Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
C-cinta?


__ADS_3

Bisa dibilang, hari-hari akan sangat melelahkan bagi Astrella. Ia akan selalu terjaga di sepanjang malam. Waktu tidurnya sangat kurang


Perasaan nya tidak bisa tenang. Sejak Karlezo masuk di rumah sakit, Astrella seperti berkeliling


Astrella harus selalu siap sewaktu ia dipanggil ke Perusahaan Lio, untuk menggantikan posisi Karlezo


Setelah itu, Astrella masih harus mengurus Averano. Meskipun ada Fani, tidak semua tugasnya sebagai ibu ia serahkan kepada Fani


Dan lagi.. ia harus pulang ke rumah. Rumahnya bisa dibilang tidak terlalu berantakan


Setiap hari rumahnya kosong dan sangat sunyi. Tidak ada pembantu lagi di rumah itu


Alasannya..


Ada kalanya Karlezo memang memberikan waktu cuti untuk mereka. Mereka tak harus berkerja terus


Pembantu itu bukan dipecat. Lagi pula, mereka sangat senang berkerja di rumah Karlezo


Astrella sendiri juga merasa sanggup untuk mengurus rumah itu. Tapi.. itu prinsip Astrella sebelum Karlezo masuk rumah sakit


Sekarang? Astrella tampak kewalahan. Tapi, untungnya rumah itu tak terlalu kotor. Jadi, tak banyak yang harus dikerjakan


Biasanya Astrella hanya pergi mandi dan mengganti baju saat dirumah. Lalu, ia pergi ke rumah sakit lagi


\=\=\=\=\=


Hari ini, Astrella pergi ke kamar dan mengambil alat musiknya. Ya, harpa kesayangannya


Astrella duduk dan mulai memainkan beberapa nada. Jelas saja.. nada itu terdengar sangat menyedihkan


Astrella jadi teringat.. waktu Karlezo ulang tahun. Ia hanya bisa memberikan hadiah melalui permainan harpanya


Walau begitu, Karlezo tak menuntut sesuatu yang macam-macam dari Astrella. Malahan Karlezo mengagumi permainan harpa itu


Karlezo membalikkan keadaan di hari ulang tahunnya. Keadaan yang seharusnya hancur tapi menjadi sangat menyenangkan


Ya, meskipun Astrella tak bisa memberikan hadiah yang mahal untuk Karlezo, tapi hal sebaliknya yang terjadi


Tanpa alasan apa pun, Karlezo pasti memberi kan hadiah mahal untuk Astrella. Baik kalung, mahkota, atau pun baju mahal


Sungguh, Astrella tak bisa menutupi perasaannya. Tanpa sadar, ia jatuh cinta dengan Karlezo


Tapi, masih belum jelas bagi Astrella.. Kenapa Karlezo selalu berkorban untuknya?


Jawaban dari Karlezo hanya "Karena aku mencintaimu"


Apa hanya karena itu saja? mungkin faktor nya lebih dari itu. Tapi, cinta tak butuh alasan yang jelas. Cinta tak bisa dideskripsikan, hanya bisa dirasakan


Hanya sekejap saja, Astrella langsung menghentikan permainan harpanya. Astrella meletakkan nya kembali dan ia pergi keluar kamar


Ia berjalan menuruni anak tangga dan mendengar suara ketokan pintu

__ADS_1


TOK TOK TOK


Astrella: "Iya iya, tunggu sebentar"


Astrella berjalan cepat dan membuka pintu. Astrella terkejut melihat Fani dan Vio yang datang sambil membawa Averano


Astrella: "Kalian? masuk aja, duduk dulu"


Fani dan Vio masuk dan duduk di sofa. Wajah mereka tampak sangat panik sekali.


Astrella mendekati mereka lalu duduk


Astrella: "Kalian.. kenapa? Averano rewel ya? susah diatur ya?"


Fani: "Engga, tapi.. Averano demam. Badannya panas banget"


Astrella: "A-apa?!"


Vio: "Kami udah coba untuk nurunin panas nya, cuman panas nya ga turun turun"


Astrella: "Yaudah, kalau gitu biar aku aja yang ngurus Averano dulu. Makasih ya untuk bantuan kalian beberapa hari ini"


Fani: "Iya, tapi kami merasa ga enak sama kamu"


Astrella: "Ga papa, aku ga nyalain kalian"


Vio: "Thanks ya, semoga Averano cepat sembuh"


Astrella: "Iya ga papa kok, mungkin aku aja yang ngurusin Averano dulu. Thanks ya kalian udah bersedia bantu aku"


Vio: "Iya"


Fani: "Oke"


Fani dan Vio manjadi sungkan. Tapi, Astrella tak menyalakan mereka. Namanya juga sakit, siapa yang tahu?


