
Malamnya, sekitar jam 20.00. Karlezo pergi ke Perusahaan nya untuk mengurus beberapa masalah kecil
Bukan hanya mengurus masalah kecil, tapi Karlezo juga rapat untuk membahas masalah proyeknya
Rapatnya tak berlangsung lama, hanya sekitar 1 jam saja. Astrella hanya menunggu di rumah
Astrella terus menatap langit dari jendela nya dan duduk di kursi. Tiba-tiba terdengar suara handphone nya berbunyi
Astrella berdiri dan berjalan menuju meja untuk mengambil handphone nya. Astrella menjawabnya
"Halo? ini siapa?" tanya Astrella, sebab itu adalah nomor asing
Orang itu tak menjawab nya. Astrella hanya diam saja. Suasananya sangat hening, tak ada sedikitpun suara
"Halo?" ucap Astrella lagi
"Saksikan pertunjukan nanti, salam dari Tuan" ucap orang itu
Setelah ngomong beberapa kata, orang itu langsung mematikan teleponnya. Astrella hanya heran menatap handphone nya
"Suaranya terdengar asing.. siapa ya?" ucap Astrella bingung
Astrella pikir hanya orang yang salah sambung. Ia pun tak peduli mengenai hal tersebut. Astrella langsung berjalan ke arah kursi dan duduk lagi
\=\=\=
(Di Perusahaan)
"Rapat selesai, rapat bubar!" ucap Karlezo
"Baik, Tuan" jawab orang-orang disana
Semua orang sudah pergi, hanya tinggal Karlezo di ruang rapat itu. Karlezo kembali membuka dokumennya lagi
Ia melihat nya sekilas dan masih sedikit misteri baginya mengenai identitas Astrella
"Astrella.. ga nyangka orangnya pintar gitu" ucap Karlezo
"Masalah bisnis ok, masalah IQ ok, ya.. standar lah. Terus orang tuanya kapan pulang?
Tapi, udah kelihatan sih kalau memang pintar. Masalah Keluarga Arles, Windy Arles.. kayaknya udah selesai
Keluarga Karlet, Louis Karlet.. kayaknya belum selesai juga. Yaudah lah ga usah dipikir dulu" ucap Karlezo
Tiba-tiba..
BRAKK!!
.
.
.
Seseorang mendobrak pintu ruang rapat Karlezo. Mata Karlezo langsung melihat tajam ke arah pintu
Karlezo dengan cepat berdiri. Seseorang berbaju hitam, wajahnya tak terlihat, langsung menghampiri Karlezo
"Siapa kau?!" ucap Karlezo
Orang yang misterius itu tak menjawab Karlezo. Orang itu bergerak lincah dan langsung saja..
BRUGHH
Sekali pukulan di tengkuk Karlezo, membuatnya pingsan. Orang itu langsung menangkap Karlezo
Gerakan orang itu sangat terlatih dan cepat. Seharusnya, Karlezo dapat menanganinya. Tapi, sayangnya Karlezo terlena
Tak tahu dari mana juga orang itu masuk. Keamanan Perusahaan tampaknya masih kurang
\=\=\=
Jam menunjukkan pukul 21.00. Langit tampak semakin gelap. Astrella terus menunggu Karlezo pulang
Menit terus berlalu, Astrella semakin lama menunggu. Ia tampak sangat gelisah sekarang. Ia berdiri dan berjalan mondar-mandir
*Di tempat Karlezo*
Karlezo membuka matanya tapi rasanya masih tetap gelap. Memang ditempat itu sangat gelap dan sunyi, tapi seperti ada sesuatu yang menghalangi pengelihatan nya
Karlezo menarik tangannya, tapi ada sebuah tali yang mengikat dirinya di kursi
Tak.. Tak.. Tak..
