
Malam nya, Astrella sudah dipindahkan ke ruangan biasa. Bayinya tetap ada di box bayi, di sisi sebelah nya
Astrella tidak berhenti melihat ke arah bayi kecilnya. Meskipun bekas jahitan nya masih terasa sakit, tapi Astrella tak peduli
Rasa sakit nya terbayarkan dengan kehadiran bayi kecilnya. Perasaan nya sulit untuk dibayangkan, rasanya sangat senang. Semuanya terjadi secara langsung dan siap tidak siap harus dihadapi
Sekarang, Karlezo tidak bersama Astrella di rumah sakit. Karlezo sedang membuat makanan di rumah, sekaligus membawa kan obat untuk Astrella
Karlezo tidak mengizinkan Astrella untuk makan makanan dari luar. Karlezo menolak untuk membeli makanan di tempat lain. Karlezo hanya mau dirinya yang memasak makanan untuk Astrella
Astrella hanya bisa menunggu di rumah sakit. Bayinya masih tertidur. Tadinya, dari siang sampai sore bayinya terus menangis. Ya, sangat rewel
Sangat sulit diatur, namanya juga masih bayi. Jadi, baru tidur sebentar terus dengar suara pasti langsung bangun dan menangis
Astrella tidak bisa menggendong bayinya. Ia masih terbaring dan hanya bisa melihat suster yang mengurus bayinya
Karlezo hanya merasa sedikit sedih. Awalnya, tak bisa dibayangkan kalau Astrella akan melakukan operasi. Pikir nya mungkin bisa kalau normal, tapi keadaan tak berpihak padanya
Butuh waktu yang lama untuk memulihkan bekas operasi itu. Tapi, Karlezo sudah punya banyak rencana untuk kedepannya
Karlezo sudah berencana untuk memakai baby sitter. Tapi, tidak tahu apakah Astrella akan setuju
Dirumah pun, sudah banyak pembantu. Tidak hanya pembantu, juru masak pun ada. Selain itu masih banyak orang yang akan mengurus rumah
Ya, semua itu sudah Karlezo pikirkan. Tapi, semua itu masih tergantung pada Astrella. Karlezo hanya ingin agar Astrella bisa santai di rumah
\=\=\=
Tak lama, Karlezo masuk ke ruangan dan melihat Astrella yang sedang menutup matanya. Karlezo berpikir bahwa Astrella tidur
Karlezo berjalan mendekati Astrella dan menyentuh wajah Astrella dengan lembut. Mata Astrella terbuka perlahan
Karlezo: "Ngantuk yah? mau tidur?"
Astrella: "Engga, aku dari tadi nungguin kamu balik ke sini"
Karlezo: "Maaf, tadi lama karena masih mikir makanan yang mau dimasak"
Astrella: "Iya, aku masih belum lapar kok"
Karlezo: "Jadi.. gimana kamu makan? masa posisinya gini? kalau kamu duduk juga pasti sakit kan?"
Astrella: "Mau gimana lagi? ya gini aja lah"
Karlezo: "Okelah, ntar aku ambil makanan nya dulu"
Karlezo mengambil makanan yang ia masak tadi dan membukanya. Ya, makanan nya adalah bubur
Bukannya Karlezo tak bisa memasak daging atau yang lainnya. Sebenarnya Karlezo bisa memasak apa saja. Tapi, Karlezo cukup pintar
Astrella: "Bubur?"
__ADS_1
Karlezo: "Iya, kamu ga suka? atau ga sesuai selera? ngomong aja"
Astrella: "Boleh makan daging ga?"
Karlezo: "Hey sayang, serius lah kamu kalau ngomong"
Astrella: "K-kenapa? kamu ga bisa masak daging?"
Karlezo: "Pinter banget jawaban kamu"
Astrella: "Hah? serius kamu ga bisa masak daging?"
Karlezo: "Dengar ya sayang, aku bisa masak apa aja. Kamu mau apa aku turuti"
Astrella: "Lha? terus kenapa ga masak daging aja?"
