Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Karlezo cemburu


__ADS_3

Sekitar beberapa menit, setelah Fani merasa tenang, Vio mengajak Fani keluar dari ruang tata rias


Seketika pandangan orang-orang tertuju pada pengantin wanita itu. Ya, sangat cantik dan sangat elegan


Astrella menatap Fani dan Vio, dan senyuman manis terlihat di wajahnya. Kini, sahabatnya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri


Karlezo yang sedang menggendong Averano, melirik ke arah Astrella. Karlezo merasa tak suka dengan apa yang Astrella lakukan


Karlezo mengira bahwa Astrella hanya memperhatikan Vio. Maka dari itu, Karlezo merasa cemburu dan langsung memegang dagu Astrella


Spontan, wajah Astrella langsung bertatapan dengan wajah Karlezo. Astrella sedikit terkejut dengan tindakan Karlezo


Astrella: "Karlezo, apa-apaan coba?


kamu kenapa sih tiba-tiba gini?"


*Berbicara dengan suara kecil"


Karlezo: "Aku ga suka yah, kamu tuh lihatin Vio segitunya. Aku tahu apa yang sekarang kamu lihat"


Astrella: "Hah? Astaga Karlezo, imajinasi tuh dikontrol dikit lah"


Karlezo: "Ya pokoknya aku ga suka. Aku udah jadi suami kamu, paham?"


Astrella: "Maksud kamu apa sih?


aku ga lihatin Vio aja, aku lagi ngelihatin


Fani juga"


Karlezo: "Alasan terus"


Astrella: "Hah? kamu.. kamu kenapa sih?


Jangan bilang kamu lagi cemburu?"


Karlezo: "Hm"


Astrella: "Serius apa? iya iya aku ga lihatin Vio lagi. Puas kan?"


Sejujurnya, Astrella juga merasa bingung. Tapi, wajar saja jika suami sendiri cemburu. Karena itu adalah hal yang sudah biasa


\=\=\=\=\=\=


Acara berlangsung dengan sangat lancar. Sangat romantis, pengantin baru itu sangat serasi


Kini, cincin sudah terpasang di jari manis mereka berdua. Senyuman manis terlihat di wajah mereka


*1 Jam berlalu*


Para tamu beralih ke meja hidangan, setelah mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.


Karlezo dan Astrella menghampiri Fani


dan Vio


Astrella: "Ciee.. udah resmi jadi suami istri. Jadi.. gimana nih honeymoon nya?"


Fani: "Ha? biarlah hari berjalan gitu aja.


Ngga usah di pikiran dulu lah"


Astrella: "Halah.. palingan Vio udah siapin tiket honeymoon tuh"

__ADS_1


Vio: "Iya pastinya lah. Aku udah ada persiapan untuk semuanya"


Karlezo: "Selamat ya, hadiah nya ntar ada di perusahaan kamu. Tinggal di terima aja"


*Ekspresi biasa aja*


Vio: "Thanks bro"


Fani: "Kalian ngga ke meja hidangan?


Kalau kalian mau, aku gendong Averano aja dulu"


Astrella: "Hm? ngga usah gak papa. Ntar kamu repot lagi. Kan masih banyak yang mau kasih ucapan selamat"


Vio: "Gak papa kok, ngga ngerepotin. Averano kan lucu gitu"


Astrella: "Oh yaudah. Karlezo, kasih aja dulu"


Karlezo menganggukkan kepalanya dan menyerahkan Averano. Fani mengambilnya dengan hati-hati


Setelah itu, Astrella dan Karlezo berjalan ke arah meja hidangan. Astrella memperhatikan menu yang cocok untuknya


Karlezo hanya diam dan tak berniat mengambil apa pun. Tiba-tiba, seorang lelaki menghampiri Astrella dengan membawa minuman di kedua tangannya


"Bisakah kita bersulang nona? segelas minuman ini mungkin bisa membuatmu merasa senang"


Astrella: "Maaf, apa kau menaruh sesuatu di minuman itu?"


"Tentu saja tidak"


Karlezo memperlihatkan orang itu dengan tatapan dingin. Astrella ingin mengetes orang itu dan Astrella mulai menggerakkan tangannya


Karlezo semakin heran dan tak berhenti menatap orang itu. Tangan Astrella sangat dekat dengan tangan orang itu, dan hampir menyentuhnya untuk mengambil gelas tersebut


Tapi.. tiba-tiba


Lelaki itu sangat terkejut, begitu pun juga dengan Astrella. Gelas itu jatuh dan pecah, karena hempasan dari tangan Karlezo


Karlezo: "Hati-hati ya sama sikap kamu sendiri. Jangan suka cari masalah. Dia


wanita ku, milikku saja. Jangan pikir kamu bisa nyentuh atau pun berlaku seenaknya sama dia, paham!?"