Suara orang berjalan mendekati dirinya. Orang itu tersenyum licik. Sangat misterius, dan orang itu mulai berbicara
"Hahaha, rumornya CEO Perusahaan Lio, yaitu Karlezo Lio.. sangat cerdas, bijak, lincah, gesit..
Tapi, sekarang keadaan nya seperti semut yang akan diinjak mati. Akankah dunia tahu CEO Perusahaan Lio disini?" ucap orang misterius itu
Karlezo langsung terkejut mendengar suara orang itu. Ya, suaranya terdengar sangat tidak asing
"Kau! Louis Karlet!" ucap Karlezo
"Ya? apa kau tidak salah perkiraan.. Tuan Muda Karlezo?" ucap nya
Karlezo menggertak kan giginya dengan kuat. Orang itu semakin ingin membuat hidup Karlezo hancur
"Ya.. benar juga perkiraan mu tidak salah Karlezo" ucap nya lagi
Ya, Louis Karlet yang menyusun semua hal ini. Dia yang mengutus orang untuk menangkap Karlezo
Semua ada alasan nya. Orang yang menjadi alasan untuk Louis adalah Astrella. Louis tidak mengincar Karlezo
Ia hanya menjadikan Karlezo sebagai perantara nya saja. Louis pun mengeluarkan handphone
Bukan handphone miliknya, tak lain itu adalah milik Karlezo. Ia membuka kontak Karlezo dan langsung menekan nama "Astrella" di sana
Tut.. Tut..
Louis sengaja menekan tombol speaker nya, agar Karlezo bisa mendengar semuanya
__ADS_1
"Siapa yang telepon?! jangan asal saja kau!" ucap Karlezo
"Tak tahu siapa yang aku telepon? ya.. mungkin dia orang yang sangat kau sayangi" ucap Louis
"Hah.. Astrella?!" ucap Karlezo dalam hatinya
Tak lama terdengar suara dari handphone milik Karlezo
"Karlezo? kapan kau akan pulang? aku sudah menunggu dari tadi" ucap Astrella
"Astrella!!" teriak Karlezo
Astrella sedikit heran mendengar nada bicara Karlezo yang asing baginya. Tak pernah Karlezo berbicara seperti itu
"Datang ke sini sekarang, aku akan memberikan petunjuk untuk datang ke sini, salam Tuan Muda Karlezo" ucap Louis
Setelah berbicara, Louis langsung menutup teleponnya. Astrella pun terkejut mendengar suara Louis di handphone Karlezo. Astrella memperhatikan handphone nya dan masuk petunjuk untuk datang ke tempat itu
Astrella dengan cepat keluar dari kamarnya, turun, dan langsung berjalan ke luar. Astrella mengikuti arah tempat itu
\=\=\=
Tak lama, Astrella tiba di tempat yang asing. Tempat tua, kumuh, gelap, dan hembusan angin yang sangat kencang
Astrella pun membuka pintu nya dan masuk. Di depan nya Astrella langsung melihat Karlezo yang diikat
Tapi, disana dia beluk melihat Louis Karlet. Astrella pun berjalan ke arah Karlezo perlahan, dan berusaha memanggil nya
"Karlezo?" ucap Astrella
"A-Astrella?" ucap Karlezo dalam
Tapi, baru maju beberapa langkah.. dari belakang Louis berbicara
"Huh.. ikatan cinta yang kuat" ucap Louis
Astrella menoleh dan langsung menatap dingin Louis
"Menarik, kenapa tatapan mu begitu?" ucap Louis
"Lepasin Karlezo sekarang! atau kau akan menyesal" ucap Astrella
"Huh? menyesal? aku berani berkata, aku tidak akan menyesal" ucap Louis
"Terlalu sombong" ucap Astrella
