Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Karlezo.. menyerah


__ADS_3

Astrella: "Aku ngga mau! aku ngga mau..


Aku harus cari jalan lain! aku akan melakukan apa pun!"


*Menggertakkan gigi dan terus menangis*


Karlezo yang menggendong Averano, berdiri dibalik tembok, memperlihatkan Astrella dari belakang, sungguh.. hatinya terasa sangat sakit. Entah apa yang harus dilakukan untuk selanjutnya


Karlezo: "Astrella.. kali ini bukan kau saja yang sedih. Aku juga merasa demikian. Aku sayang pada bayiku. Tapi aku juga ngga mau kehilangan dirimu. Aku sangat menyayangi kalian berdua. Lantas.. apa yang harus aku lakukan?


Aku hanya manusia biasa. Masalah ini.. juga bukan kemauanku. Tapi aku janji, kalian akan selalu berada dalam pelukanku. Aku akan berusaha membuat kalian aman. Maka.. tolong jangan menangis.."


Averano: "Mama.. nangis"


Karlezo: "Iya.. kamu jangan ganggu dulu ya. Papa bawa kamu ke mobil dulu"


Karlezo membawa Averano menuju mobil, dan meletakkannya duduk di kursi. Kemudian Karlezo menutup pintu, dan berjalan ke arah Astrella


Karlezo mengangkat dagu Astrella, menatap matanya sejenak. Astrella menatap mata Karlezo balik dan..


"Karlezo.."


Astrella memeluk Karlezo, dan menangis di pelukan Karlezo. Perasaan Karlezo juga tak bisa tertahan, mata Karlezo sudah berkaca-kaca


Karlezo: "Apa aku harus menangis juga..?


Jujur, aku tak boleh melakukan hal itu. Astrella sedang bersandar padaku. Aku harus bersandar pada siapa? diriku sendiri juga harus kuat.


Jika yang kualami itu hal biasa.. maka aku tak akan seperti ini. Tapi kali ini, aku harus sadar. Aku tak boleh menunjukkan perasaan ku itu.. pada orang yang sedang berharap padaku"


Astrella: "Karlezo.. kau punya cara kan? kau pasti bisa membantuku kan? aku yakin!


kau tak mau melihat ku begini kan? jawab aku Karlezo!"


*Putus asa*


Karlezo: "Iya.. aku tak mau melihatmu seperti ini. Jangan menangis lagi ya? aku akan berusaha untuk melindungi kalian"


*Menghapus air mata Astrella*


Astrella: "Kau harus janji padaku!"


Karlezo: "Aku akan berjanji"


Karlezo menggendong Astrella, dan membawanya ke Averano tidak bisa diam saja, sehingga dari belakang tangan Averano berusaha meraih wajah Astrella


Astrella yang melihat hal itu, menggendong Averano ke depan, dan meletakkan Averano di pangkuan nya


Karlezo segera naik ke mobil, dan mengendarai mobil nya meninggalkan rumah sakit tersebut


Averano: "Mama.. jangan nangis"


Sebenarnya Averano masih tak terlalu jelas dalam berbicara, tapi Astrella mengerti semua yang Averano katakan


Astrella: "Iya.."


Averano memeluk Astrella dan terus menatap mata Astrella. Tangan Astrella mengelus punggung Averano

__ADS_1


Astrella: "Kamu baik banget Averano, pengertian, dan mama sayang banget sama kamu"


\=\=\=\=\=\=


*Di Rumah*


Astrella pergi ke kamar bersama Averano. Mereka berbaring di ranjang. Sementara Karlezo duduk di sofa, lantai 1


Karlezo mengeluarkan handphone nya, dan mencari kontak dokter pribadi lainnya. Karlezo langsung menghubungi dokter itu setelah menemukan kontaknya


Karlezo: "Vazel, kamu sekarang ada di mana?


masih ada di kota ini ngga?"


Vazel: "Iya, tapi sebentar lagi aku mau berangkat ke Amerika. Emangnya kenapa? ada yang sakit ya?"


Karlezo: "Pergi ke Amerika ada urusan penting ngga? kalau ngga ada.. bisa ditunda aja penerbangan nya? aku lagi butuh"


Vazel: "Oh? ngga juga. Yaudah aku batalin sekarang yah. Emang kamu perlu apa?"


Karlezo: "Jadi gini.. pagi ini istriku ngecek kalau dia hamil atau nggak. Terus hasilnya positif hamil, dan.."


*Terbata*


Vazel: "Lalu?"