Karlezo: "Astaga.. kamu tuh baru aja operasi. Ga boleh makan sembarang. Kamu harus makan makanan yang mudah dicerna"
Astrella: "Kata siapa ga boleh"
Karlezo: "Kata aku, pokoknya kamu dengar aja. Sekarang, buka mulut"
Ya, Karlezo sudah memikirkan semuanya dari awal. Tak mungkin Karlezo memberi makan Astrella daging-dagingan atau sesuatu yang sulit dicerna
Tak lama, makanan itu pun habis. Karlezo tampak sangat senang, Astrella mau makan masakan miliknya
Sekarang, Karlezo membawa obat. Ya, namanya juga obat pasti pahit lah. Obat itu bukan sembarang digunakan
Astrella: "Hah? obat? buat apa?"
Karlezo: "Kamu harus minum, ga ada alasan apa pun"
Astrella: "Tapi"
Karlezo: "Ga ada tapi-tapian, ayo buka mulut"
Astrella pun meminum obat itu. Rasanya sangat-sangat pahit. Astrella hanya bisa menahan rasa nya
Astrella: "Please udah ya? aku ga kuat minum lagi.. pahit banget"
Karlezo: "Masih banyak Astrella, harus minum sampai habis
Astrella: "Tapi, pahit banget serius. Aku ga mau lagi"
Karlezo: "Ga ada alasan, ini untuk jahitan kamu biar cepat kering dan biar kamu bisa cepat sembuh oke?"
Astrella: "O-oke"
Mau tidak mau, Astrella meminum nya sampai habis. Karlezo baru tampak puas melihat nya
Tak lama, terdengar suara tangisan bayi
__ADS_1
Oweekk Owwweekk
Karlezo langsung menatap Astrella panik. Astrella pun mengangguk melihat ke arah Karlezo
Karlezo mengerti apa yang dimaksud oleh Astrella. Karlezo pun melihat bayi putranya di box bayi
Perlahan Karlezo mengangkat bayi nya. Tangisan bayi nya masih belum berhenti. Karlezo terus bergerak agar bayinya tak lagi menangis
Karlezo: "Ssssttt.. jangan nangis sayang, haus ya?"
Wajah bayi nya terlihat sangat menggemaskan. Karlezo tak berhenti mengelus pipi bayinya
Astrella: "Lucu banget ya? sampai pipinya kamu gituin terus?"
Karlezo: "Iya, habis nya dia tembem banget"
Astrella: "Enak yah.. bisa gendong dia"
Karlezo: "Ya kamu juga bisa kok. Kalau kamu udah sembuh, kamu bisa gendong sepuasnya. Aku ngerti perasaan kamu kok sayang.."
Astrella tersenyum melihat ke arah Karlezo. Karlezo sangat paham akan diri Astrella. Entah perasaan apa lagi, yang jelas Karlezo sangat terpaku pada putranya yang masih menangis
Oweekk Owwweekk
Karlezo: "Sttt.. papa disini, ga usah nangis lagi ya.."
Astrella: "Aku ngantuk banget.."
Karlezo: "Oh? kamu tidur dulu aja. Aku jagain bayi kita"
Astrella: "Emangnya ga papa? dia rewel benget lho.."
Karlezo: "Ga papa, ini bayi aku juga.. ya kamu tidur aja"
Karlezo mendekati Astrella dan sedikit menunduk. Karlezo mencium kening Astrella dengan lembut
Karlezo: "Selamat malam sayang, mimpi indah"
Astrella pun tertidur karena ia sudah sangat ngantuk berat. Sedangkan, Karlezo masih berusaha membuat bayinya tak menangis lagi
Karlezo mengerti bahwa Astrella tampak sangat kelelahan. Apalagi, baru selesai operasi pasti butuh istirahat yang banyak
Karlezo tak mungkin melarang Astrella untuk tidur. Meskipun ia sebenarnya sangat ngantuk. Tapi lebih baik mengalah
Karlezo: "Ssstt.. papa disini sayang, jadi ga usah nangis lagi ya? mama kamu lagi tidur, jangan diganggu oke?"
Tak lama, bayi putranya sudah tak menangis lagi. Karlezo mencium kening bayinya. Sesudah itu, Karlezo meletakkan bayinya di box bayi
Karlezo mengambil kursi lalu duduk di dekat Astrella dan ia perlahan mulai tertidur. Karlezo hanya bisa menjaga Astrella dan bayinya sambil tidur dalam posisi yang bisa dibilang sangat tidak enak
Kali ini, Karlezo bersikap sangat dewasa. Pikiran nya sangat berubah. Ya, pastinya Astrella merasa sangat senang. Bukan hanya senang tapi juga bersyukur
__ADS_1