karlezo: "Iya sayang. Bentuk matanya mirip sama kamu"
Astrella: "Tidur ya?"
Karlezo: "Iya lagi tidur, lucu banget pipinya"
Karlezo tak berhenti menyentuh pipi bayi kecilnya. Akhirnya, bayi yang selalu ia tunggu-tunggu ada dihadapannya
Karlezo: "Sementara.. kamu ga boleh gerak sembarang. Ntar, aku aja yang jaga Averano. Kamu istirahat aja"
Astrella: "Ya ga bisa gitu juga lah"
Karlezo meneteskan air matanya lagi. Entah apa yang membuatnya seperti itu. Astrella sangat bingung
Cup
Ciuman dari Karlezo sampai di bibir Astrella. Karlezo mengelus pipi Astrella dengan sangat lembut
Karlezo: "Makasih.. makasih banget. Aku senang bisa lihat dia, tepat di depan aku. Aku cuman takut terjadi apa-apa sama kamu. Dan, aku juga mau minta maaf.. aku memang belum bisa jadi suami yang baik. Mungkin kadang aku kasar dan sering marah sama kamu. Tapi aku nyadar, kamu lebih sabar dari perkiraan aku
Mungkin banyak konflik di antar kita. Banyak masalah di luar sana. Dan, aku belum bisa lindungi kamu pasti. Aku juga cuman bisa lindungi kamu sendirian. Aku ga pernah ada inisiatif untuk nyuruh orang lindungi kamu
Aku ga bisa turuti keinginan kamu. Mungkin kamu merasa hidup ini terlalu cepat. Mungkin kamu keberatan untuk punya bayi sekarang. Tapi, yang aku tahu anak seusia kamu masih menikmati hari-hari nya di kampus. Masih senang di luar sana
Sementara kamu.. sekarang sudah nikah sama aku. Terlebih punya anak. Aku memang ngaku salah.. aku paksain kamu untuk nikah sama aku. Mungkin dalam hati kamu ga setuju. Lantas.. apa yang bisa kamu buat?
Yang jelas.. maaf"
Air mata Astrella tak tertahankan. Matanya berkaca-kaca dan mulai merah. Air matanya mengalir membasahi wajahnya dengan cepat
Astrella: "Engga, aku yang minta maaf. Aku sering mikir sesuatu yang negatif dari kamu. Aku ga butuh orang buat lindungi aku. Aku cuman mau kehidupan kita berjalan seperti orang pada umumnya
Ga usah pake apa pun untuk membuat hidup kita jauh berbeda, meskipun kamu orang kaya.. tapi aku mau hidup kita normal seperti orang biasanya"
Karlezo: "Makasih sayang.. makasih juga untuk bayi di keluarga kita"
Karlezo mengangkat bayi kecil nya dan memperlihatkan nya pada Astrella. Astrella mengeluas pipi bayinya
Astrella: "Sehat selalu sayang"
Karlezo: "Dia pasti sehat kok, aku yakin"
__ADS_1