
"Windy.. hamil? anak.. siapa?" ucap Astrella khawatir dalam hatinya
Astrella mengingat perkataan Windy saat ia ada di universitas, sekilas perkataan "anak Karlezo" keluar dari mulut Windy
Raut wajah Astrella langsung berubah. Ia menggertak kan giginya dengan kuat. Air matanya menetes
Tak seberapa lama, Karlezo keluar dari kamar mandi. Karlezo melihat ke arah Astrella dan sangat terkejut
Karlezo berjalan menghampiri Astrella. Tangannya berusaha meraih wajah Astrella untuk menghapus air mata Astrella
Tiba-tiba Astrella menghempaskan tangan Karlezo. Tindakan dari Astrella membuat Karlezo kesal
Karlezo tahu bahwa Astrella sangat sensitif. Maka dari itu, Karlezo berusaha menahan sabar
"Kenapa nangis, Astrella?" tanya Karlezo lembut
Astrella tidak menatap Karlezo dan terus menggertak kan giginya dengan kuat
Karlezo berusaha mengambil kertas yang Astrella pegang. Astrella langsung menghempaskan tangan Karlezo lagi
"Astrella?" ucap Karlezo
Air mata Astrella tambah mengalir. Karlezo sudah mulai kesal
"Astrella please.. ngomong dong" ucap Karlezo
Astrella tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Karlezo berusaha peduli, tapi Astrella menjadi sangat aneh
Karlezo yang sudah berusaha menahan sabar, akhirnya langsung marah karna kesal
"ASTRELLA! KALAU PUNYA MULUT YA NGOMONG! JANGAN DIAM GITU
KAMU ANEH BANGET DARI TADI, AKU BERUSAHA PEDULI, TAPI KAMU NYA GITU" bentak Karlezo
Astrella langsung menatap Karlezo tak percaya. Selama ini, Karlezo tak pernah membentak nya
Karlezo juga langsung merasa bersalah. Karlezo merasa kata-katanya terlalu kasar
Karlezo berusaha menyentuh Astrella tapi Astrella menjadi sangat marah dan..
PLAKK
Satu tamparan melayang di wajah Karlezo. Suasana nya menjadi sangat aneh. Astrella langsung menatap tangannya sendiri
Karlezo berjalan cepat lalu keluar dari kamar dengan membanting pintu
BRAAAKK
Astrella langsung terdiam dan air matanya tak berhenti mengalir. Kertas yang ia pegang, diremasnya lalu di buang ke bawah lantai
Astrella berbaring memeluk guling nya dan menangis tanpa suara
Sedangkan, Karlezo turun ke bawah dan duduk di sofa. Ia mengambil handphone nya dan menelepon Liam
"Liam?" ucap Karlezo
"Ada yang perlu di bantu tuan?" tanya Liam
"Iya, selidiki siapa yang bertemu dengan Astrella di universitas nya pagi ini" ucap Karlezo
"Baik" ucap Liam
"Yaudah, kalau ada kabar jangan lupa kasih tau" ucap Karlezo
"Tunggu tuan, ada yang saya ketahui" ucap Liam
"Ya, bicara" ucap Karlezo
"Tadi pagi, sekilas saya melihat nona Windy sedang memberikan sesuatu kepada Astrella, sepertinya selembar amplop" ucap Liam
"Selembar amplop?" tanya Karlezo meyakinkan
"Ya, benar tuan" ucap Liam
__ADS_1
"Oh.. yaudah" ucap Karlezo lalu mematikan telpon nya
Karlezo berpikir sejenak
"Selembar amplop? seperti tadi Astrella memegang kertas..
Lalu, ada apa dengan kertas itu? hal itu membuat Astrella sangat marah.."
Karlezo pun mengambil sisi positif saja. Karlezo naik untuk menemui Astrella. Karlezo membuka pintu dan melihat kertas di lantai
"Kertas nya.. diremas?" ucap Karlezo dalam hati
Karlezo pun menunduk dan mengambil kertas itu. Karlezo membukanya dan membacanya, perasaan kacau balau ada pada dirinya
Karlezo langsung marah mengetahui isi kertas itu. Benar, ulah Windy tambah menjadi-jadi
Karlezo melihat ke arah Astrella yang berbaring dan memeluk guling. Karlezo berjalan menghampiri Astrella
"Astrella.. maaf, tadi aku terlalu emosian" ucap Karlezo lembut
Karlezo mengelus kepala Astrella dan menghapus air mata Astrella
"Kamu duduk dulu, jangan baring" ucap Karlezo
Astrella merespon ucapan Karlezo dan ia pun duduk. Karlezo berusaha mengalah lebih banyak
"Kenapa kamu percaya sama kertas itu? bukannya aku selalu di rumah ya? tungguin kamu sampai pulang kuliah" tanya Karlezo
"Kamu kan ganteng.. pasti diincar sama wanita lain di luar, banyak juga yang mau hamil anak kamu" balas Astrella sambil terisak
"Ha? kamu tuh pake ini dong mikirnya" ucap Karlezo sambil menunjuk kening Astrella
Astrella pun memegang tangan Karlezo lalu menurunkan nya. Astrella memalingkan wajahnya
