
Malam hari, pukul 08.00
Singapura
Astrella duduk di sofa ruang tamu, lalu Karlezo datang dan menyentuh pundak Astrella
Karlezo: "Udah siap? kita mau pergi sekarang. Ayo cepat"
Astrella: "Hm, terus Averano gimana? kamu mau bawa dia sekalian?"
*Berdiri dari sofa*
Karlezo: "Kalau kita bawa, ntar takutnya ada sesuatu yang terjadi di sana. Jadi kita suruh pembantu aja yang jaga"
Astrella: "Maksudnya di tinggal aja gitu?"
Karlezo: "Hm. Biar aman aja di rumah. Kita pergi ga lama juga"
Astrella: "Iya. Yaudah, aku bilangin ke pembantu dulu ya"
Karlezo: "Yaudah aku tunggu di mobil. Jangan lama-lama"
Astrella menggangguk kan kepalanya dan berjalan ke arah dapur. Sementara Karlezo keluar dan naik ke mobil
Pembantu: "Ada perlu apa nona? kelihatannya nona cari kami ya?"
Astrella: "Ah iya, bener banget. Jadi aku sama Karlezo mau pergi bentar. Kalian bisa bantu aku jaga Averano ga?"
Pembantu: "Iya. Tentu aja bisa banget"
Astrella: "Makasih ya, dia ada di kamar. Tadinya dia udah tidur. Tolong jagain dia ya. Kalau ada apa-apa, langsung kabari aja"
Pembantu: "Baik nona"
Astrella: "Yaudah aku pergi dulu ya"
Pembantu: "Hati-hati di jalan nona"
Astrella tersenyum dan segera pergi meninggalkan pembantu itu. Astrella berjalan ke arah mobil, dan melihat Karlezo yang sedang menunggu disitu
Astrella pun segera naik ke mobil, karena tahu Karlezo pasti akan mengomelinya jika ia terlambat
Karlezo segera mengendarai mobilnya pergi ke tempat pelelangan. Selama perjalanan, Karlezo tak mengucapkan sepatah kata pun. Astrella sedikit berpikir, kalau Karlezo sedang marah
Astrella: "Karlezo..? kamu kok diam aja dari tadi? kamu sakit?"
Karlezo: "Ngga"
Astrella: "Jadi.. kenapa kamu kelihatan kayak orang marah?"
Karlezo: "Ngga"
Astrella: "Beneran ga papa nih?"
Karlezo: "Hm"
Hanya berbicara beberapa kata saja, namun Astrella tak bisa melanjutkan pembicaraan nya lagi
Rasanya sangat sulit membalas perkataan Karlezo. Jadi, Astrella memutuskan untuk ikut diam saja
15 Menit Kemudian
Sekarang, mereka tepat berada di depan gedung pelelangan. Gedung yang sangat besar dan megah
__ADS_1
Tentunya banyak orang yang datang ke pelelangan ini. Satu-satunya barang yang diincar adalah jam tangan
Yap, jam tangan keluaran baru di tahun ini. Warnanya hitam, dilapisi emas murni dan ditaburi berlian di pergelangan tangannya
Tentu saja itu sangat menggiurkan semua orang. Lagi pula, produk itu hanya diluncurkan sebanyak 3 pasang
Jam itu tak bisa dijual terpisah. Khususnya jam itu untuk sepasang kekasih. Terlebih barang itu didesain oleh seorang yang terkenal
Astrella dan Karlezo berjalan masuk. Seseorang membukakan pintu untuk mereka dan tersenyum ramah
"Selamat datang. Tuan dan nona mau menghadiri acara pelelangan?"
Karlezo: "Ya"
"Silahkan berjalan lurus kedepan dan belok ke arah kanan, acaranya akan dimulai sebentar lagi"
Astrella: "Baik"
Karlezo dan Astrella berjalan sesuai petunjuk orang tadi. Mereka masuk ke ruangan yang ada di depan mereka, dan duduk di barisan ke tiga
Tak lama, ada seorang yang berjalan ke arah mereka dan membawa wine di gelas-gelas. Bau alkohol nya sangat keras
Wine itu ditawarkan kepada setiap orang yang hadir di sana. Pastinya tak perlu bayar atau sama saja dengan wine gratis
Ya, acara seperti ini memang terkesan mewah. Wine itu memiliki kualitas tertinggi. Dan lagi, orang-orang disana pasti suka minum lalu mabuk berat
Astrella menolak minuman itu. Sebenarnya bukan karena ia tak kuat, tapi ia takut kalau ada sesuatu di wine itu.
