
Sekitar kurang lebih 2 jam, Astrella dan Karlezo sampai di tempat tujuan. Tepat di bandara Singapura. Tempat yang sangat ramai untuk saat ini
Untuk sekarang, Karlezo sedang mengurus koper yang dibawa. Astrella menunggu di belakang sambil menggendong Averano
Sesudah itu, mereka pergi ke villa pribadi milik Karlezo. Tempatnya luas dan megah, meskipun hanya 1 lantai saja. Didesign secara khusus dengan 1 kamar, dapur yang minimalis, ruang tamu yang sangat besar, dan toilet yang luas
Disana, ada beberapa pembantu yang mengurus villa itu. Pembantu tersebut tampak sangat ramah
Saat sedang berjalan, Karlezo dan Astrella menerima sambutan, berupa salam hormat dari mereka
Pembantu: "Selamat siang Tuan, Nona"
Karlezo: "Hm, siang"
*Ekspresi datar*
Astrella: "Ah iya, selamat siang juga"
*Tersenyum*
Pembantu: "Ruangan di sini sudah kami siapkan. Kapan pun tuan dan nona perlu bantuan, kami segera datang"
Karlezo: "Hm"
Astrella: "Baik, terimakasih atas bantuannya. Kami pergi sebentar ya"
Pembantu: "Silahkan nona"
Karlezo dan Astrella berjalan menuju kamar di sudut villa itu. Kamar tersebut sangat luas dengan design yang sangat modern
Astrella meletakkan Averano di ranjang dan berjalan mendekati Karlezo, yang baru duduk di kursi dekat jendela
Astrella: "Karlezo"
Karlezo: "Hm?"
Astrella menjadi heran, melihat Karlezo yang tak biasanya bertingkah seperti itu. Ekspresi nya hanya datar saja dan tampak tak senang
Astrella: "Kamu kenapa sih? kok kayak ada beban gitu?"
Astrella memegang wajah Karlezo dengan kedua tangannya, dan menatap mata Karlezo. Karlezo hanya menatap Astrella, tapi tak menjawab pertanyaan Astrella
Astrella: "Lha? kalau orang tanya itu dijawab, bukan diam. Jawab aja lah, kamu kenapa? ada yang sakit?"
Karlezo: "Ga papa sayang"
Astrella: "Kebiasaan kamu. Ga papa tapi ujung-ujungnya pasti ada sesuatu. Kamu kenapa sih?'
Karlezo menurunkan tangan Astrella yang menyentuh wajahnya tadi. Karlezo hanya tersenyum sekilas
Karlezo: "Aku.. aku capek, mau istirahat bentar. Aku pergi tidur dulu ya"
Astrella: "Oh.. yaudah, kalau gitu kamu istirahat aja. Jangan sampai tambah kecapean"
__ADS_1
Karlezo: "Perhatian banget, cium sekali please. Aku mau kamu perhatikan aku bentar aja"
Astrella: "Hah?"
Karlezo: "Please.. cium sekali aja"
Ekspresi Karlezo tampak seperti memohon. Tatapan matanya itu membuat Astrella tak tega mengabaikan nya
Astrella: "Oke oke. Aku akan selalu perhatikan kamu, kapanpun kamu mau. Jadi.. kenapa engga?"
Astrella mencium bibir Karlezo, tapi.. kali ini Karlezo hanya diam dan tak membalas apa pun kepada Astrella
Sesudah itu, Karlezo berdiri dan berjalan ke arah ranjang. Karlezo menarik selimut dan berbaring, menghadap ke arah Averano
Astrella mendekati Karlezo dan menarik selimut menutupi tubuh Karlezo. Karlezo tersenyum dan Astrella pun berjalan keluar
Astrella melihat para pembantu yang sedang mengobrol di dapur, sambil tersenyum. Astrella berjalan mendekat, lalu mendengar beberapa perkataan mereka, jadi Astrella berhenti sejenak
Pembantu
"Baru kali ini aku melihat nona secara langsung. Benar-benar cantik. Sangat ramah dan murah senyum"
"Ya, meskipun tuan muda terlihat dingin, tapi nona itu tak dingin sama sekali"
"Benar! pasang yang sangat cocok sekali! aku sangat beruntung berkerja di sini"
"Ya, meskipun tuan jarang ke Singapura.. tapi kali ini aku benar-benar senang sekali. Aku melihat tuan dan nona serta bayinya!"
