
Sekarang, Karlezo sedang keluar dari ruangan. Tapi, handphone nya tertinggal di dalam
Siapa yang tahu handphone nya berbunyi? Yang ada di dalam hanya orang-orang yang mabuk berat
Hanya Listra yang tahu bahwa handphone Karlezo berbunyi dan terdapat nama "Astrella", Listra ragu untuk menjawabnya
Karena Karlezo terlalu lama diluar, Listra tak mungkin membiarkan telepon nya begitu saja. Barangkali ada hal yang mendesak
Listra pun menjawab telepon nya
Listra: "Hallo?"
Astrella langsung terkejut mendengar suara perempuan dari handphone nya. "Apa yang sedang dilakukan K-Karlezo..?" pikiran Astrella sudah kemana-mana
Listra: "Hallo? ini dengan siapa?"
Astrella baru akan menjawab telepon itu. Tapi, pintu kamar yang sudah Astrella kunci tadi..
BRAKK
Ya, pintu nya didobrak. Spontan pandangan Astrella melihat ke arah pintu. Astrella langsung terkejut dan ia menjatuhkan handphone nya
Listra tak berpikir banyak. Telepon nya pun dimatikan oleh Listra karena ia mendengar suara aneh
Sedangkan, Karlezo baru kembali ke ruangan itu. Karlezo tak tahu apa yang terjadi. Karlezo pun melanjutkan untuk membahas masalah proyeknya
\=\=\=
Bagaimana dengan Astrella?
Kini, Astrella makin ketakutan. Keadaan yang dia hadapi sangat berbahaya. Seseorang yang mendobrak pintu, membawa sebuah pisau yang tajam
Ditambah, cuaca hujan deras dan petir yang suaranya sangat menggelegar
DARR DARR
Astrella: "Siapa kau!"
"Kau tak perlu tahu, aku hanya menjalankan perintah dari atasan ku" ucap orang itu
Astrella: "Louis Karlet?! apa dia?"
"Bukan"
Astrella: "Windy Arles?!"
"Huh.. tidak juga"
Astrella: "Kalau begitu, kita tidak punya dendam apa pun"
"Tidak punya?, cukup diragukan"
Orang itu berjalan semakin dekat dan Astrella sangat panik. Siapa orang yang merencanakan hal ini?
Dan..
SSSKKK
Satu tusukan menyerang Astrella. Darahnya mulai menetes. Orang itu dengan cepat pergi keluar
Astrella: "Sshhh.. sakit"
Astrella menghalangi tusukan itu dengan tangannya. Telapak tangan nya robek, darahnya tak berhenti mengalir
\=\=\=
Hujan tak kunjung reda, tapi beruntunglah Karlezo sudah selesai membahas masalah proyek nya. Karlezo pun pulang sendiri karena Listra masih ada perkerjaan
Tak lama, Karlezo sampai di rumah. Sedikit aneh, pintu rumah nya terbuka lebar. Ada bercak kaki di rumahnya
__ADS_1
Karlezo: "A-apa yang terjadi??"
Dengan cepat Karlezo naik dan pergi ke kamarnya. Pandangan nya langsung tertuju pada Astrella
Astrella menatap Karlezo dengan tajam. Ia menggertak kan giginya dan mengepalkan tangannya
Karena kepalannya terlalu kuat, darahnya pun semakin banyak mengalir. Astrella tak tahan dan akhirnya menangis
Karlezo : "Astrella?"
Karlezo berjalan mendekati Astrella dan menyentuh tangan Astrella yang berdarah. Tapi, Astrella menepis tangan Karlezo
Astrella: "Karlezo.. kamu brengsek.."
Astrella dalam keadaan sadar tak sadar saat mengucapkan kalimat itu. Karlezo menatap heran Astrella, apa yang menyebabkan Astrella berkata seperti itu?
Karlezo: "Kamu kenapa sih? tangan kamu berdarah, harus cepat diobati"
Karlezo melihat handphone Astrella di bawah lantai. Karlezo pun mengambil nya, dan banyak panggilan yang ditujukan kepada dirinya
Karlezo melihat handphone nya sendiri. Benar saja, panggilan yang masuk lebih dari 10 kali, atas nama "Astrella"
Karlezo: "K-kamu.. dari tadi telepon yah?"
Karlezo sangat ragu mengucapkan nya
Astrella: "Dari tadi aku telepon kamu, tapi ga diangkat terus. Pas diangkat juga yang jawab perempuan
Di rumah ada orang asing yang masuk bawa pisau! tapi kamu ngapain aja?! kamu kemana?! handphone kamu malah ada di perempuan lain"
Karlezo memang tak tahu apa yang sedang terjadi. Ia baru mengetahui bahwa Astrella dalam keadaan yang berbahaya
Karlezo: "Maaf.. tadi handphone aku ketinggalan di-"
Astrella: "Maaf maaf maaf!! aku ga butuh kata maaf.. hiks..
