Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Ultah Karlezo?


__ADS_3

Hari hari terus berlalu. Kini, usia kandungan Astrella sudah mencapai 5 bulan. Mereka tetap menjalani hari mereka seperti biasa


Benar saja, Astrella mengingat sesuatu. Hari paling penting bagi setiap orang. Hari itu adalah hari ulang tahun


Pagi ini, Karlezo pergi ke Perusahaan nya. Hari ini Karlezo sudah berkata kepada Astrella bahwa ia akan pulang terlambat, yaitu jam 20.00


Astrella pun hanya tinggal di rumah. Astrella tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Karlezo


Astrella berinisiatif untuk membuat sesuatu. Astrella berjalan keluar dari kamarnya dan turun ke bawah


Baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Astrella pun menghentikan langkahnya


Tok Tok Tok


Karena penasaran, Astrella pun membuka pintunya. Astrella langsung menatap dingin orang itu


"Ada perlu apa?" tanya Astrella


"Saya datang baik-baik, begitu kah caramu menyambut orang?" ucap Tuan Arles


"Memang nya mau gimana?" tanya Astrella


"Jangan pikir karna kamu udah hidup nyaman, kamu bisa bertindak semaunya" ucap Tuan Arles


"Oke oke, sebagai bentuk hormat.. kamu boleh masuk dan duduk" ucap Astrella


Tuan Arles pun masuk lalu duduk di sofa. Astrella hanya ikut duduk. Tuan Arles tampak ragu ingin berbicara


"Astrella!" ucap Tuan Arles


"Hm?" Astrella hanya menjawab nya singkat


"Kamu sedang berbicara dengan ayahmu! jaga sikap mu!" ucap Tuan Arles


"Hah? ayah? sedikit konyol.. kamu kan bukan ayahku.. lagi pula waktu itu aku udah tanda tangan pemutusan hubungan keluarga" ucap Astrella


"Astrella Arles! Itu hanya kejadian waktu itu!" ucap Tuan Arles


"Oh? kayaknya.. kamu salah nyebut marga" ucap Astrella


"Kamu?!" ucap Tuan Arles kesal


"Langsung to the point aja, datang ke sini pasti untuk Perusahaan Arles kan?" ucap Astrella


"Kalau kamu tahu ya sudah" ucap Tuan Arles


"Ya terus? percuma.. mau gimanapun tanya aja sama Windy.. kan dia yang ambil alih Perusahaan Arles" ucap Astrella


"Tanya sama Windy? kan kamu yang buat Perusahaan Arles bangkrut" ucap Tuan Arles


"Oh.. semua sih udah ga bisa dikembalikan.. udah bangkrut terus mau apa?" ucap Astrella


Perkataan Astrella membuat Tuan Arles menjadi sangat kesal. Tuan Arles pun marah dan..


PLAKK


Astrella mendapat satu tamparan dari Tuan Arles. Astrella hanya tersenyum sinis menatap Tuan Arles


"Huh.. anggap saja tamparan ini sebagai bentuk akibat dari kesombongan mu" ucap Tuan Arles


"Ya.. bukan masalah, cuman hal kecil.. sekarang kamu sudah bisa angkat kaki kan?" ucap Astrella


Tanpa menunggu lama, Tuan Arles langsung keluar dan membanting pintu. Astrella tidak peduli dengan hal tadi


Astrella pun berdiri dan berjalan ke arah dapur. Astrella mengambil es batu lalu mengobati bekas tamparan tadi


Berharap agar tamparan tersebut tidak diketahui oleh Karlezo sewaktu Karlezo pulang dari Perusahaan


Setelah mengobati bekas tamparan tersebut, Astrella pun menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue


Astrella sudah memiliki gambaran yang sangat jelas mengenai kue yang akan dia buat


Astrella sudah merancang nya secara detail agar struktur kuenya lembut dan sesuai dengan selera Karlezo


\=\=\=


Setelah bahannya terkumpul, Astrella mulai membuat adonan nya. Memasukan nya dalam oven, menunggu, dan mengeluarkan kue tersebut setelah jadi


Astrella membuat 3 ukuran, besar, sedang, dan yang kecil. Ia menumpuknya menjadi kue yang bertingkat


Ia mulai menghiasi kue tersebut. Warna dasar nya adalah biru muda, dengan hiasan cream berwarna putih


