
Mereka berdua pun pergi mencari makan di luar. Ya.. karena Astrella suka makan makanan Jepang, jadi Karlezo membawanya diam-diam untuk makan di tempat yang penuh makanan Jepang
Tak lama, mereka sampai di tempat yang sudah ditentukan oleh Karlezo. "Udah nyampe, ayo turun" ucap Karlezo
Astrella mengangkat satu alisnya. Setahunya dari waktu itu, Karlezo tidak suka makanan Jepang
"Kamu.. serius nih? masa kamu bisa makan disini? kalau ga bisa makan di tempat lain aja, kan masih banyak tempat lain" ucap Astrella
"Stttt.. diam sayang, hari ini kan hari ulang tahun aku. Jadi, kamu ikut aja aku makan" ucap Karlezo
"Ya maka dari itu, kan kamu yang ulang tahun. Jadinya, kamu pilih tempat yang kamu suka aja" ucap Astrella
"Ya aku suka makanan Jepang, jadi ya makan disini aja" ucap Karlezo
"Idih, awas kalau kamu bohong. Kamu bilang kamu suka makanan Jepang kan? ntar kamu harus buktikan" ucap Astrella
"Hmm..." Karlezo pertimbangan hal itu dengan berat
"Hahaha, tuh kan.. lihat ekspresi kamu aja udah gitu" ucap Astrella
"Oh? aku buktikan sekarang, ayo!" ucap Karlezo
Ya.. bukannya mau tidak mau dilakukan oleh Karlezo. Tapi, semenjak waktu itu Astrella memberikan sushi padanya, ia perlahan mulai menyukai sushi
Tapi, semuanya bukan karena Karlezo suka sushi. Tapi, itu dilakukan untuk Astrella, agar Astrella ceria lagi
Akhirnya, mereka pun turun dan mulai memesan makanan yang terdapat di menu tersebut
"Astrella kamu mau makan apa?" tanya Karlezo
"Makan.. ramen aja!" ucap Astrella
"Terus? ada lagi ga? masa cuman satu?" tanya Karlezo
"Memangnya mau berapa? kalau kebanyakan nanti bisa kekenyangan" ucap Astrella
"Oh.. oke, kalau gitu aku pesan.. sushi a-" beluk selesai Karlezo berbicara Astrella langsung memotong nya
"Sekalian sama wasabi! yang banyak!" ucap Astrella
"Hah? k-kamu.. serius? kamu mau makan tuh?" tanya Karlezo
"Iya iya!" ucap Astrella
"Bukannya kamu ga suka wasabi yah?" tanya Karlezo
"Eh? aku suka kok" ucap Astrella
"Oke.. yaudah kita pesan" ucap Karlezo
Mereka pun memesan makanan yang sudah mereka tentukan tadi. Mereka menunggu hingga makanan itu datang
Sebenarnya, wasabi itu sengaja dibeli oleh Astrella untuk dimakan Karlezo. Tapi, Astrella hanya mengaku bahwa dirinya menyukai wasabi
Karlezo tidak menyadari hal itu. Ia hanya berpikir kalau itu kemauan Astrella. Ya.. Astrella hanya mau mengerjai Karlezo
\=\=\=
Tak lama, makanan yang dipesan mereka pun datang. Astrella tampak sangat senang. Karlezo tersenyum melihat Astrella
"Selamat makan!" ucap Astrella sambil tersenyum
"Makan yang kenyang tuh" ucap Karlezo
Astrella mulai mengambil mie dari ramen nya menggunakan sumpit. Astrella memakannya perlahan
Tiba-tiba, ada sushi dihadapan Astrella. Tepat sekali di depan wajah nya. Astrella menaikkan kepalanya
"Hah?" ucap Astrella bingung menatap Karlezo
"Buka mulut, nih aku suapin" ucap Karlezo
"Tapi, itu kan sushi kamu" ucap Astrella
"Ga ada tapi-tapian sayang, buka mulut terus makan nih" ucap Karlezo
Astrella pun memakan sushi yang Karlezo berikan. Setelah itu, Astrella melanjutkan makannya
\=\=\=
Tak lama, makanan nya sudah tak bersisa di mangkuk. Astrella tampak sangat kenyang. Tapi, makanan Karlezo belum habis
__ADS_1
Sebab, Karlezo sangat menikmati makanan nya. Ia makan perlahan. Tampak sangat elegan nan anggun
"Cepat benget selesai nya" ucap Karlezo
"Iya lah, ngapain lama-lama" ucap Astrella
"Oh iya, wasabi nya? bukannya tadi kamu yang mau? kok ga dimakan?" tanya Karlezo
"Hehe, aku pesan untuk kamu makan, bukan untuk aku" ucap Astrella
"Lha? kamu kan tahu aku ga bisa makan wasabi" ucap Karlezo
"Katanya kamu mau buktikan kalau kamu suka sushi" ucap Astrella
"Ya.. kan cuma sushinya bukan wasabinya juga" ucap Karlezo
"Sama aja kali, dimana-mana makan sushi pakai wasabi" ucap Astrella
"Astaga.. bawel banget sih kamu" ucap Karlezo
"Haha, ayo buktikan" ucap Astrella
Mau tidak mau Karlezo pun memakannya. Err.. rasanya.. ya begitulah. Astrella tampak tertawa geli melihat ekspresi Karlezo
"Hahaha enak ya?" ucap Astrella
"Kamu yah!" ucap Karlezo sambil mencubit pipi Astrella lembut
"Karlezo tuh masih banyak, ayo dimakan" ucap Astrella
"Iya iya, aku lakukan ini buat kamu oke? ga ada alasan lain" ucap Karlezo
"Oke.." ucap Astrella
\=\=\=
Tak lama, mereka sudah selesai makan.