Astrella memperbolehkan mereka untuk pulang. Astrella segera membawa Averano ke kamar dan membaringkan nya di ranjang nya


Astrella menyentuh kening Averano. Averano terus bergerak, dan terus menangis. Berbeda dari biasanya, tangisan nya tak bisa didiamkan


Astrella pun mengelap tubuh Averano dengan menggunakan air hangat. Lalu, Astrella mengganti baju Averano. Astrella menatapnya sejenak


Astrella: "Jangan nangis lagi ya sayang.. badan kamu sekarang panas benget. Tapi, mama tau kamu pasti cepat sembuh"


Astrella menggendong Averano dan memeluknya. Astrella terus menepuk-nepuk punggung Averano


Astrella berusaha untuk menurunkan panas Averano dulu. Ya, Astrella masih harus pergi ke rumah sakit lagi nantinya


Astrella meletakkan Averano kembali ke ranjang dan, mengompres kening Averano dengan kain yang sebelumnya sudah di rendam air hangat, lalu membiarkan sebentar


Astrella terus menunggu dan duduk di kursi. Waktu terus berjalan

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Beberapa jam kemudian


Astrella berdiri dari kursi nya, dan mengambil kain yang ada di kening Averano. Astrella menyentuh kening Averano. Ya, suhunya menjadi lebih baik dari sebelumnya


Astrella meletakkan kain itu di meja dan Astrella pergi keluar kamar. Astrella menuruni anak tangga menuju lantai 1


Astrella berhenti di tangga sejenak. Ia memegang kepalanya. Rasanya sangat berat dan matanya seperti berbintang-bintang


Astrella: "Astaga.. sakit banget. Ugh.. kenapa harus gini sih? ga ga ga, harus kuat"


Astrella memutuskan untuk mengambil obat di bawah. Ia terus berjalan menuruni tangga. Tiba-tiba...


BBRRRUUKK


Astrella: "Argh! sakit.. gimana sih? kenapa harus jatuh?!"


Astrella berusaha untuk berdiri. Kakinya terasa sangat sakit. Tapi, untungnya Astrella hanya jatuh dari 3 langkah anak tangga


Tapi, walaupun begitu.. kakinya sangat sakit. Rasanya sulit untuk berdiri. Mau bagaimana lagi? Astrella harus cepat berdiri


Astrella: "Akh.. ngelindungi diri sendiri aja masih gini.. Tapi, kamu ga boleh lemah Astrella! harus kuat!"


Astrella pun berjalan menuju dapur dan mengambil obat lalu meminumnya. Mungkin itu akan membuat Astrella menjadi lebih baik lagi


Astrella naik ke atas lagi dan pergi menuju kamar. Astrella menggendong Averano perlahan dan ia pergi menuju rumah sakit


Astrella tak bisa meninggalkan Averano sendiri di rumah. Astrella juga tak mau memberatkan Fani untuk menjaga Averano lagi


Jadi, Astrella pun pergi membawa Averano.


Ya, di rumah sakit.. Karlezo masih tak kunjung sadar juga. Tapi, Astrella tetap menunggu nya di kursi sambil menggendong Averano


Astrella: "*Karlezo.. banyak yang masih aku mau omongin. Jadi, cepat sembuh ya. Sebenarnya, Averano juga lagi sakit. Tapi, kesehatan kalian berdua penting


Mungkin ini udah jalan 4 hari, kamu masih di rumah sakit. Tapi, aku mau kamu buka mata dan.. peluk aku sekarang. Bisa kan..?


Hal yang penting yang aku mau bilang.. aku cinta kamu, cinta benget


Mungkin, bisa lebih besar dari cinta kamu ke aku? kalau hal itu.. aku ga tahu juga


Cuman.. untuk saat ini, yang udah kamu lakukan untuk aku banyak banget.


Kalau kamu tanya sama aku..


bagaimana bisa aku cinta sama kamu?


Huh.. cinta itu tak butuh penjelasan. Mungkin karena kamu orang yang paling ngertiin aku? atau karena kamu orang yang selalu ada di samping aku? yang jelas perasaan cinta itu..


aku rasakan*"

__ADS_1


__ADS_2