Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Salah Paham


__ADS_3

*Karlezo sudah berada di depan pintu kamar Astrella*


(Karlezo)


*Berbicara dalam hati*


"Apa dia sedang marah?, mungkin nanti saja baru aku datangi"


*Malam hari, Karlezo kembali ke depan pintu kamar Astrella*


(Karlezo)


"Astrella?"


*Tidak ada yang menjawab dan hanya terdengar suara tangisan*


(Karlezo)


*Terkejut karena suara tangisan itu*


"Apa kau sedang menangis Astrella? aku masuk ya.."


*Membuka pintu dan masuk*


(Astrella)


"Tidak!"


(Karlezo)


"A-apa?"


(Astrella)


"Aku menjawab pertanyaan mu.. tidak!"


(Karlezo)


"Aku tidak mengerti maksud mu"


(Astrella)


*Berteriak sambil menangis*


"Kau meminta ku untuk menikah dengan mu dan jawaban yang aku berikan adalah Tidak! apa kau dengar!? apa perlu aku ulangi lagi!?"


(Karlezo)


*Terkejut*


"Tapi.. k-kenapa?"


(Astrella)


"Apa masih perlu kau tanya?!"


*Langsung berlari keluar dari kamar dan mencari jalan untuk pergi dari rumah*


(Karlezo)


"Astrella!"

__ADS_1


*Tiba-tiba terdengar suara petir menyambar dan hujan yang sangat deras*


(Karlezo)


"Apa aku akan membiarkan nya pergi ke luar dan menangis di tengah hujan!? Tidak mungkin"


*Langsung pergi mengejar Astrella*


(Astrella)


*Berkata dalam hati*


"Aku harus pergi ke mana?! ini sudah malam dan juga hujan deras"


*Tak seberapa lama, baju Astrella basah kuyup*


*Astrella terus berlari di tengah hujan dan sampai lah Astrella di jembatan kota dan dia tertunduk sambil menangis kencang*


(Karlezo)


*Mencari Astrella menggunakan mobil mahalnya*


"Kemana dia pergi?! Sialnya aku tidak cepat saat mengejar dia! Aku sudah kehilangan jejaknya"


*Tetapi Karlezo tetap mencari Astrella*


*Di tempat Astrella*


(Astrella)


"Kenapa hidupku jadi begini!? Hal apa yang membuat ku menjadi seperti ini?! Aku sudah banyak mengalah! Tapi kenapa ini balasan nya!?"


(Karlezo)


*Mengendarai mobil dengan cepat*


(Astrella)


"Kenapa kalian cuma mau menjahati aku?!"


*Tiba-tiba dari belakang Karlezo membawa payung dan menjawabnya*


(Karlezo)


"Siapa?"


(Astrella)


*Melihat ke belakang dan terkejut*


"Kau lagi! Kau lagi! kumohon pergilah!"


(Karlezo)


"Apa maksudmu kau lagi?"


(Astrella)


"Kau sudah punya tunangan dan dia adalah kakakku sendiri! kenapa kau membohongiku?!"


(Karlezo)

__ADS_1


"Apa kau lebih percaya kakakmu? kau tidak percaya aku?"


(Astrella)


"Bodoh! kau orang asing dan kenapa aku harus percaya padamu!? aku membencimu! sangat membencimu!"


(Karlezo)


*Menutup mulut Astrella dan menyeka air matanya*


"Sttt.. diam ikut aku ke mobil dan kita pulang.. ok?"


*Astrella tidak menjawab apa pun*


(Karlezo)


*Menggendong Astrella masuk ke mobil*


*Suara hujan masih terdengar dan gemurah di langit sangat terdengar*


(Astrella)


"Dingin.."


(Karlezo)


*Melepas jas nya dan memberikan nya kepada Astrella*


*Mengelus kepala Astrella*


"Bodoh! untuk apa kau pergi ke luar sendiri? kalau kau marah, kau tidak perlu membuat dirimu begini.."


*Astrella pun tertidur dan Karlezo mengendarai mobilnya pulang ke rumah*


*Saat sampai di rumah, Karlezo mengendong Astrella sampai kamarnya lalu membaringkan tubuhnya dengan lembut*


(Karlezo)


*Siapa yang selalu menjahati mu? apa Windy Arles? Tuan Arles? atau Nyonya Arles? aku akan membalaskan nya untukmu!"


*Mencium kening nya dan berbaring di sebelah Astrella*


(Karlezo)


*Menelepon orang kepercayaan di perusahaan nya yaitu, Liam*


"Liam! aku ada perkerjaan untukmu!"


(Liam)


"Apa hal apa tuan?"


(Karlezo)


"Aku ingin agar dalam tahun ini, saham perusahaan Arles jatuh"


(Liam)


"Baik tuan"


*Karlezo menutup teleponnya dan tidur di sebelah Astrella*

__ADS_1


__ADS_2