Karlezo: "Ga ga, bukan gitu.. please, pasti Listra yang jawab telepon nya tadi"
Karlezo langsung memeluk Astrella. Kejadian ini memang diluar pikiran. Kembali lagi, Karlezo harus penuh kesabaran
Astrella: "Kalau bayinya kenapa-napa gimana?! kamu bisa apa?!"
Karlezo: "Ssssttt, Astrella sayang.. kok ngomong nya gitu sih?"
Astrella: "Aku ga sembarang ngomong!, hal itu bisa aja terjadi!"
Karlezo: "Ga ga ga, hal itu ga mungkin aku biarkan terjadi oke? kamu tenang aja, please semua salah aku oke? jangan nangis lagi please"
Air mata Karlezo pun menetes. Hal ini juga bukan kemauan Karlezo. Astrella hanya terlalu takut terjadi sesuatu pada bayinya
Karlezo: "Kamu diam dulu ya sayang, aku beresin dulu masalah ini"
Karlezo pun mendorong Astrella perlahan dan menggendong nya ke ranjang. Karlezo mengelus kepala Astrella
Karlezo: "Sebentar yah"
Karlezo mengambil handphone nya lalu menelepon Liam, orang kepercayaan nya dari dulu
Karlezo: "Liam"
Liam: "Ada hal apa, Tuan?"
Karlezo: "Lacak satu orang, nanti aku kirim dokumen nya. Jangan sampai dia lepas, bunuh dia sampai mati"
Liam: "Baik Tuan, besok saya pastikan dia tidak akan pernah dilihat oleh Tuan lagi"
Karlezo pun segera melacak orang yang masuk ke rumah nya tadi. Dari mana Karlezo bisa melacak nya?
Itu adalah hal yang sangat mudah. Di rumahnya, banyak sistem pelacak yang tidak diketahui oleh orang lain. Orang yang masuk ke rumahnya, pasti dilacak dengan teliti, dan itu bisa dibilang terjadi secara otomatis
__ADS_1
Setelah masalah itu selesai, Karlezo pun mengambil kotak obat. Karlezo duduk di tepi ranjang dan mengobati Astrella
Karlezo: "Tangan kamu sini, aku obati sebentar"
Astrella pun mengulurkan tangannya dan Karlezo berhati-hati mengelap darah nya. Karlezo berusaha untuk tidak menyakiti Astrella
Astrella: "Sshh.. sakit.."
Karlezo: "Hm? sakit ya? maaf aku pelan-pelan"
Astrella tampak sangat kesakitan. Jelas-jelas Karlezo sudah sangat lembut tapi tampaknya lukanya serius
Karlezo: "Goresannya dalam, lukanya parah nih.. robek lagi.."
Astrella: "Aku tau"
Karlezo: "Kamu tahu..? jangan-jangan dia mau nusuk perut kamu ya?"
Astrella: "Iya.."
Karlezo sangat terkejut. Selama Astrella hamil, ada saja orang yang ingin membunuh bayinya
Karlezo: "Makasih.. kamu bisa ngelindungi bayi kita"
Tiba-tiba..
KRRUUK KRRUKKK
Astrella langsung tak berani menatap Karlezo. Astrella merasa sangat canggung. Karlezo pun tertawa kecil
Karlezo: "Sayang, kamu lapar yah?"
Astrella hanya menjawabnya dengan memalingkan wajahnya
Astrella: "Sedikit"
Karlezo: "Sayang! kamu tatap aku kalau lagi ngomong!"
Astrella: "Errr.. iya maaf"
Karlezo: "Mau makan apa? mau aku yang masakin? atau mau beli? atau mau makan diluar?"
Astrella: "Aku mau masak sendiri.. boleh kan?"
Karlezo: "Eh? ga!, ga boleh ya sayang"
Astrella: "Yaudah.. aku duduk di bawah, nungguin kamu selesai masak"
Karlezo: "Oh yaudah, ayo turun"
\=\=\=
Tak lama, Karlezo pun selesai masak. Ia menghidangkan makanan di atas meja. Astrella pun langsung mengambil sendok dan garpu
Karlezo: "Lha? sini sendok sama garpu nya"
Astrella: "Buat apa? aku kan mau makan"
Karlezo: "Ga boleh membantah, sayang"
Karlezo pun langsung mengambil sendok dan garpu dari tangan Astrella. Karlezo menyuapi Astrella
Karlezo: "Buka mulut"
Astrella: "Ga, aku bisa makan sendiri"
Karlezo: "Cerewet kamu! buka mulut"
Mau tidak mau Astrella mengikuti perintah Karlezo. Mana mungkin Astrella melanggar nya
__ADS_1