*Cemburu campur marah*


"Maaf, saya permisi"


Lelaki itu pergi meninggalkan mereka. Karlezo langsung menarik tangan Astrella dengan erat, pergi ke balkon ruangan itu


Astrella: "Akh! lepasin Karlezo! kamu apa-apaan sih? pelan-pelan aja lah jalannya"


Karlezo: "Kamu yang apa-apaan!"


Astrella: "Maksud kamu apa sih? aku kan cuma mau ngetes orang itu, aku baru mau ambil gelasnya aja. Aku ga minum kok"


Karlezo: "Oh!? jadi kamu belain dia?!


iya?! jawab!"


Astrella: "Ngga, aku gak ada maksud gitu. Cuman, jangan terlalu sensitif lah"


Karlezo: "Terserah kamu lah"


*Berbalik dari Astrella*

__ADS_1


Astrella: "Karlezo.. kenapa sih? kok cemburuan banget hari ini? tapi ya udahlah. Kalau emang ga suka, yah ga bisa


dipaksain juga"


Astrella berjalan perlahan mendekati Karlezo, dan mulai memeluk Karlezo dari belakang


Astrella: "Udahlah, aku minta maaf. Aku nggak belain dia. Maksud aku juga ngga gitu.


Mungkin cuma salah paham aja"


Karlezo: "Asal kamu ingat aja, kamu cuma milik aku. Yang lain gak boleh nyentuh kamu, apalagi cowok lain"


Astrella: "Iya Karlezo.. aku ingat. Aku tahu, ga lupa kok"


Karlezo: "Yaudah"


Mereka jalan kembali ke meja hidangan, dan hanya mengambil segelas minuman


\=\=\=\=\=\=


2 Jam kemudian


Acara selesai dan para tamu sudah mulai berkurang


Karlezo meminta agar Astrella membawa Averano kembali. Jadi Astrella berjalan ke arah Fani dan Vio


Fani: "Astrella? oh iya, nih Averano nya barusan tidur. Kamu mau ambil dia kan?"


Astrella: "Iya, makasih ya"


Fani menyerah kan Averano, dan Astrella mulai menggendong Averano perlahan


Astrella: "Oh iya, selanjutnya kalian ga ada rencana balik ke Indonesia?"


Fani: "Ngga tahu"


Vio: "Kayaknya sih engga dulu. Mau netap di Singapura dulu. Mungkin ke Indo cuman beberapa kali dalam setahun"


Astrella: "Oh.. gitu ya. Yaudah aku pulang dulu ya. Soalnya Karlezo.. ya biasa lah"


Fani: "Iya gak papa kok, Makasih ya udah datang"


Sesudah itu, Astrella dan Karlezo pulang, menuju ke villa. Untuk kali ini, Karlezo merasa cukup untuk liburan nya, dan berencana untuk kembali ke Indonesia


\=\=\=\=\=\=\=


Dalam beberapa hari kemudian, Karlezo dan Astrella sudah kembali ke Indonesia, dan kembali melakukan tugas mereka masing-masing


Diam-diam juga, Karlezo selalu berharap agar Astrella bisa memberikan Averano adik perempuan


Karlezo ingin menjalani hidup mereka seperti biasanya. Bahagia, dengan keluarga mereka yang menyenangkan itu


Begitu juga dengan Astrella. Tak ada yang mengganggu nya lagi sekarang. Astrella selalu berhati-hati pada wanita-wanita yang ada di sekeliling Karlezo


Ditambah lagi, Karlezo juga hanya fokus pada Astrella. Sikapnya jadi lebih cemburu, agar tak ada laki-laki yang bisa mendekati Astrella


Hari-hari berlalu, Averano juga semakin bertumbuh besar. Yah, menjalani hidup seperti biasanya memang tak sulit


Sekarang, hidup Astrella menjadi sangat-sangat bahagia. Ia merasa sebagai gadis yang sangat beruntung


Mungkin saja, hidup tak akan seperti sekarang jika Karlezo tak menemukan nya. Nikah muda memang tak seburuk yang dibayangkan oleh Astrella


Tamat?

__ADS_1


Maaf untuk up nya lama, terus sedikit lagi. Karena.. ya memang author ga sempat. Tiap hari berusaha nyicil tapi ga bisa selesai


Terimakasih


__ADS_2