Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Nggak, kamu salah!


__ADS_3

Karlezo: "Astrella.. k-kamu kok gitu? kenapa kamu jadi kasar? aku cuma.. mau hapus air mata kamu aja, ngga lebih"


Astrella: "Nggak usah, aku bisa sendiri"


*Menghapus air mata secara kasar*


Karlezo: "Yaudah.. kalau gitu, aku bantu kamu ngurusin Averano aja, kamu kalau mau istirahat.. ga papa"


Astrella: "Nggak, kamu pergi dari hadapan aku sekarang. Aku.. aku.. untuk sekarang aku ga mau lihat kamu dulu, please"


Mendengar suara dan ucapan Astrella, hati Karlezo seperti tergoyahkan. Nada suara Astrella seperti mengisyaratkan bawa dirinya sedang memohon


Entah mengapa.. sekarang hati Karlezo ibarat kayu yang bisa rapuh. Ibarat gelas yang jatuh lalu pecah. Ya, hatinya tak bisa menolak Astrella


Untuk itu, Karlezo hanya menggangguk kan kepalanya dan mulai berjalan perlahan keluar dari kamar. Ia menutup pintu dan mulai menjauhi ruangan itu


Karlezo meraba kantung celananya. Ia menggenggam barang di kantung itu perlahan, dan tersenyum lembut


Karlezo: "*Setelah lihat barang ini.. kamu masih marah ga Astrella?


Aku harap aku bisa ngeliat senyuman manis kamu lagi.


Bukan marah bukan kasar, tapi.. aku cuman menguji kamu. Kamu tetap cinta aku, kan?"


Karlezo berjalan ke arah dapur dan menoleh ke arah kiri dan kanan, atas dan bawah. Ia mencari obat untuk Astrella


Karlezo terus mencari-cari, dan akhirnya ia menemukan obat nya. Kemudian ia mengambil nya dan berusaha membuatnya


Ya, obat untuk menghilangkan mabuk. Tapi, sebelum itu, Karlezo masih ingin mengetahui sesuatu dari Astrella saat ia sedang mabuk


\=\=\=\=\=\=


10 Menit Kemudian


Karlezo berjalan meninggalkan dapur, dengan membawa semangkuk obat. Perlahan, ia menuju ke kamar dan mulai membuka pintu


Sungguh, apa yang dilihat Karlezo saat ini, membuatnya sangat-sangat tersentuh.


Di sana, tepatnya di ranjang, Astrella sedang berbaring dan memeluk Averano di samping nya


Astrella tampak tertidur nyenyak. Begitu pun dengan Averano. Tapi, sayangnya di wajah Astrella, raut nya tampak kesal


Sangat-sangat kelihatan, seperti tidak tenang. Karlezo menghampiri Astrella dan meletakkan obat itu di atas meja, di sebelah ranjang


Tiba-tiba, setetes air menetes dari mata Astrella, dan kemudian mengalir. Spontan, Karlezo terkejut

__ADS_1


Tangan Karlezo mulai meraih wajah Astrella, dan mengusap air mata itu. Tiba-tiba saja, Astrella terbangun dalam keadaan seperti


orang kaget


Karlezo tampak sangat heran. Astrella mencoba bangun dan duduk, meskipun ia masih dalam keadaan setengah tidak sadar


Karlezo: "Kamu kaget ya sayang? maaf kalau aku ganggu tidur kamu. Aku cuman mau kasih kamu obat aja"


Astrella: "K-Karlezo? kau.. kapan kau pulang? aku sudah menunggu mu sangat lama"


Karlezo langsung menaikan alisnya. Apa yang Astrella bilang, seperti orang yang ngelantur. Tapi, tampak nya Astrella sedang mengigau


Karlezo: "Kamu bicara apa? aku udah ada di depan kamu. Dan aku juga udah pulang dari tadi kan"


Astrella: "Kau tahu apa? aku.. aku terkadang benci pada sifatmu. Kau seakan-akan terus menekan ku. Tapi disisi lain, aku benar-benar mencintai mu. Secara sadar dan tidak sadar, aku tidak suka dan cemburu. Bukan berarti, kalau kamu tuan muda Perusahaan Lio.. kamu bisa seenaknya saja. Kau.. kau tetap milikku kan?"


