Cinta Dari CEO Muda

Cinta Dari CEO Muda
4 Hari Sebelum New Year


__ADS_3

Haha :v


Sebelum nya author minta maaf kalau terlalu kasar. Yah.. apa pun saran dan komentar nya, author.. ga marah seh, author biasa aja. Cukup santuy...


\=\=\=\=\=\=


Beberapa hari sudah berlalu


Mungkin waktu sudah mencapai 1 Minggu, tapi Karlezo belum sadar juga. Waktu 7 hari itu terasa sangat-sangat lama


Pukul 08.00, Astrella terbangun di samping Karlezo. Ya, Astrella hanya seorang diri di sana


Lalu, dimana Averano?


Kemarin-kemarin, saat Averano sudah sembuh total, Fani menawarkan diri kepada Astrella untuk menjaga Averano


Fani tahu kalau Astrella terus bersikeras menetap di rumah sakit. Jadi, Fani pun berniat untuk membantu Astrella


Astrella hanya bingung, kenapa Karlezo masih tak kunjung sadar juga. 4 Hari kedepan sudah tahun baru


Apa tahun baru hanya dilalui Astrella seorang diri saja? Tidak, tidak, tidak.. itu bukan harapan Astrella


Astrella berharap agar di waktu yang singkat ini, sebelum tahun baru.. Karlezo sudah sadar


Katanya..


Orang bilang..


"Kalau buat harapan di tahun baru, harapan itu pasti akan terwujud"


Tapi, masalah nya sekarang belum tahun baru. Ini masih keadaan menyambut tahun baru


Tapi, mungkin kalau dicoba barangkali berhasil. Tunggu apa lagi? Astrella mencoba nya


Astrella: "*Yah, aku tahu sekarang mungkin keadaan yang sulit untuk diriku sendiri. Memang ga mudah lewati hari yang kayak gini


Tapi aku punya 1 permintaan, aku berharap agar Karlezo bisa sadar secepatnya. Aku ga nuntut macam-macam, tapi.. aku hanya berharap*"


Ya, Astrella hanya membuat harapan yang sangat singkat itu. Tak bertele-tele dan tak macam-macam


Sekitar pukul 09.00, dokter dan beberapa suster masuk ke ruangan Karlezo. Astrella pun berdiri dari kursi yang ia duduki


Astrella: "Ada apa dok?"


Dokter: "Kemarin saat pemeriksaan, kami mendapati bahwa pasien sudah melewati masa kritis nya


Mungkin ini memang diluar perkiraan kami, tapi pasien bisa dipastikan akan sadar 2 atau 3 hari kedepan


Sekarang, kami akan memindahkan pasien ke ruangan normal"


Astrella: "Serius dok? dokter ga bercanda kan?"


Dokter: "Saya serius dan tidak bercanda"


Astrella yang mendapati kabar itu langsung merasa sangat senang. Untuk sementara, Astrella bersyukur karena Karlezo sudah melewati masa kritis nya


Kini, hanya tinggal menunggu agar Karlezo cepat sadar.


Sesudah itu, Karlezo dipindahkan ke ruangan yang normal. Sama seperti biasanya, Astrella hanya berdiam di rumah sakit


Astrella tak pergi ke mana-mana. Ia biasanya hanya pergi keluar untuk makan sebentar. Atau pulang untuk ganti baju dan makan


Astrella melihat sekelilingnya. Ia merasa ada orang yang sedang menunggu nya di luar. Tapi, siapa? jadi Astrella pun pergi keluar ruangan


Astrella: "Kau? mau apa lagi kau datang ke sini?"


Windy: "Kenapa kau tak datang waktu aku mengundang mu? dan ini sudah lewat beberapa hari, tapi kau tak memberikan kabar apa pun"


Astrella: "Aku.. aku sibuk. Karlezo masih belum pulih dan aku pergi pesta diluar? itu hal yang tak wajar"

__ADS_1


Windy: "Oh? yaudah. Dan satu lagi, aku hanya ingin memberikanmu ini. Jangan terlalu berlebihan, itu hanya hadiah yang kecil"


Windy menyodorkan sebuah hadiah. Ukuran nya tak bisa dibilang kecil juga. Tapi, ada angin apa dengan Windy?


Windy: "Ambillah, tak perlu diam terus"


Astrella: "Apa kau.. menjebakku?"


Windy: " Astaga.. serius apa? aku tulus kasih ini, terus kamu meragukan aku?"


Astrella: "Bukan nya ragu hanya saja tak terbiasa"


Windy: "Oke oke, terserah. Tapi aku mengaku kalau, aku tak bisa menandingi mu. Aku tak ingin mencari masalah apa pun lagi denganmu, puas? dan ambillah ini"


Meskipun Astrella tampak sangat ragu, tapi Astrella berusaha bersikap baik. Astrella menerima hadiah pemberian Windy


Astrella: "Yaudah, Makasih kak"


Windy: "What? tadi kamu bilang apa? coba ulangi"


Astrella: "Eh? aku bilang Makasih kak"


Windy: "Apa coba, kamu pernah manggil kak waktu masih kecil. Tapi sekarang kamu berani manggil gitu lagi"


Astrella: "Ya, walaupun kita sebenarnya bukan kakak adik kandung. Tapi, apa salahnya? kamu lebih tua dari aku kok"


Windy: "Ya sudahlah, intinya aku ngga mau ada masalah di antara kita. Jadi aku pergi dulu"


Astrella: "O-oke"


Ya, begitulah.. Windy tiba-tiba datang dan mengakui dirinya sendiri. Tapi, apa yang membuatnya berubah?


