Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
Lila Arenda #2


__ADS_3

Eps kali ini ada Flashback nya. Jadi, jangan bingung ya ^^


Salam: Author :v


Selamat membaca


Karlezo menurunkan tangannya yang sedang memegang pistol itu. Karlezo berusaha mencari jalan keluar lain


Karlezo: "Udah, lepasin aja dia. Kita lihat jadwal penerbangan lain. Ayo!"


Astrella: "Kali ini kau lepas, tapi lain kali.. aku ga segan-segan tembak peluru ini pas di jantung mu"


Lila: "Ugh.. aku menunggu itu. Aku tak yakin kau berani nekat"


Astrella langsung melepaskan cekikan nya dengan kasar, sehingga membuat Lila jatuh. Terlihat jelas bekas cekikan yang merah di leher Lila


Astrella menyimpan pistol nya kembali dan ia langsung berlari ke arah Karlezo yang sedang menanyakan jadwal penerbangan


Astrella melihat wajah Karlezo yang tampak putus asa. Astrella jadi tampak bingung. Entah apa yang terjadi


Astrella: "K-kenapa? ada masalah apa?"


Karlezo: "Ga ada lagi penerbangan ke Inggris setelah ini.."


Astrella: "A-apa?! bagaimana mungkin?!"


Karlezo: "Sebentar.. oh! naik pesawat pribadi ke Inggris!"


Astrella terlihat bingung. Tapi Karlezo langsung memanggil beberapa orangnya untuk pergi bersamanya ke Inggris


Astrella melihat sekelilingnya dan ia sangat heran, Astrella tak mendapati Lila ada di sana. Ke mana Lila pergi?


Tak seberapa lama, pesawat pribadi Karlezo tiba di luar bandara bersama beberapa orang. Karlezo langsung menarik tangan Astrella untuk segera mengikuti nya


Mereka berdua naik ke pesawat itu dan Karlezo memberi perintah untuk segera pergi ke Inggris


Astrella masih saja tidak tenang. Ia hanya takut kalau sampai terjadi sesuatu di luar pikiran nya


Jujur saja, untuk pergi ke Inggris memerlukan waktu belasan jam. Apa tidak terbayang?


Mereka pergi di malam hari, pasti akan sampai di pagi hari


Apa ada cara atau alternatif lain? sepertinya tidak ada. Inggris begitu jauh dengan negara tempat tinggal mereka


Hanya bisa menunggu dengan kekuatiran yang tinggi. Tak ada lagi yang bisa mereka lakukan saat ini selain duduk diam di pesawat


Karlezo: "Astrella?"


Astrella tampak tak sadar kalau dia dipanggil. Seperti nya ia memikirkan sesuatu yang sangat penting


Karlezo: "Astrella?"


*Memanggil nya lagi*


Astrella: "Ah! iya?"


Karlezo: "Kamu kenapa? lagi mikirin Averano ya?"


Astrella: "Iya.. tapi sebelum nya aku ada kasih semacam alat kecil di bajunya. Alat itu penting banget, kalau sampai ada yang lepas.. itu bakal bahaya"


Karlezo: "Alat? alat apa? kapan kamu kasih? aku ngga tahu sama sekali"


Astrella: "Alat.. untuk melacak keberadaan nya. Kamu ga tahu karna aku ngasih nya diam-diam di setiap bajunya. Sebelum dia lahir.. udah ada rencana untuk pake metode ini"


Karlezo: "Alatnya kamu dapat dari mana?"


Astrella: "Sebenarnya itu dirancang sendiri. Aku cuman coba-coba aja, terus dihubungkan ke handphone"


FLASHBACK ON


Dua bulan sebelum Averano lahir, Astrella memandangi baju-baju bayi yang sebelumnya Karlezo belikan


Astrella: "Kalau cuma baju gini kayak nya ga aman. Tapi.. alat apa yang bisa jadi pengaman?"

__ADS_1


Setelah berpikir panjang, Astrella tahu alat yang bisa menjadi pengaman. Kemudian Astrella berusaha merancang nya dalam bentuk yang kecil


1 bulan penuh itulah Astrella membuat banyak alat pelacak itu. Pembuatan nya tak membutuhkan waktu yang lama


Setelah jadi beberapa alat pelacak, Astrella meletakkan nya di baju Averano. Letak nya di bagian dalam belakang baju


Ya, Karlezo tak mengetahui nya karena Astrella membuatnya pada waktu malam hari, di malam yang sangat larut


FLASHBACK OFF


Astrella: "Kurang lebih gitu lah ceritanya"


Karlezo: "Seharusnya aman aja tuh alat pelacak nya. Kamu bawa handphone kan? pasti nya kamu bisa hubungkan"


Astrella: "Bisa sih, tapi kalau jaraknya terlalu jauh ga bisa"


Karlezo: "Masa ga bisa? nanti kamu buka handphone kamu terus nanti aku kasih tahu mode yang harus diaktifkan"


Astrella: "Mode? emang ada?"


Karlezo: "Ada kok, ntar baru aku kasih tahu"


Astrella: "Oke"


\=\=\=\=


Langit perlahan berubah warna. Awalnya bertambah gelap, menunjukkan sudah larut malam. Tapi, perlahan malam berlalu. Langit mulai sedikit terang


Akhirnya pukul 08.00 pagi, mereka sampai di tempat tujuan. Mereka berada di bandara, di Negara Inggris


Mereka pun turun dan Astrella membuka handphone nya. Astrella tak tahu mode apa yang harus diaktifkan


Astrella: "Mode yang tadi kamu bilang itu apa?"


