
Usai makan, Astrella pergi kuliah seperti hari biasanya. Di universitas, ia bertemu dengan Vio
Mereka memang mengambil kelas yang sama. Sedangkan Fani, ia berbeda. Ia ada di kelas musik
"Vio!" sapa Astrella
"Astrella?" balas Vio yang sedang melukis dan melirik melihat Astrella
"Kamu lukis apa?" tanya Astrella
"Lukis.. abstrak" ucap Vio
"Bagus juga, yaudah aku ikut melukis juga" ucap Astrella
"Yaudah, kamu ambil bahannya dulu. Setelah ambil bahan, kamu duduk sini aja" ucap Vio
"Iya" ucap Astrella
Astrella pun mengambil bahan nya seperti biasa. Seperti kanvas, kuas, cat, dan lainnya. Setelah dapat ia duduk di samping Vio
Astrella mulai melukis perlahan-lahan. Vio diam-diam meliriknya sekilas. Astrella berusaha berkerja sedetail mungkin
"Kamu lukis apa?" tanya Vio
"Ga tau, campur warna aja dulu" ucap Astrella
"Kok gitu? ntar gagal gimana tuh? kan sayang kanvas nya sama bahan lainnya" ucap Vio
"Ga mungkin gagal, biasanya juga aku lukis gini" ucap Astrella
"Iya iya, kamu kan memang berbakat, jadi ga takut gagal" ucap Vio
"Errr.. ga juga" ucap Astrella
\=\=\=
Jam menunjukkan pukul 11.00. Hari menjelang siang. Mereka pun pulang dari universitas
Astrella kembali ke rumah nya dan melihat Karlezo disana. Karlezo menyadari Astrella pulang dan melihat nya
"Astrella? duduk sini" ucap Karlezo
"Iya" ucap Astrella lalu duduk di sofa, di samping Karlezo
Tiba-tiba terdengar suara handphone berbunyi. Astrella melihat handphone nya lalu mengangkat telepon nya
"Hallo?" ucap Astrella
"Astrella, ada waktu ga?" ucap Vio
"Errr.. kapan?" tanya Astrella
"Hari ini, sore ini" ucap Vio
"Ngapain?" tanya Astrella
"Kita ada pesta ngumpul sama-sama" ucap Vio
"Jam berapa?" tanya Astrella
"Sekitar jam 5 sore, tempat nya nanti aku kasih tahu" ucap Vio
"Oh, ok" ucap Astrella
Astrella pun mematikan telpon nya. Karlezo sedikit penasaran dengan apa yang Astrella bicarakan
"Tadi itu siapa?" tanya Karlezo
"Oh, Vio" ucap Astrella
"Ngapain dia telepon?" tanya Karlezo
"Jangan kepo" ucap Astrella singkat
"Yaudah, kalau gitu lain kali jangan telpon sama dia lagi" ucap Karlezo
"Issh.. kok gitu sih?" ucap Astrella
"Ya makanya, kamu kasih tahu dulu" ucap Karlezo
"Astaga.. nanti jam 5 ada pesta ngumpul sama-sama" ucap Astrella
__ADS_1
"Oh, pesta" ucap Karlezo
"Jadi.. aku boleh pergi ga?" tanya Astrella
"Ga boleh" ucap Karlezo
"Loh kok ga boleh?" tanya Astrella
"Ga ada alasan" ucap Karlezo
Wajah Astrella mulai kesal. Karlezo hanya melirik nya tapi sudah mengetahui bahwa Astrella tidak senang
"Udah, kamu istirahat di atas" ucap Karlezo
"Ga mau, aku mau nya pergi ke pesta" ucap Astrella
"Ga boleh sayang!" ucap Karlezo tegas
"Mau pergi.." ucap Astrella
"Ga" ucap Karlezo
Astrella pun mulai putus asa dan sifat manjanya pun menjadi-jadi. Ia mulai terisak dan menatap sinis Karlezo
"Kok kamu gitu sih tatapannya? belajar dari mana kamu sifatnya gitu?" tanya Karlezo kesal
Astrella tambah kesal mendengar perkataan Karlezo. Air matanya menetes membasahi wajahnya
"Please lah, aku ga mau kamu itu kenapa-kenapa. Toh kamu juga lagi hamil" ucap Karlezo
"Sebentar aja pestanya" ucap Astrella
"Kalo ada apa-apa gimana?" ucap Karlezo
"Diusahakan biar ga terjadi apa-apa" ucap Astrella
"Kamu tuh ngeyel aja kalau dikasih tahu" ucap Karlezo
Astrella terdiam.untuk beberapa saat. Karlezo menunjukkan bahwa ia perhatian. Tapi, Astrella tidak menanggapi nya
"Kamu dengar dong.. kalau kamu keguguran gimana? anak itu kan udah kita tunggu-tunggu" ucap Karlezo
"Ga mungkin.." ucap Astrella
Karlezo pun mulai putus asa. Akhirnya ia membiarkan Astrella pergi. Tapi diam-diam, Karlezo pun akan mengawasi nya
"Yaudah.. kamu boleh pergi, tapi ingat ya.. kamu ga boleh pergi-pergi sembarang, ga boleh minum sembarang, apalagi makan sembarang
Jangan sampai terjadi sesuatu. Kalau ada apa-apa, kamu hubungi aku" ucap Karlezo