Karlezo tersenyum tipis, mengetahui bahwa Astrella cemburu. Jawaban dari Astrella sedikit unik bagi Karlezo
Karlezo pun memeluk Astrella dan mengelus punggung Astrella
"Dari mana kamu dapat kertas itu?" tanya Karlezo berpura-pura
"Tuh kan kamu bohong, sebelum aku mandi aku tanya amplop yang kamu pegang dari mana, kamu jawab dari universitas
Kamu terbuka aja lah, ngga usah ditutup-tutupi, ya?" ucap Karlezo
"Iya, ga ulangi lagi" ucap Astrella seperti anak kecil
Karlezo tahu tingkah Astrella sekarang memang seperti anak kecil. Jauh lebih sulit diatur dibanding sebelumnya
"Tapi.." ucap Astrella tidak yakin
"Tapi apa?" tanya Karlezo
"Itu beneran bukan anak kamu?" tanya Astrella ragu
"Astaga.. Astrella istri ku, dengar ya.. aku belum punya anak sama wanita lain" ucap Karlezo
"Jadi.." ucap Astrella
"Jadi apa? jadi aku tuh baru punya anak pertama sama kamu" ucap Karlezo
"Ga boong ya?" ucap Astrella
Karlezo langsung mencium kening Astrella dan mendorong nya perlahan
"Sejak kapan aku pernah bohong sama kamu? sama istri sendiri masa bohong sih?" ucap Karlezo
Astrella langsung merasa cemas lagi. Karlezo sedikit bingung melihat raut wajah Astrella
"Kenapa gitu lagi?" tanya Karlezo
Astrella pun memegang pipi Karlezo yang tadi ia tampar. Karlezo pun memegang tangan Astrella
"Udah.. ga papa kok, ga usah dibahas lagi" ucap Karlezo
__ADS_1
Mendengar ucapan Karlezo, Astrella langsung menubruk kan wajahnya di tubuh Karlezo
"Maaf.." ucap Astrella terisak
"Jangan nangis lagi loh" ucap Karlezo
Karlezo mendorong Astrella perlahan dan menghapus air matanya
"Udah, sekarang kamu tidur.. besok pagi jadilah gadis ceria yang mungil seperti biasanya, ok?" ucap Karlezo
Astrella menggelengkan kepalanya. Karlezo sangat peka dan langsung merespon Astrella
"Yaudah.. kita tidur sekarang ok?" ucap Karlezo
Astrella pun tidur di pelukan hangat Karlezo. Karlezo merasa senang melihat istrinya tambah hari tambah cemburuan
Karlezo merasa Astrella semakin peduli terhadap dirinya, Astrella tak mau membiarkan orang lain merebut dirinya
\=\=\=
Keesokan paginya, Astrella bangun perlahan dari ranjang, karena melihat Karlezo masih tertidur pulas
Kali ini, yang membuat sarapan adalah Astrella. Makanan kesukaan Astrella adalah sushi, maka dari itu kali ini ia membuat sushi
Beragam jenis sushi ia hidangkan di atas meja. Terlihat sangat enak. Tidak lupa juga wasabi nya
"Yay! jadi" Astrella tersenyum bangga dan sangat senang
"Sayang? kamu..?" ucap Karlezo yang turun dari kamar dan menghampiri Astrella
"Hehe ayo makan" ucap Astrella
"Errr.. i-iya, sebentar aku makan" ucap Karlezo
Karlezo tidak suka sushi, lantas harus bagaimana? tidak dimakan juga nantinya Astrella marah
Tapi, Karlezo tidak mempermasalahkan makanan itu. Karlezo berusaha tidak mengecewakan usaha Astrella
"Kamu ga suka makanan ini kah?" tanya Astrella
"Suka kok, tapi lain kali kalau mau makan.. kamu bangunin aku aja, jangan bikin sendiri. Kalau ada apa-apa gimana?" ucap Karlezo
"Iya.. maaf.. yaudah ayo makan" ucap Astrella
"Ayo" ucap Karlezo
Sebenarnya, Karlezo nampak enggan untuk makan. Sedangkan, Astrella makan dengan lahap
Astrella melirik ke arah Karlezo. Astrella pun mengerjai Karlezo. Ia mengambil 1 sushi lalu menambahkan wasabi
"Nih Karlezo makan, enak loh" ucap Astrella
"Errr.. sayang kamu tuh sengaja yah?" ucap Karlezo
"Ga lah bercanda, biar aku aja yang makan" ucap Astrella
"Jangan dipaksakan, ntar ga suka ga usah dimakan" ucap Karlezo
"Yaa.. aku tahu kamu ga suka sushi, jadi kamu makan yang ini aja" ucap Astrella sambil memberikan sepotong sushi di piring Karlezo
"Apa bedanya? sama-sama sushi kok" ucap Karlezo
"Ih.. beda, kamu makan dulu" ucap Astrella menyuapi Karlezo
Karlezo pun membuka mulutnya lalu memakan sushi itu
"Gimana? beda kan?" ucap Astrella
"Iya, kamu apakan?" tanya Karlezo
"Hehe, itu cuma tiruan aja. Bentuknya kelihatan seperti sushi, tapi itu bahannya bukan dari sushi kok" ucap Astrella
"Pintar juga kamu kreasi ya. Makasih" ucap Karlezo
__ADS_1
Karlezo pun makan dengan lahap. Astrella tampak sangat senang