"Sombong? memangnya apa yang bisa aku sesali? perusahaan ku sudah bangkrut.. lantas kau bisa buat apa lagi?" ucap Louis
"Hahaha, kau pikir aku peduli?" ucap Astrella ketus
"Yah.. itu terserah kepadamu" ucap Louis
"Sekarang! kamu lepaskan Karlezo!" ucap Astrella
Karlezo hanya bisa diam saja. Sebab matanya masih tertutup. Karlezo tidak dapat melakukan apa pun
"Kau mau aku lepaskan dia?" ucap Louis
"Oke.. tapi itu tidak mudah" ucap Louis
"Apa maumu?!" ucap Astrella
"Heh.. tak banyak" ucap Louis
PROK PROK PROK
Louis menepuk tangan sebanyak tiga kali. Kemudian, datang 2 orang yang misterius. Semua nya yang dipakai serba hitam
"Jadi.. telepon tadi adalah rencana mu kan?" ucap Astrella
"Ya.." ucap Louis
"Terus apa tujuanmu membawa orang misterius ini? mau 1 lawan dua?" ucap Astrella
Louis hanya tersenyum licik
"Buka kainnya" ucap Louis menunjuk ke arah mata Karlezo
Satu orang maju lalu membuka kain tersebut. Karlezo dapat melihat dengan jelas disana
"Sekarang.. Karlezo! kamu dapat melihat kan?" ucap Louis
"Ya terus?! apa lagi?! sekarang kamu lepaskan Karlezo" ucap Astrella
"No no no, sekarang ambil!" ucap Louis, memerintah orang yang misterius itu
"Baik" jawabnya
Tak lama, orang itu membawa 2 benda. Ya, benda yang sangat fatal jika disalah gunakan. Benda nya yaitu, pisau yang tajam dan sebuah pil
Lantas buat apa Louis menyediakan semua itu? "Kamu bisa pilih Astrella!" ucap Louis
Astrella mengerti maksud Louis tanpa dijelaskan. Tapi dia berlagak polos. "Untuk apa ini?" ucap Astrella
"Di sana ada pisau, kau bisa saja menusuk dirimu sendiri, tapi lebih tepatnya bayimu
Sedangkan,
Di sana ada pil, kau bisa memakannya. Pil itu akan membuat kau keguguran, tidak lebih" ucap Louis
Karlezo tersentak mendengar ucapan Louis. Karlezo berteriak mencegah Astrella. " Tidak! jangan Astrella! pergi dari sini!" ucap Karlezo
"Oh? hanya ini saja?" ucap Astrella
"Yap, setelah itu kau tidak punya bayi dengan Karlezo, dan kau bisa pergi. Dengan begitu aku puas" ucap Louis
"Oke.. aku pilih pisau" ucap Astrella
Karlezo semakin tersentak mendengar ucapan Astrella, "JANGAN!" bentak Karlezo
Astrella mengambil pisau itu lalu mengarahkan bagian yang sangat tajam itu berhadapan dengan perutnya
__ADS_1
Karlezo berusaha mencegah Astrella, tapi Astrella tidak mendengarkannya. Tak lama, air mata Karlezo mengalir
Mungkinkah? istri nya sendiri membunuh bayinya yang sangat dia sayangi?
Astrella terkejut melihat Karlezo. Air matanya pun mengalir juga. Wajahnya dibasahi oleh air matanya. Sedangkan, Louis tersenyum bahagia
Astrella mulai nekat.. dan
SRETT..
.
.
.
Astrella menggores pisau itu perlahan dan ia melihat Louis
"Bukankah.. kau pernah bilang kalau kau mencintaiku? kenapa kau tega melihat tubuhku tergores bahkan akan tertusuk dengan pisau?" ucap Astrella menguji
"Ya, aku mencintaimu tapi bukan bayi milik kalian berdua, setelah bayi kalian tidak ada.. aku bisa mengambil dirimu" ucap Louis
Tiba-tiba...
JLEEBBB
.
.
.