Tapi tanpa ragu, Karlezo mengambil segelas wine itu.
Astrella langsung membulat kan matanya. Apa Karlezo begitu tak waspada? pikir Astrella
Bau yang sangat keras memenuhi ruangan itu. Tapi, mungkin itu adalah trik di acara pelelangan disana
Karlezo: "Ya, kenapa harus ragu? tinggal diminum apa susahnya?"
Astrella: "Engga, bukan gitu. Tapi, kalau ada obat di wine itu gimana?"
Karlezo: "Emangnya kenapa?"
Astrella: "Ya aku takut kalau sampai kamu kenapa-napa"
Karlezo: "Enggak akan, aku udah sering minum-minuman gini"
Astrella: "Aku tahu, cuman kalau kamu mabuk gimana? lagi pula aku takut kalau kepala kamu sakit lagi nanti"
Karlezo: "Itu urusan aku, aku tahu batasan diri aku sendiri. Kalau aku merasa sanggup, kenapa engga?"
Astrella: "Karlezo!! kamu kenapa susah banget dikasih tahu!"
Karlezo: "Aku bisa ngatur diriku sendiri. Kamu ga perlu ngatur-ngatur apa pun tentang aku"
Astrella: "Please lah! dengarin aku kali ini aja! please!"
Karlezo: "Hari ini aku mau bersenang-senang, katanya disini banyak cewek yang masih muda"
*Meminum wine itu perlahan*
Astrella: "Karlezo!! kenapa kamu ngomong nya gitu?! aku udah bilang jangan minum! kamu malah minum!"
*Mata berkaca-kaca*
Karlezo: "Lihat! aku minum dan ga terjadi apa-apa. Ga mabuk kan?"
__ADS_1
Astrella: "Sebenarnya apa sih tujuan kamu bawa aku ke sini?!"
Karlezo: "Ga ada apa-apa"
Astrella: "Jangan bilang kamu mau pamer kemesraan kamu sama cewek-cewek disini!"
*Air mata mengalir*
Karlezo: "Ngapain kamu nangis? lagi pula aku juga ga bilang kan mau pamer kemesraan disini"
Astrella: "Karlezo!! puas kamu lihat aku nangis gini?!"
Karlezo: "Aku ga bikin kamu nangis, kamu nya aja yang nangis sendiri"
Astrella: "Hiks.. hiks.. kenapa sih kamu berubah gini?! kalau memang ada yang salah, kamu pergi periksa di dokter sana!"
Karlezo: "Berubah apa? aku ga merasa gitu"
Astrella: "Karlezo! kamu beneran gila ya!"
Karlezo: "Berhenti ngomong yang enggak-enggak. Jangan nangis terus disini!"
PLAKK
Satu tamparan keras mendarat di pipi Karlezo. Astrella langsung berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu
Air matanya terus mengalir dan tak berhenti. Astrella langsung keluar dan mencari kendaraan, agar ia bisa pulang
\=\=\=\=\=
Sesampainya di villa, Astrella langsung berlari masuk ke kamar. Pembantu yang ada disitu langsung kaget dan mengikuti Astrella
Astrella sadar dan segera pergi menuju kamar mandi lalu membanting pintunya. Astrella mengunci pintu itu di atas dan bawah, berusaha mengurung dirinya
Pembantu itu merasa sangat khawatir. Hal apa yang bisa membuat nona sampai seperti itu
Astrella yang berada di kamar mandi, terus menutup mulutnya. Hatinya terasa sangat sakit dan perih
Pembantu: "Maaf kalau lancang nona. Tapi, sebaiknya.. nona jangan mengurung diri di kamar mandi"
Astrella tak menjawab sepatah kata pun. Ia terus menangis, tapi berusaha menyembunyikan suaranya
Tapi, pembantu itu mengetahui bahwa Astrella sedang menangis. Terpaksa, pembantu itu mengambil handphone nya dan menelepon Karlezo
Pembantu: "Maaf tuan kalau saya tidak sopan, tapi.. saya melihat kalau nona ada di kamar mandi dan tidak mau keluar"
Karlezo: "............ ya"
Karlezo menutup teleponnya dan.. mengambil napas panjang lalu menghembuskan nya perlahan
Karlezo
"Maaf, mungkin kali ini caraku keterlaluan. Nanti kamu akan tahu juga, kalau aku tak berniat untuk melakukan ini"
\=\=\=\=\=\=\=
Hai hai!
Maaf kalau author lama up nya. Karena.. author lembur
BTW, Happy reading ^^
Gimana nih? Karlezo berubah atau ga sebenarnya? atau dia punya maksud yang lain?
__ADS_1