
*Hari demi hari berlalu*
*Minggu demi minggu berlalu*
*Bulan demi bulan berlalu*
Usia kandungan Astrella sudah mencapai 28 minggu. Karlezo pastinya tampak sangat peduli dan perhatian. Bukan hanya saat Astrella hamil, tapi setiap hari juga Karlezo
berlaku baik.
Sejak saat Listra menjadi asisten Karlezo, Astrella terus menerus curiga akan suatu hal, yang pasti ia tak pernah berbicara pada Karlezo
Perasaannya terus saja terganggu, sedikit-sedikit pasti kepikiran tentang Listra asisten Karlezo itu
Astrella tidak pernah berinisiatif untuk ngomong kepada Karlezo, karena takut nya terjadi kesalahpahaman
Tapi, hari ini Astrella berencana untuk ikut Karlezo pergi ke perusahaan nya. Astrella hanya ingin memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik
Astrella: "Karlezo.."
Karlezo: "Hm? kenapa?"
Astrella: "Hari ini.. aku mau ikut ke perusahaan.. boleh ga?"
Karlezo: "Ya ga boleh lah"
Astrella: "Please.. aku mau ikut"
Karlezo: "Kamu tuh udah hamil 7 bulan, ntar kecapean kalau kamu ikut ke perusahaan, lagi pula kamu mau ngapain?"
Astrella: "Ga akan kecapean, aku mau ikut"
Karlezo: "Bandel kamu, ga boleh ya ga boleh lah"
Astrella: "Kalau ga boleh.. ya nanti aku pergi sendiri"
Karlezo: "Jangan rewel gitu lah, aku juga pulang kok nanti"
Astrella: "Iya aku tahu kamu pulang, tapi aku cuman mau ikut.. masa ga boleh"
Tak tega melihat Astrella yang sangat bersikeras dan sedih kalau tak diajak, akhirnya Karlezo memutuskan untuk membawa nya pergi juga
Karlezo: "Oke oke, kamu boleh ikut.. Tapi!, kamu harus istirahat di ruang pribadi aku. Terus, ga boleh sembarangan. Ntar kalau ada apa-apa, kamu tinggal ngomong sama aku"
Astrella: "Iya iya, aku tahu"
Akhirnya, Karlezo membawa Astrella pergi ke perusahaan nya. Astrella hanya bisa duduk diam disana
Sedangkan, Karlezo terus memperhatikan laptop nya. Tampaknya Karlezo sangat sibuk akan urusannya
Tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu. Astrella bisa saja menebak siapa yang mengetok pintu itu
Tok Tok Tok
Karlezo: "Masuk"
Listra masuk ke dalam dan ia terkejut melihat Astrella yang tengah duduk disana. Astrella melihatnya sekilas, Listra menatap nya dengan tajam
Ya, Astrella selalu curiga bahwa Listra bukan orang yang baik. Tapi, bukti nya belum ada dan tidak dapat dipastikan kebenarannya
Dulunya, memang Listra hanya sebatas ingin mengenal Karlezo. Hanya ingin berteman dan ingin dekat
Tapi.. siapa sangka? perasaan itu tak cukup. Listra pastinya menginginkan lebih dari itu, meskipun ia tahu bahwa Karlezo sudah menikah. Tapi, Listra tak pernah tahu siapa istri Karlezo
Karlezo: "Ada apa?"
Listra: "Ini berkas-berkas yang kemarin diminta"
Karlezo: "Oh, letakkan disitu"
Listra: "Baik, tuan"
__ADS_1
*meletakkan berkas-berkas nya*
Karlezo: "Sekarang, kamu boleh keluar"
Listra pun keluar dari ruangan Karlezo. Tak tahu kenapa, melihat Astrella tadi, Listra merasa tidak senang
Listra pun mencari cara untuk mendapatkan perhatian dari Karlezo. Cara licik nya pun keluar
Tak seberapa lama, Listra mengetok pintu lagi dan masuk. Astrella hanya duduk diam saja, memperhatikan tingkah Listra
Karlezo: "Ada hal apa lagi?"
Listra: "Saya mau ngantarin ini"
Karlezo bingung melihat Listra yang membawa segelas kopi. Biasa nya itu bukan tugas Listra. Tapi, ada sendiri orang yang tugasnya membuat kopi
Karlezo: "Oh, taruh aja. Kamu boleh keluar"
Listra: "Baik, tuan"
Astrella hanya bingung dengan tindakan Listra. Astrella pun memutuskan untuk keluar dan mengikuti Listra
Karlezo: "Mau kemana sayang?"
Astrella: "Ah! mau keluar bentar"
Karlezo: "Jangan bohong lho, keliatan dari mata kamu"
Astrella: "Aku serius, ga bohong kok"
Karlezo: "Yakin yah?"
