
1 jam kemudian..
Oweekk Owwweekk
Astrella yang berada di pelukan Karlezo langsung terkejut. Sebenarnya Astrella tak tidur, ia hanya menemani Karlezo dalam keadaan matanya yang terbuka
Astrella tahu kalau suara Averano yang terbangun itu, bisa menggangu istirahat Karlezo
Dengan cepat namun perlahan, Astrella melepaskan tangan Karlezo dari tubuhnya dan ia langsung bangun
Astrella turun dari ranjang dan hampir saja menginjak pecahan gelas. Untung nya Astrella bisa berhati-hati
Astrella menghampiri Averano dan menggendong nya perlahan, lalu membawa Averano keluar dari kamar
Astrella duduk di sofa ruang tamu, sambil berusaha menenangkan Averano. Astrella melihat kalau Averano haus, jadi Astrella melihat sekelilingnya, memastikan tak ada orang. Setelah itu Astrella memberikan asi kepada Averano
Astrella: "Ada apa sih sama Karlezo? Dari awal datang ke sini.. tingkah nya agak aneh. Kayak ada yang disembunyikan. Barusan juga wajahnya pucat.."
\=\=\=\=\=
Setelah beberapa menit, setelah minum asi, Averano kembali tenang. Astrella kembali merapikan bajunya dan menggendong Averano kembali ke kamar, serta membaringkan nya di ranjang
Astrella melirik ke arah Karlezo sebentar, ternyata Karlezo masih tertidur. Astrella berpikir untuk segera membereskan pecahan gelas di lantai itu
Astrella mengambil sapu dan membereskannya perlahan, agar tak melukai dirinya sendiri
Sesudah itu, Astrella pergi ke dapur dan berniat membuatkan sup untuk Karlezo. Yah.. meskipun yang biasanya memasak adalah Karlezo, tapi kali ini Astrella yang gantian memasak
Astrella menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Semua bahan itu pastinya adalah sayur-sayuran
Astrella mencuci sayur itu dengan teliti dan dengan benar. Ia berharap kedepannya Karlezo bisa pulih dari rasa sakit nya
Tentunya saat memasak, Astrella berusaha memberikan yang terbaik. Ia benar-benar memastikan rasa dari sup itu
Tapi tiba-tiba Astrella terkejut, karena merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Karlezo
Pelukannya sangat erat dan kepala nya di atas pundak Astrella. Tentu saja keadaan itu membuat Astrella sulit memasak
Astrella: "Karlezo please.. kamu jangan gini lah, aku masih masak nih. Kalau mau peluk nanti aja"
*Melepaskan tangan Karlezo*
Karlezo: "Kenapa kamu jadi marah? aku kan cuma mau peluk bentar aja.."
Astrella: "Engga, maksud aku bukan-"
Karlezo langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat masuk ke kamar. Karlezo mengunci pintu ruangan itu
Spontan Astrella langsung terkejut melihat tingkah Karlezo
Astrella: "Karlezo kenapa? kok kayak bukan dia? ga biasanya begitu.. atau aku nya aja yang terlalu kasar pas bicara?
Astaga.. mungkin respon ku ga enak didengar sama dia"
__ADS_1
Astrella memutuskan untuk membujuk Karlezo nanti. Ia melanjutkan untuk memasak makanan tersebut
\=\=\=\=\=\=
Tak lama, sup itu jadi dan siap untuk disajikan. Astrella membawa mangkuk yang berisi sup itu menuju kamar
Astrella mulai mengetuk pintu
Tok Tok Tok
Tak ada sahutan dari Karlezo yang ada didalam ruangan itu. Astrella memutuskan untuk mengetuk pintu nya lagi
Tok Tok Tok
Astrella: "Karlezo? buka pintu nya sebentar dong.. please. Jangan marah lagi ya?"
Karlezo membuka kunci itu diam-diam dan duduk kembali di ranjang. Astrella mencoba membuka pintu nya dan untung saja pintunya sudah tak terkunci lagi
Astrella melirik ke arah Karlezo, tapi Karlezo sangat cuek. Astrella mendekati Karlezo sambil membawa sup dalam mangkuk
Astrella: "Kamu udah bangun dari tadi? kenapa ga tunggu aku di sini aja?"
Karlezo: "....."
