
Bisa dibilang, hari-hari akan sangat melelahkan bagi Astrella. Ia akan selalu terjaga di sepanjang malam. Waktu tidurnya sangat kurang
Perasaan nya tidak bisa tenang. Sejak Karlezo masuk di rumah sakit, Astrella seperti berkeliling
Astrella harus selalu siap sewaktu ia dipanggil ke Perusahaan Lio, untuk menggantikan posisi Karlezo
Setelah itu, Astrella masih harus mengurus Averano. Meskipun ada Fani, tidak semua tugasnya sebagai ibu ia serahkan kepada Fani
Dan lagi.. ia harus pulang ke rumah. Rumahnya bisa dibilang tidak terlalu berantakan
Setiap hari rumahnya kosong dan sangat sunyi. Tidak ada pembantu lagi di rumah itu
Alasannya..
Ada kalanya Karlezo memang memberikan waktu cuti untuk mereka. Mereka tak harus berkerja terus
Pembantu itu bukan dipecat. Lagi pula, mereka sangat senang berkerja di rumah Karlezo
Astrella sendiri juga merasa sanggup untuk mengurus rumah itu. Tapi.. itu prinsip Astrella sebelum Karlezo masuk rumah sakit
Sekarang? Astrella tampak kewalahan. Tapi, untungnya rumah itu tak terlalu kotor. Jadi, tak banyak yang harus dikerjakan
Biasanya Astrella hanya pergi mandi dan mengganti baju saat dirumah. Lalu, ia pergi ke rumah sakit lagi
\=\=\=\=\=
Hari ini, Astrella pergi ke kamar dan mengambil alat musiknya. Ya, harpa kesayangannya
Astrella duduk dan mulai memainkan beberapa nada. Jelas saja.. nada itu terdengar sangat menyedihkan
Astrella jadi teringat.. waktu Karlezo ulang tahun. Ia hanya bisa memberikan hadiah melalui permainan harpanya
Walau begitu, Karlezo tak menuntut sesuatu yang macam-macam dari Astrella. Malahan Karlezo mengagumi permainan harpa itu
Karlezo membalikkan keadaan di hari ulang tahunnya. Keadaan yang seharusnya hancur tapi menjadi sangat menyenangkan
Ya, meskipun Astrella tak bisa memberikan hadiah yang mahal untuk Karlezo, tapi hal sebaliknya yang terjadi
Tanpa alasan apa pun, Karlezo pasti memberi kan hadiah mahal untuk Astrella. Baik kalung, mahkota, atau pun baju mahal
Sungguh, Astrella tak bisa menutupi perasaannya. Tanpa sadar, ia jatuh cinta dengan Karlezo
Tapi, masih belum jelas bagi Astrella.. Kenapa Karlezo selalu berkorban untuknya?
Jawaban dari Karlezo hanya "Karena aku mencintaimu"
Apa hanya karena itu saja? mungkin faktor nya lebih dari itu. Tapi, cinta tak butuh alasan yang jelas. Cinta tak bisa dideskripsikan, hanya bisa dirasakan
Hanya sekejap saja, Astrella langsung menghentikan permainan harpanya. Astrella meletakkan nya kembali dan ia pergi keluar kamar
Ia berjalan menuruni anak tangga dan mendengar suara ketokan pintu
__ADS_1
TOK TOK TOK
Astrella: "Iya iya, tunggu sebentar"
Astrella berjalan cepat dan membuka pintu. Astrella terkejut melihat Fani dan Vio yang datang sambil membawa Averano
Astrella: "Kalian? masuk aja, duduk dulu"
Fani dan Vio masuk dan duduk di sofa. Wajah mereka tampak sangat panik sekali.
Astrella mendekati mereka lalu duduk
Astrella: "Kalian.. kenapa? Averano rewel ya? susah diatur ya?"
Fani: "Engga, tapi.. Averano demam. Badannya panas banget"
Astrella: "A-apa?!"
Vio: "Kami udah coba untuk nurunin panas nya, cuman panas nya ga turun turun"
Astrella: "Yaudah, kalau gitu biar aku aja yang ngurus Averano dulu. Makasih ya untuk bantuan kalian beberapa hari ini"
Fani: "Iya, tapi kami merasa ga enak sama kamu"
Astrella: "Ga papa, aku ga nyalain kalian"
Vio: "Thanks ya, semoga Averano cepat sembuh"
Astrella: "Iya ga papa kok, mungkin aku aja yang ngurusin Averano dulu. Thanks ya kalian udah bersedia bantu aku"
Vio: "Iya"
Fani: "Oke"
Fani dan Vio manjadi sungkan. Tapi, Astrella tak menyalakan mereka. Namanya juga sakit, siapa yang tahu?
