
Hari demi hari terus berlalu. Usia kandungan Astrella sudah mencapai tiga bulan. Hari ini, Karlezo membawa Astrella untuk mengecek kandungan nya
"Sudah siap?" tanya Karlezo di depan pintu
"Sebentar, aku ganti baju dulu" ucap Astrella dari dalam kamar
"Oke, kalau udah cepat keluar" ucap Karlezo
"Iya, iya sabar" ucap Astrella
Tak lama kemudian, Astrella keluar dari kamar. Karlezo mengelus puncak kepala Astrella
"Ayo" ucap Karlezo
"Iya" jawab Astrella
Mereka turun dan Karlezo langsung mengendarai mobil, membawa Astrella ke rumah sakit
\=\=\=
Sesampainya di rumah sakit, mereka pun naik tangga untuk masuk. Mereka duduk sebentar untuk mengantri. Astrella melihat sekelilingnya
"Sabar ya, kita tunggu giliran" ucap Karlezo
"Iya" balas Astrella
"Ga lama kok" ucap Karlezo
"Ya.. btw, dokternya..?" ucap Astrella
"Dokternya? kenapa? jangan bilang kamu mau nanya dokternya cewek atau cowok?" ucap Karlezo
"Errr.." Astrella tidak bisa menjawab
"Dokternya ya pasti cewek lah, kamu pikir aku mau kamu disentuh sama dokter cowok? pokoknya sedikit pun ga boleh" ucap Karlezo
"Lha.. kenapa?" tanya Astrella polos
Karlezo menatap Astrella dan memegang wajah Astrella dengan kedua tangannya
"Masih nanya kenapa lagi? ya karna ga boleh" ucap Karlezo
"Kenapa ga boleh?" tanya Astrella menguji
"Kamu tuh pintar tapi pertanyaan kamu gini banget ya?" ucap Karlezo sambil menarik hidung Astrella
"Aduh! jangan ditarik, ya kan aku cuma mau tahu aja" ucap Astrella
"Masih nanya lagi, gini yah sayang.. yang pertama status kamu tuh istri aku
yang kedua aku ga suka bagi-bagi sama orang lain, yang ketiga.." ucap Karlezo terbata
"Yang ketiga..?" tanya Astrella
"Ya, karna aku cinta kamu sayang!" ucap Karlezo geram
"Hahaha" Astrella tertawa seperti anak kecil
"Kenapa ketawa?" tanya Karlezo
"Hihi, akhirnya kamu ngaku juga" ucap Astrella
"Ngaku? tiap kali aku juga bilang kalau aku cinta kamu sayang" ucap Karlezo
__ADS_1
"Tiap kali? mana ada" ucap Astrella
"Kamu tuh! kalau kamu mau aku bisa bilangin tiap hari. Sebanyak apa pun yang kamu minta aku turuti" ucap Karlezo
"Ya ya ya, terserah lah" ucap Astrella
Tak lama, giliran mereka yang masuk ke dalam. Dokternya menyambut mereka saat masuk dan tersenyum
"Selamat pagi, Mbak? ibu? atau..kak atau adek?" ucap dokter
"Sembarang dok" balas Astrella tersenyum
"Hehe, soalnya kelihatan masih sangat muda.. jadi bingung mau panggil apa" ucap dokter
"Panggil nama aja boleh kok dok, nama saya Astrella" ucap Astrella
"Baik, perkenalkan juga saya dokter Aria" ucap Aria
Astrella membalas perkataan Aria dengan senyuman manis
"Oke, kita mulai pemeriksaan nya.. Astrella" ucap Aria
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Mulai dari timbang berat badan dan cek tekanan darah
"Sekarang, Astrella bisa baring dulu di atas brankar" ucap Aria
Setelah Astrella berbaring, Aria menaikan baju Astrella sedikit ke atas. Kemudian Aria mengoleskan gel, dan mulai melakukan USG
Karlezo hanya melihat sambil duduk di kursi. Tampak di monitor, buah hati mereka berdua. Mereka tampak sangat bahagia
Setelah melakukan pemeriksaan, baju Astrella diturunkan kembali. Aria duduk di kursi dan memberikan penjelasan
"Jadi, bayinya terlihat sangat sehat. Jangan banyak gerak atau melakukan aktivitas yang ekstrim
Merek berdua menggangguk mengerti. Setelah itu, mereka pun keluar dari ruangan
\=\=\=
Mereka keluar dari pintu rumah sakit dan berjalan turun tangga. Karlezo menggandeng tangan Astrella
Karlezo tidak ingin ada sesuatu yang terjadi kepada Astrella. Karlezo ingin terus melindungi Astrella dan bayinya
Baru berjalan beberapa langkah turun dari tangga, tiba-tiba.. Astrella didorong oleh seseorang dari belakang.
