Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Kelicikan Windy #2


__ADS_3

"Windy.. hamil? anak.. siapa?" ucap Astrella khawatir dalam hatinya


Astrella mengingat perkataan Windy saat ia ada di universitas, sekilas perkataan "anak Karlezo" keluar dari mulut Windy


Raut wajah Astrella langsung berubah. Ia menggertak kan giginya dengan kuat. Air matanya menetes


Tak seberapa lama, Karlezo keluar dari kamar mandi. Karlezo melihat ke arah Astrella dan sangat terkejut


Karlezo berjalan menghampiri Astrella. Tangannya berusaha meraih wajah Astrella untuk menghapus air mata Astrella


Tiba-tiba Astrella menghempaskan tangan Karlezo. Tindakan dari Astrella membuat Karlezo kesal


Karlezo tahu bahwa Astrella sangat sensitif. Maka dari itu, Karlezo berusaha menahan sabar


"Kenapa nangis, Astrella?" tanya Karlezo lembut


Astrella tidak menatap Karlezo dan terus menggertak kan giginya dengan kuat


Karlezo berusaha mengambil kertas yang Astrella pegang. Astrella langsung menghempaskan tangan Karlezo lagi


"Astrella?" ucap Karlezo


Air mata Astrella tambah mengalir. Karlezo sudah mulai kesal


"Astrella please.. ngomong dong" ucap Karlezo


Astrella tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Karlezo berusaha peduli, tapi Astrella menjadi sangat aneh


Karlezo yang sudah berusaha menahan sabar, akhirnya langsung marah karna kesal


"ASTRELLA! KALAU PUNYA MULUT YA NGOMONG! JANGAN DIAM GITU


KAMU ANEH BANGET DARI TADI, AKU BERUSAHA PEDULI, TAPI KAMU NYA GITU" bentak Karlezo


Astrella langsung menatap Karlezo tak percaya. Selama ini, Karlezo tak pernah membentak nya


Karlezo juga langsung merasa bersalah. Karlezo merasa kata-katanya terlalu kasar


Karlezo berusaha menyentuh Astrella tapi Astrella menjadi sangat marah dan..


PLAKK


Satu tamparan melayang di wajah Karlezo. Suasana nya menjadi sangat aneh. Astrella langsung menatap tangannya sendiri


Karlezo berjalan cepat lalu keluar dari kamar dengan membanting pintu


BRAAAKK


Astrella langsung terdiam dan air matanya tak berhenti mengalir. Kertas yang ia pegang, diremasnya lalu di buang ke bawah lantai


Astrella berbaring memeluk guling nya dan menangis tanpa suara


Sedangkan, Karlezo turun ke bawah dan duduk di sofa. Ia mengambil handphone nya dan menelepon Liam


"Liam?" ucap Karlezo


"Ada yang perlu di bantu tuan?" tanya Liam


"Iya, selidiki siapa yang bertemu dengan Astrella di universitas nya pagi ini" ucap Karlezo


"Baik" ucap Liam


"Yaudah, kalau ada kabar jangan lupa kasih tau" ucap Karlezo


"Tunggu tuan, ada yang saya ketahui" ucap Liam


"Ya, bicara" ucap Karlezo


"Tadi pagi, sekilas saya melihat nona Windy sedang memberikan sesuatu kepada Astrella, sepertinya selembar amplop" ucap Liam


"Selembar amplop?" tanya Karlezo meyakinkan


"Ya, benar tuan" ucap Liam

__ADS_1


"Oh.. yaudah" ucap Karlezo lalu mematikan telpon nya


Karlezo berpikir sejenak


"Selembar amplop? seperti tadi Astrella memegang kertas..


Lalu, ada apa dengan kertas itu? hal itu membuat Astrella sangat marah.."


Karlezo pun mengambil sisi positif saja. Karlezo naik untuk menemui Astrella. Karlezo membuka pintu dan melihat kertas di lantai


"Kertas nya.. diremas?" ucap Karlezo dalam hati


Karlezo pun menunduk dan mengambil kertas itu. Karlezo membukanya dan membacanya, perasaan kacau balau ada pada dirinya


Karlezo langsung marah mengetahui isi kertas itu. Benar, ulah Windy tambah menjadi-jadi


Karlezo melihat ke arah Astrella yang berbaring dan memeluk guling. Karlezo berjalan menghampiri Astrella


"Astrella.. maaf, tadi aku terlalu emosian" ucap Karlezo lembut


Karlezo mengelus kepala Astrella dan menghapus air mata Astrella


"Kamu duduk dulu, jangan baring" ucap Karlezo


Astrella merespon ucapan Karlezo dan ia pun duduk. Karlezo berusaha mengalah lebih banyak


"Kenapa kamu percaya sama kertas itu? bukannya aku selalu di rumah ya? tungguin kamu sampai pulang kuliah" tanya Karlezo


"Kamu kan ganteng.. pasti diincar sama wanita lain di luar, banyak juga yang mau hamil anak kamu" balas Astrella sambil terisak


"Ha? kamu tuh pake ini dong mikirnya" ucap Karlezo sambil menunjuk kening Astrella


Astrella pun memegang tangan Karlezo lalu menurunkan nya. Astrella memalingkan wajahnya


Karlezo tersenyum tipis, mengetahui bahwa Astrella cemburu. Jawaban dari Astrella sedikit unik bagi Karlezo


