
Astrella: "Gimana selanjutnya? apinya bisa tambah besar, terus Averano gimana?"
Karlezo: "Kamu tunggu disini aja, aku masuk dulu cari Averano"
Astrella: "Ngga ngga, kalau nanti kamu kenapa-napa gimana? aku ikut masuk juga! Ayolah, waktu ga banyak"
Karlezo: "Oke, ayo lompat!"
Mereka berusaha menerobos api yang sedang menghadang mereka. Lama-kelamaan, apinya bertambah besar
Warna merah, oranye, kuning, menyatu di api itu. Suhunya bertambah panas dan semakin panas
Tapi, di bangunan itu terdapat banyak ruang dan sudut. Bagaimana mungkin bisa mencari Averano dalam waktu yang singkat?
Owwweekk Oweekk
Suara tangisan Averano terdengar. Itu peluang bagi mereka untuk segera mencari Averano. Mereka mendekati suara itu sambil berlari
Suara itu semakin terdengar jelas di telinga mereka. Saat ini, mereka berada tepat di depan pintu yang besar. Astrella berusaha membukanya
Astrella: "Argh! keras banget lagi! ga bisa dibuka"
Karlezo: "Yaudah kita coba dobrak pintu nya"
BBRRRAAKKK
Satu dobrak tapi tidak bisa membukanya. Mereka mencobanya lagi. Tak menutup kemungkinan, hasilnya tetap sama
BBRRRAAKKK
Dobrakkan ke tiga berhasil membuka pintu yang besar itu. Sekarang, pandangan mereka tertuju pada Averano yang diletakkan sofa dan dia diikat
Astrella dan Karlezo segera berlari menuju sofa itu. Talinya diikat sedemikian rupa, sehingga sulit untuk dibuka
Karlezo langsung mengeluarkan senjata tajam. Begitu juga dengan Astrella. Mereka membawa pisau dengan ujung yang sangat tajam
Mereka berusaha untuk memutuskan talinya tanpa menyakiti Averano
Dalam waktu yang sangat singkat, mereka berhasil melepaskan Averano dari tali yang mengikat nya
Segera Astrella menggendong Averano. Dangan erat ia memeluk Averano, seolah tak ingin sampai terjadi sesuatu yang sangat membahayakan bayinya
Baru saja mereka mau keluar dari ruang itu.. tiba-tiba, kayu di belakang mereka jatuh. Keadaan nya semakin menggila saja
Astrella jalan di depan sambil menggendong bayinya. Sedangkan, Karlezo dibelakang untuk melindungi Astrella dan Averano
Sekarang mereka berusaha untuk menuruni anak tangga, menuju lantai dasar. Percikan api bertebaran
Di lantai 2 bangunan itu sudah terbakar, menimbulkan asap yang begitu tebal. Lila melihat asap dari jendela itu sambil tersenyum
Lila: "Aku tak yakin kau selamat, sebentar lagi akan kelihatan siapa yang pengecut"
*Lila bergumam dalam hati*
Baru saja mereka turun dari lantai 2, tapi lagi-lagi api yang sudah bertebaran menghadang mereka
Tampaknya kayu-kayu itu sudah rapuh akibat terbakar, dan sekarang sudah berjatuhan
Mereka hanya khawatir kalau kayu itu menimpa mereka. Masalahnya, kayu itu diselimuti oleh api
__ADS_1
Karlezo pun maju dan menggandeng tangan Astrella. Karlezo berusaha untuk menuntun jalan. Maka dari itu, sekarang ia berjalan di depan Astrella
Kini, mereka sudah dekat dengan pintu keluar. Hanya tinggal beberapa langkah lagi mereka akan selamat
Akan tetapi, terdengar suara kayu rapuh yang akan jatuh dari atas. Karlezo menoleh ke arah belakang untuk memastikan Astrella aman-aman saja
Tapi, matanya langsung membulat. Kayu itu akan jatuh ke arah Astrella, rapat di atas kepala
Karlezo: "Astrella!!"
Karlezo langsung menarik tangan Astrella. Spontan Astrella tertarik dan ia jatuh ke dekat pintu
Astrella menoleh ke belakang, sontak matanya berkaca-kaca. Tak kuat lagi membendung air matanya
Tepat di hadapannya, ia melihat Karlezo yang tertimpa kayu yang diselimuti api itu. Kayu itu mengenai punggung Karlezo, membuatnya memuntahkan darah
Karlezo tak bisa berbicara lagi. Tubuhnya langsung melemah
Astrella berusaha membantu Karlezo yang terjatuh dalam posisi berlutut. Karlezo berusaha kuat, ia berjalan sambil terhuyung
Astrella berhasil menuntun nya berjalan jauh ke luar bangunan itu. Disana, Astrella melihat Lila bersama orang-orang suruhan nya
Lila tersenyum akan penderitaan yang mereka alami
Astrella langsung mengepalkan tangannya, seketika sorot matanya menjadi tajam. Tatapan membunuh mengarah ke Lila
Lila: "Tak disangka, kau bisa menangis juga. Lihat, Karlezo sudah sekarat. Bagaimana kau bisa menyelamatkan nya?"