Astrella memperbolehkan mereka untuk pulang. Astrella segera membawa Averano ke kamar dan membaringkan nya di ranjang nya
Astrella menyentuh kening Averano. Averano terus bergerak, dan terus menangis. Berbeda dari biasanya, tangisan nya tak bisa didiamkan
Astrella pun mengelap tubuh Averano dengan menggunakan air hangat. Lalu, Astrella mengganti baju Averano. Astrella menatapnya sejenak
Astrella: "Jangan nangis lagi ya sayang.. badan kamu sekarang panas benget. Tapi, mama tau kamu pasti cepat sembuh"
Astrella menggendong Averano dan memeluknya. Astrella terus menepuk-nepuk punggung Averano
Astrella berusaha untuk menurunkan panas Averano dulu. Ya, Astrella masih harus pergi ke rumah sakit lagi nantinya
Astrella meletakkan Averano kembali ke ranjang dan, mengompres kening Averano dengan kain yang sebelumnya sudah di rendam air hangat, lalu membiarkan sebentar
Astrella terus menunggu dan duduk di kursi. Waktu terus berjalan
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Beberapa jam kemudian
Astrella berdiri dari kursi nya, dan mengambil kain yang ada di kening Averano. Astrella menyentuh kening Averano. Ya, suhunya menjadi lebih baik dari sebelumnya
Astrella meletakkan kain itu di meja dan Astrella pergi keluar kamar. Astrella menuruni anak tangga menuju lantai 1
Astrella berhenti di tangga sejenak. Ia memegang kepalanya. Rasanya sangat berat dan matanya seperti berbintang-bintang
Astrella: "Astaga.. sakit banget. Ugh.. kenapa harus gini sih? ga ga ga, harus kuat"
Astrella memutuskan untuk mengambil obat di bawah. Ia terus berjalan menuruni tangga. Tiba-tiba...
BBRRRUUKK
Astrella: "Argh! sakit.. gimana sih? kenapa harus jatuh?!"
Astrella berusaha untuk berdiri. Kakinya terasa sangat sakit. Tapi, untungnya Astrella hanya jatuh dari 3 langkah anak tangga
Tapi, walaupun begitu.. kakinya sangat sakit. Rasanya sulit untuk berdiri. Mau bagaimana lagi? Astrella harus cepat berdiri
Astrella: "Akh.. ngelindungi diri sendiri aja masih gini.. Tapi, kamu ga boleh lemah Astrella! harus kuat!"
Astrella pun berjalan menuju dapur dan mengambil obat lalu meminumnya. Mungkin itu akan membuat Astrella menjadi lebih baik lagi
Astrella naik ke atas lagi dan pergi menuju kamar. Astrella menggendong Averano perlahan dan ia pergi menuju rumah sakit
Astrella tak bisa meninggalkan Averano sendiri di rumah. Astrella juga tak mau memberatkan Fani untuk menjaga Averano lagi
Jadi, Astrella pun pergi membawa Averano.
Ya, di rumah sakit.. Karlezo masih tak kunjung sadar juga. Tapi, Astrella tetap menunggu nya di kursi sambil menggendong Averano
Astrella: "*Karlezo.. banyak yang masih aku mau omongin. Jadi, cepat sembuh ya. Sebenarnya, Averano juga lagi sakit. Tapi, kesehatan kalian berdua penting
Mungkin ini udah jalan 4 hari, kamu masih di rumah sakit. Tapi, aku mau kamu buka mata dan.. peluk aku sekarang. Bisa kan..?
Hal yang penting yang aku mau bilang.. aku cinta kamu, cinta benget
Mungkin, bisa lebih besar dari cinta kamu ke aku? kalau hal itu.. aku ga tahu juga
Cuman.. untuk saat ini, yang udah kamu lakukan untuk aku banyak banget.
Kalau kamu tanya sama aku..
bagaimana bisa aku cinta sama kamu?
Huh.. cinta itu tak butuh penjelasan. Mungkin karena kamu orang yang paling ngertiin aku? atau karena kamu orang yang selalu ada di samping aku? yang jelas perasaan cinta itu..
aku rasakan*"
__ADS_1