
"Aku mencintaimu! sangat sangat mencintaimu!" ucap Fani cepat
Wajahnya tampak merah. Astrella tertawa melihat aksi Fani. Sebelumnya, Fani tidak pernah melakukan hal seperti itu
Tiba-tiba Vio mencium bibir Fani. Fani tampak sangat terkejut. Teman-temannya tersenyum senang
Suasana disana menjadi sangat heboh. Astrella tertawa kecil. Setelah itu, Vio melepaskan ciumannya
Wajah Fani tambah merona. Ia sangat malu dicium di depan teman-temannya
"Curang kamu, ambil kesempatan dalam kesempitan" bisik Fani kepada Vio
"Ambil kesempatan? kamu sendiri juga senang kan?" ucap balik
"Untuk aja di sini ada teman-teman, kalau di rumah.. ga tau kamu bakal babak belur kayak apa" ucap Fani
"Marah toh? imut juga" ucap Vio
Fani langsung menatap malas Vio. Vio tersenyum kecil
Selanjutnya mereka bermain putaran ke dua. Orang yang mendapat giliran kedua adalah Astrella
"Haha, giliran kamu tuh" ucap Fani
"Iya, iya" ucap Astrella
"Pilih truth or dare?" tanya Vio
"Errr.. apa ya.." ucap Astrella beluk yakin
"Dare aja lah, yang menantang dikit. Jarang-jarang loh bisa ngumpul gini' ucap Fani
"Oke, aku pilih dare" ucap Astrella
Sementara itu, disana masih ada Karlezo. Ia sedang memegang segelas anggur. Diam-diam Karlezo melirik nya
"Hm.. dare nya adalah cium satu laki-laki di sini" ucap salah satu temannya
"Hah?" Astrella tidak yakin
"Cium aja, kalau ga bisa ya minum bir" ucap Fani sambil memegang 1 botol bir
Astrella masih sedikit bingung. Tak mungkin ia mencium satu laki-laki yang ada di sana. Ia pun tidak mungkin juga minum bir
"Gimana ya.. minum aja mungkin?" ucap Astrella dalam hatinya yang sangat bimbang
"Oke, aku pilih ini aja" ucap Astrella sambil mengambil botol bir yang dipegang oleh Fani tadi
Teman-temannya sangat heboh di sana. Sebenarnya, Astrella adalah orang yang kuat minum bir
Saat masih muda, ia sering minum bir dan wine. Maka dari itu, Astrella bisa minum berapa banyak botol pun
Astrella pun membuka tutup botol itu. Ia mulai mengangkat botol itu. Mulutnya sudah terbuka dan..
.
.
.
Tiba-tiba botol itu tertahan. Astrella pun bingung. Ia mengarahkan pandangan dan.. ia terkejut
"K-Karlezo?" ucap Astrella
Karlezo tampak sedikit marah. Kemudian ia mencium Astrella. Semuanya terkejut melihat mereka berdua
Berbagai ucapan keluar dari mulut mereka
"Woww.. tuan muda dari Perusahaan Lio yah?"
__ADS_1
"Serius tuh?"
"Mimpi bukan tuh?"
"Dari mana dia bisa kenal tuan muda Karlezo?"
Setelah itu, Karlezo melepaskan ciumannya. Karlezo menarik tangan Astrella dan membawa nya menuju mobil
Karlezo langsung mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah
Sesampainya di rumah, Karlezo menarik tangan Astrella menuju kamar lalu melepaskan nya
"Kamu kok ada di sana..?" tanya Astrella
"Emangnya ga boleh?" ucap Karlezo ketus
Astrella sedikit terkejut
"Ga papa sih" ucap Astrella
"Kamu tuh keterlaluan yah?" ucap Karlezo marah
Astrella tidak berani menjawab nya. Ia hanya diam dan mulai ketakutan
"Kan aku udah bilang, jangan makan, minum, atau pergi sembarang. Kamu malah mau minum bir" ucap Karlezo
"Tapi.." belum sempat Astrella berbicara, Karlezo langsung menyela pembicaraan nya
"Kalau sampai terjadi apa-apa gimana? aku bolehin kamu pergi karana aku percaya sama kamu
Tapi kenapa kamu malah sia-siakan? kamu bisa menjamin ga terjadi apa-apa, ok.. aku percaya
Tapi buktinya? kamu malah mau minum bir?" ucap Karlezo
"Tapi kalau ga minum.. harus cium satu orang.." ucap Astrella
"Kamu bisa ga sih ga ngeyel gitu? kalau perlu ga usah ikut, kalau sampai tadi kamu minum, apa yang terjadi?!" ucap Karlezo
"Maaf maaf! kalau salah cuman ngomong maaf tuh gampang" ucap Karlezo
Astrella menatap Karlezo tak percaya. Matanya mulai memerah
Kali ini, Karlezo sudah marah. Ia sangat sangat perhatian kepada istri nya dan bayinya sendiri
Tapi, Astrella sekarang sangat sulit untuk diatur. Ada saja yang dia mau. Sedikit-sedikit nangis.
