
Karlezo: "DIAM!" *bentak*
Astrella langsung terkejut mendengar respon Karlezo. Tak mungkin Karlezo langsung percaya pada hal itu
Vendra: "Hm? suamimu sudah marah seperti itu.. apa yang bisa kau lakukan sekarang?"
Astrella: "Kau?! atas dasar apa kau bisa menjebak ku?!"
Vendra: "Menjebak? aku tak menjebak mu, itu buktikan ada di handphone kamu"
Karlezo menjadi sangat marah akibat kematian orang tuanya. Karna tidak tahan, Karlezo langsung memukul Vendra
BUUGGH BUUGHH
Karlezo: "Kau akan membayar semua ini"
Tatapan mata Karlezo penuh dengan kebencian. Astrella menjadi takut saat menatapnya
Karlezo langsung menelepon orang kepercayaan nya, Liam. Karlezo meminta agar Liam membawa orang dari perusahaan untuk mengurus hal tersebut
\=\=\=
Tak lama, Liam datang dan membawa sejumlah orang. Liam terkejut mengetahui orang tua Karlezo yang tergeletak di bawah dan sudah mati dengan tusukan yang banyak
Liam: "Tuan..?"
Karlezo: "Tangkap dia dan bunuh dengan cara yang lebih mengenaskan dari ini. Jangan lepaskan keluarganya"
*menunjukkan Vendra*
Karlezo menatap Vendra dengan dingin dan tajam. Vendra langsung takut akan hal itu. Dia salah bermain dengan orang
Vendra tak menyangka Karlezo mempunyai sisi yang begitu gelap. Apa yang harus dilakukan nya sekarang pun, dia tak tahu
Karlezo langsung pergi keluar dan naik ke mobil, Astrella pun mengikuti nya. Karlezo mengendarai mobil nya dengan perasaan yang sangat kesal
Sepanjang perjalanan Karlezo tak berbicara kepada Astrella. Astrella pun semakin meyakini bahwa Karlezo mempercayai kebohongan dari Vendra
\=\=\=
Sesampainya di rumah, Karlezo langsung pergi ke kamar lalu mandi. Astrella hanya duduk diam di kursi
Astrella menunggu Karlezo selesai mandi. Masalah ini pun tak tahu akan jadi apa selanjutnya
Tak lama Karlezo keluar dan menatap Astrella dengan tajam. Karlezo berjalan keluar kamar. Astrella pun memanggil nya dari belakang
Astrella: "Karlezo"
Tapi Karlezo tak menjawab nya, Karlezo tak menoleh sedikit pun. Ia pun membanting pintu kamarnya
BRAAKK
Astrella langsung berdiri dan mengikuti Karlezo keluar. Karlezo hanya duduk diam di sofa bawah. Astrella memperhatikan nya dari belakang
Astrella: "Karlezo.. aku ngga-"
Karlezo: "DIAM!"
Astrella pun langsung pergi naik ke atas dengan perasaan yang sangat sedih. Matanya sudah berkaca-kaca
__ADS_1
Sebenarnya, Karlezo tahu bahwa Astrella tak melakukan nya. Karlezo juga tidak percaya pada kebohongan itu
Tapi, Karlezo sudah sangat terbawa perasaan nya. Untuk sementara, Karlezo tak mau berbicara.
Tatapan matanya sekarang menjadi sangat dingin. Bagaimana tidak? kedua orang tuanya langsung mati dalam sekejap
Karlezo pun menelepon Liam yang mengurus hal tersebut
Karlezo: "Bagaimana?"
Liam: "Sudah saya urus tuan, keluarga nya juga tidak bisa lepas"
Karlezo: "Hm"
\=\=\=
Malamnya, Karlezo pergi ke luar. Di rumah, Astrella terus mencari Karlezo tapi tak ditemukan
Astrella: "Karlezo pergi kemana? dari tadi ga ada ngeliat dia"
Ternyata, Karlezo pergi ke bar. Dia tak melakukan apa pun. Dia hanya minum-minum disana
Otaknya masih sangat waras. Dia tak tergoda dengan wanita-wanita disana. Lagi pula, Karlezo juga sangat tahan dengan minuman-minuman tersebut
Kebetulan sekali, Liam bertemu dengan Karlezo disana. Liam heran melihat Karlezo, karena sebelumnya Karlezo tak pernah pergi ke bar lalu minum-minum
Liam: "Tuan..? apa yang tuan lakukan disini?"