Astrella tersenyum dan berjalan ke arah dapur. Spontan para pembantu itu kaget dan langsung menunduk
Astrella: "Hm? siapa bilang kalian tak boleh mengobrol di jam kerja? kalian tak perlu minta maaf. Kalau kalian suka mengobrol, kenapa engga?"
Pembantu: "Nona.. terimakasih"
Astrella: "Tak perlu sungkan, kalian pun bisa istirahat kapan saja. Tak perlu berkerja terus, oke?"
Pembantu: "Tapi.. bagaimana dengan tuan? dia bisa marah nantinya"
Astrella: "Hm? tak perlu takut. Aku bisa ngomong hal ini dengan Karlezo. Jadi.. lakukan lah sesuka kalian"
Pembantu itu merasa sangat senang. Tak hanya melihat Astrella, tapi mereka bisa mengobrol bersama
Astrella menyuruh mereka untuk istirahat di rumah belakang villa. Pembantu itu menuruti Astrella dan berterimakasih
"Astrella! Astrella!"
Tiba-tiba Astrella mendengar seseorang yang memanggil namanya. Tapi, suara itu tak lain adalah suara Karlezo
Astrella segera berlari menuju kamar dan melihat ke arah Karlezo. Karlezo sedang duduk menyandar di kepala ranjang
Astrella menghampiri Karlezo dan melihatnya sekilas
Astrella: "Kamu ga istirahat? kenapa kamu manggil-manggil?"
__ADS_1
Karlezo: "Ugh.. sakit Astrella"
Astrella: "Sakit? sakit apa? bagian mana yang sakit?"
Karlezo: "K-kepala.. ugh, sakit banget"
Astrella: "Kok bisa? sebentar kamu tunggu disini dulu. Aku ambil obat"
Astrella segera pergi ke dapur dan mencari-cari obat. Sesegera, setelah menemukan obat tersebut, Astrella mengambil segelas air dan pergi menemui Karlezo
Astrella: "Kamu makan obatnya dulu"
Karlezo meletakkan obat pereda sakit itu ke dalam mulutnya. Astrella memberikan segelas air dan Karlezo mengambil nya.
Tapi.. tiba-tiba
PPRRANK
Gelas berisi air untuk jatuh ke lantai dan pecah. Astrella tak mempedulikan hal itu. Dengan cepat Astrella membawa segelas air dan membantu Karlezo untuk minum
Astrella melirik ke arah Karlezo sekilas. Karlezo tampak sedikit lebih baik. Ia tak lagi merintih kesakitan
Astrella berniat untuk membereskan pecahan gelas itu, tapi tiba-tiba Karlezo menarik tangan Astrella
Karlezo: "Tunggu.. jangan pergi dulu. Temani aku disini bentar aja, ya?
Jangan pergi sebelum aku tidur"
Astrella: "Tapi, aku mau bereskan-"
Karlezo: "Please.. temani aku. Ga perlu ngurusin yang lain"
Astrella: "Huffft.. oke, aku disini. Aku jagain kamu dan nungguin kamu sampai tidur, jadi istirahat dulu ya"
Astrella duduk di samping Karlezo, tapi Karlezo ingin agar Astrella berbaring di sebelah nya
Tanpa membantah sedikit pun, Astrella menuruti keinginan Karlezo. Karlezo terus memeluk Astrella dengan erat
Sejujurnya Astrella tak tahu mengapa Karlezo bisa seperti itu. Tapi, mungkin itu karena faktor kelelahan
Astrella tak ingin terjadi sesuatu kepada Karlezo untuk yang kedua kalinya. Astrella yang berbaring di samping Karlezo, terus mengelus wajah Karlezo.
Astrella: "Ga akan terjadi apa-apa kan? liburan kali ini ga mungkin berantakan kan?
Keep strong Astrella!
Kamu harus bisa ngelindungi orang terpenting!
Ntar lagi.. harus ngurusin Averano
Terus.. ya buat sesuatu untuk Karlezo"
Kali ini, Karlezo sedikit berbeda dari biasanya. Tapi, mungkin itu hanya sebuah kebetulan. Apa mungkin sesudah sadar dari masa kritis nya.. Karlezo menjadi berbeda?
__ADS_1
Walaupun tak terlihat sekarang, tapi Astrella meyakini bahwa sifat dan sikap Karlezo bisa berubah. Tapi, lihat saja untuk kedepannya. Siapa yang bisa menebak nasib seseorang? Jadi.. Astrella hanya bisa berharap yang terbaik saja untuk Karlezo
Astrella: "Gimanapun kamu selanjutnya.. aku tetap cinta kamu, Karlezo"