Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Nama?


__ADS_3

Tak terasa, hari demi hari berlalu.. usia kandungan Astrella sudah mencapai 36 Minggu, ya 9 bulan


Karlezo tidak pernah lagi meninggalkan Astrella sendirian di rumah, kemana pun ia pergi, pasti mengajak Astrella


Mereka pun tak lupa untuk membeli semua keperluan bayi mereka yang akan lahir tak lama lagi


Karlezo rutin sekali membawa Astrella untuk periksa. Ditambah lagi, bayi mereka berjenis kelamin laki-laki, hal itu tambah membuat Karlezo senang


Ya.. sebenarnya, bagi Karlezo tak masalah bayinya mau laki-laki atau perempuan, karena menurut nya sama saja


\=\=\=


Di hari ini, Karlezo tidak pergi ke Perusahaan nya. Hari-hari biasanya juga begitu. Karlezo hanya takut terjadi sesuatu pada Astrella


Karlezo tak yakin meninggalkan Astrella sendirian dirumah, karena banyak sekali kejadian yang terjadi sebelumnya


Sekarang, Karlezo sendiri yang mengerjakan semua pekerjaan rumah. Astrella tidak diijinkan untuk bekerja


Karlezo: "Sayang.. mau makan apa? mau beli atau mau aku yang masak?"


Astrella: "Terserah"


Karlezo: "Yakin terserah? kalau aku masak, kamu harus makan ya"


Astrella: "Iya iya"


Karlezo: "Yaudah, kamu tunggu sini dulu.. aku mau ke bawah bikin sarapan"


Astrella mengangguk kan kepalanya. Setelah itu, Karlezo pun turun ke lantai bawah lalu pergi menuju dapur dan membuat sarapan


Tak lama setelah Karlezo pergi, Astrella langsung merasakan sakit di perutnya. Sakit yang akhir-akhir ini dia rasakan


Astrella: "S-sakit.."


Astrella memegang perutnya, lalu menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan


Astrella: "Udah Minggu ke 36.. semakin dekat aja.. waktu untuk operasi nya, tapi ga papa.. ntar lagi ada bayi kecil disini"


Astrella berjalan mendekati lemari baju lalu membukanya. Ya, bukan lemari baju miliknya dan Karlezo. Tapi, lemari baju khusus untuk bayinya


Persiapan nya sudah sangat lengkap. Baju-baju nya terjajar sangat banyak dan tersusun rapi


Astrella tersenyum melihat lemari yang penuh itu. Ia jadi mengingat bahwa Karlezo yang membeli semua itu. Karlezo memilih dengan tangannya sendiri.


Pastinya yang membuat Astrella senang ketika Karlezo meluangkan banyak waktu untuknya


Selain itu, Karlezo mau pergi menemani Astrella membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk bayinya


Karlezo tampak sangat perhatian dan benar-benar menunggu kehadiran bayi kecilnya


\=\=\=


Tak lama, Karlezo masuk ke kamar dengan membawa makanan. Astrella melihat ke arah Karlezo


Astrella: "Udah selesai ya?"


Karlezo: "Iya, sini duduk aku suapin"


Astrella: "Aku makan sendiri ya"


Karlezo: "Ngga, kamu tinggal buka mulut. Ga usah makan sendiri, aku yang nyuapi aja"


Astrella: "Tapi aku.."

__ADS_1


Karlezo: "Ga ada tapi-tapian sayang, sini duduk"


Apa boleh buat? Apa tingkah Karlezo terlalu berlebihan? seharusnya tidak, Karlezo terlalu perhatian dan juga sangat-sangat perhatian


Astrella hanya melakukan yang Karlezo suruh. Astrella duduk diam di tepi ranjang dan Karlezo menyuapi nya


Astrella tidak berbicara sepatah kata pun. Dari ekspresi nya tampak sangat memikirkan sesuatu yang penting


Karlezo: "Lagi mikir apa? penting banget yah?"


Astrella: "Ah! engga kok"


Karlezo: "Makanan nya ga enak kah? mau aku bikin ulang?"


Astrella: "Engga.. udah enak kok"


Karlezo: "Jadi mikir apa? takut sama operasi nanti kah?"


Astrella: "Hm? tumben banget kamu nanya gini.. agak aneh aja kedengarannya"


Karlezo: "Habis dari tadi kamu serius banget mikirnya.. jujur aja, takut ya?"


Astrella: "Hm.. engga kok"


Karlezo: "Kamu ga bisa bohong, udah kelihatan dari mata kamu, jujur aja lah"


Astrella: "Ya.. gimana ya? kalau dibilang takut sih.. lumayan, tapi mau bagaimana? bayinya kan harus keluar"


Karlezo: "Huh.. sesuai dugaan kamu pastinya takut, siapa juga yang ga takut? dengar aja sudah pasti kaget"


Astrella: "Ya, cuman disisi lain pengen banget liat bayi nya"


Karlezo: "Ga usah takut ya.. kesehatan kamu tetap jadi prioritas aku"


Karlezo: "Masalah.. kuliah kamu mau gimana?"


