
Astrella tampak senang, makanan yang ia masak habis dimakan oleh Karlezo. Walaupun awalnya Karlezo melakukan kesalahan kecil
Astrella: "Udah kenyang kan? sekarang aku mau cuci piring, dan kamu bisa duduk dulu di sofa, tunggu sampai makanan di perut kamu turun oke?"
Karlezo: "Kan ada pembantu, terus kenapa kamu harus cuci piring sendiri?"
Astrella: " Ya.. ga papa lah, aku kan cuma mau ngelakuin ini aja. Ntar kalau ada perkerjaan lainnya, baru diserahkan sama pembantu"
Karlezo: "Ngga, ntar kamu kerja terus sampai kecapean gimana?"
Jujur saja Astrella langsung melongo, mendengar ucapan Karlezo. Masalahnya, jawaban Karlezo seperti mengisyaratkan kalau ia tidak suka dengan sudut pandang Astrella
Astrella: "Ta-tapi.. kalau cuci piring aja ga mungkin langsung capek kan?"
Karlezo: "Engga! pokoknya aku ga mau kamu ngelakuin hal-hal gitu"
Astrella: "Ya, sebentar aja ga pa-"
*Terhenti*
Cup
Karlezo mengecup bibir Astrella. Spontan Astrella tak bisa bicara lagi. Karlezo menatap Astrella dengan tatapan tak suka
Astrella: "Oke Karlezo! aku ga akan cuci piring oke? sekarang kamu masuk ke kamar dulu. Aku mau bicara sama pembantu dulu"
Karlezo: "Aku tunggu"
*Berjalan masuk ke kamar*
Astrella hanya bisa menghela nafas panjang, melihat keanehan Karlezo. Tiba-tiba seorang pembantu datang dari belakang Astrella
Pembantu: "Maaf, nona. Ga seharusnya saya mengabaikan pekerjaan saya"
Astrella: "Ah, ga papa kok. Lagi pula Karlezo nya aja yang agak badmood. Dan juga, saya minta tolong cuci kan piring itu ya"
*Menunjuk ke tempat cuci piring*
Pembantu: "Baik nona, semua yang ada di sini menjadi tanggung jawab saya sama yang lain. Saya akan pastikan villa ini tetap membuat tuan dan nona nyaman"
Astrella: "Makasih banyak ya, yaudah aku pergi dulu"
Pembantu: "Ga usah sungkan nona"
Astrella meninggalkan pembantu itu dan pergi ke kamar. Perlahan Astrella membuka pintu dan melihat ke arah Karlezo
Di tepi ranjang, Karlezo sedang duduk dan memandang ke arah handphone milik
Astrella
Astrella menghampiri Karlezo dan tiba-tiba Karlezo melirik ke arah nya
Astrella: "A-apa yang salah? kenapa tatapannya gitu?"
Karlezo: "Ini siapa? kamu bicara apa sama dia? kayaknya kamu dekat sama dia"
*Memperlihatkan chat di handphone Astrella*
__ADS_1
Astrella langsung terkejut. Ternyata Karlezo mempermasalahkan hal tersebut
Astrella: "Itu.. itu teman SMA aku. Katanya lusa ada reuni. Jadi, dia nanya aku mau ikut atau engga"
Karlezo: "Ini.. yang ngechat kamu cowok kan?"
Astrella: "I-iya lah, kamu ga lihat nama sama foto profil nya dia?"
Karlezo: "Sekarang juga kamu hapus chat ini, kalau perlu blokir nomor nya. Jangan pernah chat sama dia lagi"
Astrella: "Lha? kami kan cuma teman. Ga ada apa-apa. ya wajar aja lah kalau dia ngechat sama aku"
Karlezo: "Engga! aku ga mau tahu! kamu harus blokir dia!"
Astrella: "Astaga Karlezo, kamu yang bener aja lah. Lagian kamu tiba-tiba aneh gitu"
Karlezo: "Terserah! pokoknya aku ga suka!
ga mau!"
Astrella: "Emang nya kenapa? kamu kasih alasan yang jelas lah. Toh dia juga ngga aneh-aneh kok"
Karlezo: "Karena, aku.. a-aku"
*Ragu*
Astrella: "Aku? aku kenapa? ga mungkin lah kalau ga ada apa-apa kamu ga suka"
Karlezo: "Aku.. aku cemburu! aku ga suka kamu sama cowok lain! kamu cuma milik aku! ga ada yang boleh deketin kamu"
Karlezo: "Ya, pokoknya aku cemburu!"
