Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Sendiri


__ADS_3

Tiba-tiba, seseorang membuka pintu dan masuk. Spontan, Astrella langsung menoleh ke arah belakang


Ternyata orang itu adalah Liam,


Astrella: "Liam? di Perusahaan ada hal mendadak ya? aku bisa pergi ke sana sekarang kok"


Liam: 'Eh? Engga engga. Tenang aja, aku udah kasih kendali perusahaan ke orang lain. Orangnya bisa dipercaya juga, teman lama aku sih


Lagi pula untuk sekarang belum ada jadwal rapat atau yang lainnya. Aku ke sini untuk bantu kamu jagain Karlezo"


Astrella: "Oh.. gitu. Thanks ya atas niatnya"


Liam: "Santai aja sih, kan ini juga salah satu tugas aku. Btw kamu bawa Averano juga?"


Astrella: "Hm.. iya, sekarang dia lagi sakit. Ga mungkin aku tinggal sendiri di rumah"


Liam: "Sakit? sakit apa?"


Astrella: "Demam"


Liam: "Kenapa kamu ga bawa untuk diperiksa aja?"


Astrella: "Engga perlu lagi, soalnya tadi aku udah rawat dia dirumah. Sekarang demam nya udah mulai turun"


Liam: "Baguslah kalau gitu. Tiap hari kamu jaga Karlezo terus?"


Astrella: "Ya.."


Liam: "Semakin berat lah tanggung jawab kamu"


Astrella: "Bisa dibilang gitu"


DDRRRT DDRRRT


Handphone Astrella berbunyi. Seperti nya bukan bunyi telepon. Astrella melihat handphone nya sejenak


Ada nomor yang tak dikenal, mengirimkan sebuah pesan. Astrella membacanya dengan teliti


Isi pesan


"Datang ke rumahmu sekarang, tak ada waktu lagi. Kalau kau tak datang.. maka, jangan salahkan aku.. kalau temanmu mati di markasku. Temanmu adalah Fani"


Seketika Astrella langsung terkejut. Tubuhnya seperti panas dingin. Siapa lagi yang mencari masalah dengannya?


Dalam kondisi yang parah ini, masih saja ada yang mengusiknya. Tapi.. untuk saat ini, Karlezo tak bisa melindungi Astrella


Lantas, Astrella harus bisa menjaga diri sendiri. Dengan perasaan khawatir nya, Astrella terpaksa nekat


Liam: "Kenapa? ada masalah?"


Astrella: "Iya, aku harus pergi nolongin Fani"


Liam: "Siapa yang kirim pesan tadi?"


Astrella: "Ngga tahu, nomornya ga dikenal. Aku harus pergi sekarang"


Liam: "Hah? sekarang?"


Astrella: "Ya, ga ada waktu lagi nanti"


Liam: "Yaudah, kalau gitu biar aku yang jaga Averano dulu. Masa kamu bawa-bawa dia terus? bisa bahaya nanti"


Astrella: "Hah? yakin?"


Liam: "Iya, ga papa lah"


Astrella: "Oh, yaudah aku serahin Averano ke kamu dulu. Thanks ya"

__ADS_1


Liam: "Iya, sekalian aku juga disini jaga Karlezo"


Astrella: "Oke oke"


Astrella pun menyerahkan Averano kepada Liam. Jadi, tinggal Liam sendiri yang ada di rumah sakit itu


Astrella tak membuang-buang waktu. Jadi, Astrella pun bergegas naik mobil dan langsung pergi ke rumah


\=\=\=\=\=


Tak membutuhkan waktu yang lama, Astrella sampai di depan rumahnya. Ia pun turun dari mobil


Hosh Hosh Hosh


Nafas nya menjadi tak beraturan. Rasanya sulit untuk menghirup udara


Astrella memperhatikan sekitar nya dengan teliti.


Tapi, dari depan kelihatan seperti tidak ada apa-apa


Astrella pun mendekati pintu dan mendorong nya perlahan. Pintunya terbuka lebar ke sisi kanan dan sisi kiri


Tampaknya tak ada orang. Keadaan rumah bisa dibilang normal. Lalu.. dimana orang-orang itu?


