
Karlezo: "Sayang.. kamu hamil?!"
*Terkejut*
Astrella: "I-iya, aku juga ngga tahu. Aku baru aja ngecek"
Karlezo: "Oh? jadi ini alasan kamu pergi keluar pagi-pagi? untuk beli testpack? gitu?"
Astrella: "Iya.. soalnya aku ngerasa ada yang berbeda aja di perut aku"
Karlezo: "Kamu.. ini serius kan? kamu ngga main-main kan?"
Astrella: "Ngga.."
Cup
Karlezo langsung mengecup bibir Astrella dan memeluknya. Tampak senyuman bahagia di wajah Karlezo
Karlezo: "Terimakasih sayang! aku ngga nyangka bakal tiba juga hari ini"
Astrella: "Ya, aku juga ngga nyangka sama semua ini. Aku sendiri juga kaget.."
Karlezo: "Yaudah, sebentar kita ngecek sama dokter pribadi aku aja. Aku tanyain dia dulu ya. Kamu pergi ke kamar aja dulu"
Astrella berjalan menaiki anak tangga, dan pergi ke kamar. Ia duduk di tepi ranjang dan menatapi Averano yang sedang memegang botol susu, di tengah-tengah ranjang
Averano duduk dan memperhatikan Astrella sejenak. Averano menarik botol susu itu dari mulutnya
Averano: "Mama!"
Astrella: "Sini sayang, mama peluk sebentar ya. Kamu lucu banget"
Averano melepaskan botol itu, dan merangkak ke arah Astrella. Averano jadi tersenyum, setelah melihat Astrella yang tertawa kecil
Astrella: "Mama gendong bentar ya"
*Menggendong dan memeluk sejenak*
Averano: "Mama.. main"
Astrella: "Main? bukannya udah main yah sama papa?"
Averano tampak sedikit marah. Astrella pun meletakkan Averano kembali di ranjang. Averano duduk, dan Astrella mulai bermain dengannya
\=\=\=\=\=\=\=
20 Menit kemudian
Karlezo menaiki anak tangga, dan berjalan masuk ke kamar. Karlezo melihat Averano yang sedang tertawa kecil
Karlezo: "Lagi main yah?"
Astrella: "Iya, dari tadi dia ngga mau berhenti main"
Karlezo: "Oh iya, kita pergi ke rumah sakitnya aja. Kebetulan juga, dia lagi ada di kota ini. Karena biasanya dia suka pergi-pergi"
Astrella: "Oh yaudah, mau pergi kapan?'
Karlezo: "Sekarang? kalau bisa, kenapa harus ditunda?"
Astrella: "Hm, oke boleh juga. Kamu tunggu di mobil dulu aja, aku urus Averano bentar"
Karlezo: "Yaudah"
Karlezo keluar kamar dan menuruni anak tangga. Ia berjalan keluar rumah dan menunggu di mobil
__ADS_1
Astrella mengambil botol yang berisi air putih, dan memberikannya kepada Averano. Setelah itu, Astrella menggendong Averano dan menuruni anak tangga dengan hati-hati
Astrella berjalan keluar rumah, dan menutup pintu serta menguncinya. Kini mereka bisa jalan ke arah tujuan mereka
Astrella: "Rumah sakitnya jauh ngga sih?"
Karlezo: "Ngga kok, kenapa? perut kamu sakit? atau ada yang salah?"
Astrella: "Ngga.. bukan.. tapi perasaan aku ngga enak aja"
Karlezo: "Hm? kenapa?"
Astrella: "Yah.. aku ngga tahu juga"
Karlezo: "Aku percaya semua akan baik-baik aja. Jadi.. ngga perlu khawatir yah?"
*Mengelus puncak kepala Astrella*
Astrella: "Iya.."
Tak lama, mereka sampai tepat di depan rumah sakit itu. Bangunan nya sangat elit, bisa dibilang begitu
Astrella: "Ini tempatnya?"
Karlezo: "Iya, biasa sih dokter nya yang bisa diandalkan. Dari dulu dia jadi orang kepercayaan aku"
Astrella: "Oke juga"
Averano: "Papa!"
Karlezo: "Hm? kenapa Averano?"
Averano: "Rumah.. sakit!"
Karlezo: "Ya, ini rumah sakit. Kamu pinter banget"
Zario: "Karlezo?"
Karlezo: "Kebetulan juga kamu udah ada di sini. Jadi ngga repot nyariin kamu lagi"
Zario: "Btw.. itu anak kamu? kok lucu banget? mirip banget sama kamu"
Karlezo: "Ya iyalah mirip aku. Dia kan anak aku, masa mirip anak orang lain?"