*Mengigau*


Karlezo tersenyum sejenak dan mengelus puncak kepala Astrella, serta mengecup kening nya


Karlezo: "Lucu sih.. kalau kamu kayak gini, kamu pasti bicara jujur"


Astrella merasa peka dan mulai sadar, bahwa ia berbicara tak jelas di depan Karlezo. Astrella langsung mengedipkan mata nya dan terus menggeleng kan kepalanya


Astrella: "Karlezo?"


Karlezo: "Ya, ini aku. Sekarang kamu minum obat ini, biar rasa mabuk kamu hilang total dan kamu sadar sepenuhnya"


Karlezo mengambil mangkuk di atas meja itu, dan menyodorkan nya di depan Astrella


Perlahan Astrella menyentuh mangkuk itu dan mulai minum. Tak lepas dari pengawasan Karlezo, yang terus membantu nya untuk memegang mangkuk itu


Tak lama, obat dalam mangkuk itu habis. Astrella sudah menjadi lebih baik. Karlezo kembali meletakkan mangkuk itu di meja


Astrella: "M-Makasih"


Karlezo: "Ga usah sungkan gitu. Kita udah nikah, ga perlu bilang makasih"


Astrella: "Yaudah aku mau balik tidur"


Karlezo: "Sebentar, aku mau jelasin soal kejadian tadi-"


*Terbata*


Astrella: "Cukup ya, ga perlu dibahas lagi. Aku ga mau tahu kesenangan kamu sama cewek. di luar sana"

__ADS_1


Karlezo: "Maksud kamu apa? aku ga beneran ngelakuin hal itu kok"


Astrella: "Oh yaudah, kalau gitu ga ada lagi yang perlu dibahas"


Karlezo: "Ngga, aku mohon tunggu sebentar. Please.."


Astrella: "Yaudah.. ga pake lama"


Karlezo mengeluarkan sesuatu dari kantung nya. Ya, sebuah kotak yang sangat elegan. Karlezo mulai membukanya perlahan dan..


Kilauan jam itu terpancar di mata Astrella. Ya, barang yang Karlezo mau berikan adalah jam tangan


Barang yang ada di pelelangan, dan hanya diproduksi sebanyak 3 pasang saja. Salah satu nya itu milik Karlezo dan Astrella


1 kotak itu berisi 2 buah jam, yang sedikit berbeda model nya. Satu untuk laki-laki dan satunya untuk perempuan


Astrella: "Ini.. barang yang ada di pelelangan kan? k-kamu.."


*Tak menyangka*


Karlezo: "Ya, Happy Anniversary sayang. Aku tahu sebelumnya, memang perkataan aku kasar. Tapi aku ga ada maksud apa pun. Aku udah rencakan hal ini. Dan pas kamu pulang, aku membeli jam tangan ini, sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita"


*Tersenyum*


Astrella tak menyangka, Karlezo akan berbuat seperti itu untuk dirinya. Spontan hal itu membuat Astrella tiba-tiba memeluk Karlezo dengan erat dan mulai menangis


Astrella: "Kenapa? kenapa kamu tega ngelakuin hal kayak gitu? aku udah kepikiran, kalau kamu udah ga mau sama aku lagi! hiks.. hiks.."


*Terisak*


Karlezo: "Ya.. aku cuman mau kasih sesuatu yang berbeda aja buat kamu"


Astrella: "Ya, tapi ga gitu caranya! aku terus berpikir.. kalau kamu udah benci sama aku!"


Karlezo: "Benci? ingat ya sayang! aku tegaskan lagi dan lagi, kalau aku ga bakal pernah benci kamu. Aku sayang dan cinta sama kamu. Dan aku janji kedepannya ga akan buat hal konyol seperti ini lagi"


Astrella dibuat terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Karlezo mendorong bahu Astrella perlahan, dan meraih tangan Astrella, serta memakaikan jam tangan itu di pergelangan tangan Astrella


Karlezo: "Udah.. jangan sia-sia kan air mata kamu terus. Hari ini.. kamu udah beberapa kali menangis, oke?"


Astrella: "Iya.."


Karlezo menghapus air mata Astrella dan mengecup kening nya. Setelah itu, Astrella melihat jam tangan lainnya, dan memakai kan di pergelangan tangan Karlezo


Kini, jam tangan mereka sudah sepasang. Milik Astrella dan milik Karlezo

__ADS_1


__ADS_2