Pisau nya tertancap di tubuh Astrella, lalu Astrella menarik kembali pisaunya serta menjatuhkan nya
Pisaunya dipenuhi darah, dan darah mulai keluar dari tubuh Astrella
Karlezo semakin menangis putus asa melihat Astrella, "Kau.. apa kau puas bayinya mati.. Astrella?" ucap Karlezo
Astrella menangis mendengar ucapan Karlezo. Louis pun tersenyum sinis dan licik
Karlezo sudah tidak tahan melihat darah dari tubuh Astrella terus menerus. Karlezo langsung memaksa agar tali yang mengikat dirinya lepas
Dan.. SREEKKK!
Talinya langsung putus, Karlezo dengan cepat melepaskan semua talinya dan mengambil pisau yang Astrella gunakan tadi
Karlezo menusuk Louis dan kedua orang yang Louis panggil tadi. Karlezo tidak membuatnya mati, hanya menyebabkan luka dalam saja
Seketika, orang yang memancing amarah Karlezo tergeletak di bawah lantai
Karlezo langsung menggendong Astrella dan membawa pergi ke luar. Karlezo langsung mengendarai mobilnya untuk pergi ke rumah sakit
Kenapa ada mobilnya Karlezo? karna sebelumnya, Karlezo sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk membawa mobilnya ke tempat tersebut
Karlezo mengabari nya orang kepercayaannya dengan cepat melalu gelang misteri nya yang biasanya ia simpan untuk kepentingannya yang terdesak
Astrella terus menatap Karlezo
"Kita pulang aja" ucap Astrella
"Kamu udah buat bayi kita mati.. terus, kamu masih mau nyiksa aku kayak apa lagi?" tanya Karlezo dan air matanya masih mengalir
"Ga, percaya aja! kita pulang sekarang" ucap Astrella
"Ga bisa!" ucap Karlezo
"Ga! kamu dengarin aku dulu" ucap Astrella
Karena Astrella bersikeras, Karlezo pun membawa pulang. Karlezo menggendong nya untuk masuk ke rumah
Sekarang, Astrella sedang duduk di kursi. Karlezo pun menarik baju Astrella. Astrella langsung terkejut
"Kamu?!" ucap Astrella
"Diam!" ucap Karlezo
Karlezo melihat darah yang menetes. Ia pun berusaha untuk mencari tahu
"Stop stop stop! dengarin aku!" ucap Astrella
Karlezo pun menatap Astrella dengan tatapan yang sedikit tajam
"Please, bayi kita masih aman, dia masih disini ok?" ucap Astrella sambil meletakkan tangan Karlezo di perutnya
Karlezo terkejut mendengar Astrella. Ia tidak percaya dengan hal tersebut
"Terus.. yang kamu tusuk?" tanya Karlezo
"Ini yang aku tusuk" ucap Astrella sambil menurunkan roknya
"Ya, aku membuat Louis melihat seolah-olah aku menusuk perut aku, tapi aku menusuk pahaku sendiri" ucap Astrella
Bekas tusukan pisau tersebut melukai paha Astrella, darahnya masih saja mengalir
"Udah? percaya kan? bayi kita aman, dia ga papa, dia masih ada dan sehat" ucap Astrella
Karlezo langsung memeluk Astrella. Ia tidak terpikirkan hal ini, sebab pikirannya sangat kacau
"Makasih, makasih banget" ucap Karlezo
Astrella membalas nya dengan senyuman manis
**bersambung..
BTW, Eps kali ini lebih banyak :v
Dan Eps sebelum nya itu pendek karena.. Author up nya malam :v
mata author udah 5 Watt jadi kayak ngelantur gitu pikirannya, makanya cerita di Eps sebelumnya aneh 🤣 :v (ga lucu**)
**Makasih juga untuk sarannya, mau komentar? ya gpp, kenapa harus ragu? author sangat termotivasi, makasih untuk komentar positif nya, author sangat senang sekali :v
__ADS_1
Ya.. tunggu Eps selanjutnya ya! bye**!