Astrella: "Iya, bentar aja kok"
Karlezo: "Kalau ada apa-apa, langsung ke sini ngomong aja"
Astrella: "Iya"
Listra berjalan menuju pojok perusahaan, ya tempat yang jarang orang lewati. Biasanya hanya khusus untuk orang yang penting yang lewat sana
Astrella semakin heran, tapi Astrella hanya diam saja mengikuti Listra. Tak lama, Listra mengeluarkan handphone nya yang berbunyi
DDRRTTT DDRRTTT
Listra: "Apa?! aku lagi kerja!"
Listra tampak sangat marah saat menjawab telepon itu. Astrella pun mendengar pembicaraan Listra
Listra: "Aku kan udah bilang telepon nya nanti aja! pas aku lagi senggang!"
Vendra: "Aku ga peduli, kamu mau sibuk atau engga! kamu jarang banget telepon aku!"
Listra: "Kamu tuh sabar dikit lah! jangan karena kamu pacar aku jadi kamu seenaknya aja"
Vendra: "Aku cuman mau tahu tentang Karlezo! gimana? udah berhasil belum?"
Listra: "Sabar! ga gampang tahu kerjain tugas gini. Aku baru cari perhatiannya Karlezo. Kalau udah bisa, baru aku cari titik terlemah perusahaannya"
Vendra: "Terus? masa cuman gitu aja?"
Listra: "Belum! kalau semuanya lancar.. baru aku bisa buat Perusahaan Karlezo Lio bangkrut"
Vendra: "Bagus! aku tunggu nanti"
Listra: "Iya! aku ga lupa kok tugasnya"
Listra pun mematikan teleponnya. Astrella langsung membulatkan matanya. Dengan cepat, Astrella kembali ke ruangan Karlezo
Ternyata, dugaannya selama ini benar.. Listra bukan orang yang dapat dipercaya. Astrella pun berinisiatif untuk berbicara kepada Karlezo
Astrella: "Karlezo!"
__ADS_1
Karlezo: "Hm? udah keluar nya? duduk dulu lah"
Astrella pun duduk berhadapan dengan Karlezo dan ia mulai pembicaraan nya
Astrella: "Tapi kalau aku ngomong, kamu jangan marah ya?"
Karlezo: "Marah? buat apa marah? ngomong aja lah"
Astrella: "Kamu percaya ga?"
Karlezo: "Percaya apaan? kamu aja belum ngomong sama sekali"
Astrella: "Itu.. masalah Listra.."
Karlezo: "Hah? jadi kamu tadi keluar itu ngikutin Listra yah?"
Astrella: "I-iya"
Karlezo: "Kenapa ga jujur aja? yaudah lah kamu cerita aja"
Astrella: "Tadi Listra pergi ke pojok perusahaan, tempat yang jarang orang lewati.. terus dia aja niat jahat sama perusahaan"
Karlezo: "Maksud nya?"
Astrella: "Ini! dengerin"
Ya, Astrella tak bodoh. Astrella merekam pembicaraan Listra menggunakan handphone nya tadi
Karlezo pun mendengarkannya, Karlezo langsung terkejut. Selama ini, ia tak menyangka bahwa Listra orangnya seperti itu
Karlezo: "Oke oke, sebentar"
Karlezo pun memanggil Listra untuk datang ke ruangannya. Tak lama, Listra datang dan Karlezo pun berbicara dengan nada yang dingin
Karlezo: "Ini suara kamu kan?"
Karlezo pun mengulang rekaman tersebut. Listra yang mendengar nya sangat terkejut, tanpa diketahui Listra masuk perangkap Astrella
Listra: "Mungkin tuan salah, saya ada di ruangan saya kok tadi"
Karlezo: "Salah? jelas-jelas ini suara kamu kan? masa kamu ga tahu suara kamu sendiri?"
Listra: "Mungkin cuma mirip aja, tuan"
Karlezo: "Oke, kamu boleh pergi dari perusahaan ini"
Listra langsung terkejut. Astrella merasa sangat puas. Listra menatap Astrella dengan kesal
Karlezo: "Dengar kan? kamu boleh keluar sekarang!"
Listra sangat kesal dan ia pun menampar wajah Astrella
PLAAK
Astrella tak memberikan tanggapan. Karlezo menjadi sangat marah melihat Listra. Karlezo pun menyuruh orang untuk membawa Listra pergi dari perusahaan
Karlezo: "Astrella? kamu.."
Astrella: "Ga papa"
Karlezo: "Maaf"
Karlezo pun memeluk Astrella dan mengusap pipi Astrella yang tadi ditampar
Karlezo: "Sakit ya?"
Astrella: "Ngga"
Karlezo: "Jujur Astrella!"
Astrella: "Iya ga papa kok"
__ADS_1