Zario: "Yah.. udahlah, ngga perlu lama-lama lagi. Sekarang kalian ikuti aku, oke?"
Zario membawa mereka, berjalan ke ruang pribadinya. Dimana alat-alat nya serba lengkap dan ruangannya juga luas
Zario: "Oke.. seperti yang kamu bilang tadi, istri kamu lagi hamil kan? dan kamu mau ngecek kan?"
Karlezo: "Ya, ngga ada salahnya"
Zario: "Oke, silahkan kita bisa mulai"
Astrella: "Kamu gendong Averano dulu ya"
*Menyerahkan kepada Karlezo*
Karlezo duduk di kursi, sementara Astrella mulai melakukan pengecekan. Semuanya berjalan secara tahap demi tahap
\=\=\=\=\=\=
Tak lama, pengecekan selesai dilakukan. Astrella kembali dan duduk di sebelah Karlezo. Aneh nya, perasaan nya kacau dan tak bisa terkontrol
Zario duduk di depan Karlezo dan Astrella, sambil memperhatikan hasil tes. Jujur saja, Karlezo sedikit bingung melihat wajah Zario itu. Tampak nya ada sedikit yang aneh
__ADS_1
Karlezo: "Kenapa Rio? Bayinya sehat-sehat aja kan? kenapa kamu merhatiin hasil tes itu terus menerus?"
Zario: "Maaf, tapi aku harus menyampaikan ini semua. Entah kalian bisa menerimanya atau tidak. Yang pasti aku harus sampai kan hal yang sangat penting ini, oke?"
Zario menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Ia menatap Karlezo dan Astrella dengan serius
Zario: "Usia kandungan nya.. sudah mencapai 10 Minggu. Tetapi.."
*Terbata*
Karlezo: "Tapi kenapa?"
Zario: "Maaf, ada masalah dengan kondisi Astrella. Dan.. ada hal yang lebih fatal lagi"
Karlezo: "Maksud nya?"
Astrella menatap Karlezo dengan sangat sedih. Cobaan apa yang harus diderita nya lagi kali ini?
Zario: "Gini.. dalam tubuh Astrella, ada racun yang efeknya sangat berbahaya untuk jangka panjang nya. Mungkin untuk sekarang, dia memang masih baik-baik aja"
Karlezo: "Bagaimana mungkin?"
*Terkejut*
Astrella: "Tapi.. aku.."
Zario: "Mungkin kamu memang ngga pernah nyentuh racun. Kamu juga ngga mungkin minum racun. Tapi, racun itu timbul dari penyakit yang kecil"
Astrella: "Tapi aku ngga sakit. Aku baik-baik aja"
Zario: "Untuk masalah itu.. ngga bisa dipastikan. Tapi yang jelas ada racun yang cukup membahayakan"
Karlezo: "Lalu.. kalian pasti bisa mengeluarkan racun itu kan?"
Zario: "Maaf, bukan kami menolak. Hanya saja, racun ini aku ngga pernah tahu jenisnya. Dan berdasarkan tes, racun ini bisa merenggut nyawa 1 orang. Entah itu tergantung keputusan kalian saja"
Karlezo: "Terus.. ngga ada jalan lain yang lebih pasti?"
Zario: "Sebenarnya, jika dilihat-lihat.. racun ini bisa dikirim ke janin itu. Tapi kembali lagi, itu tergantung keputusan kalian"
Karlezo: "Mengirimkan racun itu ke janin?
Tidak! untuk hal itu aku ngga bisa"
Zario: "Lalu.. racun itu bisa terus berkembang dan akhirnya bisa berbahaya buat Astrella sendiri. Yah.. meskipun penyebaran racun itu sangat lambat, tapi.. cepat atau lambat itu akan berbahaya, oke?"
Karlezo: "J-Jadi..?"
*Gemetaran*
Zario: "Aku sarankan lebih baik.. mengirimkan racun itu pada janin tersebut. Dan.. kalau kondisi janin nya melemah, berarti harus dilakukan aborsi"
Astrella: "T-tidak! aku mau melindungi anakku!
Aku ngga peduli! yang jelas aku ngga mau sampai itu membahayakan anakku!"
*Mata berkaca-kaca*
Zario: "Tapi.."
Astrella: "Tidak!"
*Air mata menetes*
Astrella langsung berdiri dan meninggalkan tempat duduk. Ia berjalan cepat, pergi keluar dan menangis sejadi-jadinya
__ADS_1
Astrella: "Kenapa?! semua ini.. terjadi?!"