
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Astrella terbangun lalu membuka matanya. Tetap saja, Astrella masih tidak bisa posisi duduk
Owwweekk Oweekk
Astrella mendengar suara bayinya yang menangis, maka dari itulah tadi ia terbangun. Tapi, ia tidak bisa berdiri dan melihat bayinya
Astrella menggerakkan tangannya, tiba-tiba ia menyentuh rambut Karlezo. Astrella sedikit terkejut
Astrella melihat ke arah bawah. Ya, Karlezo sedang tertidur. Tampaknya Karlezo kelelahan
Tidak mungkin Astrella membangunkan Karlezo dan meminta nya untuk memenangkan bayi itu
Astrella pun berusaha untuk bangun. Tapi, sepertinya usahanya sia-sia. Astrella merasa kesakitan
Astrella: "Sakit.. gimana sih bangunnya?! masih belum kering ya jahitannya"
Karena Astrella terus bergerak, jadi Karlezo pun terbangun. Karlezo mendengar suara tangisan bayinya
Dengan cepat Karlezo berdiri dan melihat Astrella yang berusaha untuk bangun. Karlezo pun menahan tubuh Astrella
Karlezo: "Kamu jangan gerak-gerak dulu. Ntar jahitan nya robek lagi. Kenapa kamu ga bangunin aku aja?"
Astrella: "Kamu kelihatan capek, jadi aku sengaja ga bangunin kamu"
Karlezo: "Engga lah, ga usah mikir macam-macam.. sebentar ya, aku mau lihat Averano dulu"
Karlezo pun melihat bayinya dan ia mulai mengangkatnya perlahan. Karlezo menepuk-nepuk bayinya sambil bergerak
Karlezo: "Stttt.. pagi-pagi jangan nangis.."
Melihat Karlezo menggendong Averano, Astrella juga ingin seperti Karlezo. Tapi, ia masih belum bisa
Karlezo melirik ke arah Astrella sekilas dan ia menatap bayinya secara bergantian. Karlezo pun menenangkan bayinya dan berjalan ke arah Astrella
Karlezo meletakkan bayinya di samping Astrella. Spontan Astrella langsung melihat ke arah Karlezo
Karlezo hanya tersenyum. Bukannya Karlezo tidak peduli. Sebenarnya, melihat Astrella yang seperti itu, Karlezo merasa sedikit sedih
Karlezo: "Kamu mau sama dia kan? itu dia ada disebelah kamu, tapi kamu belum bisa gendong"
Astrella: "Ga papa, makasih ya"
Karlezo: "Ga perlu makasih kok, dia kan bayi kamu juga"
Astrella tampak sangat senang. Ia terus mengelus pipi bayinya. Karlezo pun ikut senang melihat momen itu
\=\=\=\=
Tak lama, seseorang masuk ke ruang itu. Ya, Fani dan Vio yang masuk. Mereka datang untuk melihat Astrella sekaligus bayinya
Astrella: "Bolos kuliah lagi?"
Fani: "Eh? ngga kok, hari ini ga ada kuliah"
Astrella: "Masa? ga bohong tuh?"
Fani: "Serius, tanya aja sama Vio"
Fani memberikan isyarat untuk Vio. Fani mengedipkan matanya. Astrella tahu sebenarnya Fani berbohong
Vio: "Ngaco kamu Fani, kamu yang minta bolos kan? ga ngaku lagi?"
Fani: "Hah? ngga kok"
Vio: "Masih ga ngaku? kalau kamu ga jujur, aku cium kamu disini"
__ADS_1
Fani: "Eh? ngga ngga ngga, aku sebenarnya bohong. Aku lagi malas kuliah"
Vio: "Huh? ngaku juga akhirnya"
Astrella: "Tuh, lain kali jangan bohong lagi"
Karlezo hanya melihat Astrella yang tersenyum bersama teman-teman nya. Karlezo tidak ada niat untuk menganggu, jadi ia pun cari alasan yang masuk akal
Karlezo: "Aku tinggal dulu ya Astrella, aku belikan makanan buat kamu dulu"
Astrella; "Iya"
Karlezo pun keluar dan membeli makanan di luar rumah sakit. Karlezo tahu Astrella masih belum boleh makan sembarang, ia pun membelikan makanan yang mudah dicerna
Fani: "Ehem"
Astrella: "Apaan?"