Astrella pun melangkah kan kakinya lalu masuk. Tapi.. tak disangka! orang itu mengelabui Astrella


Tiba-tiba, mulut dan hidung Astrella ditutup menggunakan kain dari belakang. Ternyata orang itu ada di balik pintu


Tapi, kali ini Astrella tak bisa sadar akan masalah itu. Jadi, ia masuk dalam perangkap orang lain


Astrella dibuat pingsan dengan kain itu. Seperti nya ada kandungan obat di dalamnya


Orang itu segera membawa Astrella ke mobil dan pergi menjauh dari rumah


Siapa lagi yang bisa diandalkan? Kini, akibat tidak peka jadi keadaan Astrella makin sulit saja


\=\=\=\=\=


Sekitar 1 jam, Astrella sadar. Sepertinya ia sedang diikat di satu tiang dan juga.. mulut serta matanya ditutup kain hitam


Dunianya seketika menjadi gelap. Tak ada sinar. Kepalanya terasa sangat sakit


Jantung nya berdegup kencang dan tak beraturan


Tiba-tiba terdengar suara orang,


"Bos, kelihatan nya dia udah sadar"


Bos: "Oh? buka kain yang ada di mata dan mulutnya"


Orang itu melakukan seperti yang diperintahkan oleh bos nya


Jadi, sekarang Astrella sudah bisa melihat dan berbicara. Tapi, Astrella terkejut melihat orang yang ada di depannya


Astrella: "K-kau..? Kaltor?"


Kaltor: "Ya, ternyata kau tahu juga siapa aku"


Astrella: "Dimana Fani?"


Kaltor: "Bodoh, sangat mudah untuk menipu dirimu. Tak aku sangka pikiran mu sangat sempit Astrella. Aku tahu tipe mu"


Astrella: "Kau menipuku!"


*Tatapan benci*


Kaltor: "Huh.. ternyata benar.. sampai sekarang kau masih saja membenciku"

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Beralih tempat. Dirumah sakit


Seseorang masuk ke ruangan Karlezo. Liam pun menoleh ke arah pintu


Liam: "Kamu?"


Fani: "Aku Fani, temannya Astrella. Kok dia ga ada disini?"


Liam: "Kamu Fani?!"


Fani: "Iya, emang kenapa?"


Kali ini Fani datang sendirian.


Vio tak ikut bersamanya.


Liam: "Astaga.. Astrella udah pergi. Dia masih belum kembali dari sejam yang lalu"


Fani: "Hah? kok bisa"


Liam: "Katanya.. dia mau nolongin kamu. Soalnya ada yang kirim pesan tadi ke handphone nya"


Fani: "Nolongin aku? aku ga kenapa-napa kok ditolong? tapi.. - Oh!! Astaga!! kayaknya dia masuk perangkap orang.."


Liam: "Pantesan dari tadi belum balik juga!"


Fani: "Yaudah aku coba cari dia dulu! kamu tunggu disini dulu"


Fani pun segera pergi keluar dari rumah sakit. Fani segera mencari keberadaan Astrella melalui handphone nya


Setelah mendapatkan lokasi keberadaan Astrella, Fani pun segera mengikuti nya


Ya, jaraknya sangat jauh. Tapi, mau bagaimana lagi? Fani harus segera menemukan Astrella


Kembali ke tempat Kaltor


Astrella: "Sekarang juga kamu lepasin aku! Dasar B*******! mati saja kau"


"Berani sekali kau lancang kepada bos!"


Anak buah Kaltor mendekati Astrella dan berniat menyerang Astrella


Kaltor: "Kau! menjauh dari Astrella sekarang! jangan sakiti dia! akan kupatahkan kakimu kalau kau berjalan satu langkah lagi!!"


Spontan anak buah Kaltor pun memohon ampun dan menuruti kata Kaltor


"Maaf, bos. Maaf atas ketidaksopanan saya"


Kaltor: "Kamu dan yang lainnya bisa tinggalkan kami berdua disini. Silahkan pergi ke markas yang lainnya! sekarang!"


"Baik bos" *Menjawab serempak*


Mereka pun segera pergi. Kini, tinggal lah Kaltor dan Astrella. Sepertinya Kaltor hanya ingin berbicara empat mata


Astrella: "Lepaskan ikatan ini dan biarkan aku pergi! kita tak punya urusan"


Kaltor: "Kenapa setelah kembali.. kau seperti ini? semakin bertambah nya hari sepertinya kau hanya bisa membenciku..


Apa aku terlalu jahat bagimu? Baru kali ini aku bisa menemukan mu.. tapi kenapa sikapmu menjadi seperti ini padaku?


Dan lagi.. Apa kau masih ingat ini?"


Kaltor mengeluarkan kalung berlian dan Astrella terkejut menatapnya


Astrella: "Tapi.. kenapa??"

__ADS_1


__ADS_2