Karlezo: "Hanya minum, ngga lebih"
Liam: "Maaf kalau lancang tuan, tapi bagaimanapun dengan Astrella?"
Liam: "O-oh.. baik"
Tiba-tiba handphone milik Liam berbunyi. Liam pun mengangkat telepon nya
Liam: "Hallo?"
Astrella: "Liam? apa kau lihat K-Karlezo?"
Liam terkejut mendengar suara Astrella. Liam tak tahu harus menjawab apa. Dia pun menoleh kepada Karlezo
Karlezo memberikan isyarat dengan menggangguk kan kepalanya. Liam pun menjawab nya
Liam: "Sekarang aku lagi sama Karlezo"
Astrella: "Di mana? bisa kasih tahu ngga?"
Liam ragu menjawab bahwa mereka ada di bar. Takutnya Astrella salah paham lagi dan terjadi masalah antara Karlezo dan Astrella
Karlezo: "Kami di bar"
TAKK
Astrella langsung menjatuhkan handphone nya. Karlezo langsung terkejut mendengar suara di handphone Astrella
Karlezo: "A-aku pergi dulu"
Liam: "Baik Karlezo"
__ADS_1
Karlezo bergegas keluar dari bar, lalu naik ke mobil dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi
Karlezo: "Bodoh! apa yang aku lakukan?!" *gumamnya*
Tak lama, Karlezo sampai di depan rumahnya. Ia langsung membuka pintu rumah dan naik ke atas menuju kamar
Di sana, Astrella sedang membelakangi Karlezo. Matanya merah dan berkaca-kaca. Karlezo pun berjalan mengarah pada Astrella
Astrella: "Karlezo.. kamu gila"
Karlezo menghentikan langkahnya. Air mata Astrella mengalir membasahi wajahnya. Kali ini Astrella tak bisa lagi menahan tangisnya
Karlezo: "A-astrella? kamu dengarin aku du-"
Astrella: "Kamu ga usah sampai gitu juga! kamu pergi ke bar ngapain?!"
Karlezo: "Aku ngga.."
Astrella: "Diam!"
Astrella langsung menghapus air matanya dengan tangannya secara kasar. Karlezo semakin merasa bersalah
Astrella pun berjalan keluar kamar. Karlezo langsung memeluknya dari belakang. Astrella terdiam di tempat
Karlezo: "Kamu mau kemana?"
Astrella: "Mau keluar! pergi!"
Karlezo: "Ngga ngga, kamu ga boleh pergi"
Astrella: "Lepasin! kamu boleh pergi! aku ga boleh!"
Karlezo: "Nggak, kamu lagi hamil.. please jangan.."
Astrella semakin terisak. Karlezo membalikkan tubuh Astrella. Karlezo menatap Astrella
Tapi, Astrella tak mau melihat Karlezo. Karlezo memegang wajah Astrella lalu menghadapkan nya pas di depan wajah nya sendiri
Tatapan dingin dan tajam tadi, sudah tak terlihat di mata Karlezo. Karlezo menatap Astrella dengan tatapan yang lembut
Karlezo: "Maaf.. aku ga ada maksud untuk macam-macam di bar.. aku cuma minum"
Astrella: "Aku ga peduli! aku ga mau tahu! tapi dari tadi tatapan kamu seolah-olah nyalain aku!
Aku kan udah bilang aku ga ngelakuin apa pun. Aku ga ada bunuh orang tua kamu! kamu malah marah-marah terus"
Karlezo: "Ngga.. aku ga marah sama kamu. Aku cuma terbawa emosi.. please aku minta maaf"
Astrella: "Kamu ga usah pergi ke bar.. kalau marah ya ngomong aja! ga usah sembunyi-sembunyi"
Karlezo: "Iya.. aku tahu, lain kali aku ga ngulang lagi"
Astrella: "Ga ada lain kali!"
Karlezo: "Iya iya, jangan marah lagi.."
Astrella: "I-iya.."
Karlezo langsung memeluk Astrella. Mungkin kali ini, Karlezo memang sangat putus asa. Tapi ia tak bermaksud apa pun kepada Astrella
__ADS_1