
Pagi sudah menjelang siang. Astrella masih menetap di perusahaan. Sedangkan Karlezo masih sibuk dengan urusannya
Karlezo: "Ga mau pulang ke rumah? istirahat gitu?"
Astrella: "Ga usah"
Karlezo: "Kecapean nanti gimana?"
Astrella: "Ya ngga lah, aku udah yakin bisa ikut ke perusahaan jadi ga papa"
Karlezo: "Mau makan dulu?"
Astrella: "Tunggu kamu aja biar sekalian makannya, aku masih belum lapar"
Karlezo: "Yakin? ga lapar tuh?"
Tiba-tiba..
KRRRUKK KKRRUK
Astrella langsung terdiam. Perutnya sudah sangat keroncong. Karlezo yang menyadari hal itu tersenyum melihat Astrella
Karlezo: "Tuh udah aku bilangin juga, tunggu ntar aku pesankan makanan"
Astrella: "Oke.."
Tak lama makanan yang dipesan pun datang. Karlezo memberikan makanan itu kepada Astrella, Astrella pun makan duluan
Karlezo masih belum makan, ia masih saja sibuk. Entah kenapa tampaknya hari ini kegiatan nya sangat padat
Tak seberapa lama, makanan milik Astrella pun habis. Astrella melihat Karlezo yang belum makan, ia pun mempunyai inisiatif. Astrella membuka makanan Karlezo dan mengambil sendok. Melihat itu, tampaknya Karlezo salah paham
Karlezo: "Masih belum kenyang yah sayang? lapar banget yah?"
Astrella: "Kagak lah, lapar gimana pun ga mungkin aku ambil makanan kamu. Aku nyadar diri juga kali"
Karlezo: "Terus.. itu buat apa?"
Astrella: "Buat nyuapi kamu lah, kamu dari tadi sibuk mana bisa makan. Sekarang buka mulut"
Karlezo sedikit heran melihat tindakan Astrella. Tak biasanya Astrella begini. Mungkin ini yang pertama kalinya Astrella menyuapi Karlezo. Karlezo mengerjai Astrella sedikit
Karlezo: "Kamu nyuapi pake mulut aja, ga usah pake sendok"
Astrella langsung melongo mendengar perkataan Karlezo. Mana mungkin ia menyuapi Karlezo dengan mulut nya sendiri
Astrella: "Ga ga ga, udah ada sendok kenapa harus pake mulut segala?"
Karlezo: "Hahaha.. ekspresi kamu ga usah gitu juga kali. Ngetes aja tadi, sensitif banget jadi orang"
Astrella: "Udah ga usah ngomong, makan dulu nih.. buka mulut"
Karlezo: "Romantis juga, ini ga ada maunya kan sayang?"
Astrella: "Astaga.. makan dulu lah, ga ada maunya kok ini"
Akhirnya, Karlezo pun makan dengan bantuan Astrella yang menyuapinya. Diam-diam Karlezo sangat senang dengan perilaku baik dari Astrella
Tak lama setelah makan, handphone milik Karlezo pun berbunyi. Karlezo pun menjawab telepon nya. Nomor nya terasa tak asing bagi Karlezo
Karlezo: "Ya?"
"Ini dengan Karlezo, kan?" ucap orang itu
__ADS_1
Karlezo: "Ya, dengan saya sendiri.. ini handphone papa saya, bukan?"
"Iya, kami menemukan nya di luar bangunan tua" ucap orang itu
Karlezo: "Terus.. papa saya ada di mana? kok orang lain yang pegang handphone nya?"
"Hm.. begini, kami belum pasti juga.. yang jelas kami menemukan handphone ini" jelas orang tersebut
Karlezo: "Oh, yaudah kamu kirim lokasi nya.. sebentar saya pergi ke sana"
"Baik" ucap orang itu
Karlezo pun dengan cepat berdiri dan mengambil jas nya lalu memakainya. Astrella tampak heran
Astrella: "Kamu mau pergi kemana?"
Karlezo: "Ada urusan sebentar, aku perlu datang ke sana"
Astrella: "Aku ikut"
Karlezo: "Mending ngga deh.. takut nya bahaya disana"
Astrella: "Ga papa, aku mau ikut"
Karlezo mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Mau tak mau Karlezo menyetujui nya
Karlezo: "Yaudah, ayo pergi sekarang"
\=\=\=
Sesampainya di sana, mereka hanya melihat bangunan yang tampak sangat tua. Tidak hanya tua tapi sangat kumuh. Seperti nya sudah lama tak ditinggali oleh orang
Karlezo pun mencari orang yang tadi menelepon nya. Orang tersebut berada di depan bangunan itu
Karlezo: "Iya? benar"
"Ini handphone papa kamu tadi ada di luar, jadi ini saya kasih ke kamu" ucap orang itu lalu memberikan handphone tersebut
Karlezo: "Oh, oke"
"Karena saya ada urusan mendadak jadi saya pergi dulu ya" orang itu pun pergi
Sebenarnya, Karlezo tak mengenal orang itu. Tapi, tampak nya orang itu tinggal di sekitar sini
Tak perlu menunggu lama, Karlezo dan Astrella pun masuk ke bangunan itu, dan..