Astrella: "Astaga.. sejak kapan kamu cemburuan gini? sejak kapan kamu manja? heran aku"
Karlezo: "Terserah kamu mau ngomong apa, yang jelas kamu cuman milik aku"
Astrella: "Iya iya. Capek aku adu mulut sama kamu terus. Toh aku ga bisa ngelawan kamu juga"
Karlezo: "Yaudah lah, sekarang kamu blokir dia! ga pake alasan"
Jujur saja, Astrella mengalah saja dan mengambil handphone nya dari tangan Karlezo
Sekarang Karlezo seperti anak kecil yang cerewet. Ada saja yang selalu dikomat-kamit mulutnya
Astrella: "Oke! aku blokir sekarang"
Karlezo: "Kamu kasih aku lihat lah. Kalau gitu aku ga bisa percaya"
Astrella: "Astaga.. nih lihat aku blokir!"
*Memperlihatkan*
Karlezo: "Iya, udah. Aku udah percaya*
Astrella: "Jadi.. ga marah lagi kan? soalnya kamu aneh aja sih kelihatan nya. Kamu jadi sensitif gitu"
Karlezo: "Hm, sensitif aja coba"
__ADS_1
Astrella: "Ya kamu beda aja gitu dari biasanya. Emang kamu lagi kenapa sih?"
Karlezo: "Beda? beda gimana?"
Astrella: "Yah.. kayak manja, terus emosian, dan yah.. gitu deh"
Karlezo: "Cih, manja sama istri sendiri emang nya ga boleh apa?"
Astrella: "Eh? bukan ga boleh Karlezo.. tapi, kamu ga kayak biasanya"
Karlezo: "Ish! serba salah terus. Ini salah itu salah"
Astrella semakin tak mengerti dengan jawaban Karlezo. Tambah lama tambah ngebantah. Ga bisa dilawan
Astrella: "Oke oke, dari pada kita berdebat ga jelas. Kamu bener!"
Karlezo: "Hm, ntar malam kita pergi ke pelelangan"
Astrella: "Hah? buat apa? kamu mau beli apa? m-mau beli cewe?"
Karlezo langsung geram mendengar ucapan Astrella. Mana mungkin ia sebodoh itu. Ada-ada saja pikiran Astrella
Karlezo: "Iya, aku mau beli cewe di sana. Hari ini ada pelelangan gadis yang masih muda"
Astrella: "Hah? serius? t-terus..?"
Karlezo: "Dasar bodoh! otak kamu isi apaan sih? ga mungkin lah aku beli cewe. Aku udah nikah sama kamu!"
Astrella: "Iya iya, aku cuman ngetes kamu aja. Barangkali kamu.. bosan sama aku"
Karlezo langsung membulatkan matanya. Karlezo mengapit kedua pipi Astrella dengan tangannya
Karlezo: "Astrella! aku ga akan pernah bosan sama kamu! jangan nanya pertanyaan ga penting ini lagi oke?"
*Geram*
Astrella: "I-iya iya, maaf"
Karlezo: "Yaudah.. sekarang aku mau mandi, aku udah gerah banget"
Astrella: "Ya mandi lah, perlu lapor sama aku apa?"
Karlezo: "Yah.. barangkali kamu mau mandi bareng"
Astrella: "No! ga mau! aku mau main sama Averano aja. Tuh di bangun udah, gara-gara kita ribut".
*Menunjuk ke arah Averano*
Karlezo: "Oh? yaudah lah, aku mandi dulu baru ntar main sama Averano"
Astrella: "Hm, sana mandi dulu lah kamu"
Karlezo melepaskan tangannya dari pipi Astrella. Karlezo masuk kamar mandi dan mulai mandi
Sementara Astrella berjalan ke dekat ranjang dan duduk di dekat Averano. Astrella terus tersenyum melihat bayi kecilnya
Astrella: "Bingung juga, kalau kamu cepat besar, ntar ga ada bayi lagi. Kalau kamu gini-gini aja kan ga mungkin. Yah, yang jelas tumbuh besar jadi kayak papa lah. Kamu pasti pintar dan disenangi orang-orang"
__ADS_1