Astrella: "Kau keterlaluan!"
Lila: "Aku? tapi aku tak merasa"
Lila: "Terserah!"
Astrella memandang ke arah Karlezo. Karlezo kelihatan sangat tak berdaya. Astrella membiarkan Karlezo untuk duduk di bawah. Astrella meletakkan bayinya di samping Karlezo
Karlezo masih bisa mengawasi Averano. Karlezo membawa Averano ke pangkuannya. Tapi, Karlezo tak bisa menenangkan bayinya itu
Lila: "Kau bisa apa?"
Astrella: "Kalian!!"
Lila: "Kalian urus dia"
Lila berbalik dan berjalan menuju mobil. Sedangkan orang suruhannya, membawa senjata tajam
DDDAARR
1 Tembakan tepat mengenai sasaran. Lila tertembak dari belakang. Tembakan yang disebabkan oleh Astrella, mengenai jantung Lila
Spontan, Lila langsung terjatuh dan mati.
Orang-orang suruhan Lila langsung dirasuki oleh rasa takut. Mereka pun berbalik dan segera melarikan diri. Tapi...
DAR DAR DAR DAR DAR
Lima orang langsung tergeletak mati. Astrella terus menembak orang-orang itu dengan ganas
Sampai beberapa saat, tidak ada yang bisa luput dari hadapan Astrella. Mereka semua mati saat itu juga, darah mereka terus mengalir
__ADS_1
Astrella: "Sekarang, kalian sangat pengecut"
Astrella langsung menyimpan pistolnya dan menghampiri Karlezo
Astrella: "Kita ke rumah sakit sekarang!"
Karlezo: "Ugh.. kita balik d-dulu"
Astrella: "Ngga bisa! kamu udah kayak gini. Sekarang kita harus ke rumah sakit"
Karlezo: "Ga perlu, aku masih bisa tahan.. kita kembali ke Negara asal dulu
Astrella pun hanya bisa menuruti perintah Karlezo. Astrella memanggil orang-orang utusan Karlezo dan meminta bantuan mereka
Orang-orang itu membawa Karlezo menuju mobil. Astrella pun menggendong Averano ke arah mobil juga
Segera mungkin mereka pergi ke bandara dan memutuskan untuk melakukan penerbangan dalam waktu yang singkat
Astrella berusaha menenangkan Averano. Untungnya, Averano tak seberapa rewel. Jadi Astrella tak repot untuk menidurkan Averano
Mobil itu melaju dengan sangat cepat. Sehingga tak membutuh kan waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di bandara
Mereka langsung turun dan berlari menuju pesawat dan sesegera mungkin mereka melakukan penerbangan untuk kembali ke negara asal
Astrella terus memperhatikan Karlezo. Matanya sudah sangat merah dan berkaca-kaca
Tess Tess
Air mata Astrella menetes membasahi wajahnya. Ia tak berhenti terisak saat menatap Karlezo
Karlezo menyadari hal itu, dan ia mengangkat tangannya. Tangan Karlezo mengusap air mata Astrella
Karlezo: "Ga usah nangis"
dengan suara yang lemah dan dengan tubuh yang sudah tak berdaya
Astrella: "Karlezo, jangan sampai kenapa-napa ya"
Karlezo: "Iya.. aku tahu.."
Astrella: "Janji dulu.."
Karlezo; "I-iya, aku janji kok"
Astrella tak bisa berhenti menangis. Hatinya seperti tertusuk pisau yang tajam. Ia berharap agar mereka segera tiba di negara asal
\=\=\=\=
Beberapa jam telah berlalu tapi Astrella masih tak berhenti menangis. Karlezo masih menahan sakit akibat kayu yang jatuh di punggung nya
Jatuhnya bisa dibilang sangat keras. Sampai Karlezo bisa memuntahkan darah. Sepanjang perjalanan di pesawat, Karlezo terus batuk dan... ia batuk darah
Hal itu membuat Astrella merasa bersalah terhadap dirinya sendiri. Mereka terus menunggu agar pesawat itu cepat sampai
\=\=\=\=\=
Akhirnya, belasan jam mereka lalui di pesawat dan mereka tiba di negara asal
Saat pesawat baru tiba di bandara, mata Karlezo langsung tertutup. Tubuhnya sudah sangat lemah. Astrella langsung terkejut dan menangis tak berdaya
__ADS_1
Astrella: "Karlezo!! kau sudah janji!!!"