Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Tak tahu


__ADS_3

Untuk tahap yang selanjutnya, Karlezo masuk di ruang IGD. Sungguh menegangkan, kondisi tubuh yang sangat-sangat lemah


Astrella hanya tak tahu apa yang harus dilakukan nya sekarang. Ia tak tega melihat kondisi Karlezo yang seperti itu. Mengetahui banyak alat-alat yang dipasang di tubuh Karlezo


Apalagi mengetahui bahwa Karlezo belum bisa sadar dalam waktu 2 Minggu. Itu hanya perkiraan, barangkali lebih dari itu bagaimana?


Tidak, tidak, tidak! pikiran macam apa itu. Disaat-saat seperti ini, harus nya Astrella memikirkan sesuatu yang lebih baik


Astrella hanya bisa duduk diam di kursi untuk menunggu Karlezo sadar. Astrella terus memegang tangan Karlezo


Astrella: "Karlezo.. capat sadar ya. Kalau kamu sadar.. aku akan kasih semua yang kamu mau. Aku akan nurut sama kamu. Aku ga akan buat masalah. Aku ga akan jadi orang yang cemburuan lagi, ga egois lagi, ga cengeng lagi


Kita bisa main sama Averano. Kita bisa pergi liburan dan semua yang bisa bikin kamu senang. Asalkan... secepatnya kamu bangun ya.."


Belum terlalu lama disana, tiba-tiba ponsel Astrella berbunyi. Astrella pergi keluar dari ruangan itu dan mengangkat nya


Astrella: "Hm? ada apa?"


Liam: "Astrella.. kamu lagi di rumah sakit ya? ada hal yang penting di Perusahaan"


Astrella: "Iya aku di rumah sakit. Hal penting apa?"


Liam: "Sebentar ada rapat besar antar Perusahaan. Tapi.. ga ada yang bisa gantikan di Perusahaan ini"


Astrella: "O-oh.. orang yang biasanya ambil alih Perusahaan dimana?"


Liam: "Dia ada di Amerika sekarang. Dia lagi ngurusin proyek besar Perusahaan. Terus.. ga ada lagi orang yang bisa gantikan"


Astrella: "Kamu ga bisa gantikan sementara?"


Liam: "Maaf Astrella. Cuma kalau rapat khusus ini biasanya dihadiri sama Karlezo sendiri"


Astrella: "Baik. Dalam waktu 5 menit aku ke sana. Tolong siapkan berkas-berkas nya, terus kamu tolong ikut juga pas rapat nanti"


Liam: "Baik, terimakasih"


Astrella: "Iya"


Astrella menutup teleponnya. Astrella masuk ke ruang itu lagi dan mendekati Karlezo. Kedua tangan Astrella memegang tangan Karlezo yang lemah itu


Astrella: "Cepat sembuh sayang. Aku masih ada urusan mendadak di Perusahaan Lio. Untuk sementara aku gantikan dulu posisi kamu. Dan juga.. kamu masih ingat ga pas kita taruhan bikin kue?


Kamu menang kan? kamu masih belum tagih hadiahnya sama aku.

__ADS_1


Aku pergi dulu ya"


Astrella keluar dari ruang itu, meninggalkan Karlezo yang masih terbaring lemas di sana. Baru beberapa langkah berjalan, mata Astrella langsung berkaca-kaca


Astrella menutup matanya dan menggeleng kan kepalanya perlahan, mencoba agar tidak menangis


Astrella: "Apaan coba? kenapa harus nangis sih? stop.. cukup.. sekarang ini kamu tuh harus mikirin Karlezo, Averano, Rumah, dan Perusahaan Lio"


Astrella berjalan dan terus berjalan. Tapi, entah kenapa hatinya terasa sangat sakit dan berat. Astrella mengepalkan tangan dan memegang dadanya. Sulit rasanya untuk bernafas. Astrella berusaha untuk segera berlari saat berada di luar rumah sakit


Astrella langsung naik taksi untuk segera pergi menuju Perusahaan Lio. Ia tak berani menoleh ke arah belakang


\=\=\=\=\=


Dalam waktu yang singkat itu Astrella sampai di Perusahaan Lio dan langsung naik lift, menuju ruang rapat


Di depan pintu ruang rapat, Liam sudah membawa berkas dan sedang menunggu Astrella


Astrella: "Gimana? udah semua berkasnya? terus udah banyak orang?"