Astrella: "Nah.. itu juga kau lagi pikir"


Karlezo: "Ya.. sebenarnya aku ga maksa kamu berhenti kuliah.. tapi kalau udah punya bayi bukannya repot ya?"


Astrella: "Iya.. tapi kasih aku kesempatan untuk mikir ya, mungkin sekarang aku belum bisa kasih jawaban


Tapi nanti aku kasih jawaban nya. Kalau udah aku pikirkan baik-baik, ya"


Karlezo: "Iya, aku tahu kamu pasti punya jawaban sendiri"


Astrella: "Makasih"


Karlezo: "Oh ya, perlengkapan bayinya ada yang kurang kah? kalau kurang ntar kita pergi cari lagi"


Astrella: *Terkejut*


"Ah! engga! itu udah kebanyakan! ga usah beli lagi! cukup cukup"


Karlezo: "Oh.. emangnya kenapa kalau kebanyakan?"


Astrella: "Astaga.. bayi kita baru satu tapi perlengkapan yang kamu belikan itu jumlah nya lebih dari satu bayi"


Karlezo: "Ya gapapa lah, mungkin aja anak kita bisa lebih dari 1, mungkin.. 4 atau 5?"


Astrella langsung tertegun melihat Karlezo. Apa yang Karlezo pikirkan? Sedangkan Karlezo hanya tertawa kecil.


Astrella: "Ngga! astaga Karlezo! satu aja belum keluar.. mau 5 lagi!"

__ADS_1


Karlezo: "Lha?, yang namanya bayi itu ga bisa ditolak kan? jadi ga papa lah"


Astrella: "Yaudah! kamu aja yang lahirkan 4 nya! aku 1 aja!"


Karlezo: "Eh? cowok ga bisa sayang!"


Karlezo berbicara dengan nada yang geram


Astrella: "Huffftt.. lihat nanti aja yah? ga tau juga kuat atau engga"


Karlezo: "Kamu pasti kuat lah, aku bisa yakin kok.. lagi pula aku ga kemana-mana, aku selalu di samping kamu"


Astrella: "Makasih banget.. Karlezo"


Karlezo: "Ga perlu makasih kok, terus.. papa mama kamu lagi dimana?"


Astrella: "Di.. Italia"


Karlezo: "Bukannya terakhir ada datang ke sini ya?"


Astrella: "Udah lama itu datangnya.. kebetulan juga waktu itu mereka di sini karena lagi senggang"


Karlezo: "Masih sibuk ya?"


Astrella: "Iya.. katanya urusan di dunia mafia masih banyak, ga selesai-selesai"


Karlezo: "Ga ada rencana untuk pergi ke Italia?"


Astrella: "Engga lah.. mending di sini aja, males pergi-pergi. Oh iya.. kamu ada cari nama buat bayi kita ga?"


Karlezo: "Ada lah sayang"


Astrella: "Hm? siapa?"


Karlezo: "Averano Azera Lio"


Astrella: "Oke.. unik juga"


Karlezo: "Ya.. sebenarnya, aku masih mikir tentang nama itu, aku masih belum yakin"


Astrella: "Kenapa? udah bagus kok namanya.. kenapa masih harus dipikirin?"


Karlezo: "Hm.. kamu kan anak tunggal Keluarga Vesrezzle, terus nanti yang jadi alih waris keluarga Vesrezzle siapa?


Ya, aku tahu kalau anak itu memang harus ngikutin marga papanya.. tapi keluarga kamu?"


Astrella: "Keluarga aku ga papa kali, yang jelas anak pertama nanti marga nya pasti Lio. Ga mungkin Vesrezzle"


Karlezo: "Ga.. aku maunya anak pertama ikut marga kamu dulu.. keluarga Lio baru anak yang kedua"


Astrella: "Ya ga mungkin lah, meskipun Keluarga Vesrezzle ga punya penerus, tapi yang duluan harus Keluarga Lio"


Karlezo: "Ngga.. aku pikir aku bisa ngalah aja, jadinya nanti nama bayi kita.. Averano Azera Vesrezzle"


Astrella: "Ga bisa lah Karlezo, marga nya harus Lio"


Karlezo: "Ngga, udah ya ga usah dipikir lagi.. aku udah kasih keputusan"


Astrella menatap Karlezo dengan perasaan yang penuh kekacauan. Ia tidak berpikir bahwa Karlezo mengutamakan keluarga Vesrezzle


Astrella merasa benar-benar beruntung. Karlezo tidak egois pada dirinya. Karlezo lebih memilih untuk mengalah dan Astrella tak tahu apa harus ia lakukan


Perasaan nya tercampur dan sangat sulit dibayangkan. Bayi yang selalu Karlezo tunggu-tunggu.. tapi Karlezo memilih untuk memberinya kepada marga Keluarga Vesrezzle

__ADS_1


__ADS_2