Astrella menjadi senang dan ia menghapus air matanya
"Makasih" ucap Astrella sambil memeluk Karlezo
\=\=\=
Waktu menjelang sore, jam sudah menunjukkan pukul 16.30
Astrella pun masuk ke dalam kamar mandi lalu mandi. Ia mulai bersiap-siap. Setelah mandi, ia membuka lemari bajunya
Astrella melihat pakaian nya dan terus memilih-milihnya. Tiba-tiba Karlezo datang dari belakang
"Nyari apa sayang?" tanya Karlezo
"Dress.. buat pergi" ucap Astrella
"Pakai ini aja" ucap Karlezo sambil menyodorkan kotak yang bentuknya seperti kado
"Ini.. kado?" tanya Astrella
"Iya, kado spesial buat kamu. Sekarang kamu ganti terus aku yang tata rambut kamu nanti" ucap Karlezo
Astrella pun mengganti bajunya dengan dress yang Karlezo berikan. Dress dengan warna biru langit, tampak sangat elegan
Karlezo mengelus perut Astrella yang masih tampak rata itu
"Baik-baik ya didalam baby" ucap Karlezo
Astrella hanya tersenyum melihat Karlezo. Setelah itu, Astrella duduk di depan meja rias. Karlezo berdiri dibelakang nya
Karlezo menyisir rambut Astrella yang lembut itu. "Tunggu sebentar ya" ucap Karlezo. Karlezo berjalan mengambil sesuatu
__ADS_1
Sesuatu itu adalah mahkota yang waktu itu sempat jatuh dan hancur berkeping-keping lalu didesign ulang oleh Karlezo
Tampilan mahkota itu tampak berbeda. Warna mahkota itu adalah emas. Terdapat Ruby dan kristal di puncaknya
Karlezo mendesign nya dengan sangat royal nan elegan. Karlezo pun memakaikan nya kepada Astrella
Astrella sangat terkejut melihat dirinya dengan mahkota di atas puncak kepalanya
"Karlezo..?" ucap Astrella
"Itu hadiah buat kamu" ucap Karlezo
Astrella langsung berdiri dan memeluk Karlezo. "Makasih Karlezo!" ucap Astrella terharu
Karlezo mendorong Astrella pelan dan mencium kening Astrella
"Yaudah, sekarang aku antar kamu pergi, tapi aku siap-siap dulu" ucap Karlezo
Karlezo pun bersiap-siap. Tak lama, mereka pun pergi
\=\=\=
Sesampainya di sana, Astrella masuk dan bertemu dengan teman-temannya. Karlezo pun ikut masuk ke dalam, tapi hal itu tidak diketahui oleh Astrella. Karlezo mengikuti Astrella diam-diam
Disana, Fani melihat Astrella dan langsung menyapanya
"Astrella!" ucap Fani
"Fani" balas Astrella
"Weh, parah sih.. dress dari Karlezo kan?" ucap Fani
"Hehe.. iya" ucap Astrella
"Wah, mahkota mahal juga tuh dari emas. Memang ya, suami cinta istri banget" ucap Fani
Astrella pun tersenyum senang. Tiba-tiba Vio mengajak mereka untuk kumpul bersama dengan teman-teman lainnya
Mereka pun mengobrol dan bercanda. Mereka memesan makanan dan juga minuman. Mereka terus bercerita
*Jam terus berjalan*
Tak terasa, langit sudah hampir gelap. Jam menunjukkan pukul 19.00. Karlezo masih memantau Astrella diam-diam
Mereka masih menikmati momen mereka disana. Tiba-tiba Fani mengajak mereka bermain game
"Guys! ayo main! kita mau truth or dare" ucap Fani
Semua teman-temannya setuju dan mereka pun mulai bermain. Orang pertama yang kena adalah Fani
"Yah?! kok aku duluan sih?!" ucap Fani
Teman-temannya tertawa. Satu orang memberi pilihan, "Truth or dare?". Fani pun berpikir sejenak
"Yaudah, dare aja" ucap Fani
"Oke.. karna kamu milih dare, jadi dare nya adalah.. nyatakan perasaan kamu ke satu orang disini" ucap satu temannya
"Hah??" ucap Fani
"Yah.. kalo kamu ga mau, kamu harus minum bir" ucap temannya
"Oke oke aku lakukan" ucap Fani
Fani tak mungkin menyatakan perasaannya kepada cowok lain disana. Karena, ia sudah bertunangan dengan Vio
Fani melirik ke arah Vio dan Vio tersenyum licik disana
"Aduh.. terpaksa deh" ucap Fani dalam hatinya
Fani berjalan menghampiri Vio. Teman-teman tampak tertawa melihat Fani. Vio pun sudah tahu bahwa Fani akan menyatakan perasaannya pada dirinya
Fani melihat ke arah Vio
"Vio" ucap Fani
"Hm?" sahut Vio
"A-aku.." ucap Fani gugup
"Hm?" ucap Vio
__ADS_1
"A-aku.. .."
Bersambung :V