Tak butuh alasan, tapi Astrella merasa lebih tenang. Jadinya, tak ada lagi masalah yang mengganggu nya


Astrella pun masuk ke dalam ruangan lagi dan duduk di kursi. Karena penasaran, Astrella membuka hadiah dari Windy


Setelah dibuka.. terlihat sebuah benda yang sangat berharga. Itu adalah kalung dan gelang.


Kedua perhiasan itu bersinar bagaikan mutiara di laut. Astrella bingung menatapi hadiah itu, tapi ia merasa sangat bersyukur


\=\=\=\=\=\=


Jam berlalu begitu cepat, hingga langit sudah tampak gelap


Pukul 20.12


Astrella merasa lelah karena berdiam di rumah sakit terus. Jadi, Astrella pun pergi keluar rumah sakit dan berjalan-jalan


Bisa dibilang jalanan tak terlalu ramai. Suasana sangat menyejukkan. Angin terus berhembus


Ditambah langit yang warnanya sudah gelap, dihiasi bintang yang berkilau bagai berlian


Tak terasa, Astrella berjalan sampai di taman. Taman yang tak jauh dari rumah sakit. Astrella pun duduk di kursi panjang di bawah pohon


Astrella menatap ke arah langit, tapi tiba-tiba matanya berkaca-kaca


Tes Tes


Air matanya menetes. Bernafas pun terasa seperti dihambat. Ia merasakan sesak di dadanya


Astrella: "Apa bagus nya sendiri coba? duduk disini kayak orang aneh. Ada saat nya susah tapi ada saatnya bahagia. Ga semua hidup itu bahagia terus


Tapi kenapa jadi nangis gini sih? dari dulu aku memang lemah, ga bisa kalau ga nangis. Tahun baru juga rasanya sepi"


Astrella tak bisa menghentikan tangisnya sampai ia terisak. Rasanya memang sangat sunyi


Di taman sendirian, duduk sendirian, ga ada suara apa pun. Angin terus bertiup kencang. Ada cahaya tapi dari lampu


Astrella melihat cahaya bulan dan ia memejamkan matanya sebentar

__ADS_1


Tapi tiba-tiba ada tangan yang menutup matanya. Spontan Astrella membuka matanya. Tapi, rasanya sangat gelap


Tangan Astrella berusaha menyentuh matanya sendiri. Tapi, memang benar ada tangan seseorang


Astrella: "Siapa sih? ga usah main kaget-kagetan! lepasin dong!"


Orang itu mencium puncak kepala Astrella dan tangannya memeluk tubuh Astrella


Astrella merasa penasaran dan Astrella pun berbalik ke arah belakang


Astrella: "Siapa sih?"


*Terisak*


Astrella langsung membulatkan matanya melihat orang yang tepat berdiri di depannya


Karlezo: "Hahaha, sayangku lucu banget. Masa nangis sih? sendirian di sini lagi. Serius kamu tuh lucu banget"


Karlezo menarik hidung Astrella dan mencium mata Astrella yang berair itu


Astrella: "Apaan sih? ga lucu tahu"


Karlezo: "Serius, kamu kayak orang aneh tahu ga? ntar kalau tiba-tiba ada orang lain yang macam-macam sama kamu gimana?"


Astrella: "Ya biarin aja lah, aku ga peduli"


Karlezo: "Astaga sayang, kamu nungguin aku sadar yah? sampai kamu bodoh kayak gini?"


Astrella: "Lagian kamu lama banget sadarnya! ga punya perasaan kamu"


Karlezo: "Pfffft.. Sebenarnya aku udah sadar pas Liam waktu itu datang. Terus dia cerita tentang kamu. Kamu jagain aku terus selama di rumah sakit sambil bawa Averano


Yah.. aku sih memang sengaja ga mau kasih tahu kamu dulu. Ternyata kamu rindu benget ya sama aku"


Astrella: "Kamu!? jadi kamu pura-pura tidur dan ga sadar gitu? kamu bikin susah aja! aku capek-capek datang dan jagain kamu. Tapi kamu malam main-main gini"


Karlezo memeluk Astrella dalam dekapannya. Astrella hanya diam, tak membalas pelukan Karlezo


Karlezo: "Yah, udahlah.. Btw, makasih banget kamu udah jagain aku selama di rumah sakit. Aku tahu kamu kesusahan. Kamu ngurusin aku, ngurusin Averano, ngurusin Perusahaan lagi


Tapi, okelah.. setelah ini aku bisa manjain kamu sayang. Setelah ini kita bisa liburan dan lainnya. Pokoknya yang bisa bikin kamu senang"


Astrella tambah menangis. Air matanya tak bisa tertahankan. Karlezo mendorong bahu Astrella perlahan


Karlezo: "Kok malam tambah nangis sih sayang? serius apa? jangan nangis lagi dong.. aku minta maaf yah, habis ini aku ga bakal ninggalin kamu gitu lagi"


Astrella: "Kamu ga tahu aku khawatir banget. Aku mau kamu secepatnya! tapi setelah kamu sadar kamu malah ga ngasih tahu"


Karlezo: "Iya sayang, aku minta maaf yah"


Astrella: "Emangnya lucu yah!?"


Karlezo: "Engga engga, aku tahu aku salah, oke?. Sekarang kita pergi urus surat di rumah sakit, setelah itu kita nyari Averano, terus kita pulang, oke?"


Astrella: "Iya. Hm.. aku.. a-aku.."


Karlezo: "Hm? kamu kenapa? ada masalah?"


Astrella: "Aku.."


Karlezo: "Kenapa? ngomong aja"


Astrella: "Aku cinta kamu!"


Karlezo: "Hah? coba ulangi"


Astrella: "Ngga Ngga, aku ga mau ulang-ulang"


Karlezo: "Pffft, iya iya... aku cinta kamu juga sayang"

__ADS_1


__ADS_2