
Orang yang menelepon dia adalah Vio. Astrella hanya menatap nya dan tidak ada niat untuk menjawab nya.
DDRRRTT DDRRTTT
Handphone Astrella terus berbunyi, tidak berhenti berdering. Astrella pun terpaksa mengangkat nya.
"Hallo?" ucap Astrella dengan nada yang sedikit rendah
"Astrella? kamu ga papa k?" tanya Vio yang sedikit khawatir, akibat mendengar suara Astrella
"Hm.." ucap Astrella
"Kamu tadi dibawa Karlezo pergi ke mana?" tanya Vio
"Ke rumah" ucap Astrella yang sedikit sadar dan sedikit tidak sadar
"Apa?!" ucap Vio terkejut
Astrella tidak menyadari ucapannya sendiri. Astrella langsung tersentak ketika mendengar suara Vio yang sedikit keras
"Astaga.. salah ngomong sama lagi sama Vio, dia kan ga tahu aku udah nikah.." ucap Astrella dalam hatinya
__ADS_1
"Ga ga ga, maksud nya aku tuh lagi di rumahnya, habis tanda tangan kontrak kerja sama, gitu.." ucap Astrella dengan nada yang dipaksa santai
"Oh.. gitu, kirain kamu lagi dibawa paksa" ucap Vio
"Ga lah, aku bisa jaga diri kok" ucap Astrella
"Oke lah.. kalo ada apa-apa bilang aja ya" ucap Vio
"Iya, makasih" ucap Astrella
Pembicaraan mereka pun selesai. Tanpa sadar, Karlezo sebenarnya berada di luar kamar Astrella, sedang berada di dekat pintu dan mendengar semua pembicaraan mereka
"Astrella.. dia sebenarnya siapa sih? kenapa kamu perhatian sama dia? dia juga perhatian sama kamu?" ucap Karlezo dalam hatinya
"Kenapa kamu ga mau ngaku kalau kamu udah nikah? segitu malunya kah?" ucap Karlezo dalam hatinya lagi dan berjalan ke arah kamar lain.
Malam ini, mereka tidur terpisah, dan secara berpapasan saat tidur air mata mereka sama-sama menetes
Astrella tidak menyadari tindakan cemburu Karlezo. Karlezo pun hanya ingin agar Astrella menjadi miliknya, hanya miliknya satu- satunya
"Karlezo.. kamu kenapa sih?" ucap Astrella yang tidak berhenti menetes kan air mata
__ADS_1
Hal itu juga terjadi pada Karlezo yang tengah menetes kan air mata.
Padahal, Karlezo adalah CEO yang tidak pernah kelihatan menangis, selalu dingin dan serius serta menjunjung tinggi rasa elegan, loyal, royal, dan arogan.
Tapi, kali ini dia menangis seorang gadis perempuan. Hal itu tentu saja cukup mengejutkan. Tapi, Astrella tidak mengetahui nya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di pagi hari, Astrella bangun dan menyiapkan sarapan. Tidak seperti biasanya, kini tidak ada senyuman manis di wajah nya.
Karlezo bangun dan keluar dari kamarnya. Duduk di kursi yang berhadapan dengan Astrella. Sarapannya terlihat enak dan menggugah selera. Tapi, di meja makan Karlezo hanya menatapi nya dengan tatapan dingin.
"Kenapa dia ga makan? apa dia marah?" ucap Astrella dalam hatinya yang menatap sedikit wajah Karlezo
Karna makanan itu tak digerakkan sama sekali. Astrella berusaha menyodorkan sepiring sarapan itu. Tapi, yang terjadi adalah...
PRAANKK
Piring itu pecah berhamburan di lantai. Makanan nya berhamburan di mana-mana. Astrella menatap Karlezo dengan sedih. Karlezo menatap Astrella balik dengan tatapan yang sedikit dingin.
Karlezo bergegas pergi ke perusahaan nya dan meninggalkan Astrella sendirian. Seharusnya, Karlezo mengantar Astrella ke universitas dulu baru ke perusahaan nya. Tapi, kali ini sepertinya Astrella harus pergi sendiri.
__ADS_1
Astrella bersiap-siap dan pergi ke luar rumahnya. Tiba-tiba orang yang mengapa nya.
"Pergi bareng yok!"