Karlezo: "Sini, aku pinjam handphone kamu bentar"


Astrella memberikan handphone nya. Karlezo mengambil nya dan mengaktifkan beberapa mode. Mode yang bisa dibilang rahasia


Karlezo: "Nih, aku kembalikan. Kamu lacak aja dimana Averano"


FLASHBACK ON


Bagaimana bisa ada mobil pribadi?


*di pesawat"


Sewaktu di pesawat, Karlezo mengutus orang-orang untuk membawa mobil pribadinya ke bandara XXXX


Ya, Karlezo mempunyai 1 apartemen di Inggris dan 2 mobil pribadi


FLASHBACK OFF


Karlezo segera melaju dengan kecepatan tinggi, mengikuti lokasi di handphone Astrella sesuai dengan alat pelacak itu


Mereka menempuh perjalanan yang bisa dibilang jauh. Meski begitu, mereka mengetahui keadaan di Negara Inggris


Ya, Negara Inggris bukan lagi negara yang asing bagi mereka


Karlezo: "Masih jauh ya?"


Astrella: "Iya, jauh banget"


Karlezo: "Kalau dilihat dari handphone, kamu tahu ga tempat itu? asing ga?"


Astrella: "Kalau dilihat-lihat sih engga asing. Aku pernah jalan-jalan ke sana, tapi tempat itu bisa dibilang sepi"


Karlezo: "Sepi? kok bisa"


Astrella: "Ngga tahu juga, tapi yang aku tahu wilayah itu punya 1 kelompok"


Karlezo: "Oh? kalau gitu.. kayak resiko nya besar"


Astrella: "Iya, tapi ga papa. Untuk Averano ga ada yang jadi masalah"

__ADS_1


Karlezo mengelus puncak kepala Astrella. Astrella tahu kalau ia pergi berarti resiko yang ia tanggung pasti besar. Maka dari itu, sebelumya ia sudah mempersiapkan fisik dan mental. Ia berusaha untuk manjadi kuat


Astrella: "Kamu ada lihat Lila ga? sebelum kita berangkat?"


Karlezo: "Ngga, yang aku lihat terakhir pas kamu lepas cekikan nya aja"


Astrella: "Oh, kayak nya dia udah nyampe duluan"


Karlezo: "Hm? kamu tahu dari mana?".


Astrella: "Yang rencanakan ini kan Lila, dia pasti ke Inggris juga"


Karlezo: "Oke"


Setelah melakukan perjalan kurang dari 1 jam, mereka sampai di lokasi yang tertera di handphone Astrella


Benar saja yang dibilang oleh Astrella. Tempat nya bisa dibilang sepi. Wilayah itu milik 1 kelompok


Astrella dan Karlezo turun dari mobil dan mereka masuk ke tempat itu. Ya, terlihat sebuah bangunan yang sangat megah, seperti istana


Mereka memasuki gerbang dan berjalan menuju rumah itu. Mereka membuka pintunya perlahan


Anehnya, bangunan yang terlihat megah itu.. hanya mendapat terang dari pancaran sinar matahari yang masuk dari jendela


Tak bisa dibilang terang juga, karena.. tak ada lampu


Tak tak tak


Suara langkah kaki terdengar dari arah tangga Siapa dia? perlahan ia maju dan semakin terlihat jelas siapa orang itu


Astrella: "Jadi.. kau lagi!"


Lila: "Bagaimana? kalian terlalu lambat, baru sampai sekarang. Tapi, hebat juga.. kalian bisa mengetahui dimana anak kalian"


Karlezo: "Di mana dia?"


Lila: "Entahlah"


Astrella: "Cepat katakan!"


Lila: "Aku tak tahu"


Karlezo langsung mengarahkan pistol ke kepala Lila. Tapi, tiba-tiba ada suara langkah kaki lagi dari belakang


Astrella menoleh ke belakang dan..


sepertinya lebih dari 20 orang sedang mengepung mereka


Orang yang tampak sangat kuat, mereka mempunyai banyak pisau di tangan mereka. Satu orang bisa memegang 4 lebih


Astrella: "2 lawan banyak? ga masalah"


Karlezo: "Pistol ada di depan kepalamu, kalau aku tarik pelatuknya.. mungkin kau sudah tergeletak di bawah"


Lila: "Kalau aku mati, otomatis kalian juga akan mati. Kau terik pelatuknya, berarti orang di belakang mu akan menusuk mu dari arah belakang, bagaimana?"


Astrella: "Penakut sekali kau, panggil orang-orang seperti ini"


Lila: "Oh? aku bisa lebih dari itu"


Tiba-tiba, tercium bau bensin. Sesudah itu, tercium bau asap. Bau asap yang sangat pekat sekali


Oweekk Owwweekk


Ya, suara Averano menangis mulai terdengar. Spontan mereka terkejut. Mereka tahu kalau bangunan itu akan terbakar. Tapi, sepertinya Averano ada di lantai 2


Lila: "Sekarang yang pengecut itu kalian. Anak kalian di atas, terus? mungkin sebentar lagi dia akan terbakar"


Lila memberi isyarat kepada orang-orang nya untuk keluar. Lila dan orang suruhan nya keluar dan melihat Astrella dan Karlezo dari jauh


"Bos, apa kita perlu pergi sekarang?"


Lila: "Ngga, kita lihat sampai bangunan ini terbakar habis"

__ADS_1


Astrella dan Karlezo segera naik ke lantai atas untuk mencari Averano. Tiba-tiba terlihat api di depan mereka


__ADS_2