Astrella berusaha membuatnya serapih mungkin, seindah mungkin, sebagus mungkin

__ADS_1


\=\=\=


Sekitar 1 jam kue tersebut jadi. Astrella menatapi kuenya dengan sangat bangga dan ia tersenyum bahagia


"Sekarang, harus masukan di kulkas.. ntar sore baru keluarin, terus tinggal taruh di meja" ucap Astrella


Ia pun memasukkan kuenya di kulkas dan membereskan bahan-bahan yang tadi ia pakai, serta membersihkan semuanya


Setelah itu, Astrella pun naik ke atas menuju kamarnya. Astrella mencari alat musik yang dulunya sering ia mainkan


Alat musik itu merupakan alat musik favorit nya dan sering ia mainkan saat ia sedang sedih


Alat musik itu adalah harpa. Ya, alat musik yang mahal harganya. Juga, sangat jarang orang dapat menguasai alat musiknya


Astrella mengambil nya lalu duduk di tepi ranjang. Ia mulai memainkan nya. Ya, suara yang sangat merdu keluar dari harpa itu


Jari-jari Astrella sangat ahli saat memainkan alat musik tersebut. Tidak ada orang yang tahu bahwa ia bisa memainkan harpa


Astrella melatih permainan harpa nya sekitar 1 jam. Karena merasa lelah, Astrella meletakkan harpa nya lalu tidur


\=\=\=


Sore hari pun datang, jam menunjukkan pukul 18.00. Sebenarnya, dari tadi Astrella sudah bangun. Ia tidak tidur dari pagi sampai sore hari


Dari tadi, Astrella sudah mempersiapkan kuenya di meja dapur. Ia juga sudah mengambil harpa nya lalu meletakkan nya di samping meja


Astrella tahu bahwa belum waktunya Karlezo pulang. Tapi, ia hanya mempersiapkan semuanya untuk berjaga-jaga


Sambil menunggu, Astrella memainkan harpa nya sambil duduk di kursi


Tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu dari luar. Mungkinkah Karlezo? tapi, biasanya Karlezo langsung masuk tanpa mengetuk pintu, karena dia yang punya rumah


Astrella pun meletakkan harpa miliknya lalu berjalan mendekati pintu dan membukanya. Lagi dan lagi orang yang mengusik hidupnya


"Ada apa?" tanya Astrella


"Tadi ayah datang ke sini kan?!" ucap Windy


"Iya? terus?" ucap Astrella


"Kamu tahu diri dikit jadi orang" ucap Windy


"Tahu diri? aku tahu diri kok. Aku udah izinkan dia untuk masuk terus duduk. Dia aja yang ga tahu diri. Udah disambut baik-baik malah aku ditampar" ucap Astrella


"Ya emang layak juga sih kamu ditampar" ucap Windy


"Ga penting sih buat aku" ucap Windy


"Langsung aja lah to the point, sama kayak dia kan tujuan kamu datang kesini?" ucap Astrella


"Ya, sekarang kamu balikin Perusahaan Arles" ucap Windy


"Sama aja sih jawaban aku.. tetap ga bisa. Udah bangkrut terus mau gimana? harus mulai dari awal lagi lah" ucap Astrella


"Kamu?!" ucap Windy geram


"Ya.. bener kan? emangnya aku bisa apa? udah bangkrut ya terima aja, sekarang udah bisa pergi kan?" ucap Astrella


Windy menjadi sangat marah. Ia pun langsung masuk ke dalam dan berjalan menuju dapur, lebih tepatnya Windy melihat kue yang spesial itu


"Keluar! kamu mau apa lagi sih?!" ucap Astrella marah sambil mengikuti Windy


"Owh.. kue? spesial kah?" ucap Windy yang berdiri di samping kue yang sudah Astrella buat untuk Karlezo


"Jangan! kamu cepat pergi dari situ!" ucap Astrella


"Huh? memangnya kamu bisa apa? kamu lagi hamil gitu" ucap Windy


"WINDY ARLES! KELUAR SEKARANG JUGA!" bentak Astrella marah


"Huh.." Windy pun menghempaskan kue tersebut, kuenya jatuh dan hancur


Astrella terkejut menatap kue itu, Matanya berkaca-kaca dan Astrella mengepalkan tangannya


"Windy! keluar! kau gila!" ucap Astrella


"Nangis? lemah juga" ucap Windy lalu pergi meninggalkan Astrella


Air mata Astrella mulai mengalir. Wajahnya basah, Astrella terduduk di bawah. Ia terus menatapi kuenya itu


Tak lama, Karlezo pun pulang. Diluar perkiraan, Karlezo pulang lebih awal. Perkerjaan nya sudah dia selesai kan


Ia tidak jadi pulang jam 20.00. Ia heran melihat pintu rumah yang terbuka. Ia pun masuk lalu menutup pintu dan mencari Astrella

__ADS_1


"Hiks. hiks.." Karlezo langsung terkejut mendengar suara tangisan itu. Ia tahu benar suara Astrella


Karlezo berjalan mendekati suara tangisan itu. Semakin lama, semakin terdengar dan...