Liam: "Berkasnya sudah dan semua orang sudah ada di dalam. Silakan masuk"


Astrella pun membuka pintu secara perlahan, dan berjalan dengan sangat berwibawa. Posisi Astrella di kursi paling depan dan Astrella berdiri untuk membahas beberapa masalah


Mungkin kalian pikir saya belum sebanding dengan Karlezo. Tapi sekarang saya akan mencoba untuk mengurus Perusahaan ini semampu saya. Baik dalam proyek, rapat, kerjasama, atau hal penting lain nya


Sekarang kita mulai rapat nya, berikut ada beberapa berkas untuk masalah proyek besar kita. Keuntungan kita ada di jangka panjang dan jangka pendek. Baik dalam investasi yang sudah ada, investasi itu itu akan kembali menjadi keuntungan untuk perusahaan kita"


\=\=\=\=\=


3 Jam berlalu, rapat telah usai


Semua orang meninggalkan ruangan itu. Sedangkan Astrella masih di sana dan melihat ke arah jendela


Terlihat jajaran rumah, hotel, dan bangunan lainnya. Langit nya tampak cerah dan banyak pohon rimbun disana


Astrella: "Setelah kondisi yang sulit ini berlalu.. apa Karlezo mau pergi ke luar? lihat bunga yang bermekaran.. merasakan angin sejuk di luar sana.."


Tiba-tiba, Liam masuk dan meletakkan beberapa berkas penting di meja rapat


Liam: "Bagus sekali Astrella. Usahamu tak buruk juga"


Astrella: "Jelas saja tidak buruk.. aku sering mengurus masalah yang seperti ini"

__ADS_1


Liam: "Sering? di Perusahaan mana yang kamu urus?"


Astrella: "Vesrezzle, ya di Perusahaan Vesrezzle"


Liam: "Jadi kamu.. penerus Keluarga Vesrezzle?"


Astrella: "Iya, urusan di sana lebih sulit dibandingkan urusan di sini"


Liam: "Huh.. keren juga, emang jodoh kalian tuh"


Astrella: "Jodoh? ya.. ga tahu juga. Awal kenal sama dia aja bukan karena kami teman masa kecil"


Liam: "Tapi kalau dilihat-lihat emang kalian berdua itu cocok"


Astrella: "Huh.. iya mungkin kali ya"


Liam: "Oh ya, gimana keadaan Karlezo sekarang?"


Astrella: "Dia.. dia kritis. Ga tahu kapan dia bisa sadar. Kata dokter butuh waktu lebih dari 2 Minggu"


Liam: "Tapi itu kata dokter. Perkiraan itu ga mesti benar"


Astrella: "Iya, thanks ya"


Liam: "Ya"


Astrella: "Yaudah, aku mau pulang dulu. Ntar kalau ada apa-apa di Perusahaan kabari aja. Kalau kamu mau kunjungi Karlezo, dia ada di rumah sakit XXXX"


Liam: "Oke, hati-hati"


Sesudah masalah di Perusahaan usai, Astrella harus pergi ke rumah untuk mengurus nya


Astrella juga tak tahu apa yang harus dilakukannya. Untuk masalah Averano, Astrella tak perlu terlalu khawatir. Karena Fani bersedia untuk membantunya


Untuk masalah Karlezo, untuk sekarang Astrella hanya bisa menjaga nya dan menunggu nya sadar


Astrella hanya merapikan beberapa barang yang berantakan. Menyapu lantai yang kotor. Setelah itu Astrella hanya menghabiskan waktu nya di rumah sakit


Astrella tahu bahwa di rumah sakit itu rasanya sangat tidak enak. Bau obat sangat menusuk hidung


Tapi Astrella tak mau memedulikan hal-hal yang seperti itu. Astrella hanya tidur di kursi, di samping Karlezo. Astrella hanya makan makanan yang dijual di dekat rumah sakit


Rasanya seperti menginap di rumah sakit. Tapi.. demi Karlezo.. kenapa tidak?

__ADS_1


__ADS_2