Mereka pun berjalan menuju mobil. Mereka berencana untuk pergi ke rumah sakit, memeriksa kandungan Astrella
Jarak dari tempat makanan Jepang ke rumah sakit tak jauh. Jadi, mereka tak membutuhkan waktu yang lama untuk pergi ke rumah sakit
Akhirnya, mereka pun sampai. Karlezo dan Astrella turun dari mobi. Suasana jalan raya sangat ramai
Bunyi mobil dan motor lewat sangat terdengar di telinga. Mereka pun memutuskan untuk masuk
Baru beberapa langkah Astrella berjalan, ia langsung di tabrak orang dan ia terdorong ke jalan raya
Karlezo langsung terkejut melihat itu dan berusaha menolong Astrella
Bukan hanya terdorong ke jalan raya, tapi dari arah sana ada mobil yang melaju kencang ke arah Astrella
Pengemudi mobil itu tampak sengaja tak mau menginjak rem. Malahan, ia semakin melaju dan.. "AHHH!' Astrella berteriak ketakutan, lalu..
.
.
.
.
.
.
BRUUKKK
.
.
.
.
.
.
Bukan suara tabrakan. Tapi, Karlezo langsung menangkap dan memeluk Astrella dalam pelukan nya
__ADS_1
Astrella langsung menangis sejadi-jadinya. Karlezo langsung cemas melihat Astrella. Siapa orang yang mengendarai mobil tadi?
Mobil itu tampak langsung berhenti dan orang itu turun dari mobilnya.. lalu tampaklah dia..
Louis Karlet!
Ya, lagi-lagi Louis Karlet. Dia lagi dia lagi. Tak berhenti-henti nya Louis mengacau Karlezo dan Astrella
Louis mendekati Karlezo dan Astrella. Karlezo menatap Louis dingin
"Apa lagi tujuan mu?" ucap Karlezo
"Kenapa tadi tidak tertabrak saja?" ucap Louis
"Kau! enyahlah!" ucap Karlezo
"Terlalu disayangkan, seorang CEO terlalu cinta pada gadis nya.. yah, mungkin ini hanyalah keberuntungan bagi bayi kalian" ucap Louis
"Brengsek!" teriak Astrella menatap Louis tajam
"Oh? kamu sayang banget yah sama anak kamu?" ucap Louis
"Ya.. jelas saja, dari pada punya anak sama kamu, Louis Karlet" ucap Karlezo tenang
"Bukan masalah, bukan hanya hari ini aku datang.. mungkin ada kesempatan selanjutnya" ucap Louis
"Oh.. hanya angin lalu, yaudah aku kita masuk Astrella" ucap Karlezo
Karlezo dan Astrella pun meninggalkan Louis. Yap, seperti biasanya.. Louis pergi dengan kesal. Ia tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun
Karlezo dan Astrella menunggu antrian sambil duduk. Air mata Astrella masih saja mengalir. Karlezo sangat sedih melihat Astrella
"Karlezo.. kenapa selalu ada yang ganggu bayi kita?" tanya Astrella di sela-sela tangisannya
"....." Karlezo tak tahu harus menjawab apa
"Hiks.. hiks.. setiap hari ada aja masalah.. setiap hari harus nangis" ucap Astrella
"Udah.. sttt.. kamu diam ya sayang, ga usah dipikirin" ucap Karlezo
"Ga usah dipikirin? setiap kali selalu ngalah!" ucap Astrella
"Ya kamu mau gimana lagi? toh juga mereka iri sama kehidupan kita" ucap Karlezo
"Kenapa harus iri?" ucap Astrella
"Ya.. karna mereka ga pernah merasa puas ok?" ucap Karlezo
Karlezo memeluk Astrella dan mengusap punggung Astrella. Yah, memang selama ini banyak sekali masalah yang menghampiri mereka berdua
"Udah, ga usah nangis lagi oke? asal aku ada di samping kamu, aku bakal berusaha untuk melindungi kamu terus" ucap Karlezo
"Iya" ucap Astrella
Astrella pun menghapus air matanya. Karlezo perlahan merasa tenang
Tak seberapa lama, giliran mereka untuk masuk. Sama seperti waktu itu, dokternya adalah Aria
"Astrella" sapa Aria
"Hehe, dokter" sapa Astrella balik dan senyuman
"Langsung aja kita periksa ya" ucap Aria
Ya, pemeriksaan dilakukan seperti waktu itu. Tujuan Karlezo yang sebenarnya bukan hanya mengetahui keadaan bayinya saja tapi Karlezo mau tahu mengenai proses lahiran nya. Tak lama, semua pemeriksaan sudah selesai dilakukan
"Oke, keadaan bayinya lumayan baik. Tapi.. apakah akhir-akhir ini ada masalah?"ucap Aria
"Iya masalah kecil dok" jawab Karlezo
"Hm.. Sebaiknya jangan sampai terjadi masalah serius, itu dapat mempengaruhi kesehatan bayi nya" ucap Aria
"Baik dok, terus nanti proses lahiran nya gimana? normal atau operasi?" tanya Karlezo
"Ya.. setelah diperiksa sih.. lahirannya nanti operasi" ucap Aria
"Operasi? ga bisa normal kah dok?" tanya Karlezo
"Maaf, tapi keadaan nya tak memungkinkan untuk normal" ucap Aria
"...... baik dok" ucap Karlezo
__ADS_1
Ya, Astrella juga mendengar pembicaraan Karlezo dan Aria. Astrella memegang perutnya sendiri
"Its oke.. yang penting bayinya sehat, udah cukup kok.. yang penting Karlezo senang, kami tunggu kamu baby. Sehat terus yah" ucap Astrella dalam hatinya