
*Siang hari Astrella pergi ke ruang Karlezo*
(Astrella)
*Di depan pintu*
"Permisi.. Karlezo? aku masuk ya? apa kau ada di dalam?"
(Karlezo)
*Berbicara dari dalam kamar*
"Masuk lah"
(Astrella)
*Masuk*
"Ada yang ingin aku tanyakan"
(Karlezo)
*Duduk di atas ranjang*
"Kemarilah"
(Astrella)
"Errr.. jangan macam-macam ya"
(Karlezo)
"Astaga.. apa kau pikir aku orang yang seperti itu? dan juga panggilan mu tidak seasing waktu itu ya?"
(Astrella)
*Berjalan menuju Karlezo*
"Tidak juga.. tuan muda"
(Karlezo)
"Panggil nama aja, jangan seasing itu juga"
(Astrella)
"Terserah! Jadi, kita mau pergi ke mana? kamu bilang aku harus ikut kamu"
(Karlezo)
"Oh.. Ganti baju dulu sana, nanti tunggu sampai baru aku kasih tau, dan kalo udah ganti baju ke sini lagi"
(Astrella)
"Baik.. aku pergi ganti dulu"
*Astrella pergi ke kamar nya untuk mencari baju yang cocok untuk dia pakai*
(Astrella)
"Pakai baju yang mana? pergi ke mana aja aku gak tahu.. yaudah pake ini aja"
*Beberapa menit kemudian Astrella datang ke kamar Karlezo*
(Astrella)
"Hey? apa ini cocok?"
(Karlezo)
*Melihat ke arah Astrella dan wajahnya memerah*
*Berkata dalam hati*
"Celana pendek putih.. baju casual.. rambutnya diikat rapi, sangat cantik"
(Astrella)
"Kenapa diam saja? tidak cocok ya?"
(Karlezo)
__ADS_1
*Mengarahkan pandangan nya ke arah lain*
"Cocok saja, kalau begitu tunggu diluar dulu, aku ganti baju"
(Astrella)
"Baik"
*Beberapa menit kemudian*
(Karlezo)
"Ayo kita pergi"
(Astrella)
*Berkata dalam hati*
"S-sangat.. tampan"
(Karlezo)
"Astrella?"
(Astrella)
"Ah! iya! ayo kita pergi"
*Mereka melakukan perjalanan selama 1 jam dan tibalah mereka di tempat yang dituju*
(Astrella)
"Kita ada di mana? kenapa berhenti di depan rumah orang?"
(Karlezo)
"Kita pergi ke rumah orang tua kita"
(Astrella)
"A-apa? orang tua kita? jangan-jangan orang tuamu ya? kenapa tidak memberi tahu dari awal? astaga.. kau sengaja menjebak ku ya?"
(Karlezo)
(Astrella)
"Bagaimana jika aku tidak mau masuk?"
(Karlezo)
"tidak mau? jangan salah kan aku jika aku melakukan hal yang buruk kepada mu"
(Astrella)
*Terkejut*
"Kau?! Haiss.. baiklah"
(Karlezo)
*Mengelus kepala Astrella*
"Baik sekali istri ku hari ini ya"
(Astrella)
"Jangan memancing ku"
(Karlezo)
"Baiklah, tidak keberatan kan kalau aku menggandeng tangan mu?"
(Astrella)
"Tidak.."
*Mereka berdua masuk ke dalam rumah itu dan mendapatkan sambutan hangat dari kedua orang tua Karlezo Lio*
(Nyonya Lio)
"Wah! Karlezo akhirnya kau datang juga! dan.. dia?"
__ADS_1
(Karlezo)
"Dia adalah.."
(Nyonya Lio)
*Langsung memotong pembicaraan Karlezo*
"Aku tahu dia pasti menantuku kan"
(Astrella)
"Errr..."
(Nyonya Lio)
"Ah! panggil ibu saja boleh kok"
(Astrella)
"Baik.. selamat siang Ibu.."
(Nyonya Lio)
"Wah! sopan dan lembut! tidak salah pilih kamu Karlezo"
(Tuan Lio)
"Kamu dari keluarga Arles ya Astrella?"
(Astrella)
"Iya.. benar"
(Tuan Lio)
"Dimana orang tua kamu Astrella?"
(Astrella)
*Hanya tertunduk*
"Mereka.. ada di.."
(Karlezo)
*Membantu Astrella berbicara*
"Begini ya Ayah, Keluarga Arles sangat lancang kepada Astrella, jadi dia sekarang tinggal di rumahku dan tidak ada orang tua"
(Nyonya Lio)
"Malang sekali nasibmu.. Tapi tidak apa-apa, kamu bisa menganggap kami sebagai Ayah dan Ibumu sendiri"
(Tuan Lio)
"Jadi.. kapan kalian akan menikah?"
*Astrella terkejut dengan kata-kata Ayah Karlezo*
(Karlezo)
"Hm.. mungkin Minggu depan?"
(Nyonya Lio)
"Apa?!"
(Tuan Lio)
"Tidak salah?"
(Karlezo)
"Hm.. itu baru rencana saja"
(Nyonya Lio)
"Itu terlalu lama.. bagaimana kalau.. lusa?"
(Karlezo)
__ADS_1
"Bisa juga"
*Astrella berpikir kalau tadinya ini hanya sandiwara tapi ternyata tidak*