Karlezo pun memeluk Astrella dan mengelus punggung Astrella


"Dari mana kamu dapat kertas itu?" tanya Karlezo berpura-pura


"Tuh kan kamu bohong, sebelum aku mandi aku tanya amplop yang kamu pegang dari mana, kamu jawab dari universitas


Kamu terbuka aja lah, ngga usah ditutup-tutupi, ya?" ucap Karlezo


"Iya, ga ulangi lagi" ucap Astrella seperti anak kecil


Karlezo tahu tingkah Astrella sekarang memang seperti anak kecil. Jauh lebih sulit diatur dibanding sebelumnya


"Tapi.." ucap Astrella tidak yakin


"Tapi apa?" tanya Karlezo


"Itu beneran bukan anak kamu?" tanya Astrella ragu


"Astaga.. Astrella istri ku, dengar ya.. aku belum punya anak sama wanita lain" ucap Karlezo


"Jadi.." ucap Astrella


"Jadi apa? jadi aku tuh baru punya anak pertama sama kamu" ucap Karlezo


"Ga boong ya?" ucap Astrella


Karlezo langsung mencium kening Astrella dan mendorong nya perlahan


"Sejak kapan aku pernah bohong sama kamu? sama istri sendiri masa bohong sih?" ucap Karlezo


Astrella langsung merasa cemas lagi. Karlezo sedikit bingung melihat raut wajah Astrella


"Kenapa gitu lagi?" tanya Karlezo


Astrella pun memegang pipi Karlezo yang tadi ia tampar. Karlezo pun memegang tangan Astrella


"Udah.. ga papa kok, ga usah dibahas lagi" ucap Karlezo

__ADS_1


Mendengar ucapan Karlezo, Astrella langsung menubruk kan wajahnya di tubuh Karlezo


"Maaf.." ucap Astrella terisak


"Jangan nangis lagi loh" ucap Karlezo


Karlezo mendorong Astrella perlahan dan menghapus air matanya


"Udah, sekarang kamu tidur.. besok pagi jadilah gadis ceria yang mungil seperti biasanya, ok?" ucap Karlezo


Astrella menggelengkan kepalanya. Karlezo sangat peka dan langsung merespon Astrella


"Yaudah.. kita tidur sekarang ok?" ucap Karlezo


Astrella pun tidur di pelukan hangat Karlezo. Karlezo merasa senang melihat istrinya tambah hari tambah cemburuan


Karlezo merasa Astrella semakin peduli terhadap dirinya, Astrella tak mau membiarkan orang lain merebut dirinya


\=\=\=


Keesokan paginya, Astrella bangun perlahan dari ranjang, karena melihat Karlezo masih tertidur pulas


Kali ini, yang membuat sarapan adalah Astrella. Makanan kesukaan Astrella adalah sushi, maka dari itu kali ini ia membuat sushi


Beragam jenis sushi ia hidangkan di atas meja. Terlihat sangat enak. Tidak lupa juga wasabi nya


"Yay! jadi" Astrella tersenyum bangga dan sangat senang


"Sayang? kamu..?" ucap Karlezo yang turun dari kamar dan menghampiri Astrella


"Hehe ayo makan" ucap Astrella


"Errr.. i-iya, sebentar aku makan" ucap Karlezo


Karlezo tidak suka sushi, lantas harus bagaimana? tidak dimakan juga nantinya Astrella marah


Tapi, Karlezo tidak mempermasalahkan makanan itu. Karlezo berusaha tidak mengecewakan usaha Astrella


"Kamu ga suka makanan ini kah?" tanya Astrella


"Suka kok, tapi lain kali kalau mau makan.. kamu bangunin aku aja, jangan bikin sendiri. Kalau ada apa-apa gimana?" ucap Karlezo


"Iya.. maaf.. yaudah ayo makan" ucap Astrella


"Ayo" ucap Karlezo


Sebenarnya, Karlezo nampak enggan untuk makan. Sedangkan, Astrella makan dengan lahap


Astrella melirik ke arah Karlezo. Astrella pun mengerjai Karlezo. Ia mengambil 1 sushi lalu menambahkan wasabi


"Nih Karlezo makan, enak loh" ucap Astrella


"Errr.. sayang kamu tuh sengaja yah?" ucap Karlezo


"Ga lah bercanda, biar aku aja yang makan" ucap Astrella


"Jangan dipaksakan, ntar ga suka ga usah dimakan" ucap Karlezo


"Yaa.. aku tahu kamu ga suka sushi, jadi kamu makan yang ini aja" ucap Astrella sambil memberikan sepotong sushi di piring Karlezo


"Apa bedanya? sama-sama sushi kok" ucap Karlezo


"Ih.. beda, kamu makan dulu" ucap Astrella menyuapi Karlezo


Karlezo pun membuka mulutnya lalu memakan sushi itu


"Gimana? beda kan?" ucap Astrella


"Iya, kamu apakan?" tanya Karlezo


"Hehe, itu cuma tiruan aja. Bentuknya kelihatan seperti sushi, tapi itu bahannya bukan dari sushi kok" ucap Astrella


"Pintar juga kamu kreasi ya. Makasih" ucap Karlezo

__ADS_1


Karlezo pun makan dengan lahap. Astrella tampak sangat senang


__ADS_2