Karlezo: "Lalu aku sama dia pergi ke rumah sakit untuk ngecek, usia kandungan nya sudah mencapai 10 Minggu. Tapi.. ada masalah besar. Katanya, dalam tubuh istriku ada racun dan itu bisa merenggut nyawa 1 orang, antara istriku sendiri atau janinnya. Entah bagaimana, tapi aku juga bingung mengenai racun itu. Salah satunya jalan yang bisa dilakukan adalah mengirim racun itu ke janin agar istriku selamat, karena katanya racun itu ngga diketahui jenisnya. Aku berharap kamu bisa membantu aku memastikan semuanya itu"


Vazel: "Baik, dalam waktu 20 menit lagi aku datang, tepat waktu pastinya"


Terakhir aku dengan kamu punya alat terbaru dan lebih efektif"


Vazel: "Tak masalah, aku akan sediakan semuanya"


Karlezo: "Baik".


*20 Menit Kemudian*


Vazel datang ke rumah Karlezo, tepat waktu. Segera ia masuk, dan langsung bertemu Karlezo di di sana


Karlezo: "Ayo naik"


Vazel menggangguk dan menaiki anak tangga bersama Karlezo, pergi berjalan ke arah kamar


Karlezo membuka pintu perlahan, dan melihat Astrella sedang tertidur bersama Averano. Mereka pun masuk dan berjalan ke arah Astrella


Karlezo: "Dia barusan tidur.. seharusnya kamu bisa periksa dia kan?"


Vazel: "Seharusnya bisa. Tapi butuh waktu yang lumayan lama"


Karlezo: "Hm"


Vazel langsung membuka peralatan nya, dan berusaha memeriksa Astrella dengan hati-hati, agar tidak membangunkan nya


Vazel: "Kamu tahu hal ini dari kapan?"


Karlezo: "Hm.. dari tadi pagi"

__ADS_1


Vazel: "Yah.. seharusnya kalau butuh perawatan penting, bawa di ke rumah sakitku aja. Bisa jadi lebih aman"


Karlezo: "Hm.. yang jelas racun harus harus dihilangkan"


Vazel: "Iya aku tahu"


Karlezo: "Aku ngga tahan lihat dia nangis. Setelah tahu semua ini dia sedih banget, dan aku ngga bisa kebayang sama hari-hari kedepannya"


Vazel: "Yah.. untuk semua ini ngga ada yang tahu. Mau gimana lagi? secepatnya harus ditangani dengan baik"


Karlezo: "Iya"


*1 Jam Berlalu*


Vazel membereskan peralatan nya, dan Karlezo memintanya untuk keluar, dan membicarakan hasilnya di lantai bawah


Mereka turun dan duduk di sofa. Diam-diam, Astrella bangun dan memperlihatkan mereka dari atas tangga


Karlezo: "Jadi.. gimana?"


Vazel: "Sebenarnya ada sedikit hal yang salah dari informasi yang sebelumnya kamu dapatkan"


Karlezo: "Maksud kamu apa?"


Vazel: "Racun itu memang ada, tapi bukan berarti kamu harus memilih salah satunya, antara pilih Astrella atau janin itu. Kamu ngga bisa menentukan pilih yang mana"


Karlezo: "Lalu..?"


Vazel: "Racun itu sewaktu-waktu bisa berpindah ke janin itu. Otomatis, kalau udah tersebar.. harus dilakukan aborsi"


Karlezo: "Apanya yang beda? yang jelas tetap membahayakan kan?"


Vazel: "Iya, itu memang benar. Tapi racun itu bukan membahayakan Astrella. Racun itu.. lebih besar dampaknya untuk janin.


Karlezo: "Jadi.."


Vazel: "Iya, bayimu itulah yang nanti bisa.."


Karlezo: "Ngga! aku butuh cara untuk menghilangkan racun itu! aku ngga peduli"


Vazel: "Seharusnya memang begitu, tapi kami ngga tahu jenis nya. Kami ngga bisa main ambil keputusan. Dampaknya akan lebih berbahaya lagi Karlezo!"


Astrella: "Jadi racun ini akan membuat aku kehilangan anakku?"


Karlezo: "Astrella?!"


*Terkejut*


Astrella: "Aku dengar semuanya. Tapi aku tetap mau mempertahankan dia, paham?!"


Vazel: "Meskipun kau mempertahankan dia, tapi nantinya juga akan.."


Astrella: "Cukup!!"


Karlezo: "Sudahlah, kita tunggu nanti saja hasilnya. Tak usah berdebat lagi.."


Ya begitulah, hari-hari berlalu.. Astrella tetap sayang pada anaknya itu. Karlezo juga semakin sering membawa Astrella untuk melakukan pemeriksaan, tapi hasilnya tetap sama. Tak ada yang berubah..

__ADS_1


__ADS_2