
*Karlezo sudah berada di depan pintu kamar Astrella*
(Karlezo)
*Berbicara dalam hati*
"Apa dia sedang marah?, mungkin nanti saja baru aku datangi"
*Malam hari, Karlezo kembali ke depan pintu kamar Astrella*
(Karlezo)
"Astrella?"
*Tidak ada yang menjawab dan hanya terdengar suara tangisan*
(Karlezo)
*Terkejut karena suara tangisan itu*
"Apa kau sedang menangis Astrella? aku masuk ya.."
*Membuka pintu dan masuk*
(Astrella)
"Tidak!"
(Karlezo)
"A-apa?"
(Astrella)
"Aku menjawab pertanyaan mu.. tidak!"
(Karlezo)
"Aku tidak mengerti maksud mu"
(Astrella)
*Berteriak sambil menangis*
"Kau meminta ku untuk menikah dengan mu dan jawaban yang aku berikan adalah Tidak! apa kau dengar!? apa perlu aku ulangi lagi!?"
(Karlezo)
*Terkejut*
"Tapi.. k-kenapa?"
(Astrella)
"Apa masih perlu kau tanya?!"
*Langsung berlari keluar dari kamar dan mencari jalan untuk pergi dari rumah*
(Karlezo)
"Astrella!"
__ADS_1
*Tiba-tiba terdengar suara petir menyambar dan hujan yang sangat deras*
(Karlezo)
"Apa aku akan membiarkan nya pergi ke luar dan menangis di tengah hujan!? Tidak mungkin"
*Langsung pergi mengejar Astrella*
(Astrella)
*Berkata dalam hati*
"Aku harus pergi ke mana?! ini sudah malam dan juga hujan deras"
*Tak seberapa lama, baju Astrella basah kuyup*
*Astrella terus berlari di tengah hujan dan sampai lah Astrella di jembatan kota dan dia tertunduk sambil menangis kencang*
(Karlezo)
*Mencari Astrella menggunakan mobil mahalnya*
"Kemana dia pergi?! Sialnya aku tidak cepat saat mengejar dia! Aku sudah kehilangan jejaknya"
*Tetapi Karlezo tetap mencari Astrella*
*Di tempat Astrella*
(Astrella)
"Kenapa hidupku jadi begini!? Hal apa yang membuat ku menjadi seperti ini?! Aku sudah banyak mengalah! Tapi kenapa ini balasan nya!?"
(Karlezo)
*Mengendarai mobil dengan cepat*
(Astrella)
"Kenapa kalian cuma mau menjahati aku?!"
*Tiba-tiba dari belakang Karlezo membawa payung dan menjawabnya*
(Karlezo)
"Siapa?"
(Astrella)
*Melihat ke belakang dan terkejut*
"Kau lagi! Kau lagi! kumohon pergilah!"
(Karlezo)
"Apa maksudmu kau lagi?"
(Astrella)
"Kau sudah punya tunangan dan dia adalah kakakku sendiri! kenapa kau membohongiku?!"
(Karlezo)
__ADS_1
"Apa kau lebih percaya kakakmu? kau tidak percaya aku?"
(Astrella)
"Bodoh! kau orang asing dan kenapa aku harus percaya padamu!? aku membencimu! sangat membencimu!"
(Karlezo)
*Menutup mulut Astrella dan menyeka air matanya*
"Sttt.. diam ikut aku ke mobil dan kita pulang.. ok?"
*Astrella tidak menjawab apa pun*
(Karlezo)
*Menggendong Astrella masuk ke mobil*
*Suara hujan masih terdengar dan gemurah di langit sangat terdengar*
(Astrella)
"Dingin.."
(Karlezo)
*Melepas jas nya dan memberikan nya kepada Astrella*
*Mengelus kepala Astrella*
"Bodoh! untuk apa kau pergi ke luar sendiri? kalau kau marah, kau tidak perlu membuat dirimu begini.."
*Astrella pun tertidur dan Karlezo mengendarai mobilnya pulang ke rumah*
*Saat sampai di rumah, Karlezo mengendong Astrella sampai kamarnya lalu membaringkan tubuhnya dengan lembut*
(Karlezo)
*Siapa yang selalu menjahati mu? apa Windy Arles? Tuan Arles? atau Nyonya Arles? aku akan membalaskan nya untukmu!"
*Mencium kening nya dan berbaring di sebelah Astrella*
(Karlezo)
*Menelepon orang kepercayaan di perusahaan nya yaitu, Liam*
"Liam! aku ada perkerjaan untukmu!"
(Liam)
"Apa hal apa tuan?"
(Karlezo)
"Aku ingin agar dalam tahun ini, saham perusahaan Arles jatuh"
(Liam)
"Baik tuan"
*Karlezo menutup teleponnya dan tidur di sebelah Astrella*
__ADS_1