Karlezo harus lebih sabar. Untuk mengatasi semua itu tidak lah mudah. Ia yang harus mengalah
Ia yang harus minta maaf duluan, harus menghibur, harus melakukan apa pun yang Astrella minta
"Maaf, aku tahu aku salah.. ga ulangi lagi" ucap Astrella yang matanya sudah berkaca-kaca
Karlezo menatap Astrella dengan tatapan yang sangat sedih. Karlezo tidak tega berlaku kasar kepada nya
Kali ini, Karlezo yang mengalah lagi. Setiap masalah pun, Karlezo yang mengalah
"Aku minta maaf.." ucap Astrella
Karlezo mengambil nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan
Ia mulai menatap Astrella dan membelai wajah Astrella
"Iya.., tapi kamu ga boleh gitu lagi.. kamu lagi hamil, jaga kondisi dan jaga kesehatan
Gimana kalau aku ga cegah bir kamu itu? pastinya kamu sudah minum kan?" ucap Karlezo
Astrella pun menggangguk dan menunjukkan rasa bersalah nya
"Yaudah, nanti kita pergi cek kandungan kamu, ok?" ucap Karlezo
__ADS_1
"Iya" ucap Astrella
"Kamu udah makan belum?" tanya Karlezo
"Belum.. tadi yang makan cuma teman-teman. Aku ga makan" ucap Astrella
"Yaudah sekarang kita makan. Aku pesan sebentar" ucap Karlezo
Astrella hanya menggangguk dan Karlezo memesan makanan yang tampak mewah
\=\=\=
Tak lama, makan yang dipesan datang. Karlezo pun membukanya dan memberikan nya kepada Astrella
"Nih, sekarang kamu makan dulu.. kamu pasti udah lapar kan" ucap Karlezo menyodorkan sepiring makanan
Astrella mendorong nya perlahan. Karlezo bingung dan mencoba menyuapi Astrella. Tapi, Astrella memalingkan wajahnya
"Kenapa ga mau? ga suka? atau ga enak?" tanya Karlezo
"Mau makan omelet" ucap Astrella.
"Kenapa ga bilang dari tadi? yaudah aku pesan lagi" ucap Karlezo
"Ga mau" ucap Astrella
"Lha? kenapa?" tanya Karlezo
"Kamu yang bikin, ga mau pesan" rengek Astrella
"Yaudah tunggu sebentar, aku ke bawah bikin dulu.. ntar aku naik lagi" ucap Karlezo
"Iya" ucap Astrella
Karlezo pun turun dan membuat makanan nya
\=\=\=
Sekitar 15 menit, Karlezo sudah membuat omelet. Karlezo pun membawa nya menuju kamar
Karlezo membuka pintu dan tidak melihat Astrella di sana. Ia pun mengarahkan pandangan nya ke tempat lain
Hoeekk
Karlezo langsung peka, ia langsung meletakkan makanan nya di meja dan ia pun berjalan ke arah kamar mandi
"Astrella?" ucap Karlezo melihat Astrella yang mengeluarkan cairan dari mulutnya
Astrella melihat ke arah Karlezo. Astrella menggangguk perlahan
"Udah, ga papa" ucap Astrella
"Serius? kamu yang bener" ucap Karlezo khawatir
"Iya ga papa" ucap Astrella
"Sekarang, kamu makan dulu.. isi perut" ucap Karlezo
"Iya" balas Astrella
Tiba-tiba Karlezo menggendong Astrella menuju ranjang dan meletakkan Astrella di pinggir ranjang
Karlezo mengambil makanan yang tadi ia buat lalu menyuapi Astrella
"Ga usah, aku bisa sendiri" ucap Astrella
"Diam sayang, kamu tinggal buka mulut terus makan, ok?" ucap Karlezo
"I-iya" ucap Astrella
__ADS_1
Karlezo pun menyuapi Astrella sampai makanan itu habis