
"Pergi bareng yok!" ucap Vio
Astrella hanya menatapnya dan terdiam. Astrella pun menggeleng kan kepalanya dan berjalan dengan lambat.
"Ayo lah, jarak ke universitas cukup jauh lho!" ucap Vio
"Ga usah, aku bisa sendiri kok, makasih udah repot-repot" ucap Astrella
"Ga papa kali, ayo pergi bareng" ucap Vio
"Ga perlu, Vio" ucap Astrella
Vio pun menarik tangan Astrella, sehingga Astrella terjatuh di dalam mobil Vio. Astrella sedikit terkejut dengan tindakan Vio. Astrella hanya bisa terdiam
"Udah lah, kita juga 1 universitas" ucap Vio
"Makasih" ucap Astrella
Mereka pun pergi ke universitas naik mobil Ferrari Vio.
Vio adalah anak orang konglomerat di kota itu. Mobil itu diberikan ayah nya saat Vio masih SMA. Tapi, Vio tidak pernah memakai nya, dan baru dipakai saat masuk universitas
Di perjalanan, mobil Karlezo berpapasan dengan mobil Vio. Pandangan Karlezo melihat sekilas bahwa, Astrella ada di mobil itu bersama lelaki di malam kemarin.
Karlezo masih belum mengetahui jati diri Vio. Diri Karlezo berusaha menahan amarah di dalam mobil itu. Karlezo langsung menginjak gas dan mengendarai mobil dengan sangat cepat
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di depan universitas, Astrella langsung turun dan Vio pergi memarkirkan mobilnya. Vio pun menghampiri Astrella. Vio hanya melihat raut wajah Astrella yang penuh kesedihan
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Vio
"Ga papa kok" ucap Astrella yang memasang senyum di wajahnya
"Yang bener napa?" ucap Vio
"Beneran kok, ga papa" ucap Astrella berusaha meyakinkan Vio
Vio langsung memeluk Astrella dengan satu tangan nya. Vio menghela nafas dalam. Astrella tidak menolak pelukan Vio itu, tapi tidak juga membalas pelukannya
"Kamu tuh kalo ada masalah cerita aja, ngapain ditutup tutupin? meskipun kita udah putus setahun yang lalu, kita kan tetap sahabat. Kita dari kecil udah dekat" ucap Vio
Astrella tidak menjawab nya. Tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Astrella. Vio hanya bisa memeluk Astrella dan mengelus kepala nya
Kejadian tanpa disadari, mobil Karlezo itu melintasi universitas Astrella dan berhenti. Awalnya Karlezo mau langsung pergi ke perusahaan. Tapi, Karlezo khawatir akan keadaan Astrella. Maka dari itu, Karlezo memutar balik.
Tapi, apalah daya.. Karlezo menyaksikan Astrella sedang berpelukan dengan Vio.
Astrella pun melirik ke arah keluar. Astrella terkejut melihat adanya Karlezo disana. Dengan cepat Astrella mendorong Vio.
"K-Karlezo! i-itu.." ucap Astrella yang terbata-bata
Tapi Karlezo menatap Astrella dengan senyuman tipis, seakan kecewa berat. Karlezo langsung menginjak gas dan pergi dengan cepat
Astrella tidak bisa mengejar Karlezo. Astrella pun berlari ke dalam universitas dan masuk ke toilet. Astrella mengunci pintunya dan menangis di dalam
"Karlezo.. kenapa kamu ga mau dengarin dulu.. ngomong sedikit kenapa? masalah si Vio kah?" ucap Astrella dalam hatinya
Astrella menangis tanpa suara. Hatinya terasa sakit dan sangat perih. Astrella tidak tahu apa yang harus dilakukan nya.
__ADS_1
Setengah jam Astrella menangis, Astrella pun keluar dari kamar mandi. Di depan, sudah ada Vio yang menunggu nya
"Karlezo itu siapa nya kamu?" tanya Vio
"Ga, bukan siapa-siapa" ucap Astrella
"Jangan bilang lagi, kalo kamu tuh cuma ada hubungannya kontak kerja sama" ucap Vio
"Engga" ucap Astrella
"Hubungan kamu sama Karlezo itu lebih dari teman ya?" tanya Vio
"Yah.. gitu lah" ucap Astrella
"Apanya yang gitu lah? dia tuh perhatian banget sama kamu, kamu juga langsung dorong aku begitu kamu liat ada dia di depan universitas" ucap Vio
"D-dia.." ucap Astrella
"Siapa?" tanya Vio
"Dia.. huh.. aku udah nikah sama dia" ucap Astrella
"Nah! gitu kan enak ngomong langsung, yaudah tuh, dia cemburu berat" ucap Vio
"C-cemburu? dari kemarin malam?" tanya Astrella dalam hatinya
"Udahlah, kita ke kelas dulu" ucap Vio
Dari jauh seseorang memanggil Astrella, Astrella pun menghampiri nya
__ADS_1
"Kamu tuh! aku dari tadi cariin, aku kira kamu hilang" ucap ......