Fani: "Ngga, ga sengaja batuk"
Vio: "Bilang aja pengen kan? bukannya tiap hari aku juga gitu? sekalian nyiapin kamu lagi, masih kurang ap-"
Fani langsung menutup mulut Vio. Astrella yang melihat tingkah Fani langsung tertawa kecil
Astrella: "Udah gitu, masih ngomongin orang lagi"
Fani: "Ngarang tuh si Vio, aku makan sendiri kok"
Vio: "Oh? awas aja kalau kita udah sampai di rumah, ga lepas kamu"
Fani: "Eh? k-kamu"
Astrella: "Udah, ribut terus kalian"
Vio: "Iya, bercanda aja. Aku boleh gendong bayinya ga?"
Vio: "Oke, thx ya"
Astrella: "Iya, nih bayi nya di sebelah ku"
Vio pun mengangkat nya perlahan. Vio tampak sangat gemas terhadap bayi itu. Fani mengelus wajah bayi tersebut
Vio: "Lucu banget ya, gemas sama pipinya"
Astrella: "Ya, Karlezo juga gemas sama pipinya, katanya sih tembem jadi kelihatan lucu gitu"
Fani: "Siapa namanya?"
Astrella: "Namanya Averano"
Vio: "Wihh.. keren juga. Mirip banget sama Karlezo"
Astrella: "Iya lah, anaknya dia ga mungkin ga mirip dia"
Fani: "Senang ya punya bayi yang lucu gini"
Astrella: "Ya gitu lah"
*Setengah jam berlalu*
Fani dan Vio pun pulang karena mereka masih sibuk. Tak lama, Karlezo kembali dan membawa makanan
Astrella: "Kamu beli makan di mana?"
Karlezo: "Aku ga beli makan, karna tadi aku pikir kamu masih belum bisa makan sembarang. Jadi, aku sendiri masak di rumah. Terus aku juga bawa obat, dan maaf kalau nunggu lama"
__ADS_1
Astrella: "Ya ga papa kok, makasih ya"
Karlezo: "Ga perlu makasih kok, kamu pulih kembali aja aku udah senang"
\=\=\=\=
Tiba-tiba, ada 2 orang yang masuk. Orang itu tampak tidak asing bagi Astrella. Karlezo pun melihat ke arah orang itu
2 orang itu adalah orang tua Astrella. Astrella terkejut mengetahui kedatangan orang tuanya yang tiba-tiba itu
Astrella: "Papa, mama?"
Papa: "Ya? gimana keadaan kamu?"
Mama: "Sudah ga sakit lagi?"
Astrella: "Keadaan aku oke oke aja, tapi masih sedikit sakit"
Papa: "Karlezo? lama ga lihat kamu"
Karlezo: "Iya pa, aku sibuk di Perusahaan"
Mama: "Oh.. waktu itu kami datang, tapi kamu ga ada"
Karlezo: "Iya ma, maaf"
Mama: "Ga papa kok, santai aja"
Astrella: "Urusan papa mama gimana? udah ga sibuk lagi? sampai jauh-jauh datang dari Italia ke sini"
Papa: "Udah oke kok urusannya"
Mama: "Iya, sementara ke sini dulu untuk liburan"
Astrella: "Oh.. gitu"
Papa: "Oh iya, cucu papa dimana?"
Astrella: "Itu di situ. Dia lagi tidur"
Mama: "Wah.. lucu banget ya, tembem lagi. Mirip sama Karlezo. Matanya mirip sama kamu"
Papa: "Ini cucu kesayangan papa nih"
Mama: "Namanya siapa?"
Astrella: "Averano Azera.. Vesrezzle"
Papa: "Hm? Vesrezzle? bukannya Lio ya?"
Astrella: "Itu Pa masalah nya, kata Karlezo aku anak tunggal jadi untuk nerusin Keluarga Vesrezzle, marga bayinya ikut Vesrezzle"
Mama: "Ya ga bisa gitu lah Karlezo, kamu anak laki-laki jadi harus ada penerus nya"
Karlezo: "Ga papa ma, Astrella kan juga anak tunggal"
Astrella: "Waktu itu aku juga udah bilang, tapi Karlezo nolak terus"
Papa: "Pikiran Karlezo ga salah, tapi harus ikut marga kamu duluan. Kalau kamu mikir untuk Keluarga Vesrezzle, mungkin anak ke 2 atau ke 3 baru ikut marga Vesrezzle"
Mama: "Iya, yang pasti harus ikut Keluarga kamu dulu"
Karlezo: "Tapi-"
Astrella: "Terima aja Karlezo"
__ADS_1
Ya, semuanya menyetujui nama Averano Azera Lio. Lantas Karlezo tidak bisa menolak. Jadi, nama bayinya pun mengikuti marga Lio