Benar saja, Karlezo melihat Astrella yang terduduk di bawah sedang menangis. Astrella berusaha menghapus air matanya menggunakan tangannya. Tapi, air matanya terus mengalir


Bahkan, Astrella tidak sadar bahwa Karlezo pulang lebih awal. Karlezo melihat ke arah bawah. Kue yang hancur dan berserakan


Karlezo sudah tahu apa yang Astrella ingin lakukan dan juga Karlezo sudah tahu itu perbuatan siapa


"Astrella?" ucap Karlezo lembut, tatapan Karlezo tampak sangat sedih


Astrella terkejut dan menoleh memperhatikan Karlezo. Astrella langsung memeluk Karlezo dan menangis dalam pelukan Karlezo


"Karlezo.. hiks.." Astrella terisak


"Kamu buat kue untuk siapa?" tanya Karlezo, pura-pura tak tahu


"Untuk kamu.. hari ini kan hari ulang tahun kamu" ucap Astrella di sela tangisan nya


Bagaimana tidak menangis? kue yang sudah ia buat dengan sebaik mungkin, dirusak oleh Windy di depan hadapan nya sendiri


"Untuk aku?" tanya Karlezo


"I-iya.." ucap Astrella


Karlezo mendorong Astrella perlahan dan tersenyum menatap Astrella, "Kamu tahu dari mana? ingat juga yah?" ucap Karlezo


Astrella hanya menggangguk kan kepalanya. Karlezo mengelus puncak kepala Astrella dan mencium kening Astrella


"Dirusak sama siapa?" tanya Karlezo


"Windy" jawab Astrella


"Oh... yaudah ga perlu nangis juga, kamu udah ada niat aja aku senang lho" ucap Karlezo


"Tapi, kuenya hancur" ucap Astrella


"Iya, lantas mau gimana lagi? tapi aku udah senang kok kamu mau repot-repot buat kue gini


Kuenya kelihatan menarik, kalau dilihat aja udah pasti tahu rasanya enak. Udah.. ga usah nangis lagi ya?" ucap Karlezo


"Iya" ucap Astrella


Karlezo pun menghapus air mata Astrella. Karlezo melihat sekelilingnya. Tak sengaja, pandangan nya tertuju pada alat musik harpa


Karlezo pun berdiri dan mengambil harpa tersebut


"Ini punya kamu ya?" tanya Karlezo


"Iya" ucap Astrella


"Kamu bisa main harpa toh" ucap Karlezo


"Bisa" ucap Astrella


"Yaudah, kamu main harpa aja.. aku dengarin" ucap Karlezo


Karlezo pun memberikan harpa tersebut lalu Astrella mengambilnya dan mulai memainkan nya


Karlezo tidak menyangka bahwa Astrella dapat memainkan harpa dengan jarinya yang sangat lihai


Setelah Astrella selesai bermain, Karlezo pun tersenyum melihat Astrella


"Keren juga, latihan berapa lama?" tanya Karlezo


"Udah bisa dari kecil" ucap Astrella


"Oke.. oh ya, tadi Tuan Arles datang ke sini ya?" tanya Karlezo


Astrella menoleh ke kiri dan ke kanan. Astrella tampak ragu menjawabnya


"Jujur aja lah" ucap Karlezo


"Iya.. dia datang" ucap Astrella


"Terus dia nampar kamu yah?" ucap Karlezo sambil memegang pipi yang tadi ditampar oleh Tuan Arles


Astrella bingung, dari mana Karlezo tahu hal itu. Padahal, Astrella sudah mengobati nya agar tidak kelihatan oleh Karlezo


"Ga ada henti-hentinya yah Keluarga Arles, yaudah lah.. kamu udah makan belum?" ucap Karlezo


Astrella menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


"Oh yaudah, kita makan diluar aja" ucap Karlezo


Bersambung


__ADS_2