Karlezo langsung tertegun melihat orang yang ada di sana tergeletak mati dan berlumuran darah. Tampak sangat tidak asing bagi Karlezo
Dan orang itu adalah orang tua Karlezo. Ya, papa mamanya sendiri. Sepertinya sebelum masuk ke dalam, handphone papanya jatuh diluar
Tapi, siapa yang berbuat seperti ini?
Air mata Karlezo langsung mengalir. Astrella terkejut dengan keadaan disana
Di tubuh orang tua Karlezo, terdapat banyak tusukan. Mati dengan cara yang tragis seperti itu. Karlezo menjadi sangat marah
Tiba-tiba, terdengar langkah kaki yang semakin dekat
TAK TAK TAK
Astrella: "S-siapa?!"
Vendra: "Menarik juga"
__ADS_1
Karlezo langsung menatap tajam orang itu. Karlezo mengepalkan tangannya. Amarahnya sudah tak tertahankan
Ya, orang itu adalah Vendra Edera. Siapa dia? sebelumnya orang itu yang menelepon Listra, dan dialah pacar Listra
\=\=\=\=
Vendra Edera
Putra ke dua dari tiga bersaudara. Seorang CEO Perusahaan Edera. Orang tuanya sudah meninggal sewaktu ia masih kecil. Saudara nya tinggal di negara yang berbeda-beda
Vendra Edera, orang yang dulu kenal dengan Astrella, lebih tepatnya kakak kelas Astrella sewaktu masih SMA
Suatu kali, Vendra pernah menyatakan perasaannya kepada Astrella. Tapi sayangnya ia ditolak
Seiring berjalannya waktu, Vendra mengetahui kabar bahwa Astrella sudah menikah dengan Karlezo, CEO Perusahaan Lio
Vendra menjadi sangat geram. Ia memutuskan untuk menghancurkan keluarga Karlezo Lio
Tak hanya itu, ada juga orang yang mempunyai niat yang sama dengan nya, yaitu Listra Claretta
Mereka bertemu pertama kalinya di jalan. Waktu itu, tak sengaja Vendra menabrak Listra
Dari situ mereka berkenalan, dan setelah lama kenal.. mereka pun terbuka untuk menceritakan masalah mereka
Ya, mereka punya tujuan yang sama persis. Akhirnya mereka memutuskan untuk berkerja sama
Itulah sebabnya, waktu itu Listra sempat berkerja di perusahaan Karlezo. Tapi semuanya tak berlangsung lama, karena niat jahat Listra diketahui oleh Astrella
\=\=\=\=
Vendra: "Cepat juga datang nya, ini orang tua kamu ya Karlezo?"
Astrella: "Ini.. ulah kamu?!"
Vendra: "Ulah aku? kamu yakin? ga salah tebak tuh?"
Karlezo merasa sangat kesal. Tapi, semuanya sudah dipersiapkan oleh Vendra. Berbagai cara licik sudah disusun oleh Vendra dengan sangat baik
Astrella: "Kamu ga punya hati ya?! bisa-bisanya kamu ngelakuin hal ini"
Vendra: "Mau pura-pura ga tahu atau gimana?"
Astrella: "Apa maksud kamu?!"
Vendra: "Bukannya kamu yang suruh aku ngelakuin hal ini ya?"
Karlezo langsung tertegun mendengar hal itu, tak mungkin Astrella yang merencanakan hal seperti ini
Astrella: "Apa-apaan sih kamu?!
Vendra: "Mau bukti Karlezo? aku bisa kasih lho, sekarang coba buka handphone kamu Astrella"
Astrella pun membuka handphonenya dan di dalam handphone Astrella terdapat chat nya dengan Vendra
Astrella sendiri juga tak tahu mengenai chat itu. Tapi, Vendra yang membuat semuanya itu. Vendra melacak nomor Astrella dan memasukkan pesan-pesan yang licik, membuat seakan-akan Astrella yang menyuruh nya untuk membunuh orang tua Karlezo
Astrella: "I-ini.. aku ga ngelakuin hal ini"
Vendra: "Buktinya aja ada lho"
Karlezo pun mengambil handphone Astrella dan langsung terkejut melihat chat tersebut. Tapi, Karlezo tahu benar Astrella orang yang seperti apa
Astrella: "K-Karlezo.. aku ga ngelakuin hal ini.. beneran, aku juga ga tahu"
__ADS_1