Astrella: "Oke kalau kamu ga mau jawab.. tapi kamu makan ini dulu ya, biar kamu ga sakit lagi. Jadi kamu bisa lebih pulih"
Karlezo: "Ngga, aku ga mood makan itu"
Astrella: "Tapi.. ga ada salahnya kan kalau kamu makan sedikit?"
*Mendorong mangkuk perlahan*
Astrella: "Yaudah.. kalau gitu, aku suapin gimana? mau ngga?"
Karlezo: "Ngga! aku bilang ga mau ya ga usah di tawarin terus!"
Astrella: "Y-yaudah.. aku taruh di meja sini dulu"
Karlezo: "Kenapa kamu keras kepala banget sih?!"
*Mendorong mangkuk dengan kasar*
"Ahh!!"
Sup itu tumpah mengenai tangan Astrella. Jujur saja sup itu masih sangat panas. Astrella langsung pergi ke dapur dan meletakkan sup itu di meja dapur
Sejujurnya, Karlezo langsung merasa percaya dan tidak percaya. Ia tak menyangka emosinya tak terkontrol seperti itu
Karlezo keluar dari kamar dan mencari Astrella. Astrella melirik sejenak dan menyadari bahwa Karlezo ada di dekatnya
Astrella pergi ke kamar mandi dan mengunci pintunya sebentar. Lalu ia duduk bersandar di pintu tersebut
Karlezo melihat sekilas kalau Astrella ada di kamar mandi. Karlezo berjalan mendekat dan berusaha membuka pintu, tapi tak bisa
__ADS_1
Karlezo: "Astrella? m-maaf.. aku ga sengaja. Aku ga bermaksud gitu. Aku cuma-"
Astrella: "Ga papa, kamu bisa pergi sekarang"
Karlezo: "Tapi, kamu.."
Astrella: "Aku nggak kenapa-napa kok"
Karlezo: "Aku.. aku mau makan sekarang"
Astrella: "Iya iya, ntar aku keluar ya. Aku bilas tangan aku dulu sebentar"
Astrella merasa kalau Karlezo terlalu angin-anginan. Sulit sekali di tebak. Astrella membuka kuncinya dan keluar dari kamar mandi
Seketika Karlezo langsung memeluk Astrella dalam dekapannya. Astrella hanya merasa sangat aneh saja
Astrella: "Karlezo.. kamu baik-baik aja kan? kepala kamu masih sakit kah? kalau sakit, kamu istirahat aja dulu"
Karlezo langsung mencium Astrella dan memeluk pinggangnya. Astrella tak mungkin menolaknya..
Ciuman itu berlangsung lama. Setelah itu Karlezo menggandeng tangan Astrella, menuju meja makan
Astrella: "Tunggu, makanan nya belum ada.. terus gimana mau makan?"
Karlezo: "Makan yang tadi aja"
Astrella: "Hah? ga bisa lah, itu udah tumpah tadi. Ntar aku buat yang baru aja lah. Kamu tunggu aja disini"
Karlezo: "Kan.. yang tumpah cuma kuahnya aja. Lagi pula ga tumpah banyak kan?"
Astrella: "Hah?"
Karlezo mengambil sup di meja dapur dan meletakkan nya di meja makan. Karlezo duduk dan Astrella hanya mengikuti nya duduk
Karlezo: "....."
Astrella: "Kenapa?"
Karlezo: "Kamu.. bisa suapin ga?"
Spontan, empat kata itu membuat Astrella menjadi melongo. Tingkah apa itu? apa Karlezo sedang manja?
Tapi.. tak mungkin juga kalau Astrella mengabaikan permintaan Karlezo. Jadi.. yah turuti saja
Astrella: "Iya, kali ini aku yang suapin kamu"
*Tersenyum*
Astrella mengambil sendok dan menyuapi Karlezo perlahan. Jujur saja satu hal yang tak diketahui Astrella dan Karlezo adalah satu orang pembantu sedang mengintip mereka
Tapi karena mereka tak tahu, jadi mereka bersikap biasa saja. Yah, mungkin kejadian kali ini bisa dibilang karena terlalu keras kepala
Masih tak bisa dibayangkan kalau Karlezo menjadi emosian dan manja. Apa mungkin itu terjadi?
__ADS_1
Dari segi tingkah laku Karlezo, sekarang ia sangat berbeda. Apa kedepannya ia akan menjadi orang yang berbeda?