DUKK
Spontan Karlezo terkejut dan langsung menarik Astrella ke pelukannya
Astrella tampak sangat terkejut dan matanya langsung berkaca-kaca. Ia langsung memegang perutnya
Karlezo menoleh ke belakang dan menatap tajam orang itu
"Louis Karlet!" ucap Karlezo tajam
"Huh? keluar dari rumah sakit? untuk ngecek kandungan ya? kenapa ga langsung jatuh aja tadi" ucap Louis
Astrella yang mendengar perkataan Louis tampak sangat marah
PLAAK
Satu tamparan mendarat di wajah Louis, membuat nya terjatuh di bawah
"Kau kejam! aku membencimu.. hiks hiks" Astrella berteriak dan air matanya mengalir
__ADS_1
Astrella tampak belum puas jika Louis hanya ditampar, dia berusaha untuk menghajar Louis
Karlezo langsung memeluknya nya erat dan mengelus puncak kepala Astrella
"Udah udah jangan bicara lagi" ucap Karlezo
Louis langsung berdiri dan menyindir nya ketus
"Kenapa kau menampar ku? harusnya kau bersyukur. Kau tidak perlu mengandung anaknya bukan?" ucap Louis
Astrella menggertak kan giginya dan mengepalkan tangannya. Karlezo hanya diam tidak mau membalas nya
"Kenapa tidak menjawab?" ucap Louis
"Tak tahu malu! atas dasar apa aku tidak boleh mengandung anaknya?!" ucap Astrella
"Yah.. sederhana saja, kau hanya boleh mengandung anakku. Maka dari itu, anaknya pantas untuk digugurkan" ucap Louis
Astrella memegang perutnya dan menatap dingin Louis, sedangkan air matanya tak berhenti mengalir
Karlezo langsung menjawab nya dengan sindiran yang tajam
"Dia berhak untuk mengandung anakku, lagi pula aku menolak anak dari wanita lain, aku hanya mau anak dari Astrella
Mengenai masalah mu, kau bisa mempunyai anak dengan wanita lain, selain Astrella. Dia sudah menjadi istri ku dan aku mencintainya
Dengar-dengar perusahaan mu bangkrut ya? lucu sekali, orang yang sudah tua dan berpengalaman tidak bisa mengurus bisnis" ucap Karlezo
Louis sangat geram mendengar semua nya itu. Tapi, mulutnya sudah tidak bisa terbuka. Ia kehilangan kata-kata
Karlezo tidak mau berdebat dengan Louis. Karlezo langsung menggendong Astrella dan membawa masuk ke mobil
"Astrella?" ucap Karlezo lembut
Astrella tidak menjawab nya. Ia masih menangis. Ia terus memegang perutnya dan menggertak kan giginya
"Astrella? stt.. Astrella?" ucap Karlezo
Ucapan Karlezo masih belum dibalas oleh Astrella
Karlezo pun memegang dagu Astrella dan mengarahkan wajah Astrella ke depan wajahnya
"Sst.. sayang" ucap Karlezo
Air mata Astrella tambah mengalir. Ia masih saja memegang perutnya
"Astrella? sudah ga papa, ga usah nangis terus dong" ucap sambil menyeka air mata Astrella
"Kalau tadi jatuh gimana? kalau Louis datang lagi terus.. nanti aku keguguran gara-gara dia gimana?" ucap Astrella
Karlezo menatap Astrella dengan sedih. Astrella langsung memeluk Karlezo dan menangis di pelukannya
Karlezo memeluk Astrella balik dan mengusap punggung Astrella
"Kok ngomong nya gitu sayang?" ucap Karlezo lembut
"Kalau terjadi gimana?" ucap Astrella
"Pikiran kamu jauh banget yah? ga usah takut.. aku akan berusaha sekuat mungkin untuk melindungi kamu, ok?
Sampai anak itu lahir pun, aku akan melindungi kalian berdua, ga usah nangis lagi ya" ucap Karlezo
Karlezo mendorong Astrella perlahan dan menghapus air matanya. Karlezo mengelus perut Astrella dan mencium kening Astrella
__ADS_1
"Pikir yang positif aja lah sayang" ucap Karlezo